Cinta Untuk Dokter Nisa

Cinta Untuk Dokter Nisa
Kencan Pertama Jhonny


__ADS_3

Stevent dan Nisa bergandengan keluar dari kamar, mereka melihat Jhonny yang telah membereskan semua berkas yan tadi beranakan kini telah tersusun rapi.


Nisa tersenyum melihat Jhonny yang bersemangat untuk pulang kerumah, dulu sebelum menikah Jhonny sangat betah berada di kantor menemani Stevent sepanjang waktu hingga diusir Steven untuk pulang.


“Kamu mau kemana Jhonny?” Stevent menatap tajam kepada Jhonny.


“Pulang Tuan.” Jawab Jhonny.


“Kenapa kamu terburu – buru, baru pukul empat sore.” Stevent mencium dahi Nisa, ia sengaja melakukannya d depan Jhonny.


“Saya akan pulang pukul berapa Tuan?” Tanya Jhonny.


“Hari ini kita lembur dan akan pergi ke pabrik Kenzo, mungkin kita akan berbuka dan sholat di sana!” tegas Stevent.


Jhonny mengangkat kepalanya melihat kearah Stevent, ia sudah janji akan pulang cepat dan mengajak Aisyah jalan – jalan. Terlihat jelas di wajah Jhonny yang sangat khawatir.


Jhonny takut Aisyah akan marah pada dirinya dan akbur dari rumah, tetapi ia tidak mungkin membantah Stevent.


“Ada apa? Apa kamu tidak bisa lembur?” Tanya Stevent.


“Tentu saja bisa Tuan, saya selalu bisa untuk anda 24 jam!” Jhonny menunduk.


“Sayang, sekarang Jhonny sudah menikah, ia harus memiliki banyak waktu untuk istrinya.” Nisa menyentuh lembut pipi Stevent.


“Anda benar Nyonya, tolong saya.” Ucap Jhonny dalam hati.


“Jhonny tidak perlu pulang, ia tidak bisa menikmati makan malam di atas tempat tidur.” Ucap Stevent tersenyum.


“Sayang, jangan seperti itu!” Nisa mencubit perut Stevent.


“Aw, Sayang kamu jangan menggodaku, aku sedang berpuasa, bagaimana malam ini aku memakan dirimu di kamar.” Ucap Stevent memeluk Nisa.


“Sayang, ada Jhonny.” Nisa tersenyum.


“ Jhonny tidak bisa memakan dokter Aisyah.” Stevent tersenyum melihat Jhonny yang gelisah.


“Jhonny, karena aku mau memakan Nisa untuk berbuka, kita tidak jadi lembur.” Ucap Stevent memperhatikan Jhonny yang langsung tersenyum.


“Terimakasih Tuan, saya permisi.” Jhonny kembali dengan wajah datarnya dan keluar dari ruangan Stevent karena ia sudah bersiap dari tadi.


“Sayang, kamu sengaja melakukannya.” Nisa memutar tubuhnya menghadap Stevent dan melingkari tangannya di leher Stevent.


“Aku sangat penasaran, bagaimana Jhonny memperlakukan Dokter Aisyah?” Stevent tersenyum.


“Kenapa?” Tanya Nisa.


“Dia pernah digoda wanita dengan pakaian seksi yang duduk di pahanya tetapi Jhonny tidak tergoda sama sekali.” Stevent tersenyum.


“Bagaimana dengan dirimu?” Nisa tersenyum.


“Tidak ada yang seberani dirimu duduk di pahaku." Stevent mencium pipi Nisa.


“Benarkah?” Nisa menatap Stevent manja.


“Jangankan menyentuh diriku sayang, melihat ku saja mereka tidak berani, wanita pertama yang aku sentuh adalah dirimu, ah tidak kamu yang menyentuhku.” Stevent menarik tangan Nisa duduk di pangkuannya.


“Aku dikirim Tuhan untuk menyelamatkan dirimu.’ Nisa mencubit hidung Stevent.


“Aku langsung jatuh cinta pada dirimu di hari itu, Kamu bagaikan malaikat cantik dengan sayap berwarna putih.” Stevent menatap Nisa.


“Aku berpakaian putih sayang.” Nisa memainkan rambut Stevent.


“Apa kamu tahu, aku merasa hanya ada satu wanita di dunia ini dan itu adalah dirimu.” Stevent menatap wajah cantik Nisa.


“Terimakasih.” Nisa tersenyum dan memeluk Stevent.


“Terimakasih telah hadir dalam hidupku dan memberikan kehangatan pada hatiku yang dingin.” Stevent mencium sekilas bibir Nisa.


“Kamu adalah takdirku.” Nisa memeluk Stevent.


“Baiklah hari ini Aku akan memasak untuk dirimu.” Stevent dan Nisa beranjak dari sofa dan berjalan bersama menuju lift.


“Apa yang akan kamu masak?” Tanya Nisa.


“Apa yang kamu suka?’ Stevent balik bertanya.


“Semua tentang dirimu aku suka.” Nisa tersenyum manja.


“Ah, istriku bisa berkata gombal juga.” Stevent mencubit hidung Nisa yang memeluk pinggang Stevent.


Jhonny pulang ke rumah dengan semangat, wajah yang datar tetapi hati yang berbunga – bunga, ia tersenyum hanya saja tidak ada yang bisa melihat senyuman Jhonny.


Kehidupan yang keras sejak kecil menghapuskan senyuman dari wajah tampan Jhonny, yang ia lihat dan rasakan hanyalah kepedihan, siksaan dan penderitaan.


Jhonny tidak pernah merasakan cinta kasih dan sayang orang tua, hidup di jalanan dan bekerja dari kecil menjadi penjahat membuat wajah tampannya tertutupi oleh kotornya kehidupan di lembah hitam.


Hanya cacian dan hinaan yang Jhonny rasakan selama hidupnya hingga Stevent datang merubah takdir yang telah Jhonny alami selama berada di dunia hitam yang rendah.


Mobil Jhonny memasuki garasi, ia berjalan santai menuju pintu utama, seorang wanita cantik dengan gamis berwarna navy dan hijab merah jambu berdiri di depan pintu tersenyum manis menyambut kedatangan Jhonny.


Jhonny mematung, aroma wangi dari tubuh Aisyah yang baru selesai mandi dan wajah cantik telah menghipnotis Jhonny hingga ia tersihir tidak bisa bergerak, kaki dan tangannya seakan kaku.


Senyuman cantik Aisyah telah meluruhkan Jhonny, bibir yang merah dan mata bulat yang indah, tubuh Jhonny terasa lemah tidak berdaya, ia butuh penopang diri.


Aisyah tersenyum, ia bejalan mendekati Jhonny melingkarkan tangannya di leher Jhonny sehingga wajah mereka sangat dekat.


Tas yang ada di tangan Jhonny terlepas hingga jatuh ke tanah, ia menatap lekat Aisyah yang sangat menggoda imannya.


“Assalamualaikum Jhonny ku.” Aisyah tersenyum.


Jhonny mengecup bibir Aisyah sekilas sehingga membuat Aisyah terkejut dan melepaskan tangannya dari Jhonny.

__ADS_1


“Jika kamu melakukan lebih dari itu puasa kamu yang tinggal menghitung menit akan batal.” Aisyah tersenyum.


“Aku tahu.” Ucap Jhonny menyentuh bibir Aisyah dan berjalan masuk ke rumah meninggalkan Aisyah.


“Hah, Aku pikir dia hanya akan mencium dahiku.” Aisyah memegang bibirnya dan mengambil tas Jhonny yang tergeletak di tanah.


“Apa yang ada dipikiran Jhonny, benar – benar aneh.” Aisyah tersenyum dan berjalan masuk ke dalam rumah, ia menuju ruang kerja Jhonny untuk mengantarkan Tas Jhonny.


“Kemana Jhonny?” Aisyah mencari Jhonny, ia menaiki tangga dan berjalan ke kamar Jhonny, kamar terlihat kosong.


“Pasti dia sedang mandi.” Aisyah masuk ke dalam kamar dan menyiapkan pakaian ganti untuk Jhonny, ia mengambil stelan koko tetapi tidak ada pakaian santai yang bisa digunakan untuk jalan – jalan.


Lemari Jhonny hanya berisi pakaian kerja dan tidur, baju koko baru dibelikan oleh Aisyah menggunakan kartu kredit yang Jhonny berikan kepadanya, tetapi Aisyah tidak tahu jika Jhonny tidak memiliki pakaian santai.


Jhonny keluar dari kamar mandi, aroma maskulin masuk ke dalam indera penciuman Aisyah, wajah tampan yang masih basah menatap pada Aisyah.


“Pakaian mana yang akan kamu gunakan untuk jalan – jalan?” Tanya Aisyah.


“Kemeja dan jas.” Jawab Jhonny mengeringkan rambutnya.


“Kemarilah.” Aisyah menarik tangan Jhonny dan duduk di kursi depan cermin.


Aisyah mengambil handuk dari tangan Jhonny, ia mengeringkan rambut Jhonny yang menatap Aisyah dari pantulan cermin.


“Kita harus berbelanja pakaian santai untuk dirimu.” Ucap Aisyah.


“Aku tidak pernah bersantai.” Ucap Jhonny.


“Malam ini kita akan pergi jalan – jalan, apa kamu lupa?” tanya Aisyah menatap Jhonny melalui cermin.


“Tidak.” Jawab Jhonny.


“Ini kencan pertama kita.” Aisyah tersenyum.


“Bagaimana dengan malam pertama?” tanya Jhonny menghentikan tangan Aisyah.


“Setelah Ramadhan.” Bisik Aisyah di telinga Jhonny meniupkan napas hangat dan berlari meninggalkan Jhonny dengan senyuman yang cantik.


Tubuh Jhonny bergidig, ia merasakan sesuatu yang membuat junior nya untuk bangun dan bermain bersama.


“Kenapa dia menggodaku dan pergi begitu saja, tunggu dulu setelah lebaran, apakah masih selama itu? Stevent akan bertanya setiap hari, Aisyah tolong aku.” Jhonny menatap sedih pada dirinya.


“Menerkam, bagaimana jika aku langsung menerkam Aisyah seperti yang Stevent katakan, apa dia akan marah dan kabur dari rumah?” Jhonny terus berbicara dengan bayangannya yang ada di depan cermin.


“Aku akan menunggu kamu memulainya.” Aisyah tersenyum dan berlari menuruni tangga dengan semangat.


Bagi Aisyah Jhonny sangat lucu dan menggemaskan, sikap Jhonny membuat Aisyah rindu.


***


Waktunya jalan – jalan.


Aisyah menunggu Jhonny mengganti pakaian di ruang tengah, ia tidak tahu Jhonny akan menggunakan pakaian apa untuk jalan – jalan.


“Apakah kamu akan berpakaian seprti ini?” tanya Aisyah menatap Jhonny.


Jhonny membuka jas dan melempar ke kursi, membuang dasi, mengeluarkan kemeja dari dalam celananya, membukakan beberapa kancing bagian atas kemeja dan mengacak rambutnya.


“Bagaimana, apa kamu suka?” Tanya Jhonny menatap pada Aisyah yang melongo melihat perubahan Jhonny yang terlihat keren dan cool.


Pria yang selalu berpakaian rapi dengan jas lengkap kini terlihat berantakan tetapi sangat menawan dan tampan.


Aisyah tersenyum melihat wajah polos Jhonny, ia menggandeng tangan Jhonny dan berjalan bersama menuju garasi mobil.


“Kita akan kemana?” Tanya Jhonny.


“Taman Bunga Kota.” Jawab Aisyah bersemangat.


Taman Bunga kota adalah tempat romantis berada di tengah kota dengan taman bunga warna – warni dan perpohonan yang rindang, lampu taman yang bergantungan dan kursi – kursi santai pasangan.


Di depan taman ada bazar makanan yang dapat dinikmati dengan harga yang murah, Jhonny tidak pernah jalan – jalan apalagi berkencan, berbeda dengan Aisyah yang selalu diajak bermain oleh Jordan.


Jordan selalu membawa Aisyah kemanpun ia suka, dan Aisyah selalu megikuti kemauan Jordan, jalan – jalan adalah hal biasa bagi Aisyah.


Mobil Jhonny memasuki tempat parkir taman, mereka keluar dari mobil bersamaan, Jhonny melihat sekeliling, ia tidak pernah pergi ketempat itu.


Aisyah menggenggam tangan Jhonny dan menariknya mendekati tempat penjualan Es krim.


“Kamu suka rasa apa?” tanya Aisyah melepaskan genggaman tanganya.


“Aku tidak pernah makan Es krim.” Jhonny melihat Aisyah.


“Vanila dan Stroberry.” Aisyah memesan Es krim kepada penjual.


Aisyah memberikan satu cone Es Krim kepada Jhonny dan menarik tangan Jhonny untuk duduk di bawah pohon yang dihiasi lampu gantung berwarna putih.


Jhonny menatap Es Krim di tangannya dan melihat Aisyah yang mulai menjilati Es krim lembut rasa Stroberry terlihat nikmat dan menggoda.


Jhonny membuang Es krim yang ada di tanganya dan memakan Es krim milik Aisyah yang telah meleleh membuat mulut Jhonny belepotan.


“Aih, apa yang kamu lakukan, kenapa kamu membuang Es krim kamu?” Aisyah melihat Es krim Jhonny yang tergeletak di atas rumput.


“Aku suka rasa Stroberry.” Ucap Jhonny yang kembali menjilati Es krim yang berada di tangan Aisyah, wajah mereka sangat dekat.


Aisyah tersenyum melihat mulut Jhonny yang belepotan, bibir Jhonny dan Aisyah di penuhi es krim, Jhonny menatap lekat pada Aisyah yang menjilati bibirnya untuk membersihkan bekas es krim.


Jhonny tergoda melihat lidah seksi Aisyah yang keluar dari mulutnya, tanpa meminta izin Jhonny langsung mencium bibir Aisyah hingga es krim jatuh ke tanah.


Mereka merasakan manisnya rasa es krim stroberry di bibir dingin dan lembut, begitu bersemangat, tidak memperdulikan orang yang melewati mereka karena sebagian besar pengunjung adalah pasangan.


Ciuman hangat berhasrat, ditemani semilir angin malam dan lampu taman yang semakin remang, karena lampu utama telah dimatikan.

__ADS_1


Tangan Jhonny berada di kanan dan kiri telinga Aisyah dan tangan Aisyah pada dada bidang Jhonny yang terbuka, menyentuh otot – otot kekar milik Jhonny.


Ciuman terhenti karena keduanya kesulitan bernapas, bibir yang belepotan oleh es krim kini telah bersih oleh ciuman hangat menghangatkan es krim yang dingin.


“Bisakah kita tambahkan es krim rasa lain?” Jhonny menatap Aisyah yang tersenyum dengan pertanyan Jhonny.


“Kenapa?” tanya Aisyah.


“Rasanya nikmat.” Jhonny mengusap bibirnya yang lengket dengan jari jempolnya dan menyentuh bibir Aisyah.


Aisyah tersenyum, mengambil tisu dari tasnya dan membersihkan bibir Jhonny.


“Kenapa dibersihkan?” Jhonny menahan tangan Aisyah.


“Kita akan mencari makanan ke depan.” Aisyah menarik tangan Jhonny dan berlari menuju bazar makanan.


Jhonny tersenyum melihat Aisyah yang bersemangat dan ia juga sangat senang dengan ciuman rasa es krim.


“Aku akan menyiapkan es krim dengan banyak rasa di rumah.” Gumam Jhonny tersenyum.


Mereka berdua sampai pada tempat bazar makanan di depan taman bunga dan bukan di pinggir jalan.


"Jhonny, makanan mana yang kamu sukai?” Tanya Aisyah menggenggam tangan Jhonny.


“Tidak tahu aku tidak pernah makan ini semua.” Jawab Jhonny polos.


Para wanita tua dan muda memperhatikan Jhonny yang sangat tampan dengan gaya yang sangat keren, semua tahu pakaian berantakan Jhonny memiliki harga yang fantatis.


Postur tubuh yang sempurna dengan wajah yang tampan tetapi cuek dan cool memberikan daya tarik sendiri untuk Jhonny.


“Baiklah, pria kaya seperti dirimu tidak pernah makan makanan kaki lima.” Bisik Aisyah.


“Aku tidak punya kesempatan untuk mencicipi makanan ini.” Jhonny mentap Aisyah.


“Kenapa?” tanya Aisyah.


“Ketika kecil hingga remaja aku hanya bisa melihat makanan ini dari jauh tetapi tidak mampu membelinya, dan ketika aku bersama Stevent ia tidak mengizinkan aku untuk mencoba makanan pinggir jalan.” Jelas Jhonny.


“Apa kamu mau mencobanya?” Tanya Aisyah menyodorkan Bakso bakar pada mulut Jhonny.


“Selama bersama kamu aku akan mencoba semuanya.” Jhonny menatap Asiyah.


Aisyah menarik tangan Jhonny menuju kursi meja bulat dengan dua pasang kursi agar mereka bisa menikmati semua makanan yang dijual di bazar makanan.


“Duduklah di sini.” Ucap Aisyah.


“Kamu mau kemana?” Jhonny menahan tangan Aisyah.


“Aku akan memilih makanan untuk kita berdua.” Aisyah tersenyum dan melepaskan pegangan tangan Jhonny.


Aisyah mengambil sebuah piring bulat besar dan mengisi dengan bebagai macam makanan kaki lima yang ada di bazar, ia mengambil masing – masing dua buah untuk setiap jenis makanan dan memesan minuman berupa air jahe hangat.


Jhonny terus memperhatikan Aisyah agar tidak hilang dari pandangan matanya, ia takut Aisyah akan pergi meninggalkan dirinya seperti yang ia rasakan ketika masih kecil ditinggalkan di tengah keramaian oleh wanita yang ia cintai.


“Selamat malam tampan.” Sapa seorang wanita cantik dengan pakaian seksi dan make up merah pada wajahlnya.


Jhonny tidak memperdulikan suara lembut dan manja yang menyapa dirinya, pandangannya fokus pada Aisyah yang masih memilih makanan.


Wanita seksi dan cantik itu tidak mau menyerah, ia berdiri di depan Jhonny sehingga menghalangi pandangan Jhonny.


Baginya Jhonny adalah mahkluk yang langka sangat tampan dan menggoda, ia rela naik ke ranjang jhonny tanpa bayaran, wanita itu menyentuh tubuh seksi yang terbuka di bagian dada Jhonny dan menundukkan sedikit tubuhnya sehingga menampilkan bagian dadanya yang indah.


“Halo tampan, aku rela membayar tubuh ini untuk diriku.” Wanita seksi duduk di atas paha Jhonny.


Aisyah melihat wanita seksi duduk di atas paha Jhonny yang hanya diam membeku, ia melepaskan makanan di atas meja dan meminta pelayan untuk membawanya.


“Antarkan makanan beserta minuman ke meja itu!” perintah Aisyah.


“Baik Nona.” Jawab pelayan.


Aisyah berjalan cepat menuju meja mereka, ia menarik dengan cepat rambut wanita yang duduk di paha Jhonny dan meleparnya ke tanah.


“Aaaah.” Wanita itu menahan perih di kepalanya, ia merasakan rambutnya rontok oleh jambakan Aisyah.


“Jangan pernah menggoda suamiku!” bentak Aisyah pada wanita yang terduduk di tanah.


“Apa kamu tidak bisa menolak wanita itu?” Aisyah menatap tajam pada Jhonny yang hanya terdiam tanpa ekspresi.


Aisyah marah, ia mau pergi meninggalkan Jhonny tetapi tangannya ditarik Jhonny hingga Aisyah berada dalam pelukan Jhonny.


“Aku tidak mau menyakiti wanita, karena aku tidak bisa menolak dengan lembut, apa kamu mau aku membanting wanita itu ke jalanan hingga memecahkan kepalanya?” tanya Jhonny memeluk erat Aisyah.


“Tidak.” Aisyah mengangkat kepalanya dan menatap wajah Jhonny yang akan mencium bibirnya tetapi terhenti oleh suara seorang pelayan.


“Nyonya, makanan sudah siap.” Ucap pelayan meletakkan makanan dan minuman di atas meja.


“Terimakasih.” Ucap Aisyah.


Aisyah dan Jhonny duduk berdampingan, mereka menikmati makanan dengan becanda mesra.


Wanita yang terduduk di tanah segera pergi meninggalkan pasangan suami istri yang tidak memperdulikan dirinya.


Rasa malu dan sakit hati, ternyata pria menggoda itu sudah memiliki istri yang cantik dan berjilbab.


***


Semoga Suka, Mohon dukungnnya berikan like, Komentar, bintang 5 dan Vote, dan kepada sahabat yang telah memberikan dukungannya Author ucapkan Terimakasih.


Baca juga Novelku “Arsitek Cantik” dan Novel Kakakku “Nyanyian Takdir Aisyah dan Cinta Bersemi di Ujung Musim.” (Fitri Rahayu), Terimakasih.


Semoga kita semua dalam keadaan sehat dan selalu mendapatkan perlindunganNya, Aamiin.

__ADS_1


Love You All and Thanks For Reading.


__ADS_2