Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Lamaran Resmi


__ADS_3

Stevent merebahkan tubuhnya di atas sofa ruang tamu, Jhonny berdiri di samping.


" Jhonny apakah ada masalah ?"


" tidak bos "


" Bagus, tapi aku dalam masalah "


" ada masalah apa bos?" Jhonny khawatir


" Nisa " Stevent memejamkan matanya


Jhonny diam tak berani berkomentar jika masalah itu berhubungan dengan Nisa.


" Jhonny aku tak sabar lagi untuk memilikinya, katakan apa yang harus aku lakukan ?"


" Hari ini aku membawanya ke Butterfly cafe, Semua orang melihatnya , mereka berkata ia secantik Bidadari , bahkan mereka tidak melihat ku " Kesal Stevent Jhonny masih terdiam, ia tahu Bosnya masukin belum selesai berbicara.


" Aku tidak ingin mereka memandangnya terlalu lama apalagi menyentuhnya, ia harus segera menjadi milikku !" Stevent membuka matanya dan menatap Jhonny


" Bagaimana pelajaran Anda tentang Islam Tuan ?" tanya Jhonny


" kau tahu aku sedang belajar dan aku akan terus belajar ketika telah bersamanya " Stevent bersemangat


" Baik Tuan, kita bisa menggunakan Fathur " jelas Jhonny


" Fathur ?" Stevent menatap Jhonny


" Iya Tuan, apa anda lupa , Fathur adalah adik dari Ibu Nisa "


" benar, tapi sebelumnya aku akan datang ke rumah Nisa " Stevent beranjak dari sofa berjalan menuju kamarnya


" Jhonny katakan kepada Viona besok kita akan bertamu ke rumah Nisa, dia pasti senang dan siapkan segala sesuatu yang harus kita bawa untuk lamaran besok " Stevent tersenyum dan berlalu


" baik Tuan " Jhonny segera mengambil ponselnya melakukan panggilan kepada beberapa bawahannya untuk mempersiapkan perlengkapan lamaran dan segera mengantarkan ke rumah Stevent.


Tak berapa lama para pelayan dari beberapa toko ternama di kota telah berdatangan membawa koleksi terbaik mereka.


Viona kaget, ia baru pulang dari kampus dan melihat rumahnya sangat ramai.


" Ada apa Jhonny ?" tanya Viona


" silahkan Nona pilihkan keperluan Dokter Nisa " Jhonny menunjukkan pakaian, sepatu tas, perlengkapan kecantikan, perhiasan, dan banyak lagi lainnya yang tak terhitung jumlahnya.


Viona geleng-geleng kepala dan berlari ke kamar kakaknya. Ia mengetuk pintu.


" Kak, Viona boleh masuk ?"


" Masuklah " Stevent berbaring di atas tempat tidur dan menatap layar ponselnya, terlihat wajah seorang wanita tersenyum manis dengan hijab dan gamis berwarna senada pink dusty menjadi wallpaper ponselnya.


Viona menatap kakaknya diam .


" Ada apa ?" tanya Stevent tanpa melihat Viona


" Turunlah kak, ada banyak barang dan orang di bawah sana " Ucap Viona dan masih memandang kakaknya yang terus menatap layar ponselnya.


" Oh iya, pilihkan yang terbaik untuk temanmu, besok kita akan kerumahnya " ucap Stevent melihat Viona sekilas.


" Ayolah kak, kakak harus memilihnya sendiri, apa kakak mau Nisa memakai pilihan Jhonny ?" Stevent segera beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuruni tangga menuju ruang depan.


Viona tersenyum melihat kelakuan kakaknya, yang Kini lebih melunak. Viona berjalan mengikuti Stevent.

__ADS_1


Stevent sampai di lantai bawah, semua menundukkan kepala ketika Stevent mendekat, ia berkeliling, memilih, satu persatu penuh perhatian dan ketelitian, pilihan Stevent adalah yang terbaik.


Beberapa pelayan mengikuti Stevent dan menerima pilihan Stevent yang diberikan kepada para pelayan.


" Bungkus itu dengan rapi dan cantik !" Setelah selesai memilih Stevent duduk di sofa, melihat para pelayan merapikan, kekacauan yang telah dibuat Stevent.


***


Nisa telah bersiap untuk melakukan pemeriksaan gratis di taman, Ia menggunakan gamis berwarna Biru langit dan jilbab berwarna merah jambu. Sepatu berwarna pink. Ia berjalan menuju mobil BMW putih miliknya. Nisa masuk ke dalam mobil dan menyalakan mesin.


Tiga mobil mewah menuju rumah Nisa, Stevent mengendarai mobil sport miliknya, satu mobil berisi barang - barang seserahan dan satu lagi mobil Viona dan Jhonny.


Mobil Stevent masuk pertama sekali diikuti Jhonny dan mobil barang - barang.


Nisa kaget, ia mematikan mesin mobil berdiam diri dan memperhatikan dari dalam.


Stevent keluar dari mobil dan melihat sekilas ke mobil Nisa, ia tidak tahu ada Nisa di dalam mobil.


Viona dan Jhonny mengikuti Stevent, beberapa pengawal keluar dari mobil mereka membawa banyak kotak kado yang telah terbungkus rapi dengan berbagai ukuran.


Nisa masih berdiam diri di dalam mobil.


" apa yang Stevent lakukan ?" pikir Nisa, ia segera keluar dari mobil perlahan ia masuk dari pintu belakang melewati garansi mobil.


Stevent, Viona dan Jhonny telah berada di ruang tamu bergitu juga dengan barang-barang yang telah tersusun rapi di atas lantai.


Abi dan umi kebingungan, namun tetap mempersilahkan tamu mereka masuk dan duduk.


Stevent duduk dengan sombong, di temani Viona, Jhonny berdiri di samping Stevent.


" Selamat pagi Tuan Ramadhan dan nyonya Fatimah, perkenalan nama saya Stevent Lu Alexander, Adik saya Viona dan asisten saya Jhonny " Stevent berbicara sangat sopan dan penuh hormat hingga membuat Viona dan Jhonny terkejut dan tak percaya apa yang telah mereka lihat dan dengar.


Abi dan Umi masih terdiam menunggu Stevent selesai bicara


Nisa berdiam diri di ruang tengah, ia bisa mendengarkan semua ucapan Stevent.


" Dia benar-benar datang " Nisa bergumam


" Nak Stevent, apakah Nisa tahu anda akan datang kemari ?" tanya Abi


" Tentu saja, kemarin saya telah memberitahukan Nisa " Stevent melirik ke segala arah mencari Nisa


"ya Tuhan, aku tidak menganggap serius ucapannya " Nisa berjalan ke dapur dan membuatkan minuman.


Nisa berjalan ke ruang tamu dengan membawa baki berisi minuman dan Cemilan.


Nisa meletakkan di atas meja. Stevent memandang Nisa tanpa berkedip, ia semakin kagum dengan kecantikan Nisa, semakin sering melihatnya semakin kecanduan.


" Abi, Umi, Nisa minta maaf, Nisa lupa bahwa Stevent akan datang kemari." Nisa duduk di samping Umi tepat berhadapan dengan Stevent.


" Baiklah, Nisa sekarang bagaimana keputusan kamu ?" tanya Abi yang mulai bingung, Kenzo yang masih menunggu jawaban dan laki - laki di depannya saat ini datang melamar dengan membawa banyak seserahan yang sangat lengkap seperti akan mengadakan pesta pernikahan saja


" Abi, Stevent belum punya kepercayaan " Nisa berucap pelan, Abi dan Umi melihat Stevent.


" Saya sedang belajar tentang Agama dan saya berharap Nisa akan membimbing saya setia waktu " ucap Stevent sopan dan tenang.


Kini Abi dan Umi melihat Nisa uang mulai gelisah, Ia berusaha menghindari Stevent tapi pria itu selangkah lebih maju.


" Terserah Umi dan Abi saja " Nisa pasrah


" Nak Stevent, menurut Abi selama menunggu keputusan Nisa ada baiknya kamu terus belajar, kamu juga bisa belajar di pesantren" ucap Abi melihat Stevent yang tersenyum dan menatap tajam Nisa.

__ADS_1


Nada dering terdengar dari ponsel Abi.


" Maaf saya menerima telepon dulu " Abi beranjak berjalan menuju ruang tengah,


" Kak Ramadhan, tolong Fathur " terdengar suara Fathur


" Fathur kamu dimana" Suara Abi terdengar ke ruang tamu, mendengar Abi menyebutkan nama Fathur ini segera mendekati Abi.


" Abi, ada apa dengan Fathur ?" Umi khawatir


Viona mendekati Nisa dan berbisik


" maafkan aku " ucap Viona lembut dan menggenggam tangan Nisa yang hanya membalas dengan senyuman.


" minumlah " Nisa menyodorkan minuman kepada Viona


" kau tidak memberikan kepadaku ?" Stevent menatap Nisa yang mengambil dan menyerahkan segelas kopi kepada Stevent


" Silahkan " ucap Nisa lembut


" apakah kamu yang membuatkannya?" Stevent meminum kopinya


" Tuan Jhonny lebih baik Anda duduk dan minum juga " Nisa memberikan segelas kopi kepada Jhonny namun di ambil Stevent.


" Jhonny Duduk di samping Viona !" perintah Stevent


" Baik Tuan " Jhonny segera duduk di sebelah Viona


" berikan kopi itu kepada Jhonny !" perintah Nisa


" Jhonny tidak minum kopi " jawab Stevent dan meletakkan gelas kopi di atas meja


" Anda minum apa Tuan Jhonny, saya akan buatkan " ucap Nisa


" Jhonny tidak minum apapun " Stevent menatap tajam ke arah Jhonny


" Benar Nona, saya anda tidak perlu repot " Jhonny menundukkan kepalanya, Viona memperhatikan Stevent.


Abi dan Umi kembali ke ruangan tamu,


"Nak Stevent, kami akan memikirkan jawaban atas lamaran anda " Abi duduk di kursi tunggal di ikuti Umi duduk di samping Nisa.


" terimakasih Pak, saya tunggu jawaban Anda sekeluarga Minggu depan, kami permisi dan terimakasih " Stevent berjabat tangan dengan Abi dan Umi.


Mereka bertiga keluar rumah menuju mobil masing-masing dan meninggalkan rumah Nisa.


Wajah Umi tampak sedih dan Abi tampak gelisah.


" Abi Umi ada apa?" Nisa penasaran dengan Abi dan Umi


" Nisa, Apakah dia benar adalah Stevent Lu Aleksander " Abi memandang Nisa sedih


" iya Abi ada apa ? apa terjadi sesuatu?" Nisa kembali bertanya


" Bereskan barang - barang ini !" Abi mengalihkan pembicaraan.


" Baiklah " Nisa hanya memindahkan kotak- kotak ke ruang tengah.


🤗 Thanks for Reading 😊


Dukung Author dengan komentar like n Vote, terimakasih

__ADS_1


♥️ Love you Readers 💓


__ADS_2