Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Pangeran Motivator


__ADS_3

Azan Subuh membangunkan Viona untuk melaksanakan perintah Tuhan, ia tidur di kamar sederhana milik Nisa yang ukuran tidak sampai setengah dari kamarnya di rumah Stevent. Viona beranjak dari tempat tidur, membersihkan diri dan melaksanakan shalat subuh.


Viona menuruni tangga menuj dapur dengan penuh semangat dan senyuman kebahagian, bayangan sang pangeran terus terbayang diingatannya. Ia duduk di kursi makan memperatikan umi membuat sarapan.


“Viona, kenpa kamu tersenyum sendirian?” Umi melihat Viona.


“Semalam aku bermimpi indah di dunia nyata.” Viona tersenyum.


“Apa yang kamu mimpikan?” Umi sibuk menata makanan di atas meja.


“Seorang pria tampan dan gagah dengan kuda hitam menyelamatkan diriku.” Viona merebahkan kepalanya di atas meja.


“Apakah gadis kecil ini sedang jatuh cinta?” Umi mengusap kepala Viona.


“Umi, pengeran ku sangat tinggi dan jauh sangat sulit untuk aku gapai.” Viona memnacungkan mulutnya.


“Pantaskan dirimu sayang, Allah akan berikan yang terbaik untuk melengkapi hidup kita.” Umi meninggalkan Viona sendirian di dapur dan menunggu Abi di depan pintu untuk sarapan bersama.


“Apa yang harus aku lakukan untuk menggapai pangeran ku?” Viona memutar sendok dengan tangannya.


“Viona sayang, ayo kita sarapan.” Umi dan Abi bergandengan tangan duduk berdampingan di kursi. Mereka selalu mesra dimanapun berada, membuat iri pasangan yang masih muda.


Selesai sarapan, Viona membantu umi membersihkan dan merapikan peralatan makan, ia menyiram tanaman yang ada di perkarangan depan dan membersihkan ruangan dalam rumah.


Pukul tujuh pagi Viona bersiap berangkat ke kampus setelah libur panjang, kampus mengundang seorang pengusaha sukses dari luar negeri sebagai motivasi mahasiswa yang kuliah di kampus khusus calon pengusaha muda, elit politik, manager dan keuangan.


Viona pamit kepada Abi dan Umi, ia berdiri di pinggir pagar menunggu taxi yang akan mengnatarkan dirinya ke kampus. Viona tidak memberitahu Stevent bahwa dirinya kembali masuk kuliah sehingga tidak ada sopir dan pegawal yang akan mengantarnya.


Sebuah mobil berwarna hitam berhenti tepat di depan Viona, perlahan kaca mobil turun dan seorang pria tampan tersenyum kepada gadis cantik di tepi jalan. Jantung Viona berdetak kencang, tangannya menjadi dingin, sang pangeran tampan dengan kuda besi berwarna hitam turun dari mobil dan berjalan mendekati Viona.


“Bagaimana luka pada tangan dan bibir kamu?” Fauzan memiringkan kepalanya dan sedikit menunduk untuk melihat luka pada bibir dan tangan Viona.


“Aku-aku, baik-baik saja.” Viona tersenyum dan melihat tangannya.


“Apa kamu mau ke kampus?” Fauzan melirik Viona.


“Ya.” Viona tersenyum menyembunyikan rasa gugup.


“Masuklah, kami akan mengantarkan kamu.” Fauzan membukakan pintu bagian belakang untuk Viona.


“Tidak aku akan merepotkan.” Viona menolak.


“Kita memiliki arah jalan yang sama.” Fauzan menatap Viona.


“Baiklah, terimakasih.” Viona masuk ke dalam mobil dan Fauzan menutup pintu.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang hingga sampai di parkiran kampus terkenal di pusat kota, Viona turun dari mobil dan mengucapkan terimakasih dengan senyuman dan semangat luar biasa.


“Masuklah dan belajar dengan rajin.” Fauzan tersenyum.


“Terimakasih.” Viona berlari masuk ke gedung bertingkat, ia terus tersenyum bahagia.


“Asraf, pukul berapa undangan kita?” Fauzan merapikan dasi dan jas hitamnya.


“Pukul 9 Tuan, sekarang baru pukul 8, kemana kit akan pergi?” Asraf melihat kearah Fauzan.


“Tunggu saja, Bagaimana keadaan Nayla?” Fauzan menatap Asraf.

__ADS_1


“Sepertinya ia harus operasi wajah.” Asraf mematikan mesin mobil dan membuka kaca jendela.


“Viona memukul wajah wanita itu tanpa menyadari kekuatan pada tangannya.” Fauzan tersenyum.


“Pukulan Nona Viona sangat terlatih.” Asraf tersenyum.


***


Viona berlari menuju kamar mandi kampus, ia mau mencuci wajahnya yang terasa panas dan terbakar karena terlalu bahagia kembali bertemu dengan Fauzan dan diantar ke kampus.


“Ya Tuhan, hariku sangat menyenangkan bertemu dengan pangeranku di pagi hari.” Viona menepuk wajahnya dengan air di depan cermin.


“Hari pertama di kamus, semangat.” Viona keluar dari kamar mandi dan tersenyum cantik.


“Viona.” Seorang pria menarik tangan Viona.


“Hai Jade, apa kabar?” Viona tersenyum dengna semangat.


“Hai, aku baik bagaimana dengan dirimu, kenapa aku tidak bisa menghubungi nomor ponsel kamu?” Jade menatap Viona dengan lembut.


“Ah, maafkan aku, ponselku hilang dan aku belum membeli yang baru.” Viona tersenyum.


“Wali kelas memanggil kita ke ruangannya.” Jade tersenyum.


“Siapa? Profesor Zayn?” Viona khawatir.


“Bukan, Dosen lain.” Jade menarik tangan Viona dan berjalan bersama.


“Jade, aku lepaskan tanganku.” Viona menarik tangannya dengan lembut.


“Maafkan aku.” Jade tersenyum.


Viona dan Jade dipasangkan sebagai Mahasiswa dan Mahasiswi berprestasi, mereka berdua akan mewakili kampus untuk menyampaikan kata sambutan dan memberikan kalung bunga ucapan terimakasih kepada tamu istimewa yan telah diundang oleh kampus.


Tepat pukul Sembilan, Mahasiswa dan Mahasiswi dari semua jurusan bisnis telah berkumpul di aula pertemuan yang sangat luas dan megah. Viona dan Jade telah siap dengan pidato dengan bebrapa bahasa.


Seorang wanita dan pria menjadi pembawa acara memperkenalkan Jade dan Viona adalah Mahasiswa dari kampus yang memiliki banyak prestasi dan nilai tertinggi di kampus, bahkan mereka di gosipkan sebagai pasangan yang sangat sempurna.


Tepuk tangan riuh menyambut Jade dan Viona naik ke atas panggung, pakaian Viona telah berganti dengan gamis cantik begitu anggun dengan hijab yang ditata rapi serasi dengan Jas jade. Viona tampil beda dan sangat cantik, semua mata terpana padanya termasuk tamu istimewa yang menggunakan kacamata hitam.


“Dia adalah Mahasiswi berprestasi, tetapi bagaimana sangat ceroboh.” Fauzan tersenyum.


“Anda benar tuan, bahkan mahasiswa banyak yang mengagumi dirinya.” Asraf menunduk.


“Viona menguasai banyak bahasa, ia sering menjadi duta kampus pertukaran pelajar keluar negeri dengan banyak pengawal dari Stevent.” Asraf membuka layar ponselnya.


Viona tidak tahu bahwa, tamu istimewa yang akan jadi motivator pembukaan kampus adalah pangerannya, ia tidak mengenali Fauzan dan Asraf yang mengunakan kacamata hitam karena ia tidka terlalu memperhatikan dan pihak kampus tidak menyebutkan nama tamu mereka.


Jade dan Viona kembali kekursi mereka dan menunggu tamu istimewa naik ke podium untuk menyampaikan sambutan dan motivasi serta memberikan kesempatan kepada Mahasiswa untuk bertanya seputar dunia bisnis.


Mahasiswi berteriak histeris ketika mereka melihat Fauzan, sang pangeran Arab naik keatas podium, membuka kacamata dan tersenyum tampan kepada semua orang yang ada di dalam aula. Ruang Aula menjadi Riuh, Mahasiswi menggila dan sulit untuk di tenangkan. Fauzan benar-benar memiliki fans para gadis muda.


“Assalamualaikum.” Suara tegas Fauzan terdengan mengucapkan salam.


“Ini adalah salah satu alasan saya selalu menolak undangan dari kampus untuk menjadi motivator karena yang terjadi adalah kericuhan dan kita tidak akan mendapatkan apapun.” Tatapan tajam dan suara yang begitu elegan berhasil menenangkan penghuni Aula.


“Apa yang dapat saya banggakan, saya hanyalah manusia biasa yang harus berusaha untuk mencapai kesuksesan dan kalian semua yang ada diruangan ini bisa melakukannya selama ada keinginan, harapan dan keprcayaan pada Allah.” Fauzan terlihat serius.

__ADS_1


“Jangan mengagumi saya yang manusia biasa ini tapi kagumlah pada Rosulullah saw.” Tatapan tajam mata Fauzan membuat semua tertunduk.


Wibawa dan kecerdasan Fauzan dalam menyampaikan pidato dan motivasi membuat semua kagum dan terdiam mencerna setiap perkataan yang mengandung makna kehidupan dalam tuntunan Islam. Kesempatan tanyajawab pada sesi pertama diberikan kepada Jade dan Viona, tetapi hanya Jade yang bertanya sedangkan Viona hanya bisa terpaku dan semakin kagum pada Fauzan.


Acara terakhir ucapan terimakasih, mengalungkan bunga dan memberikan bingkisan pada Motivator dari kampus sebagai kenang-kenangan. Seseorang menyerahan Kalung bunga kepada Vioan.


“Apakah aku?” Viona gugup.


“Tentu saja, kamu sangat beruntung dan membuat banyak orang iri.” Wanita itu tersenyum.


Viona berjalan mendekati Fauzan dan berdiri di depannya, mereka saling berhadapan, Fauzan memperhatikan wajah cantik Viona yang terlihat berbeda dengan riasan natural dan gamis elegan berwarna putih.


“Terimakasih atas kehadiran anda menjadi motivator di kampus kami tercinta ini.” Viona mendongak wajahnya dan Fauzan membungkuk agar bisa mengalungkan rangkaian bunga di lehernya. Wajah mereka bedua begitu dekat. Jade memberikan kotan bingkisan dan berjabat tangan.


Tepuk tangan kembali menggema di ruangan aula dan riuh teriak dari mahasiswa serta para pengajar. Pita dan balon serta bunga berjatuhan dari atas gedung aula, jade mengambil setangkai mawar merah dan menyelipkan di hijab Viona yang tersenyum bahagia.


“Apa ini?” Viona menyentuh bunga di kepalanya.


“Kamu sangat cantik.” Jade tersenyum.


“Terimakasih.” Viona tersenyum.


“Apakah pria itu adalah kekasih Viona, tadi pembawa acara mengatakan mereka adalah pasangan sempurna.” Fauzan melirik Viona dan Jade.


"Viona apakah kamu masih ada kelas?" Fauzan berdiri di depan Viona.


"Ah tidak." Viona gugup.


"Apa kamu mau pulang bersama?" Fauzan melirik Jade.


"Tuan, apakah anda mengenal Viona?" Jade pemasaran.


"Tentu saja, Stevent adalah rekan bisnis saya." Fauzan tersenyum.


"Bagaimana Viona?" tanya Fauzan.


"Ya aku ikut, aku harus mengambil pakaian ku di kamar ganti." Viona bersemangat.


"Tidak perlu terburu-buru, aku masih harus masuk ke ruangan dekan dan dosen, tunggulah di mobil." Fauzan berjalan kembali bersama para dosen.


"Ya." Viona tersenyum, ia sangat ingin berteriak dan meloncat kegirangan.


"Oh pangeran ku Motivator ku." Viona menyentuh wajahnya.


"Vion, aku bisa mengantarkan dirimu pulang." Jade memegang tangan Viona.


"Jade, kita berbeda arah, sedangkan pangeran Fauzan menginap di hotel depan tempat tinggalku." Viona berjalan menuju ruang ganti.


"Kamu selalu bersemangat." Jade tersenyum.


***


Mohon dukungnnya berikan like, Komentar, bintang 5, Tips dan Vote. Terimakasih.


Baca juga Novel Author berjudul “Arsitek Cantik” dan "Mengejar Cinta Ariel"


Novel Kakakku “Nyanyian Takdir Aisyah dan Cinta Bersemi di Ujung Musim.” (Fitri Rahayu). Terimakasih.

__ADS_1


Semoga kita semua dalam keadaan sehat dan selalu mendapatkan perlindunganNya, Aamiin.


__ADS_2