
Sebuah helikopter telah mendarat di lapangan terbuka, jilbab dan gamis Nisa berkibar di terkena angin dari baling-baling helikopter, Stevent memeluk istrinya berjalan memasuki helikopter, Setelah Stevent dan Nisa duduk tenang, helikopter segera terbang menuju pulau Kembar.
Dinamakan pulau Kembar karena terdiri atas dua pulau di tengah lautan, pulau pertama di huni oleh beberapa kepala keluarga dan pulau kedua adalah pulau dalam yang dijadikan pulau pribadi bagi Stevent.
Namun Stevent belum pernah datang dan melihat pulau dalam, Semua di serahkan kepada Jhonny, Pulau Pribadi telah lama selesai di bangun namun Stevent belum berminat untuk tinggal atau sekedar berkunjung.
Ini adalah pertama kalinya Stevent dan Nisa pergi ke pulau Kembar.
Nisa menatap kagum keindahan alam laut dan pantai serta hutan yang terlihat kecil dari atas .
" Indah sekali" Nisa tersenyum bahagia.
" Kamu lebih Indah" Stevent mencubit dagu Nisa.
Nisa hanya tersenyum ia kembali melihat pemandangan dari atas.
Terlihat pulau yang lebih besar dari pulau Luar, Terdapat sebuah Rumah layaknya Istana dalam negeri dongeng.
Helikopter tidak menurunkan tangga untuk Nisa Stevent turun.
Nisa sangat bahagia berada di sebuah pulau yang Indah dengan sebuah istana megah bagaikan di sebuah negeri Dongeng.
Nisa berlari menuju pintu masuk dengan menggenggam tangan Stevent, tak sabar ingin melihat isi di dalam rumah.
Stevent menatap Nisa dengan senyuman puas, ia sangat senang bisa membuat Nisa bahagia.
Nisa membuka pintu yang tidak terkunci. Ruangan mewah berwarna Emas, begitu terang.
" Masya Allah, Indah sekali " Nisa memandang setiap sudut ruangan.
" Aku yang mendesain rumah ini?" Stevent berbisik di telinga Nisa meletakkan tangannya di atas pundak Nisa.
" Wah, ternyata kamu seorang arsitek hebat" Nisa memutar tubuhnya melihat wajah tampan Stevent.
" Aku mendesain ini khusus untuk wanita yang berhasil membuat aku bertekuk lutut di hadapannya" Stevent menggigit dagu Nisa.
" Aw, sakit " Nisa mengusap dagunya.
Stevent segera menutup dan mengunci pintu menarik tangan Nisa berlari menaiki tangga.
" Eh, mau kemana, pelan - pelan" Nisa mengikuti langkah kaki Stevent menaiki anak tangga menuju sebuah kamar yang sangat indah dan mewah.
Nuansa Emas menambah kemewahan ruangan.
Sebuah Tempat tidur di desain bagaikan teman tidur Raja dan Ratu jaman kuno, begitu mewah, dengan tiang - tiang dan tirai Indah.
Semua perabotan dari batu dan kayu. Nisa terkagum melihat desain interior luar biasa dari ruang kamar.
Stevent melihat istrinya yang masih terpana akan keindahan ruang kamar.
Stevent segera menggendong istrinya dan meletakkan perlahan di atas tempat tidur.
Menatap cantik wajah Nisa yang terlihat khawatir.
__ADS_1
" Buka" Stevent menyentuh jilbab Nisa yang hanya mengangguk.
Stevent dan Nisa beranjak dari tempat tidur.
Nisa berjalan mendekati meja rias melepas jilbab dan dalaman dengan perlahan. Rambut berkilau tergerai Indah melewati bahu, ia menatap bayangan Stevent dari pantulan cermin yang telah bertelanjang dada.
Stevent berjalan mendekati Nisa yang masih mematung di depan cermin besar.
Membuka resleting gamis Nisa hingga memperlihatkan pundak seksi putih dan bersih.
Nisa kembali memasang resleting, dan Stevent menatap heran.
Nisa menarik tangan Stevent menuju kamar mandi yang sangat luas.
" Sayang apakah kamu mau bercinta di kamar mandi?" tanya Stevent tersenyum.
" Sebelum bercinta kita harus membersihkan diri terlebih dahulu" Nisa tersenyum.
" Apakah kamu akan mandi lagi?" tanya Stevent.
" ya " Nisa menutup pintu kaca kamar mandi.
Stevent mandi di sebelah ruang Nisa.
Nisa dan Stevent keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk berwarna putih.
Stevent melilitkan handuk dari pinggul hingga lututnya, dan Nisa melilitkan handuk dari dada tidak sampai paha.
" Kenapa handuk ini pendek sekali" gumam Nisa.
" Lihat Bentuk tubuh yang Indah itu hanya milikku" Stevent berbisik di telinga Nisa ia memperhatikan tubuh dirinya yang menempel pada tubuh Nisa pada pantulan cermin.
Stevent segera menggendong Nisa membawanya ke atas tempat tidur dengan ukuran yang sangat besar.
" Apa kamu sudah siap?" bisik Stevent di telinga Nisa.
Nisa mengangguk dan tangan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, namun tangannya di tahan Stevent dan membuang selimut ke lantai.
" Kenapa, aku sudah pernah melihatnya dan Aku sudah tidak tahan lagi " ucap Stevent., ia benar-benar ingin menggoda Nisa, jari tangan Stevent berjalan menyusuri tubuh mulus Nisa yang telah menahan nafas, ingin rasanya Nisa berteriak.
Nisa menggigit bibirnya,
" Jangan digigit" Stevent melumat bibir Nisa, menghisapnya dan bermain dengan lidah mereka yang menari - nari di dalam mulut.
" Aku akan memulai dari atas" Bisik Stevent dan memainkan lidahnya di telinga Nisa, memberikan efek desiran di sekujur tubuh Nisa.
Stevent memasukkan daun telinga Nisa dalam mulutnya dan menyusuri setiap lekukan telinga dengan lidahnya, Nisa benar-benar tidak bisa menahannya.
Tangan Nisa mencengkeram lengan Stevent, Tubuhnya menggeliat, berharap Stevent segera menghentikan permainan Stevent di telinga.
Dari telinga Stevent pindah ke leher Nisa, membuat banyak tanda merah yang sangat jelas terlihat pada kulit putih Nisa.
Stevent kembali melumat bibir seksi Nisa dengan tangan yang Terus bergerilya di tubuh Nisa.
__ADS_1
Nafasnya Nisa tidak teratur ada desiran aneh yang menggelitik tubuhnya membuat Nisa ingin menggigit dan memakan Stevent yang berusaha ia tahan.
Tangan Stevent bermain pada gunung kembar indah.
Stevent benar-benar menikmati setiap sudut tubuh Nisa tanpa ada yang terlewatkan dari atas hingga ujung jari kaki Nisa.
Tubuh Nisa bergetar, ia benar-benar tidak bisa menahan lagi, Nisa berbisik sebuah Doa ditelinga Stevent. Doa pasangan suami istri yang akan melakukan ML.
Stevent mengikuti Bacaan yang Nisa ajarkan.
" Apa aku boleh mengambilnya " Stevent menatap tubuh seksi di bawahnya tanpa busana. Nisa mengangguk namun ada rasa khawatir dan takut.
Stevent dapat melihat kekhawatiran Nisa.
" Aku akan melakukan dengan perlahan " bisik Stevent.
Perlahan tapi pasti robekan terasa di bagian paling sensitif memberikan rasa perih hingga jari - jari Nisa mencengkeram otot-otot tubuh Stevent.
Setelah merobek selaput penutup pintu pertama Nisa, Stevent segera melancarkan serangan cepat untuk mencapai kenikmatan Dunia, Tubuh kekar dan berotot seakan tidak merasakan lelah terus berguncang, Nisa telah mengunci mulutnya menahan perih. Tubuh keduanya bergetar seakan aliran darah telah menyatu dengan sengatan listrik dari tubuh mereka.
Akhirnya Stevent dan Nisa mencapai puncak kenikmatan Dunia, yang menjadi ibadah diantara keduanya.
Stevent dan Nisa memeluk erat tubuh mereka seakan tidak ingin melepaskan.
Keringat bercucuran membasahi kedua tubuh hingga menjadi lengket, pendingin ruangan seakan tidak berguna kalah akan kehangatan Cinta yang tercipta dari dua insan manusia yang telah menyatu menjadi satu.
" Terimakasih" bisik Stevent di telinga Nisa yang hanya terdiam tanpa suara.
Mahkota berharga yang selalu ia jaga akhirnya di serahkan kepada yang berhak untuk memilikinya yaitu Stevent Lu Aleksander, suami sah Nisa.
Stevent mengambil selimut menutupi seluruh tubuh Nisa, ia mencium dahi dan pipi Nisa.
Bercak Merah terlihat di seprai berwarna emas.
Nisa mengecup bibir Stevent sekilas dan beranjak dari tempat tidur untuk membersihkan diri, namun Stevent menarik tangannya.
" Nanti saja, Ayo kita tidur " Stevent memeluk tubuh Nisa dari dalam selimut dan memejamkan mata.
Kelelahan setelah bercinta, dengan sekujur tubuh terasa sakit, membuat Nisa tertidur dengan mudah. Tidur dalam pelukan hangat tanpa busana.
🤫
😘
♥️
🤗
**Terimakasih atas dukungannya.
Terimakasih selalu memberikan Like dan komentar pada setiap episode
Terimakasih banyak Atas Vote yang diberikan 😘 Alhamdulilah ♥️
__ADS_1
♥️ Love You Readers 💓**