
Nisa telah berpamitan dengan Dokter Aisyah, ia mengungkapkan banyak terimakasih, mengundang Dokter Aisyah untuk datang ke rumahnya, Mereka berpelukan.
Dokter Aisyah mendekati Stevent yang berada di luar, Ia menceritakan dan menjelaskan apa yang telah Nisa alami, Nisa telah berada pada ambang kematian, tubuhnya kini sangat lemah, ia perlu banyak istirahat.
Stevent hanya menatap Aisyah tanpa mengucapkan sepatah kata pun, otaknya sedang mencerna kata "Diambang kematian".
Stevent ingat dengan wanita di penjara bawah tanah yang juga mengatakan hal yang sama dan mengatakan Nathan saja tidak bisa menolong Nisa, ia mengerti bukan Nathan yang ingin membunuh Nisa tapi wanita gila itu.
Jhonny sudah menghubungi semua keluarga bahwa mereka akan segera pulang ke rumah Stevent, Abi dan Umi sudah berada di rumah Stevent.
Nisa mendekati Nathan yang masih terbaring, Nisa tahu Nathan tidak melawan ketika di pukul Stevent dan itu menyebabkan luka yang parah pada Nathan.
" Kenapa kamu tidak melawan, setidaknya untuk melindungi dirimu sendiri ?" Nisa menatap sedih pada Nathan
" Aku pantas mendapatkan pukulan dari Stevent, Aku hampir saja mencelakai dirimu, aku mohon maafkan aku " Nathan sangat menyesal dengan apa yang telah Loly lakukan.
" Aku telah memaafkan dirimu , Istirahat dan cepat sembuh, aku pulang " Nisa tersenyum menyimpan kekecewaan pada Nathan, Ia berjalan menemui Stevent yang menunggu di depan pintu, ia tidak mau melihat Nathan, karena ia sangat ingin membunuh Nathan.
" Kenapa kamu sangat lama sekali ?" Stevent menatap Nisa.
" Lama apanya " pikir Nisa yang segera berjalan menuju mobil Stevent yang hanya tergores sedikit karena di tabrakan ke mobil Nathan.
Stevent segera berlari dan membukakan pintu untuk Bidadarinya. Nisa masuk kedalam mobil dan duduk di kursi Penumpang di samping Stevent.
Ia merebahkan tubuhnya di atas kursi, ia merasa sangat lemah karena belum benar-benar pulih.
Stevent segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, diikuti Jhonny dan ank buah.
Tidak berapa lama Nisa telah tertidur, ia masih sangat butuh istirahat untuk memulihkan diri.
Stevent tersenyum, ini pertama kalinya ia melihat Nisa tertidur.
" Dia sangat cantik, walaupun wajahnya masih pucat " hati Stevent berbicara, ingin rasanya ia menyentuh pipi mulus Nisa.
Perjalanan masih jauh, dengan kecepatan standar tentu membutuhkan waktu yang lama untuk sampai ke kota.
Stevent merasa lelah mengendarai mobil dengan kecepatan sedang, rasanya ia tidak akan sampai ke rumah, ingin ia menambahkan kecepatan agar segera sampai dan tidur.
Namun ketika ia melihat wajah lembut Nisa yang tertidur bagaikan bayi kecil menjadi penyemangat dan Obat kebosanannya.
" Ia tidur bersamaku dalam satu mobil, gadis ceroboh, hmm Kasihan sekali " Stevent terus tersenyum sendirian dan kadang raut wajahnya berubah sedih ketika ingat ucapan Dokter Aisyah.
*******
*Klinik Dokter Aisyah
Aisyah masih merawat Nathan yang diam seribu bahasa dalam kesedihan dan penyesalan, kini Aisyah bisa melihat wajah tampan Nathan.
" Apa kamu mencintai Nisa ?" Aisyah bertanya dan membalurkan ramuan pada tubuh Nathan.
__ADS_1
" Aku sangat mencintainya, entah berapa tahun aku menjaga cintaku padanya, dan pria itu datang merebutnya dariku dalam waktu beberapa bulan saja" ucap Nathan kesal.
" Istirahatlah, besok kamu sudah bisa melakukan perjalanan pulang " Aisyah meninggalkan Nathan ditemani Roy.
*****
Penjara bawah tanah
Loly masih belum sadarkan diri, tergeletak di atas lantai kotor dan busuk, Darah yang telah mengering di wajah dan pakaiannya
Pintu penjara terbuka lebar, Seorang berjalan masuk ke dalam penjara ditemani empat orang pria bertubuh kekar.
" Wanita Bucin yang Bodoh " Suara lembut dari seorang wanita dengan sepatu heels berjongkok menyentuh wajah Loly yang penuh luka,
" Angkat tubuhnya bawa ke mobil !" perintah wanita itu kepada para bodyguard.
Terdengar hentakan sepatu bertabrakan dengan lantai dan menggema di dalam kastil.
" Aku akan menjadikan Loly seperti boneka, untuk menghancurkan Nisa " Wanita itu berbicara sendiri dan terus berjalan meninggalkan penjara menuju mobilnya.
Tiga buah mobil hitam telah meninggalkan kastil kosong tanpa penghuni.
****
Rumah keluarga Aleksander.
Mama, papa, Viona, Abi dan Umi menunggu kedatangan Stevent dan Nisa. Mereka menunggu dalam cemas.
Umi terlihat lebih sabar dan tenang, Abi selalu berkata serahkan semuanya kepada Allah.
Apa yang telah terjadi adalah kehendak Nya.
Terdengar kendaraan berhenti di depan pintu utama. Stevent telah menghentikan mobilnya, ia menatap Nisa yang masih tetap tertidur lelap.
" Pasti lehernya sangat sakit ?" pikir Stevent, ia mendekatkan wajahnya kepada Nisa memperhatikan setiap sudut pahatan yang Tuhan ciptakan dengan sempurna.
" Bolehkah aku mengendong kamu ?" bisik Stevent di telinga Nisa yang tertutup jilbab lebar, ia kembali menatap wajah cantik Nisa, yang berharap Nisa tertidur lelap agar ia bisa menggendongnya.
Semua keluarga telah berdiri menunggu kedatangan Stevent dan Nisa, namun pintu mobil masih belum terbuka mereka kebingungan.
Jhonny mendekati semua keluarga yang telah menunggu di depan pintu.
" Maaf Tuan dan Nyonya, Nona Nisa baik - baik saja ,ia hanya kelelahan dan masih tertidur, Tuan hanya menunggu Nona bangun " jelas Jhonny, Semua akhirnya tenang. Mereka kembali duduk ke ruang tamu.
" Jika kamu masih belum bangun aku akan menggendong kamu !" Stevent kembali berbisik di telinga Nisa dengan senyuman.
Stevent keluar dari mobil dan membuka pintu untuk Nisa, ia memandang Nisa yang masih tertelap.
Dengan sangat hati-hati, Stevent menggendong tubuh Nisa keluar dari mobil dan membawanya ke kamar. Stevent berjalan dengan perlahan, menapaki kakinya pada setiap anak tangga, dengan mata terus memandang wajah cantik Nisa.
__ADS_1
Stevent membaringkan tubuh Nisa di atas tempat tidur dan menutupi tubuh Nisa dengan selimut. Mama dan Umi mendekati Nisa di samping kanan dan kiri tempat tidur.
" Apa yang terjadi pada Nisa, Steve?" tanya Mama khawatir, Umi mengusap kepala Nisa.
" Dia hanya kelelahan, biarkan saja ia istirahat" tegas Stevent.
Semua meninggalkan ruangan,Nisa sendirian di kamar.
Mereka berkumpul di ruang tengah, Stevent duduk.
" Sayang ada apa dengan tangan kamu ?" tanya Mama khawatir.
" Tidak apa Ma, Nisa sudah mengobati tangan ku " jawab Stevent.
" Sebaiknya kita beristirahat " perintah Papa Aleksander.
" Benar , Sebaiknya kita beristirahat, malam telah larut " sambung Abi.
Mereka kembali ke kamar,
" Saya akan menemani Nisa " ucap Umi
" Saya juga " ucap Mama dan Viona bersama.
" Mama dan Umi saja, Viona, kamu tidur di kamar kamu !" perintah Stevent. Viona segera berjalan menuju kamarnya dengan mulut cemberut.
Stevent masih duduk sendirian, Jhonny mendekati Stevent,
" Tuan, Nona di dalam penjara bernama Loly, ia adalah asisten Nathan, teman dari Nona Nisa dan Stevent ketika kuliah" jelas Jhonny panjang lebar.
" Dimana wanita itu?" tanya Stevent
" Ketika orang kita kembali ke Kastil Nona Loly telah hilang, tidak tahu siapa yang membawanya " jawab Jhonny.
" Cari tahu keberadaan Wanita itu, sampai dapat!" perintah Stevent
" Siap Tuan, Anda sebaiknya Istirahat, Sudah dua hari anda tidak tidur" Jhonny menunduk
" Kamu juga tidurlah !" Stevent berjalan menuju kamar yang paling Ujung, Ketika melewati kamar Nisa, ia membuka pintu dan mengintip, bidadari cantik yang pulas dalam tidurnya. Stevent tersenyum bahagia.
Stevent melanjutkan langkah kakinya menuju kamarnya.
Tubuhnya sangat lelah, ia segera membersihkan diri dan mengantikan pakaian, merebahkan tubuhnya di tempat tidur.
Stevent baru bisa merasakan ketenangan di hatinya, ia memejamkan matanya dan tidur dalam senyuman bahagia.
****
💓 Terimakasih dukungannya 💓
__ADS_1
Jangan lupa Vote, Like dan komentar yaa.
💓 Love you Readers ♥️**