
Meeting tidak berlanjut, Jhonny langsung menolak kerjasama dengan Tania.
Stevent keluar dari kamar pribadinya dan melihat Jhonny duduk termenung di kursi kerjanya.
"Bagaimana dengan meeting hari ini?" tanya Stevent memperhatikan Jhonny.
"Aku telah menolaknya" ucap Jhonny.
"Hmm, apa terjadi sesuatu pada dirimu" tanya Stevent menyelidiki.
"mmm" Jhonny menyenderkan tubuhnya di kursinya.
"Aisyah?" tanya Stevent lagi, ia tidak mau Jhonny terpuruk karena wanita karena ia pernah merasakannya.
"Katakanlah" perintah Stevent.
Jhonny menceritakan masa lalunya dan tentang Jordan.
"Habisi saja dia tanpa bekas" tegas Stevent.
"Aku tidak mau lagi melakukan itu" ucap Jhonny.
"Bodoh, jangan kotori tanganmu, kamu tahu caranya" tegas Stevent berlalu meninggalkan Jhonny.
"Lakukan secepatnya, sebelum ia mendahului dirimu atau kamu akan kehilangan orang yang kamu Cintai" ucap Stevent lagi sebelum menutup pintu.
Stevent berjalan menuju lift yang akan mengantarkan ia ke parkiran khusus miliknya.
Jhonny terdiam, ia harus berpikir dengan jernih sebelum bertindak.
Mencari tahu tentang kekuatan musuh, agar tidak salah dalam melangkah.
Jhonny menghubungi orang kepercayaannya dan mendiskusikan rencana yang harus di laksanakan.
***
Jordan berada di Villa pribadi miliknya, ia benar-benar kehilangan jejak Aisyah.
Ada banyak mata - mata dan orang bayaran yang telah Jordan sebarkan di setiap kota, bahkan ia mengirim seseorang yang selalu mengikuti Jhonny.
Semuanya nihil, tidak ada informasi tentang Aisyah, Jhonny saja tidak pernah bertemu dengan Aisyah.
Jordan berbaring di atas tempat tidur, dimana Aisyah pernah berada di sana.
"Kemana dirimu bersembunyi?" Jordan memijat batang hidungnya, memikirkan Aisyah.
Jordan ingat sebuah Mobil hitam yang pernah keluar dari perkarangan rumah Jhonny.
"Apakah Aisyah ada di dalam mobil hitam itu?" Jordan berpikir keras dan segera beranjak dari tempat tidur.
Ia segera menghubungi ahli komputer yang dapat melacak keberadaan kendaraan.
Jordan hanya perlu menyebutkan merk mobil, terakhir dilihat dan akan lebih cepat jika tahu nomor polisinya.
Duduk di kursi santai samping jendela, Jordan sangat gelisah, ia sudah lama meninggalkan rumah dan perusahaan demi mencari Aisyah.
"Kenapa kamu meninggalkan aku Aisyah? Aku sangat mencintaimu, mereka hanya mainan yang tidak pernah aku sentuh" Jordan kesal, ia melempar vas bunga pada kaca jendela hingga keduanya pecah.
Ponsel Jordan berdering, ia mendapatkan informasi tentang mobil yang di kendarai Valentino.
Mobil Van hitam meninggalkan Kota menuju sebuah Desa terpencil, hampir tidak ada kendaraan yang pergi ke sana.
Pemilik mobil Stevent Lu Alexander, dan telah di berikan kepada Aisyah sebagai hadiah tanpa mengganti kepemilikan.
"Apakah Aisyah selingkuhan Stevent dan sembunyikan di tempat terpencil?" Jordan menduga.
"Ah tidak mungkin, semua tahu Stevent hanya mencintai istrinya" bantah Jordan pada pemikirannya sendiri.
"Aku yakin, Aisyah sedang dekat dengan Jhonny, aku harus segera menghancurkan Jhonny" Jordan tersenyum.
"Aisyah, kamu tidak akan bisa lari lagi dari diriku" Jordan beranjak dari kursi keluar dari kamar menuruni tangga dengan cepat.
Ia segera mengumpulkan anak buahnya, dan bersiap berangkat ke desa terpencil. Jordan telah mempersiapkan obat bius untuk Aisyah.
Jet pribadi yang telah siap berangkat di bandara menunggu kedatangan Jordan yang akan membawa Aisyah.
Jordan membawa senjata lengkap, tidak perduli apapun yang akan terjadi ia harus membawa Aisyah pulang.
Orang tua Jordan dan orang tua Aisyah berharap Asiyah akan kembali bersama Jordan.
Jordan telah mengabarkan kepada kedua keluarga bahwa ia telah menemukan Aisyah, tetapi terhalang oleh Jhonny yang telah merebut Aisyah darinya.
Mobil Jordan dan anak buahnya telah melaju menuju Desa terpencil, mata - mata Jhonny segera melaporkan apa yang ia lihat dan dengar.
Jhonny telah mempersiapkan orang-orangnya untuk langsung mengikuti Jordan dan rombongannya.
Setelah menghubungi Valentino, Jhonny segera menghubungi Stevent untuk melaporkan keadaan dan mendapatkan izin untuk bertindak.
Stevent hanya mengatakan satu kata " Lakukan!"
Dengan penuh semangat, Jhonny memacu mobilnya Menuju Desa terpencil. Ia telah mengirimkan helikopter untuk menjemput Aisyah dan Valentino.
Jhonny menginjak habis pedal gas mobil, menghilang dari pandangan mata.
__ADS_1
Anak buah dan perlengkapan berperang telah di persiapkan demi melindungi Aisyah wanita pertama pujaan hatinya.
Jordan telah mengetahui jika mobil mereka ada yang mengikuti.
"Sudah lama tidak olahraga adrenalin" Jordan tersenyum, dan menambah kecepatan mobilnya.
Mereka bisa tenang ketika berada di jalanan kota untuk menghindari pemantauan polisi.
Seakan sedang melakukan perjalanan biasa saja.
Ketika mobil telah melewati perbatasan kota Balapan liar mulai terjadi.
Aksi saling kejar di jalanan yang sepi dan sempit.
Terdengar tembakan dari anak buah Jordan, satu mobil terguling karena pecah ban.
Sebuah mobil anak buah Jhonny sengaja menabrak mobil anak buah Jordan, sehingga dua buah mobil berhenti di pinggir jalan mengeluarkan asap.
Aksi saling pukul dan baku hantap terjadi di pinggir jalan yang sepi daerah hutan dan perbukitan.
Jordan terus memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, meninggalkan anak buahnya yang menghalangi anak buah Jhonny.
Dengan mobil sport Jhonny terus mengejar mobil Jordan, ia juga berusaha untuk menembak ban mobil Jordan, tetapi kesulitan karena harus menjaga stir mobil.
Helikopter berada di atas mobil Jhonny dan Jordan.
"Oh Shit" umpat Jordan, ia terus menginjak pedal gas.
Jhonny menabrak mobil Jordan agar bisa berhenti, dan yang terjadi adalah kedua mobil berputar - putar di jalanan sempit.
Benturan keras membuat pengemudi terluka, mobil Jordan dan Jhonny berada pada posisi yang sangat berbahaya.
Dua buah mobil menabrak pohon yang berada di tepi jalan memisahkan dengan jurang yang sangat dalam dan curam.
Mobil Jordan berada di depan mobil Jhonny, bagian depan mobil Jordan hancur menabrak pohon dan mobil Jhonny berhimpitan dengan mobil Jordan.
Dengan wajah yang telah di penuhi cairan berwarna merah, Jhonny berusaha memundurkan mobilnya agar bisa menarik mobil Jordan.
Jhonny kelelahan, tangannya sangat sakit terbentur stir mobil ketika terjadi tabrakan.
Jordan mengeluarkan pistol dari saku jasnya, ia mengarahkan pistol kepada Jhonny.
Wajah Jordan tidak terlihat lagi dipenuhi cairan berwarna warna merah kental.
Dengan menahan Sakit Jhonny memperhatikan Jordan yang siap menarik pelatuk pistol.
Jhonny menginjak gas hingga mendorong mobil Jordan ke depan, membuat tembakan Jordan meleset.
Jhonny berusaha keluar dari mobilnya, ia menghubungi Valentino, menanyakan kabar Aisyah.
Kepala, wajah dan tubuh berlumuran cairan berwarna merah pekat. Kemeja putih Jhonny telah berubah warna merah.
Valentino dapat mendengarkan suara Jhonny yang kesulitan bernapas dan seakan menahan sakit, hingga suara Jhonny menghilang.
Jhonny tidak sadarkan diri, terlalu banyak cairan berwarna merah yang keluar dari kepalanya.
Valentino sangat khawatir, Helikopter telah mendarat di depan klinik Dokter Aisyah.
"Valen, kamu mau kemana dan kenapa ada helikopter di jalanan?" tanya Aisyah kebingungan dan khawatir.
"Sepertinya Jhonny dalam bahaya" Valentino mengambil kunci mobil.
"Apa yang terjadi?" Aisyah khawatir.
"Jhonny menghalangi Jordan untuk sampai kemari" Valentino masuk ke dalam mobil.
"Tunggu aku" Aisyah masuk ke dalam rumah mengambil perlengkapan medis dan kembali ke mobil.
"Apa yang kamu lakukan? kamu harus tetap berada di sini atau segera pergi dengan helikopter" tegas Valentino.
"Aku tidak akan melakukan perbuatan yang akan aku sesali" Aisyah segera memasang sabuk pengaman.
"Cepatlah!" bentak Aisyah.
Valentino segera menjalankan mobilnya menuju tempat di mana Jhonny dan Jordan.
Lokasi tabrakan sudah dekat dengan klinik Dokter Aisyah, itulah yang memaksa Jhonny menabrakkan mobilnya ke mobil Jordan, agar Jordan tidak akan pernah lagi bertemu Aisyah.
Valentino segera menghentikan mobilnya, ia melihat Jhonny yang tergeletak di pinggir jalan dan segera mengangkat Jhonny ke dalam mobil.
Aisyah melihat sebuah mobil lain yang sangat ia kenal, ia berjalan mendekati mobil. Dua buah mobil yang telah mengeluarkan asap.
"Dokter Aisyah, apa yang Anda lakukan?" Valentino berteriak.
Aisyah tidak memperdulikan panggilan Valentino, ia merasakan sedih di hatinya.
"Jordan" teriak Aisyah yang berusaha menarik mobil Jordan dengan tangannya.
Aisyah tidak bisa membuka pintu depan mobil karena telah berada di pinggir jurang.
"Jordan bisakah kamu keluar lewat belakang?" Aisyah tidak tega melihat sahabatnya kecilnya dalam bahaya.
Asap semakin banyak, mobil akan meledak.
__ADS_1
"Aisyah Aku mencintaimu" Suara Jordan serak, Air mata telah membasahi wajah Aisyah.
Valentino Berlari dan menarik Aisyah, yang seakan tidak sadarkan diri menahan kepedihan Karena tidak bisa menolong Jordan.
Dua buah mobil meledak bersama, Aisyah dan Valentino terpental jauh karena efek dari ledakan.
Jika Valentino lambat sedikit saja, maka Aisyah akan ikut terbakar.
"Jorrdaaaaan" Aisyah berteriak histeris, ia kasihan kepada kedua orang tua Jordan.
"Dokter Aisyah, sadarlah, Jhonny butuh pertolongan, ia kehilangan banyak darah" Valentino mengguncang tubuh Aisyah.
"Jhonny, kita harus ke kota" Aisyah terisak.
"Ya kita kembali ke klinik dan ke kota dengan helikopter" ucap Valentino membantu Aisyah masuk ke mobil.
Aisyah terkejut melihat Jhonny yang tidak sadarkan diri, ia segera membersihkan wajah Jhonny dengan Gugup.
Valentino memutar mobil kembali ke klinik dengan kecepatan tinggi.
Aisyah segera membuka pintu klinik mempersiapkan tempat tidur untuk Jhonny.
Mereka berdua membersihkan pakaian dan tubuh Jhonny, menempelkan tumbuhan pada luka untuk menghentikan perdarahan.
Aisyah melakukan pengecekan golongan darah Jhonny dan cocok dengan golongan darah Aisyah.
Valentino kembali ke profesi awal menjadi Dokter muda, ia harus mengambil darah Dokter Aisyah dan melakukan transfusi darah kepada Jhonny.
Valentino mencari warga sekitar yang memiliki golongan darah yang sama dengan Jhonny agar mereka tidak perlu ke kota.
Perjalanan yang lumayan jauh akan berakibat buruk pada Jhonny.
Aisyah melakukan pengecekan darah kepada beberapa warga.
Mereka mendapatkan 4 kantong golongan darah yang sama dengan Jhonny dan itu lebih dari cukup.
Sebagai ucapan terimakasih, Aisyah memberikan sejumlah uang kepada warga desa.
Aisyah kelelahan, ia duduk di kursi samping brankar, menyandarkan tubuhnya.
Valentino melihat wajah Aisyah yang pucat dan tubuh terlihat lemas.
"Istirahatlah aku akan menjaga Jhonny" Ucap Valentino.
"Baiklah, aku akan tidur sebentar" ucap Aisyah beranjak dari kursi dan naik ke tempat tidur.
Aisyah berbaring di tempat tidur samping Jhonny dan memejamkan matanya, tenaga Aisyah terkuras habis.
Kondisi Jhonny telah stabil, tetapi ia belum sadarkan diri. Peralatan medis dan canggih yang di bawa Jhonny untuk Stevent sangat berguna.
Jika Jhonny sudah sadarkan diri mereka harus segera berangkat ke kota untuk melakukan operasi pada tangan dan CT scan kepala Jhonny.
Melihat Aisyah tidur dan kondisi Jhonny stabil, Valentino pergi membersihkan diri dan mengganti pakaiannya.
Jhonny membuka matanya perlahan, ia merasakan sakit pada kepala dan tangannya.
Meskipun kesakitan Jhonny dapat tersenyum melihat wanita yang ia cintai tidur di sampingnya.
"Cinta harus di perjuangkan bukan dibiarkan" gumam Jhonny.
"Aku mencintaimu Aisyah" ingin rasanya Jhonny mengelus pipi Aisyah.
Cinta harus diperjuangkan jika itu pantas untuk diperjuangkan, jika tidak maka lepaskanlah.
Mencintai bukan berarti memiliki, melihat orang yang dicintai bahagia adalah sebenar - benarnya Cinta.
Cintailah manusia sewajarnya, jangan melebihi cintamu kepada Sang Pencipta.
Cinta manusia ada masa kadaluarsanya, berbeda dengan cinta Sang pemilik alam semesta.
***
**
*
Terimakasih telah membaca Karya Author
*
**
***
Mohon dukungannya selalu Tinggalkan Like, Komentar, Vote dan Bintang 5, Terimakasih.
Semoga Readers semua selalu dalam keadaan sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah Aamiin 😇
Love You Readers 💓 Thanks for Reading 😊
Muuuuuuuaaaccch 😘
Maafkan banyak typo yaa 🤭
__ADS_1