Jodoh Pilihan Tuhan

Jodoh Pilihan Tuhan
Awal cerita


__ADS_3

Setiap orang mempunyai kisah hidupnya masing-masing bagitu pula dengan kehidupan Rudi Mahendra hidup sebatang kara tidak membuatnya putus asa dan hilang semangat untuk mengejar impian dan menjadikan hidupnya agar lebih baik lagi.


Tapi semua berubah saat tiba-tiba Rudi harus menerima jodohnya tanpa ada pekenalan, pendekatan dan ungkapan cinta. yaaaaa... Jodoh pemberian tuhan yang tiba-tiba saja datang kepadanya.


--------


Suatu hari Rudi mendapat undangan dari orang yang banyak berjasa dalam hidupnya siapa lagi kalau bukan sang Profesor yang selalu membantunya untuk mendapatkan gelar S2 nya.


Sang profesor mengundangnya untuk hadir di kediamannya yang 2 tahun belakangan ini ia tempati untuk menghabiskan masa tua di kampung halamannya yang berada di kota B.


Rudi sengaja meminta cuti kepada atasannya dengan alasan untuk menghadiri sebuah pesta pernikahan kerabatnya yang berada di luar kota selama tiga hari.


--------


Sesampainya di kediaman sang profesor Rudi di sambut dengan pelukan hangat dan rasa bangga kepada anak angkatnya yang sekarang sudah terlihat sedikit banyak perubahan di dalam kehidupan yang di jalaninya.


Di atas balkon sang profesor banyak bercerita tentang masa lalu, kehidupannya sekarang, dan tentang anak semata wayangnya yang tumbuh menjadi wanita dewasa yang periang dan penyayang meskipun tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu.


Istri sang profesor tutup usia setelah bertaruh nyawa untuk melahirkan sang purti semata wayangnya, bayi mungil yang kini telah tumbuh dewasa dan akan segera menjalani kehidupan berumah tangga.


--------


Selama berbincang dan melepas rindu kepada orang yang sangat berjasa pada kehidupannya sekarang. Rudi sesekali memperhatikan anak sang profesor yang sedang di bicarakannya.

__ADS_1


Entah perasaan apa yang di rasakan Rudi tetapi melihat senyum dan keceriannya membuat perasaannya ikut bahagia, jantungnya mulai berdebar tak berirama dan seperti ada aliran listrik yang menyengat tubuhnya.


Rudi terus meredam detak jantungnya yang terus berdebar tidak seperti biasanya saat Keysa Salsabila gadis berusia 23 tahun itu berjalan kearah balkon tempat dimana Rudi dan ayahnya berada. Menghampirinya dan sang profesor untuk menemui Rudi orang yang sering di ceritakan dan di bangga-banggakan ayahnya kepadanya.


Dengan wajah ceria dan senyum yang terukir indah di raut wajahnya menambah nilai lebih untuk seorang Keysa bagi Rudi.


"Ayah... kenapa masih di sini? kenapa belum juga bersiap dan mengganti pakaian yang sudah Key siapkan di kamar" dengan suaranya yang khas


Ayahnya menarik pergelangan tangan Keysa dengan lembut "Key.. kemarilah nak! Perkenalkan ini Rudi..."


Belum selesai ayahnya berbicara sudah terlebih dulu di potong oleh keysa "Yaaa...! Rudi Mahendra anak murid kesayangan ayah yang pintar, berbakat, memiliki kemauan besar, sopan santun, tidak pantang menyerah, dan bla.. bla.. bla...."


Yaaa Keysa dengan cerewetnya menceritakan tentang ayahnya yang selalu memuji dan membangga-banggakan ku kepada Keysa.


Dengan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan ku "Hallo... perkenalkan namaku Keysa Salsabila anak semata wayang pak profesor yang cerewet ini" ucapnya sambil menggoda sang ayah.


"Ayah selalu menceritakanmu saat pagi, siang, sore bahkan malam hari seperti tak ada habisnya memujimu kepadaku mungkin cerita hidupmu sudah menjadi kisah yang tertanam di kepalaku sedangkan aku yang anak kandungnya saja tidak pernah mendapatkan pujian seperti itu atau jangan-jangan kamu lah anak kandungnya hehheeheee..." celoteh Keysa yang menceritakan ayahnya yang sering membicarakan ku.


Aku hanya bisa tersenyum melihat tingkahnya yang mungkin saja bisa membuat orang orang sekitarnya ikut merasakan kebahagiaan yang selalu disalurkan olehnya.


Setelah asik berbincang Keysa kembali kekamarnya untuk bersiap tak lupa mengingatkan sang ayah untuk ikut segera bersiap karna mengingat waktu yang sudah mulai agak siang karna kabarnya sore nanti keluarga mempelai pria akan datang.


"Rudi.. istirahatlah di kamar, pasti kau lelah setelah melakukan perjalanan jauh agar nanti saat acara dimulai kamu sudah lebih segar" tutur sang profesor.

__ADS_1


"iya.. nanti setelah puas melihat pemandangan di sini saya akan beristirahat" jawabku dengan sopan.


Dengan setia aku masih bersantai di balkon sambil menikmati minuman dingin yang di sajikan mengingat cuaca agak terik siang ini karna memang sedang musim kemarau panjang. Sesekali aku melihat pemandangan yang masih asri dan sesekali ku lihat orang orang yang sibuk kesana kemari mempersiapkan keperluan untuk acara nanti.


--------


"pak..! pak..! kemana bapak?" teriak seseorang pada orang-orang yang ada di sekitarnya mencari pak profesor.


Dengan terus berjalan tak henti-henti nya orang itu memanggil tuannya. Aku hanya memperhatikan dengan bingung karna terlihat sekali di raut wajahnya kalau orang itu sedang tidak baik-baik saja.


'Ada apa sebenarnya, kenapa semua orang orang itu terlihat khawatir. pasti terjadi sesuatu yang tidak baik' batinku.


********


Haiiii... 🤗🤗🤗


Perkenalkan namaku Lea 🙏😊


Karna ini merupakan karya qu yang pertama jadi mohon di maklumi kalau masih banyak kesalahan dalam penulisan kata-kata 🙂


Maka dari itu komen dan Like kalian sangat aku butuhkan untuk melanjutkan cerita ini 😀


Jangan lupa beri RATE ⭐⭐⭐⭐⭐ dan VOTE nya yaaa... agar aku lebih senang lagi 😘😘😘

__ADS_1


💕💕💕💕💕💕💕💕


__ADS_2