Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Rival Kenzo


__ADS_3

Fauzan menemui Kenzo yang sedang sibuk dengan pekerjaannya.


Persahaan yang baru dibangun ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.


"Tuan Fauzan." Kenzo terkejut melihat Fauzan yang telah berada di dalam ruangan.


"Assalamualaikum." salam Fauzan duduk di sofa.


"Waalaikumsalam, anda terlihat tergesa-gesa." Kenzo duduk di depan Fauzan.


"Kami harus segera kembali ke Arab, raja terus menghubungi saya." Fauzan menatap tajam kepada Kenzo.


"Apakah karena lamaran putra Sultan Brunei?" Kenzo menatap Fauzan.


"Ya, sepertinya pangeran Azim Al Malik benar-benar menginginkan Ayesha." Fauzan tersenyum, ia sangat senang membuat Kenzo cemburu dan gelisah.


"Bagaimana dengan Ayesha?" tanya Kenzo lembut.


"Jawaban pertanyaan kamu ada pada dirimu sendiri." Fauzan memegang baru Kenzo.


"Aku telah Jatuh Cinta kepada Ayesha sejak pertama kali kami bertemu." Kenzo menatap serius pada Fauzan.


"Kita akan berangkat besok dengan Jet pribadi, kamu tahu apa yang harus kamu lakukan untuk perusahaan ini." Fauzan tersenyum.


"Tentu saja, aku akan pergi ke perusahaan Stevent sekarang juga." Kenzo beranjak dari kursinya.


"Kamu benar serahkan perusahaan ini kepada Stevent untuk sementara waktu." Fauzan tersenyum.


"Assalamualaikum." Kenzo pamit dan meninggalkan Fauzan sendirian di ruangannya.


"Aku tidak menyangka, Ayesha yang tidak pernah memperlihatkan wajahnya akan jadi rebutan banyak pria." Fauzan tersenyum.


"Kenzo, saingan kamu sangat berat hanya dengan keberuntungan dan pertolongan dari Allah kamu bisa mendapatkan adikku." Fauzan beranjak dari kursi dan meninggalkan ruangan Kenzo.


Pangeran Azim Al Malik adalah putra tertua Sultan Brunei Darussalam. Ia jatuh cinta kepada Ayesha sejak kunjungannya ke Arab Saudi bersama Sultan Brunei.


Awalnya ia tidak tahu bahwa Ayesha adalah seorang putri, mereka bertemu tanpa sengaja, pangeran Azim menyamar menjadi wisatawan sedangkan Ayesha dengan pakaian murahnya berkeliaran di alam bebas bertemu banyak orang.


Ayesha membantu Azim ketika tersesat dan kesulitan setelah kehilangan dompetnya.


Sejak saat itu Azim mencari tahu tentang Ayesha, kelembutan dan kebaikan serta mata indah Ayesha telah membuat pangeran Azim jatuh cinta.


Ketika ia tahu Ayesha adalah putri Raja Arab itu menambahkan rasa cintanya kepada Ayesha dengan kesederhanaan yang Ayesha tampilkan.


Ayesha bisa menjadi seorang putri yang anggun dan sempurna ketika ia berada di istana,dan menjadi rakyat biasa yang rambah dan suka menolong.


Fauzan kembali ke Pesantren, sedangkan Kenzo melakukan pertemuan dengan Stevent dan Jhonny.


Keputusan di serahkan kepada Stevent, siapa orang yang akan menjalankan pabrik selama Kenzo meninggalkan perusahaan dan pabrik.


Fauzan memarkirkan mobilnya di pesantren, ia berjalan menuju hotel.


Seorang wanita dengan pakaian seksi duduk di kursi lobby, ia telah menunggu Fauzan cukup lama.


Fauzan berjalan memasuki pintu depan dan melewati lobby tanpa menoleh sedikitpun.

__ADS_1


Menyadari Fauzan melewati dirinya Nayla segera berlari dan menarik tangan Fauzan.


Dengan sigap Fauzan menghindari tangan Nayla sehingga membuat Nayla terjatuh di lantai.


Lola membantu Nayla untuk berdiri DNA melihat Fauzan.


"Maaf Nona, anda tidak boleh menyentuh saya!" Fauzan memberikan sorot mata tajam yang dapat melukai hati seorang wanita.


"Dengar aku hanya mau berkenalan dengan anda." Nayla menahan sakit di kakinya karena terjatuh.


Lola memperhatikan wajah tampan Fauzan yang tidak bosan untuk dipandang.


"Apakah ada bisnis yang mau anda tawarkan?" Fauzan melirik Lola yang terus menatap dirinya.


Lirikan Fauzan membuat Lola menunduk, ada kilatan mengancam dan tidak mengizinkan Lola terus menikmati wajah tampan Fauzan.


"Tidak, aku hanya mau mengenal anda lebih dekat." suara lembut Nayla yang terdengar menjijikkan di telinga Fauzan.


Pakaian seksi yang Nayla gunakan membuat Fauzan tidak nyaman, wanita itu terlalu mempertontonkan auratnya.


"Maaf Nona, saya tidak punya waktu untuk urusan yang tidak penting." Fauzan memutar tubuhnya membelakangi Nayla.


"Aku mohon berikan nomor ponsel kamu." Nayla menarik jas hitam milik Fauzan.


Ayesha menarik tangan Nayla dengan lembut dan tersenyum dari balik cadarnya.


"Jaga harga diri anda Nona." Ayesha menggandeng tangan Fauzan.


Nayla menatap tajam kepada Ayesha yang berjalan mesra dengan Fauzan menuju kamar mereka yang bersebelahan.


"Sepertinya begitu." Fauzan tersenyum.


"Apa kamu sudah bersiap?" tanya Fauzan ikut masuk ke kamar Ayesha.


"Tentu saja, pakaianku hanya sedikit." Ayesha memperlihatkan koper kecil miliknya.


"Sangat sedikit." Fauzan tersenyum, pakaiannya jauh lebih banyak dari Ayesha, bahkan ia butuh orang lain untuk membereskan dan membawanya.


"Apa kamu mengenali pangeran Azim?" tanya Fauzan.


"Kami bertemu dua kali di jalanan dan di istana." Ayesha duduk di depan Fauzan.


"Jika kamu boleh memilih siapa yang akan kamu pilih, Kenzo atau Azim?" Fauzan memperhatikan Ayesha.


"Aku akan memilih Kenzo." jawab Ayesha yakin.


"Kenapa, mereka berdua adalah pria yang baik dan seorang putri harus menikah dengan seorang pangeran." Fauzan tersenyum, ia ingin mengetahui isi hati adiknya.


"Karena Kenzo telah menyentuhku." Ayesha menunduk.


"Mungkin kalian memang jodoh, seorang putri harus menikah dengan pemuda dari rakyat biasa bahkan tidak mempunyai keluarga tidak tahu asal usulnya darimana." Fauzan tersenyum.


"Allah pasti memberikan pria terbaik untuk Ayesha." Ayesha tersenyum.


"Sepertinya hati kami telah mantap." Fauzan beranjak dari kursi dan mendekati Ayesha.

__ADS_1


"Allah memantapkan hatiku." Ayesha tersenyum.


"Aku akan membantu dirimu, aku telah berjanji akan menikahkan pria yang pernah menyentuh adikku." Fauzan mencubit pipi Ayesha.


"Terimakasih." Ayesha memeluk pinggang Fauzan yang berdiri di depannya.


"Baiklah besok kita berangkat." Fauzan mengusap dan mencium kepala Ayesha.


Fauzan keluar dari kamar Ayesha dan masuk ke kamarnya.


Nayla kesal dengan kegagalan yang ia alami, Fauzan jauh lebih dingin dari Stevent.


"Lola, apakah aku tidak cantik lagi?" tanya Nayla kepada Lola.


"Seharusnya, kamu pelajari tentang Fauzan yang tidak menyukai wanita seksi." Lola tersenyum.


"Apakah dia menyukai wanita dengan pakaian hitam tadi?" tanya Nayla lagi.


"Entahlah, aku tidak tahu siapa wanita itu?" Lola duduk di kursi.


"Bagaimana caranya aku mendapatkan Fauzan?" Nayla mengigit kuku jari tangannya.


"Nay, sebaiknya kita pulang." Lola beranjak dari kursi dan menarik tangan Nayla meninggalkan hotel.


***


Kenzo kembali ke perusahaannya untuk menyelesaikan pekerjaannya yang akan ia tinggalkan.


Ia teringat dengan ucapan Fauzan tentang pangeran Azim yang telah melamar Ayesha.


Seorang putri pantas menikah dengan seorang pangeran.


Kenzo menyenderkan tubuhnya dan memejamkan mata memikirkan beratnya perjuangan cinta yang harus ia jalani.


Jatuh cinta kepada seorang putri yang telah dilamar pria lain.


"Aku yakin kamu adalah jodoh yang telah Allah kirimkan untuk ku dan aku tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan dirimu." Kenzo bertekad untuk mendapatkan restu dari Raja dan Ratu.


Kenzo menguatkan dirinya, berusaha melupakan tentang dirinya yang yatim piatu dan dibesarkan di pesantren.


Abi dan Umi adalah orang tua Kenzo, ia akan meminta restu dan doa dari Abi dan Umi.


***


baca juga Novel baru Author


(Cari : AnnaLee di aplikasi Joy lada)


Mohon dukungnnya berikan like, Komentar, bintang 5 dan Vote. Terimakasih


Baca juga Novelku “Arsitek Cantik”


Novel Kakakku “Nyanyian Takdir Aisyah dan Cinta Bersemi di Ujung Musim.” (Fitri Rahayu), dan Putih Abu - Abu (Sohibul Iksan) Terimakasih.


Semoga kita semua dalam keadaan sehat dan selalu mendapatkan perlindunganNya, Aamiin.

__ADS_1


__ADS_2