Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Pria Tampan yang Lembut


__ADS_3

Rombongan Jhonny telah sampai di Villa, terlihat mobil milik Jordan keluar dari Villa, Jhonny menghentikan mobilnya di depan mobil Jordan hampir bertabrakan.


Jhonny dan Jordan turun dari mobil bersama, Mereka saling mengarahkan pistol.


Jhonny dapat melihat kekesalan di wajah Jordan. Sedangkan Jordan hanya bisa melihat wajah datar Jhonny tanpa ekspresi.


"Oh, pria malang, Aisyah adalah istriku untuk apa kamu mencarinya" ucap Jordan tersenyum mengejek.


"Calon Istri" tegas Jhonny.


Jordan melemparkan kertas foto copy akta nikah kearah Jhonny.


Seorang pria di samping Jhonny mengambil kertas dan menyerahkan kepada Jhonny.


Jordan menyimpan pistol miliknya kedalam saku jas.


"Bacalah, aku tidak mau mengotori tanganku dengan darah pria yang tidak berguna seperti dirimu" Ucap Jordan dan masuk ke dalam mobilnya.


Jhonny membaca kertas yang telah diberikan anak buahnya, ia merasakan sesak, Sakit dan terluka di hatinya.


Aisyah adalah wanita pertama yang pernah dekat dengan dirinya, sehingga membuat Jhonny jatuh cinta untuk yang pertama kalinya.


Dan ia harus terluka dan patah hati pada Cinta pertama karena wanita itu telah menjadi istri orang.


Jhonny mengepalkan tangannya, membuat kertas, hancur tidak berbentuk, ia begitu sedih dan hancur bagaikan kertas.


Jordan tersenyum puas, ia bisa melihat wajah Jhonny yang sangat terluka.


Jordan segera meninggalkan Jhonny dan rombongannya tanpa terjadi perselisihan.


Jhonny terduduk di atas aspal, ia merasakan seluruh tubuhnya lemah tidak bertenaga, begitu hancur.


"Aaaarrghh" Jhonny berteriak mengeluarkan emosi yang tersimpan.


***


Aisyah membuka matanya perlahan, ia menyadari dirinya masih dalam bahaya, Aisyah hanya ingin menarik nafas menghilangkan letih pada tubuhnya.


Aisyah melihat asap dan seorang pria yang sedang duduk tidak memperdulikan Aisyah.


Perlahan Aisyah duduk dan memperhatikan pria yang sedang membuatkan minuman hangat.


Ia berjalan mendekati Aisyah dan menyerahkan secangkir minuman hangat kepada Aisyah.


"Minumlah" suara lembut penuh wibawa tanpa melihat Aisyah.


"Terimakasih" Aisyah mengambil cangkir dari tangan pria yang berusaha tidak ingin tersentuh dengan Aisyah.


Pria itu kembali ke tempat duduknya dan mengambil tas ransel, ia mengeluarkan kontak P3K dan kembali mendekati Aisyah.


Aisyah meneguk nikmat susu jahe yang menghangatkan dan memberikan kenyamanan pada tubuhnya yang lelah.


"Kemarilah, aku akan membersihkan luka pada dirimu, agar tidak infeksi" Pria tampan dan sangat lembut berjongkok di depan Aisyah.


Dengan patuh Aisyah meletakkan cangkir di atas batu dan mengulurkan tangannya kepada pria yang sama sekali tidak mau melihat wajah Aisyah.


Aisyah memperhatikan setiap sudut wajah pria yang ada di depannya, sangat tampan dan lembut.


"Seorang wanita harus menundukkan pandangannya" Terdengar suara lembut berwibawa menegur Aisyah yang sedari tadi memerhatikan pria itu.


Aisyah tersenyum dan menoleh ke arah tangannya yang telah terbungkus kain kasa.


"Bisakah kamu mengobati kakimu?" tanya pria itu.


Aisyah hanya terdiam, dengan tangan terbungkus kain kasa, bagaimana ia bisa mengobati kakinya.


"Maafkan aku" pria itu menghindari Aisyah, ia tidak ingin melihat aurat Aisyah.


"Tidak apa-apa, Terimakasih" Aisyah kembali meneguk susu jahe dari cangkirnya.


"Apa yang kamu lakukan di atas sini dan mendaki tanpa jalur, itu sangat berbahaya" ucap pria itu.


Aisyah menarik nafas panjang dan memejamkan matanya sebentar.


"Aku sedang melakukan pelarian dari penculikan" ucap Aisyah.


"Bagaimana bisa kamu lari ke tempat yang berbahaya" pria itu bertanya tanya melihat Aisyah.


"Karena hanya jalan ini yang saya temukan untuk melarikan diri" ucap Aisyah meletakkan kepalanya di atas kedua lututnya.


"Apa yang kamu lakukan di atas ini sendirian?" tanya Aisyah.


"Aku sedang liburan dan bernostalgia dengan kenangan Indah bersama orang yang aku cintai" ucap pria itu membuang jauh pandangnya.


Aisyah memandang wajah pria yang teduh dan meneduhkan.


"Ia pasti pria yang taat" gumam Aisyah.


Pria itu segera merapikan perlengkapan miliknya dan memasukkan ke ransel.


"Ayo kita turun, aku akan mengantarkan kamu pulang" Pria itu mengambil cangkir dari atas tanah.


Aisyah beranjak dari tanah dengan perlahan ia meringis Manahan sakit, pria itu benar-benar tidak ingin menyentuhnya walau hanya seujung jari.

__ADS_1


Aisyah mengikuti langkah kaki pria di depannya, ia berusaha untuk tidak merepotkan, karena pria itu tidak ingin bersentuhan dengan Aisyah.


Dengan mengikuti jalur sebenarnya tentu tidak kesulitan untuk menuruni bukit.


Mereka telah sampai di bawah, sebuah mobil Jeep Hitam terparkir.


"Masuklah" Pria itu membuka pintu belakang untuk Aisyah.


Aisyah masuk ke dalam mobil dengan perlahan.


"Katakan alamat rumahmu atau kamu mau ke kantor polisi" Pria itu telah duduk di kursi pengemudi dan menggunakan sabuk pengaman.


"Apa Alamat rumah, aku bahkan tidak tahu alamat rumah Jhonny atau Nisa" Dokter Aisyah bingung.


Pria di depan melirik Aisyah sekilas, ia bisa melihat Asiyah yang bingung.


"Siapa namamu?" tanyanya lagi.


"Aisyah" jawab Aisyah


"Baiklah Nona Aisyah, anda mau saya antarkan kemana?" tanya Pria itu lagi.


Aisyah hanya ingat alamat rumah sakit tempat Nisa di rawat.


Melaporkan ke polisi sama saja menyerahkan diri kepada Jordan, orang kaya seperti Jordan memiliki relasi di semua teman, semua bisa ia beli dengan uang.


"Bisakah kamu mengantarkan aku ke rumah sakit Pemerintah?" tanya Aisyah.


"Kenapa Anda mau kesana, apakah Anda mau mengobati luka Anda?" tanya pria itu.


"Aku di culik di restoran depan rumah sakit dan aku tidak tahu harus kembali kemana, aku baru di kota ini" jelas Aisyah.


"Hanya ada 3 orang yang aku kenal disini" Aisyah menunduk ia merasa frustasi.


"Sebutkan nama mereka" ucap Jhonny.


"Dokter Nisa, Jhonny dan Stevent" Asiyah menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya yang terbungkus akin kasa.


"Nisa?" Pria itu menyakinkan dirinya.


"Ya, apa kamu mengenal dirinya?" tanya Aisyah.


"Annisa Salsabila" ucap pria itu menarik nafasnya.


"Ya kamu benar" Aisyah sangat bahagia.


"Aku akan membawa kamu ke pesantren, tempat Nisa di besarkan" ucap pria lembut.


Aisyah hanya terdiam, ia sangat yakin pria di depannya adalah orang baik.


Abi berjalan keluar dari rumah dan melihat pria tampan yang sangat ia kenal.


Abi merentangkan tangannya untuk memeluk pria Sholeh, tampan dan sukses.


"Kenzo anakku" Abi memeluk Kenzo.


"Assalamualaikum Abi" Kenzo membalas pelukan Abi.


"Waalaikumsalam Nak" Abi mencium dahi Kenzo


Aisyah keluar dari mobil, ia melihat sekeliling lingkungan yang sangat nyaman dan asri.


Abi menatap Aisyah penuh tanda tanya, wanita dengan busana muslimah terlihat kotor dan berantakan dengan tangan terbungkus kain kasa.


"Abi, aku bertemu dengan Aisyah di bukit Cinta" jelas Kenzo.


"Assalamualaikum, Tuan, Pria ini menyelamatkan saya" ucap Aisyah yang tidak tahu nama pria itu


"Namaku Kenzo" ucap Kenzo tersenyum tampan melelahkan hati menggetarkan jiwa wanita.


Umi keluar dari rumah, melihat Kenzo dan seorang wanita yang tidak ia kenal.


"Assalamualaikum Umi" Kenzo mendekat dan menyalami dan mencium tangan Umi.


"Waalaikumsalam Nak, siapa di sana?" Umi tersenyum lembut dan melihat Aisyah yang berjalan mendekat dan melakukan hal yang sama seperti Kenzo.


"Assalamualaikum Bu, Saya Aisyah, saya di selamatkan Kenzo dari penculikan" ucap Aisyah tersenyum manis.


"Kemarilah Nak, kita bersihkan dirimu" Umi menarik tangan Aisyah dan mengajaknya masuk ke dalam rumah.


Abi merangkul Kenzo dan masuk bersama ke rumah. Kenzo pergi ke kamar mandi tamu untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian.


Aisyah kagum melihat foto- foto Nisa yang terpajang di dinding dengan koleksi piagam, tropi dan banyak penghargaan.


"Dia benar-benar wanita yang sempurna" pikir Aisyah.


Umi mengajak Aisyah ke kamar Nisa.


"Ini adalah kamar Putriku, Nisa" ucap Umi tersenyum.


"Saya berteman dengan Nisa" Aisyah tersenyum bahagia, ia sangat bahagia bisa bertemu dengan orang tua Nisa, keluarga Islam yang sangat baik.


Asiyah berpikir pasti Kenzo adalah kakak Nisa mereka tampan dan cantik.

__ADS_1


"Nisa wanita yang sangat cantik dan baik" Ucap Aisyah.


"Kamu benar Nak, mereka mengatakan Nisa adalah wanita berhati malaikat, ia tidak pernah membenci" Umi tersenyum.


"Bersihkan dirimu, dan gunakan pakaian Nisa" lanjut Umi berjalan menuju lemari pakaian.


Sebenarnya jika ada Stevent ia tidak akan mengizinkan orang lain menggunakan pakai Nisa.


"Suaminya, tidak akan mengizinkan orang lain masuk ke kamar ini, apalagi Menggunakan barang - barang Nisa" lanjut Umi menahan tawa.


"Aku bisa menebak itu" Aisyah tertawa.


"Cepatlah, Umi akan menyiapkan makanan untuk kamu dan Kenzo" Umi mengusap kepala Aisyah.


"Terimakasih Bu" ucap Aisyah tersenyum, ia merasakan kelembutan seorang ibu yang sangat Aisyah rindukan.


"Panggil Umi, setelah mandi obati lukamu" ucap Umi mengecup kening Aisyah dan berjalan keluar kamar.


Aisyah memejamkan matanya menahan butiran bening yang akan melewati sudut mata.


"Pantas saja Nisa menjadi Wanita yang lembut, Ia memiliki Ibu yang sangat lembut penuh cinta dan kasih sayang" Aisyah mengusap air mata yang berhasil menerobos pertahanannya dan bergegas masuk ke kamar mandi.


Aisyah membuka kain kasa yang membungkus tangannya, ia tersenyum mengingat Kenzo yang menghindari tatapan Aisyah.


Setelah semua kasa terbuka dan membuangnya di tempat sampah. Aisyah mandi dengan perlahan, ia merasakan perih pada kaki dan tangannya.


"Andai ada tanaman obat, luka ini tidak akan infeksi" Aisyah meringis kesakitan.


Aisyah mengambil kotak obat yang ada di atas meja sudut kamar Nisa.


Ia mengobati lukanya, menggunakan gamis Nisa dan berbaring di tempat tidur.


Aisyah merasakan tubuhnya seakan diinjak gajah sangat sakit dan lelah.


Tempat tidur yang empuk membuat Aisyah tertidur dengan nyenyak dan melupakan perut yang lapar, ia sangat kelelahan dengan seluruh tubuh sakit.


Umi kembali ke kamar, menyusul Aisyah karena ia tidak segera turun.


Umi melihat Aisyah tertidur pulas di atas tempat tidur Nisa.


"Nak, bangunlah, Kenzo telah menunggu untuk makan" ucap Umi lembut mengusap rambut bergelombang Aisyah yang belum tertutup hijab.


Aisyah membuka matanya dan tersenyum, ia menarik tangan Umi dan menciumnya.


"Terima kasih Umi" Air mata Aisyah mengalir.


"Kenapa kamu menangis?" Umi mengusap air mata Aisyah.


"Aku sangat bahagia bisa mendapatkan ibu sama dengan Nisa" Aisyah meletakkan tangan Umi di pipinya.


Umi tersenyum.


"Umi juga senang bisa punya dua orang putri yang cantik dan sholehah" Ucap Umi.


Aisyah segera memeluk Umi, ia menangis karena merindukan kasih sayang dari seorang ibu yang hampir tidak pernah ia dapatkan.


"Terimakasih Umi" Aisyah mengeratkan pelukannya menikmati kehangatan dari seorang ibu.


Umi mengusap punggung Aisyah dengan lembut, ia bisa merasakan getaran kerinduan dalam diri Aisyah.


"Ayo nak, gunakan jilbab mu, kita makan bersama" Umi melepaskan pelukannya dan mengusap air mata Aisyah.


Aisyah mengangguk dan beranjak dari tempat tidur, ia mengambil Jilbab segiempat Nisa berwarna pink dusty Senanda dengan Gamisnya.


Aisyah sangat cantik walaupun tidak secantik dan selembut Nisa. Karena setiap wanita memiliki keunikan tersendiri yang menjadi daya tarik mereka.


Aisyah berjalan bersama Umi menuruni tangga, Kenzo melihat ke arah tangga, yang ia lihat adalah Nisa dengan senyuman manisnya.


Kenzo tersenyum menatap Aisyah yang tersipu malu karena tatapan Kenzo, ia tidak tahu yang ada dalam pandangan Kenzo adalah Nisa.


"Dia sangat tampan dengan wajah yang teduh dan sikap yang lembut berbeda dengan pria yang telah aku jumpai " Suara hati Aisyah memuji Kenzo.


"Jaga Pandangan" Abi menepuk bahu Kenzo yang segera mengalihkan pandangan dan menyadarkan Kenzo bahwa wanita itu bukanlah Nisa.


Mereka makan bersama, Umi dan Abi hanya menemani Kenzo dan Aisyah.


***


**


*


*Terimakasih


*


**


**


Selalu Dukung Author dengan tinggalkan Like komentar dan Vote, Terima kasih 😘


Thanks for Reading 🤗

__ADS_1


Semoga Readers semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇


Love You Readers**.


__ADS_2