Jodoh Pilihan Tuhan

Jodoh Pilihan Tuhan
Obrolan Mbak Riska bersama Pak Sugeng dan kakek.


__ADS_3

Mbak Riska masih berada di ruang rawat inap menemani Bu Sri. Dia sedang duduk mengobrol bersama Pak Sugeng sambil menikmati dua cangkir kopi hitam bersama papanya. "Apa yang akan Papa lakukan setelah mengetahui jika Rani kehilangan penglihatannya akibat tindakan Reno?,"tanya Mbak Riska kepada Pak Sugeng. Pak Sugeng yang sedang menyeruput kopi dari cangkir lalu meletakkannya di atas meja seraya berkata, "Saat ini papa tidak fokus terhadap Rani.Yang papa pikirkan adalah kesehatan mamamu. Dan juga bagaimana caranya mengeluarkan adikmu Reno dari jeratan hukumnya dengan sesegera mungkin agar ia terbebas dan tidak ditahan di dalam sel penjara. Karena kesehatan mamamu itu berkaitan dengan adikmu. Dan papa tidak akan bisa bayangkan jika adikmu benar-benar ditahan. Hal itu mungkin akan berakibat fatal terhadap kesehatan mamamu, "ucap Pak Sugeng dengan sangat serius.


"Dan apakah Papa tahu jika Rani melayangkan gugatan cerai kepada Reno?,"ucap mbak Riska memandang Pak Sugeng.


Pak Sugeng yang semulanya duduk dengan tenang dan santai tiba-tiba terkejut mendengar ucapan mbak Riska, "Apa yang kamu katakan Riska ?," kata Pak Sugeng kaget.


"Riska mendapatkan info Pah. Informasi jika Rani sudah bersiap untuk bercerai dari Reno, "ulang mbak Riska.


"Kamu tahu dari mana informasi tersebut?,"tanya Pak Sugeng kepada mbak Riska.


"Riska tahu informasi ini dari Pak Gukul Pah. Pengacara keluarga kita .Apakah Pak Gukul tidak memberitahu papa?," tanya mbak Riska kepada Pak Sugeng.


"Tidak, " jawab Pak Sugeng sambil menggelengkan kepalanya kepada mbak Riska.


"Padahal Pak Gukul sudah mengatakan kepada Riska bahwa ia berusaha untuk menelpon Papa tetapi tidak tersambung. Coba Papa periksa mungkin pak Gukul mengirimi Papa pesan ?,"sahut Mbak Riska.


Kemudian Pak Sugeng pun mengambil telepon genggam dari saku kemejanya. Dengan perlahan Ia membuka layar kunci teleponnya dan melihat pesan dan panggilan tidak terjawab. Matanya fokus melihat layar telepon genggam miliknya .Dan ia begitu terkejut melihat banyaknya panggilan telepon yang tidak terjawab dari Pak Gukul dan juga beberapa pesan dari Pak Gukul untuknya.


"Iya Ris benar, ternyata pak Gukul sudah berulang kali menelpon Papa. Tetapi Papa tidak menjawabnya. Mungkin karena Papa terlalu fokus dan sangat mengkhawatirkan kondisi mamamu. Sehingga getaran dari bunyi handphone pun Papa tidak merasakannya.Karena kecemasan Papa yang sangat...dan sangat mengkhawatirkan kondisi mamamu ,"ucap pak Sugeng sambil membaca isi pesan dari Pak Gukul.


"Lalu apakah kakekmu tahu tentang informasi ini?,"tanya Pak Sugeng kepada mbak Riska.


"Entahlah pah, Riska kan belum pulang ke rumah .Mungkin saja Pak Gukul sudah memberitahu atau menelpon kakek barangkali, "ucap mbak Riska kepada Pak Sugeng.


Pak Sugeng pun terdiam sebentar sambil memikirkan sesuatu.


"Apa yang sedang Papa pikirkan ?,"tanya Mbak Riska.


"Papa memikirkan tentang Rani yang secara tiba-tiba sudah melayangkan gugatan cerai kepada adikmu Reno. Kenapa Rani begitu yakin dan tidak memiliki ketakutan padahal informasi yang kamu sampaikan kepada Papa saat ini Rani sedang kehilangan Indra penglihatannya. Bukankah semua terasa ganjil?, " ucap Pak Sugeng.


"Mengapa Papa mengkhawatirkan hal tersebut? Bukankah Justru malah bagus pah jika Rani berpisah dengan Reno. Daripada keluarga kita harus mengurusi Rani yang buta dan tidak bisa apa-apa. Kan justru malah membuat kita semua menjadi kesusahan dan kerepotan serta menambah beban keluarga kita pah, "ucap mbak Riska dan sangat-sangat sinis.


"Iya papa paham dan mengerti maksud perkataanmu itu Riska. Tetapi apakah kamu tidak tahu mengapa Rani itu harus tetap menjadi menantu di keluarga Suprapto. Itu semua karena seluruh kekayaan dan aset yang kita miliki ini adalah miliknya Rani. Dan kakekmu merencanakan semua hal ini supaya dapat mengikat Rani dan terus berada dalam sangkar kungkungan kita selama-lamanya .Supaya semua aset yang kita miliki tidak dapat diambil oleh dirinya, "ucap Pak Sugeng kepada mbak Riska.


" Hahahaha.... Papa itu aneh, mana mungkin Rani itu bisa mengambil semua aset kekayaan keluarga kita,"ucap Mbak Riska dengan meremehkan diriku.


"Anak seperti Rani itu tidak akan memikirkan tentang materi Pah. Apalagi sekarang melihat kondisinya yang tidak dapat melihat.Tentunya pasti tidak ada keinginan di hatinya untuk mengejar seluruh aset dan kekayaan keluarga kita. Lalu untuk apa Papa menghawatirkan hal tersebut. Menurut Riska ini adalah waktu yang tepat untuk Reno berpisah dengan Rani pah. Setidaknya kita bisa hidup tenang seperti dulu lagi .Karena Riska capek pah harus bersandiwara dan terus menghadapi masalah demi masalah setelah Rani masuk dalam keluarga kita, "ucap mbak Riska terlihat kesal dan marah.


Pak Sugeng terlihat mengkerutkan dahinya mendengar ucapan dari Mbak Riska.

__ADS_1


"Papa tidak setuju dengan pendapatmu Riska .Bagaimanapun kita tidak bisa menganggap Rani itu enteng dan meremehkannya. Buktinya saja sekarang coba kamu lihat dia sudah berani menggugat cerai Reno. Itu berarti menandakan ada keberanian yang ia miliki untuk melepaskan diri dari kungkungan keluarga kita. Memang benar gadis seperti Rani itu tidak memikirkan tentang materi, harta dan kekayaan. Tetapi bagaimanapun juga seluruh kekayaan yang kita miliki itu sebenarnya adalah milik dirinya...milik Rani. Mungkin saat ini Rani tidak menginginkannya tetapi suatu saat jika ia bertemu dengan seseorang yang mengubah pola pikirnya untuk melawan dan menentang kita Rani bisa menjadi senjata yang sangat berbahaya untuk menghancurkan keluarga kita Riska ,"ucap Pak Sugeng kepada mbak Riska.


"Hahahha.... Rani berbahaya. Aduh papa asal saja papa mengatakan hal itu. Mana mungkin gadis selemah seperti Rani itu bisa membahayakan keluarga kita Pah, "ucap mbak Riska sambil tertawa meremehkan diriku.


"Kamu jangan meremehkan Rani .Setidaknya dia mempunyai alasan yang kuat untuk menghancurkan keluarga kita. Siapa tahu ia menyimpan dendam atas perlakuan kita selama ini kepadanya. Terlebih lagi semua keluarganya tiada karena ulah kakekmu dan rencana kita semua. Sehingga kita tidak akan pernah tahu apa yang berkecamuk di dalam hati dan pikirannya Rani, "ucap pak Sugeng sambil berpikir.


Mendengar perkataan dari Pak Sugeng Mbak Riska pun berhenti tertawa dan terdiam.


Lalu tidak lama kemudian Kakek pun datang bersama Pak Gugul dengan raut wajahnya yang penuh kecemasan menuju ruangan tempat Bu Sri dirawat.


" Papa!, " ucap pak Sugeng kaget melihat kedatangan kakek secara tiba-tiba.


Kakek pun langsung duduk di dekat Pak Sugeng diikuti dengan Pak Gukul .Sementara mbak Riska juga sedikit terkejut dengan kehadiran kakek dan Pak Gukul. Tetapi mbak Riska hanya memandang ke arah kakek dan Pak Gukul tanpa mengatakan kata apapun.


" Ada apa Pah? Kenapa Papa terlihat begitu cemas dan khawatir seperti itu?,"tanya Pak Sugeng kepada kakek.


"Besok Reno akan segera disidangkan, "ucap kakek dengan gusar.


"Apa secepat itu Pah?,"sahut Pak Sugeng sangat terkejut.


" Iya Pak Sugeng berkas-berkas dari Reno sudah masuk dan diserahkan ke pengadilan. Saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membebaskan Reno dari balik jeruji besi sebelum berkas-berkasnya sampai ke pengadilan. Dan berbagai cara telah saya tempuh untuk mendekati aparat dan lain-lainnya tetapi kali ini sungguh sulit semuanya begitu steril dan tidak bisa terjamah oleh kita sedikitpun, "ucap Pak Gukul pelan.


Kakek yang duduk di samping pak Sugeng pun segera berusaha menenangkan Pak Sugeng.


"Sudahlah Sugeng kamu jangan terbawa emosi seperti itu Pak Gukul juga sudah sangat berusaha. Dan ini semua memang di luar kemampuan kita .Sekarang yang harus kita lakukan adalah mempersiapkan diri kita dan Reno untuk menghadapi proses persidangan di pengadilan, "ucap kakek kepada Pak Sugeng.


"Tetapi Pah jika sampai Reno benar-benar ditahan Papa pasti tahu apa yang akan terjadi kepada istri saya kan pah,"ucap Pak Sugeng dengan raut wajahnya yang sedih. "Iya Sugeng Papa tahu itu. Papa pun juga sudah sangat berusaha menekan pihak yang menahan Reno tetapi kali ini memang sangat sulit dan tidak bisa. Seolah-olah ada kekuatan besar yang menggagalkan upaya dan rencana yang telah dibuat papa bersama Pak Gukul dan Papa tidak tahu pengaruh siapa itu. Sekarang yang terpenting adalah kita fokus bagaimana untuk membuat Reno agar terhindar dari jeratan hukum dan menghadapi kemungkinan yang terburuk jika Reno harus benar-benar masuk ke dalam bui, "ucap kakek.


Pak Sugeng yang mendengar ucapan dari kakek langsung terduduk lemas dan tidak bisa berkata-kata lagi. Begitupun mbak Riska yang sejak dari tadi Mendengar pembicaraan Pak Sugeng dan kakek hanya dapat diam dengan raut wajahnya yang juga cemas dan penuh kekhawatiran.


"Dan masalah baru pun juga hadir dengan Rani melayangkan gugatan cerai kepada Reno, "ucap kakek.


"Bagaimanapun juga Rani tidak boleh sampai berpisah dengan Reno. Dia harus tetap menjadi menantu dari keluarga Suprapto bagaimanapun caranya. Jika tidak kita semua akan jatuh miskin dan menjadi gelandangan karena semua aset yang kita miliki adalah milik Rani. Dan tanpa Rani berada di sisi kita maka kita benar-benar menjadi orang yang sangat terpuruk, " ucap kakek.


"Mengapa kakek tidak berupaya untuk memaksa Rani menandatangani semua aset yang dimiliki dan menyerahkannya kepada kita semua. Bukankah jika seperti itu maka akan lebih mudah untuk kita menguasai semua aset yang ia miliki tanpa ada rasa takut dan kecemasan yang berlebihan kek, "sahut Mbak Riska.


" Semua tidak semudah yang kamu pikirkan Riska. Selama ini pengacara dari keluarga almarhum kakeknya tidak mengetahui jika keturunan sah dari keluarga Widiyanto masih ada yaitu Rani. Dan jika sampai pengacara dari keluarga mereka mengetahui akan keberadaan Rani maka itu adalah kiamat untuk keluarga kita. Semua yang telah kakek upayakan dan kakek bangun dari nol akan benar-benar hancur menjadi puing-puing yang tidak bernilai. Dan Kakek sangat tidak menginginkan akan hal itu, "ucap kakek sangat serius.


"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang Pah?,"tanya Pak Sugeng kepada kakek .

__ADS_1


Kakek pun terdiam sejenak sambil memikirkan langkah selanjutnya yang akan ia lakukan.


" Temukan keberadaan Rani sekarang dan cari tahu di mana dia sekarang tinggal bersama siapa dan siapa orang yang mendukungnya. Sehingga ia berani mengambil keputusan untuk berpisah dengan Reno, " ucap kakek kepada pak Sugeng.


"Kalau masalah tentang mencari Rani itu adalah hal yang sangat gampang kek. Serahkan semua tugas itu kepada Riska saja, "ucap mbak Riska sambil tersenyum simpul.


"Apakah benar kamu dapat melakukan tugas tersebut?,"tanya kakek sedikit ragu.


Kakek Tenang saja dan tidak perlu meragukan Riska.


"Riska akan melakukannya dengan cepat dan akan mengusahakan Rani berada di hadapan kakek dengan segera ,"ucap mbak Riska seraya berjanji kepada kakek.


"Baiklah kalau begitu kakek serahkan tugas ini kepadamu dan kakek berharap kamu tidak mengecewakan atas kepercayaan yang kakek berikan kepadamu Riska ,"ucap kakek dengan serius.


"Iya kakek tentu saja. Kalau begitu Riska pergi sekarang ya kek untuk segera menemukan keberadaan Rani secepatnya dan membawa anak kampung itu ke hadapan kakek, "ucap mbak Riska dengan penuh percaya diri.


" Ya sudah kalau begitu kamu hati-hati dan jangan melakukan sesuatu hal yang akan merugikan dirimu sendiri dan keluarga kita. Satu hal lagi jagalah emosi dan amarahmu itu karena Kakek sangat tahu kamu itu sedikit temperamental seperti adikmu Reno.Jangan seperti Reno karena tidak dapat menahan gejolak amarahnya dia melakukan hal yang membuatnya harus berada di balik jeruji besi seperti sekarang ini ,"tutur kakek memberikan nasihat kepada mbak Riska.


"Iya kek tentu saja. Riska akan mengingat semua ucapan kakek barusan , "ucap mbak Riska.


Dan tidak lama kemudian Mbak Riska pun keluar dari ruang di mana Bu Sri dirawat. Sementara Pak Sugeng ,kakek dan Pak Gukul masih duduk terdiam sambil memikirkan langkah selanjutnya untuk menghadapi proses pengadilan yang akan menyidangkan kasus putra tunggal keluarga mereka yaitu Kak Reno.


Dan pada saat Pak Sugeng, kakek dan Pak Gukul sedang berusaha untuk menyusun strategi mereka selanjutnya. Bu Sri pun mulai tersadar dari pengaruh obatnya dan mulai memanggil nama Kak Reno secara berulang.


" Reno... Reno... Reno anakku, "panggil Bu Sri seraya merintih.


Pak Sugeng dan Kakek pun yang mendengar suara teriakan dari Bu Sri segera mendekat ke arahnya dan melihat kondisi Bu Sri.


"Mah.... ini papa mah. Mama baik-baik saja kan, " ucap Pak Sugeng untuk membuat bu ri tersadar dan berhenti berteriak.


"Reno.... Reno... jangan tahan anakku Reno. Lepaskan Reno... jangan bawa anakku Reno. Reno!, " teriak Bu Sri sangat histeris.


Huhuhuhuhu.....


Huhuhuhuhuhu...


Suara tangisan dan teriakan Bu Sri pun memenuhi ruangan di mana ia dirawat sekarang.


Pak Sugeng yang melihat keadaan Bu Sri pun terbawa suasana. Matanya berkaca-kaca dan begitu sedih dan sangat panik akan kondisi istrinya yang semakin tidak terkendali.

__ADS_1


Lalu Kakek pun dengan segera memanggil dokter untuk memeriksa keadaan menantunya tersebut .Sementara Pak Sugeng masih berada di sisi Bu Sri berupaya untuk menenangkannya.


__ADS_2