
Fauzan dan Asraf keluar bersamaan dari mobil, Kenzo membuka pintu sabuk pengaman dan pintu untuk Tuan putrinya, ia selalu memperlakukan Ayesha dengan sangat istrimewa, istrinya adalah ratu pemilik dirinya, bagi Kenzo dia adalah seorang pendamping, pengawal dan pelindung.
Stevent memperhatikan sikap yang Kenzo berikan kepada Ayesha, pria yang dulu jadi saingan cinta terberatnya kini mendapatkan istri seorang putri dari kerajaan Arab buah dar kesabaran dan kelembutan hatinya. Sedangkan Stevent dan Nathan mendapatkan apa yang mereka inginkan melalui kerja keras dan perjuangan yang cukup berat.
“Selamat datang Tuan Fauzan.” Stevent mengulurkan tanganya.
“Terimakasih, lingkungan yang sangat nyaman.” Fauzan tersenyum dan berjabat tangan dengan Stevent dan bergantian dengan Kenzo serta Asraf. Nisa dan Aisyah menyambut Ayesha. Mereka masuk ke ruang tamu bersama.
Dua orang wanita cantik dan masih muda melihat dari atas kamar Ayumi, memandang dua pria tampan yang masih jomblo. Tatapan Viona yang berusaha menahan diri sedangkan Ayumi lebih penuh penyelidikan ketika dia melihat seseorang.
“Apa Anda tidak turun untuk menyambut tamu istimewa Nona?” Ayumi tersenyum.
“Aku akan turun.” Viona gugup.
“Anda harus berusaha menahan diri.” Ayumi melihat Viona berlari keluar kamarnya. Ponsel wanita itu berdering, sebuah panggilan dari Jepang.
“Ada apa?” Ayumi menerima panggilan dengan sebuah pertanyaan.
“Selamat pagi Tuan Putri.” Suara lembut dari seorang pria yang ada di seberang Negara.
“Langsung saja, apa yang kamu inginkan?” tanya Ayumi dengan nada tegas.
“Kaisar dan Ibu Ratu ingin anda kembali ke Istana.” Pria di seberang telepon tetap santai.
“Aku tidak ingin kembali dan katakana aku bukan seornag putri, namaku tidak tertulis sebagi keturunan Kaisar.” Ayumi mematikan ponselnya dan sebuah pesan muncul di layar yang mengatakan bahwa dia jika tuan putri tidak kembali dengan sendiri maka akan dikirimkan pengawal dengan penjemputan paksa.
“Apa yang ingin kalian lakukan? Kalian yang telah memberikan aku kepada papaku kenapa memintaku kembali?” Ayumi melempar ponselnya di atas tempat tidur dan merebahkan diri.
“Apa aku harus menghubungi Papa?” Ayumi menatap langit-langit kamarnya.
“Aku harus segera menghancurkan Alexander.” Wanita itu kembali duduk, ia melihat wajah cantiknya dengan rambut tergerai melalui pantulan cermin.
“Aku akan menghubungi Viona dan minta izin untuk keluar.” Ayumi kembali mengambil ponselnya. Ia meminta Viona untuk berbicara dengan Stevent. Wanita itu segera berpakaian dan siap pergi.
Ayumi berjalan perlahan menuruni tangga melewati para tamu di ruang tengah yang sedang asyik mengobrol dengan ramah, Ayesha terlihat menggendong Azzam. Wanita itu hanya menunduk memberi hormat tanpa menyapa dan berjalan keluar menuju garasi mobil. Sebuah motor berwarna hitam miliknya terparkir rapi dan terawat.
Fauzan dan Asraf memperhatikan kepergian Ayumi, dua pria tampan itu masih menyimpan curiga pada latar belakang wanita yang menjadi pengawal pribadi Viona, Pangeran adalah tipe orang yang penuh penasaran dengan gerak-gerik Ayumi.
Motor sport berwarna hitam melaju dengan kecepatan tinggi membelah jalanan kota menuju sebuah perusahaan yang masih berdiri kokoh dan cukup berjaya. Ayumi menghentikan motornya tidak jauh dari perusahaan, ia melakukan penyelidikan dari jauh dengan peralatan canggih miliknya untuk mengetahui seluk beluk lokasi agar ia bisa beraksi di malam hari.
“Wanita itu benar-benar menyimpan banyak rahasia.” Fauzan berbicara di dalam hatinya.
__ADS_1
“Dimana Tuan Jhonny?” tanya Fauzan menyadarkan dirinya dari lamunan.
“Aku meminta dia tetap berada di perusahaan.” Stevent melihat Kenzo yang terus berada di sisi Ayesha, bahkan pria itu tidak melirik Nisa sedikitpun.
“Sayang, apa kita bisa memiliki bayi kembar?” Kenzo berbisik di telinga Ayesha yang sedang menggendong Azzam.
“Jika Allah menghendakinya suamiku.” Suara lembut Ayesha membuat Kenzo tersenyum.
“Kak Kenzo, apa kalian akan menetap di Indonesia?” tanya Nisa lembut.
“Tidak, kami sedang bulan madu keliling dunia.” Kenzo tersenyum pada Nisa.
“Aku akan ikut dimana Tuan Putriku akan tinggal.” Kenzo menatap Ayesha dengan lembut. Nisa tahu Kenzo adalah pria lembut yang selalu memberikan perhatian dan melindungi dirinya sejak kecil dan kini Ayesha adalah wanita yang akan selalu dijaga Kenzo dan Stevent yang menjaga dirinya. Tidak ada yang tahu dengan takdir yang telah ditetapkan Tuhan untuk hambaNya.
Viona melihat Fauzan dalam diam begitu juga dengan Asraf yang tidak berbicara sepatah katapun, ia hanya duduk dan menjadi pendengar, sedangkan Aisyah memandang wajah tampan dan senyuman Kenzo, pria yang pernah menyelamatkan dirinya dari bahaya, tetapi saat ini pria itu bahkan tidak meliriknya sama sekali seakan tidak pernah bertemu.
“Suamiku, tolong gendong bayi tampan ini.” Ayesha tersenyum menyerahkan Azzam pada Kenzo.
“Aku lebih tampan sayang.” Kenzo berbisik di telinga istrinya.
“Nyonya Nisa, selamat atas kelahiran bayi kalian, ini adalah hadiah dari kami.” Ayesha menyerahkan dua lembar cek dengan total satu milyar rupiah.
“Kami turut bahagia dan berharap kami segera mendapatkan momongan.” Ayesha tersenyum dibalik cadarnya.
Para lelaki keluar dari ruang tamu dan berjalan menuju taman depan, mereka akan berdiskusi masalah bisnis. Sebuah meja dengan kursi tertata rapi di bawah pohon berdampingan dengan ayunan dan taman bunga. Empat pria yang Tuhan ciptakan dengan ketampanan dan kecerdasan dan kepribadian yang berbeda bagaikan lukisan indah dan sempurna.
“Kenzo, apa kamu akan kembali ke Kairo?” tanya Stevent.
“Keputusan ada di istriku.” Kenzo tersenyum.
“Aku rasa Ayesha akan menuruti dirimu, ia tidak akan membantah.” Fauzan tersenyum.
“Dan akau akan menuruti istriku.” Kenzo meneguk jus buah yang tergeletak di atas meja.
“Bagaimana dengan Anda Tuan Fauzan?” tanya Stevent.
“Aku akan segera kembali ke Arab bersama Asraf.” Fauzan terlihat serius.
“Bagaimana dengan pabrik?” tanya Stevent lagi.
“Temanku David akan memegang pabrik.” Kenzo melihat kearah Stevent.
__ADS_1
“Kenapa kalian tidak mengajaknya kemari?” Stevent menatap Kenzo.
“Dia akan datang.” Kenzo melihat kearah Gerbang yangtelah terbuka, sebuah mobil sport berwarna merah terang melesat dengan kecepatan tinggi masuk halaman dan berputar memberikan decitan.
“Pembalap yang telah oensiun diusia muda.” Stevent tersenyum melihat pria tampan dengan kacama hitan dan jaket kulit keluar dari mobil.
“Selamat pagi semuanya.” David tersenyum dan memberi hormat.
“Halo Tuan Stevent, senang bertemu dengan Anda.” David mengulurkan tangannya.
“Senang bertemu dengan Anda Tuan David.” Stevent berjabat tangan dengan David.
Lima orang pria berbicang dengan ramah diselingi tawa yang diciptakan oleh tingkah kocak dan konyol David karena empat pria lainnya terlihat kaku dan terlalu serius. Viona duduk di pinggi jendela kaca, memandang para pria tampan yang sedang berkumpul, ia tersenyum melihat tingkah nakal David yang kadang-kadang menggoda Kenzo.
Lima pasang mata tertuju pada motor sport berwarna hitam yang berhenti di depan garasi mobil, seorang wanita dengan jaket kulit berwarna hitam membuka helm dan maske memperlihatkan wajah cantik sempurna. Ayumi turun dari motor berjalan menuju pintu utama melewati para pria tampan.
“Oh My God, she is Angel.” David berteriak membuat pandangan mata tertuju padanya.
“Bukankah kamu sudah melihat dirinya?” Kenzo menepuk pundak David.
“Dia terlihat berbeda dengan motor dan pakaian itu, seperti seorang pembalap wanita.” David tersenyum.
“Ken, banyak cewek cantik disini.” David berbisik di telinga Kenzo.
“Kak, waktunya makan siang.” Viona tersenyum.
“Halo Viona.” David melambaikan tangannya dan mengedipkan mata.
“Terimakasih, kami akan salah Zuhur terlebih dahulu.” Kenzo tersenyum.
“Ayo kita ke Mushala.” Stevent beranjak dari kursi dan berjalan bersama menuju tempat salat.
***Love You All***
Jika Suka bisa berikan like, Komentar, bintang 5, Tips, Vote. Terimakasih.
Baca juga Novel Author berjudul “Unfogettable Lady" cari di aplikasi Dream/ Innovel.
Baca juga Novel Kakakku atas nama Fitri Rahayu. Terimakasih.
Semoga kita semua dalam keadaan sehat dan selalu mendapatkan perlindunganNya, Aamiin.
__ADS_1