
Aisyah mengendarai mobil mewah berwarna merah milik Nisa menuju alamat yang telah di berikan Stevent.
Mobil telah memasuki lahan parkiran. Para pengunjung menatap kagum pada mobil limited edition yang hanya bisa di beli orang kaya kalangan atas.
Seorang wanita berjilbab keluar dari mobil dan membuat semua orang heran, bagaimana mungkin seorang muslimah datang ke tempat kotor dengan minuman haram dan perbuatan zina.
Aisyah berjalan santai, ketika masih bersama Jordan ia pernah di bawa ke tempat hiburan.
Dua penjaga pintu bar menahan dan melarang Aisyah untuk masuk ke dalam, dan 4 orang pengawal yang dikirim Stevent untuk menjaga Aisyah berbisik kepada penjaga pintu sehingga Aisyah bisa masuk.
Semua mata tertuju kepada Aisyah, para wanita seksi melihat Aisyah dengan jijik dan berbisik.
Para pria tersenyum menggoda tetapi Aisyah tidak memperdulikan mereka.
Seorang pria ingin mendekati Aisyah, ketika ia melihat 4 orang pengawal membuat pria itu menjauh segera.
"Nona, Tuan Jhonny duduk di sudut" ucap seorang pengawal.
Aisyah melihat kearah yang sudut yang di tunjukkan pengawal. Sebuah meja besar khusus Jhonny.
Ia melihat Jhonny dari kejauhan.
Jhonny tidak berhenti meneguk minuman dari gelas yang terus diisi pelayan.
"Aisyah, kamu menghancurkan hidupku" Jhonny melemparkan gelas kaca kosong ke lantai dan pecah.
Seorang wanita seksi hampir tanpa busana memperlihatkan dada, perut dan paha, dengan dandanan layaknya seorang selebritis.
Wanita itu mengusap wajah Jhonny, pria tampan yang sedang frustasi karena patah hati.
"Halo Tampan, ayo bermain dengan aku di kamar, aku akan mengobati luka yang kamu rasakan" bisik wanita cantik dan seksi menempel bagian depan tubuhnya pada punggung Jhonny dan berjalan ke depan Jhonny.
Jhonny mengangkat wajahnya dan melihat wanita di depannya. Ia memperhatikan wajah wanita yang memperlihatkan tubuh seksi dan rambut tergerai.
"Kamu bukan Aisyah ku, Aisyah tidak memperlihatkan rambutnya" Jhonny menarik rambut wanita itu.
"Aw, Sayang kamu tampan tapi kasar" wanita itu merasa perih di kepalanya karena rambut yang di tarik Jhonny.
Wanita itu mendekatkan wajahnya pada Jhonny dan ingin mencium bibir Jhonny.
"Bruk" Jhonny mendorong tubuh seksi tetapi tidak menggoda Jhonny, jatuh ke lantai hingga tubuh yang hampir telanjang itu terluka karena terkena pecahan gelas.
"Aku tidak tertarik dengan wanita murahan seperti kamu" bentak Jhonny dan menyirami tubuh wanita itu dengan minuman beralkohol langsung dari botolnya.
Wanita itu meringis kesakitan dan merasakan perih pada lukanya. Seluruh tubuhnya telah basah oleh minuman mahal berwarna merah.
Beberapa pelayan membantu wanita itu untuk beranjak dari lantai membawanya pergi dari hadapan Jhonny.
"Kenapa kamu berani mendekati Tuan Jhonny?" bisik seorang pelayan.
"Aah, aku kira ia tidak akan sadarkan diri" ucap wanita itu kesakitan.
"Tuan Jhonny sama dengan Tuan Stevent, mereka tidak tersentuh dan jijik melihat kita yang murahan ini" ucap wanita itu lagi.
Aisyah berjalan cepat menuju Jhonny yang hampir tidak sadarkan diri.
"Hey, Apa yang kamu lakukan?" bentak Aisyah melotot pada Jhonny.
" Aisyah, kamu Istri orang, pergi" bentak Jhonny.
"Aku belum menikah bodoh, Ayo pulang" ucap Aisyah.
"Bohong, pria itu memberikan bukti nikah padaku" ucap Jhonny kesal.
__ADS_1
"Jordan bohong, pulang sekarang atau aku akan pergi dari rumah kamu selamanya" tegas Aisyah.
"Berhenti" Jhonny menarik tangan Aisyah.
"Apakah kamu mencintai ku?" wajah Jhonny memelas.
Aisyah kebingungan, ia dilema karena Aisyah baru saja terpesona dengan pria yang begitu sempurna secara fisik dan Agamanya, Aisyah sangat membutuhkan pria seperti Kenzo, bukan cuma Aisyah tapi semua wanita di dunia yang menginginkan seorang imam.
"Katakan kamu mencintai diriku" Jhonny menguatkan cengkraman tangannya.
"Jhonny, lepaskan tanganku, kamu menyakiti aku" ucap Aisyah berusaha melepaskan tangannya.
"Aku tidak akan melepaskan tanganmu sebelum kamu mengatakan kamu mencintai diriku" tegas Jhonny menarik Aisyah.
Wajah mereka begitu dekat, Aisyah dapat merasakan hangatnya hembusan nafas Jhonny dengan Aroma manis minuman.
"Ini paksaan" ucap Aisyah berusaha menjauhkan wajahnya.
"Aku mencintaimu, Aku mencintaimu" Jhonny mengguncang tubuh Aisyah dengan kedua tangannya.
"Baiklah, lepaskan aku" ucap Aisyah kesal.
"Kamu mencintaiku?" tanya Jhonny lagi.
"Jika Aku mencintaimu, akankah kamu melepaskan ku?" tanya Aisyah dan Jhonny mengangguk seperti anak kecil.
"Baiklah, aku mencintaimu, Lepaskan Aku" ucap Aisyah.
"Cium aku!" perintah Jhonny dan membuat mata Aisyah melotot.
"Lepaskan Aku" Aisyah memberontak dan berusaha melepaskan diri dari Jhonny.
Beberapa orang menyaksikan pemandangan unik yang tidak pernah mereka lihat. Jhonny sama dengan Stevent ia tidak pernah menyentuh wanita.
Jhonny terlihat memaksakan cintanya kepada Aisyah.
Jhonny menarik tubuh Aisyah dan mendaratkan ciuman di bibir Aisyah.
Aisyah terkejut hingga matanya melotot, ia sudah pernah ciuman dan itu dilakukan oleh Jordan.
Aisyah mendorong tubuh Jhonny hingga jatuh ke lantai dan jarinya terluka kerena pecahan gelas.
"Kau Kau Aaarg" Aisyah kesal dan akan pergi meninggalkan Jhonny yang tidak sadarkan diri dengan telapak tangan mengeluarkan darah.
Seorang pengawal menahan Aisyah.
"Maaf Nona, Tuan Jhonny pingsan dan terluka" ucap pengawal kepada Aisyah.
Aisyah menoleh dan melihat Jhonny tergeletak di atas lantai dengan tangan berdarah.
"Ah, pria bodoh, melukai diri sendiri" kesal Aisyah.
"Bawa Dia ke mobil?" Perintah Aisyah.
"Kita akan menggunakan mobil Tuan Jhonny" ucap pengawal.
"Mobil Nisa bagaimana?" tanya Aisyah Bingung.
"Tuan Stevent sediri yang akan mengambilnya" jelas pengawal yang segera membawa Jhonny ke belakang menuju tempat parkir khusus.
Aisyah mengikuti para pengawal.
Jika bukan karena Stevent tidak mau Nisa ikut dengan Aisyah, Stevent juga tidak mengizinkan Aisyah menggunakan mobil Nisa.
__ADS_1
Jordan dan Anak buahnya masuk ke dalam bar, ia mendapatkan laporan dari mata - matanya.
Aisyah terlihat masuk ke dalam bar. Jordan tidak menemukan Aisyah, ia kembali keluar dari bar dan mendekati mobil merah dan mewah.
Ia membaca sebuah nama di kaca belakang mobil.
"Annisa Salsabila & Stevent Lu"
Jordan berpikir sejenak , ia sangat mengenal Stevent Lu, karena mereka sama - sama dari dunia bisnis.
"Bagaimana Aisyah bisa menggunakan mobil milik pria nomor satu ini?" Jordan tersenyum.
"Annisa Salsabila, pasti ini nama istri Stevent, wanita yang berhasil membuat pria sedingin es itu jatuh cinta dan meleleh, hahaha" Jordan tertawa bahagia.
"Jhonny, pasti dia adalah asisten kepercayaan Stevent dan Aisyah dekat dengan Jhonny.
"Dunia begitu Sempit" Jordan tersenyum mengepalkan tangannya.
"Aisyah, aku tidak akan pernah melepaskan dirimu" Jordan berjalan masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Bar.
Aisyah dan Jhonny berada di kursi belakang sopir. Aisyah membersihkan luka Jhonny dengan tisu.
"Nona, kita ke rumah sakit atau pulang ke rumah?" tanya seorang pengawal yang menjadi sopir.
"Pulang ke rumah saja" ucap Aisyah.
Aisyah hanya butuh ramuan herbal yang ada di laboratorium.
Mobil telah berhenti di depan pintu rumah Jhonny.
Para pengawal membantu Jhonny hingga ruang tengah.
Mereka merebahkan tubuh Jhonny di atas sofa panjang.
Aisyah meminta para pelayan untuk membersihkan pakaian dan tubuh Jhonny.
Terlihat tubuh kekar dan seksi yang bertelanjang di atas sofa.
Aisyah segera mengambil pakaian ganti dan meminta para pelayan mengantikan pakaian Jhonny.
Di dalam laboratorium, Aisyah telah menyiapkan 2 ramuan untuk Jhonny.
Ramuan penghilang mabuk dan mengobati luka pada tangan Jhonny.
Dengan telaten Aisyah merawat luka pada tangan Jhonny dan menyuapi pahit hasil perasan daun obat.
***
**
*
*Terimakasih telah membaca Karya Author
*
**
**
Love You Readers
Dukung terus Author**.
__ADS_1