Jodoh Pilihan Tuhan

Jodoh Pilihan Tuhan
Bersama orang-orang baik.


__ADS_3

"Ran Kamu tidak usah terlalu memikirkan apa yang Rere katakan kepadamu, "ucap Wirda berusaha membuat hatiku supaya tenang dan tidak larut dalam perasaan.


"Tidak Wir, aku tidak sedih akan kata-kata yang diucapkan Rere padaku .Tetapi memang apa yang dikatakan Rere kepadaku itu ada benarnya, " sahutku.


"Lalu apa yang ingin kamu perbuat sekarang Ran?Apakah kamu ingin menghentikan niat dan keputusan Kak Roy untuk menceraikan Rere?," tanya Wirda.


Dan aku pun diam mendengar pertanyaannya.


"Ran,aku tidak bermaksud untuk mendoktrin atau mengintimidasi pikiran dan pilihanmu saat ini. Menurutku Kak Roy juga berhak menentukan pilihannya. Sebuah pilihan akan keputusan yang diambil untuk dirinya dan hidupnya.Kak Roy juga berhak untuk bahagia. Dan untuk keputusan yang Kak Roy pilih aku mohon kamu lebih baik tidak menghalanginya dan jangan terpengaruh dengan apa yang dikatakan oleh Rere. Mungkin ini adalah waktu yang tepat untukmu dan Kak Roy bersatu Ran .Karena aku sungguh sangat mengetahui bagaimana Kak Roy itu sangat mencintai dirimu. Dan jika sampai engkau menghalangi niat Kak Roy untuk menceraikan Rere maka secara tidak langsung dirimu telah membelenggu kebebasan hidupnya,membelenggu kebahagiaannya dan membuatnya semakin terpuruk dalam sebuah ikatan yaitu pernikahan yang tidak pernah dia inginkan. Sama halnya dengan dirimu Ran ,"ucap Wirda sambil berjalan lalu berada di hadapanku sambil duduk setengah berdiri dan menggenggam tanganku.


"Ran jika memang kamu menganggapku sebagai sahabat dan saudarimu sendiri. Katakanlah apa yang sebenarnya engkau rasakan? Bagaimana perasaanmu sesungguhnya terhadap Kak Roy ?Apakah kamu memiliki perasaan cinta yang sama kepada Kak Roy atau kamu mencintai orang lain?,"tanya Wirda dengan sangat serius.


" Maafkan aku Wir,aku tidak dapat menjawab semua pertanyaan yang kau tanyakan kepadaku, "ucapku pada Wirda dengan pelan.


"Tetapi kenapa Ran ?Apakah kamu tidak mempercayaiku?,"tanya Wirda lagi.


"Bukan begitu Wir. Jujur aku sendiri masih meragukan dan bimbang akan hatiku selama ini. Aku menganggap Kak Roy sebagai sahabat terdekatku selayaknya kakakku sendiri. Dan untuk memberikan perasaanku kepadanya maka aku tidak yakin Wirda. Aku ragu dan sepenuhnya aku sendiri tidak meyakini hatiku. Apakah aku menyukai atau mencintai kak Roy? tetapi memang kehadirannya membuatku menjadi tenang dan kehadirannya pula membantuku dapat melewati hari-hari yang sangat sulit dan terasa berat .Tetapi kini jalan kami memang telah berbeda Wir. Juga tidak pantas untukku menjawab pertanyaanmu karena Kak Roy sudah memiliki pendamping hidup yang sangat mencintainya yaitu Rere ,"jawabku kepada Wirda.


"Ran kenapa kamu masih saja mengucapkan kata Rere lagi, " ucap Wirda kesal.


"Karena Rere sudah menjadi bagian dari kehidupan Kak Roy Wir. Nama Wirda sudah bersanding dan bertaut dengan nama Kak Roy. Dan Kak Roy harus menyadari akan hal itu suka ataupun tidak sama seperti halnya denganku. Jika aku boleh memilih aku juga ingin terlepas dari belenggu pernikahan yang sangat menyiksaku seperti ini. Terkadang aku ingin menjauh bahkan pergi dari Kak Reno.Tetapi semua tidak semudah yang yang aku kira. Semua tidak segampang yang aku pikirkan. Karena banyak kehidupan yang terhubung dalam pernikahan paksaku ini.Dirimu juga tahu kan Wir ,bagaimana kejamnya keluarga Suprapto. Jika aku pergi menjauh dari keluarga mereka .Maka sama seperti yang mereka lakukan kepada papamu dan keluarga Kak Roy. Dan untuk itu aku tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama lagi, "ucapku kepada Wirda.


Tidak lama kemudian Pak Budi datang sambil membawa beberapa cup minuman gelas ke arahku ."Nah, ini dia Bapak bawakan susu hangat untuk nak Wirda ,Nak Rani dan Bik Siti, "Ucap pak Budi sambil tersenyum dan meletakkan cup gelas minuman susu hangat di dekat kursi di samping Bik Siti. "Terima kasih pak Budi ,"ucap Bik Siti yang sejak dari tadi mendengarkan pembicaraanku dengan Wirda ."Mengapa nak Wirda duduk setengah berdiri di bawah tanah seperti itu ?,"tanya Pak Budi.


"Tidak apa-apa Pak.Wirda sedang mengobrol saja dengan Rani ,"jawab Wirda kepada Pak Budi. Pak Budi lalu sedikit terkejut, "Apa Nak Wirda sedang mengobrol dengan Nak Rani?,"tanya Pak Budi dengan wajah tidak percaya.


"Iya Pak. Alhamdulillah sekarang Rani sudah mau berbicara dan ia sudah lancar berbicara dan mengatakan semuanya seperti sedia kala," jelas Wirda kepada Pak Budi.


Pak Budi pun tersenyum dengan senang. "Alhamdulillah ya Allah. Pak Budi sangat senang mendengarnya, "ucap pak Budi penuh dengan rasa syukur ."Oh ya. Kalau begitu ini nak Rani terima susu hangat ini dan diminum," ucap Pak Budi sambil meletakkan cup gelas berisi susu hangat di genggaman tangan kananku. "Pak Budi yang membelikannya lho dan harus diminum ya nak, "ucap Pak Budi sambil mengusap lembut kain kerudungku.


"Iya Pak Budi terima kasih ya Pak, "ucapku.


" Iya Nak Rani. Sama-sama nak, "sahut Pak Budi yang telah beranjak duduk di samping Bik Siti.


"Kalau bapak boleh tahu apa yang nak Wirda dan Nak Rani bicarakan ?,"tanya Pak Budi. Wirda yang sedang menghisap susu hangat dari sedotan pada gelas Cup itu lalu membalas pertanyaan Pak Budi, "Kami sedang membicarakan tentang Kak Roy dan Kak Reno, Pak Budi ,"jawab Wirda.


"Oh iya, Nak Roy tadi bertemu dengan bapak.Nak Roy bercerita kepada bapak jika hari ini ia sudah boleh pulang. Lalu nak Roy menanyakan keberadaan Nak Rani karena mau pamit pulang juga ingin mengetahui kondisi Nak Rani. Yah kemudian bapak menceritakan semua keadaan nak Rani kepada nak Roy. Lalu ketika Nak Roy mendengar dan mengetahui kondisi Nak Rani.Tiba-tiba nak Roy menangis tersedu-sedu dan bertanya keberadaan nak Rani. Nak Roy menangis begitu histeris sehingga bapak menjadi takut dan panik. Bapak takut jika terjadi sesuatu kepada nak Roy sebab ia baru saja pulih. Bapak ingin segera mengejar Nak Roy. Tetapi berhubung bapak sudah terlanjur memesan minuman dan antri. Jadi bapak tidak sempat menghentikan Nak Roy," ucap Pak Budi panjang lebar.

__ADS_1


"Oh ya kira-kira. Apa yang nak Roy lakukan dan katakan di sini ?,"tanya Pak Budi dengan wajah cemas.


Mendengar pertanyaan dari pak Budi . Bik Siti yang sedang meminum susu hangat dengan segera menghabiskan susu tersebut dan menjawab pertanyaan Pak Budi .


"Nak Roy tadi kemari menangis dengan sangat histeris Pak Budi. Dia seperti orang ling lung dan kehilangan arah mengetahui kondisi nak Rani sekarang. Bik Siti yang melihatnya juga ikut sedih dan menangis. Ia seperti orang yang merasa sangat bersalah atas kehilangan penglihatan yang dialami oleh Nak Rani. Sungguh Bibi tidak pernah melihat Nak Roy sampai sesedih itu Pak Budi.Lalu Nak Roy menyampaikan keinginannya untuk menceraikan istrinya Nak Rere, " tutur Bik Siti.


"Ya Allah. Saya tidak dapat membayangkan kondisi nak Roy. Tetapi kemana Nak Roy sekarang?, " tanya Pak Budi.


"Entah pak Budi. Nak Roy pergi begitu saja dengan wajah yang masih begitu sedih, " jawab Bik Siti lagi.


"Saya tahu pasti Nak Roy merasa sangat terpukul akan keadaan yang di alami Nak Rani sekarang, " sahut Pak Budi.


Melihat ekspresi Rani terbawa suasana ketika Pak Budi dan Bik Siti menyebut nama Kak Roy. Wirda pun dengan segera langsung mengalihkan pembicaraan Bik Siti dan Pak Budi ke arah topik lain yang bukan mengenai kesedihan Kak Roy terhadap hilangnya penglihatan Rani.


" Oh ya pak Budi. Lalu sekarang bagaimana perkembangan atas kasus Kak Reno Yang telah dilaporkan oleh Kak Fariz?,"tanya Wirda kepada Pak Budi.


Aku yang tidak mengetahui jika Ustad Fariz telah melaporkan Kak Reno pada pihak kepolisian. Dengan seketika aku langsung merasa terkejut mendengar pertanyaan Wirda kepada Pak Budi. "Apa maksud dari pertanyaanmu bahwa Ustad Fariz sudah melaporkan Kak Reno ke kepolisian?,"tanyaku dengan terkejut kepada Wirda.


" Lho apakah kamu belum tahu Ran jika Ustad Fariz sudah melaporkan tindak kekerasan yang dilakukan padamu dan Kak Roy kepada pihak berwajib, "tanya Wirda padaku.


" Tidak, "jawabku sambil menggelengkan kepala.


Karena mendengar pertanyaan Wirda tersebut hatiku jadi merasa penasaran dan segera menanyakan kebenaran tentang pernyataan dari ucapan Wirda kepada Pak Blal. "Pak Budi, apakah benar Ustad Fariz telah melaporkan Kak Reno pada pihak kepolisian?,"tanyaku pelan. Pak Budi yang juga sedikit merasa terkejut akan pertanyaanku. Cukup lama terdian seraya berpikir untuk menjawab pertanyaanku ."Iya Nak Rani.Apa yang dikatakan Nak Wirda itu benar,"jawab pak Budi sedikit ragu dan terbata.


"Lalu bagaimana perkembangan atas laporan Ustad Fariz kepada Kak Reno sekarang, Pak Budi?,"tanyaku lagi kepada Pak Budi.


"Saat ini Nak Reno sudah ditahan oleh pihak kepolisian dan sedang dilakukan pemeriksaan, "jawab Pak Budi padaku. Mendengar ucapan dari pak Budi aku pun diam. Wirda yang melihatku tiba-tiba menjadi diam dengan penuh keheranan pun bertanya kepadaku, "Mengapa kamu menjadi diam seperti itu Ran? Apakah kamu merasa sedih Kak Reno dilaporkan oleh Ustad Fariz ke pihak Kepolisian ?Apakah berita ini membuatmu merasa tidak nyaman?,"tanya Wirda dengan rasa ingin tahunya. Mendengar pertanyaan Wirda. Aku pun terdiam sesaat dan sambil sedikit menarik nafas panjang seraya berkata, "Aku hanya memikirkan apa yang akan diperbuat oleh kakek, Pak Sugeng dan Bu Sri kepada Ustad Fariz, Wir .Aku takut jika mereka akan menyakiti Ustad Fariz dan Kak Roy lagi. Mereka pastinya tidak akan tinggal diam saja melihat putra kesayangan mereka dilaporkan ke pihak kepolisian.Apalagi saat ini Kak Reno berada di dalam tahanan. Tentunya mereka akan sangat marah dan melampiaskan kekesalan mereka secara membabi buta kepada semua orang khususnya Ustad Fariz. Dan aku tidak ingin jika Ustad Fariz masuk ke dalam masalah yang kuhadapi, " ucapku kepada Wirda.


"Lalu dimana keberadaan Ustad Fariz sekarang Pak Budi?, "tanyaku kepada Pak Budi.


"Nak Fariz bersama adiknya Nak Rafa sekarang sedang menyelesaikan administrasi pembayaran tagihan selama Nak Rani dirawat di rumah sakit ini. Dan juga mengambil resep obat yang akan dibawa pulang Nak Rani ,"jawab Pak Budi .


Tetapi setelah itu Ustad Fariz datang bersama adiknya Rafa.


"Nah ini dia Ustazd Fariz, "kata Pak Budi seraya ingin memberitahu kepadaku bahwa Ustad Fariz sekarang ada di dekat kami.


"Ada apa Pak Budi?,"tanya Ustad Fariz yang mendengar namanya disebut oleh Pak Budi. "Begini Nak Fariz, nak Rani menanyakan tentang laporan nak Fariz kepada Nak Reno. Nak Rani merasa khawatir jika keluarga Suprapto akan menyakiti dan membuat masalah kepada Nak Faris ,"jelas Pak Budi kepada ustad Fariz.

__ADS_1


Mendengar perkataan dari pak Budi Ustad Fariztersenyum kecil. Kemudian Ustad Fariz duduk di kursi yang berhadapan dengan pak Budi dan Bik Siti tidak jauh dari tempatku dan Wirda berada, di ikuti oleh adiknya Rafa. "Dek Rani tidak perlu khawatir dan mencemaskan tentang saya. Semua ini adalah bagian dari ikhtiar yang saya lakukan untuk menghapuskan kezaliman yang dilakukan oleh keluarga Suprapto terhadap diri Dek Rani ,Dek Roy dan semua orang yang terkena imbas dari sikap dan perilaku keluarga itu.Dan Dek Rani tidak perlu merasa takut atau pun cemas karena ada Allah Subhanahu Wa Ta'ala sebaik-baiknya pelindung dan penjaga diri saya terhadap dari hal-hal buruk yang tidak diinginkan dari keluarga Suprapto. Setidaknya ini adalah waktu yang tepat bagi mereka untuk mengintropeksi diri dan berhenti untuk melakukan kejahatan dan menyakiti orang lain, "jelas Ustad Fariz kepadaku.


Aku terdiam mendengar perkataan dari Ustad Fariz.


"Saya tahu ini adalah hal yang berat untuk Dek Rani terima. Tetapi Dek Rani juga harus mempunyai keyakinan bahwa Dek Rani juga bisa terbebas dari belenggu kejahatan mereka. Setelah ini, Dek Rani dapat melakukan gugatan perceraian kepada Dek Reno dan terbebas dari kungkungan keluarga Suprapto .Sehingga Dek Rani dapat memulai kembali menyusun kehidupan baru yang lebih baik tanpa intimidasi dari keluarga mereka. Tetapi sebelum Dek Rani berpisah dengan Dek Reno.Maka untuk sementara waktu Dek Rani tinggal dulu bersama Dek Wirda di kediamannya dan juga Bik Siti akan turut serta bersama Dek Rani. Saya beserta Pak Budi juga adik saya Rafa akan terus memantau dan mengawasi pergerakan keluarga Suprapto agar tidak berbuat sewenang-wenang dan mengganggu Dek Rani juga keluarga dari Dek Wirda. Bagaimana menurut Dek Rani ?apakah Dek Rani memiliki pandangan atau pikiran lain mengenai hal ini ?,"tanya Ustad Fariz kepadaku yang terdiam.


"Sebelumnya Rani ingin banyak mengucapkan terima kasih kepada Ustad Fariz yang telah banyak sekali membantu Rani .Dari mulai mengurusi semua keperluan Rani, biaya pengobatan dan tagihan rumah sakit serta membantu menyelesaikan masalah Rani. Semoga Allah Subhanahu wa ta'ala membalas kebaikan Ustad Fariz dengan balasan terbaik dan pahala yang berlipat ganda ,"ucapku pelan.


"Aaamin ya robbal alamin, "sahut Ustad Fariz seraya melanjutkan perkataannya lagi,"Dek Rani tidak usah memikirkan semua hal itu. Sekarang yang terpenting Dek Rani fokus terhadap kesembuhan Dek Rani serta menyelesaikan masalah Dek Rani kepada keluarga Suprapto .Setelah itu, baru Dek Rani memikirkan hal yang lain, "ucap ustad Fariz kepadaku.


" Iya Ustad Fariz Terima kasih untuk nasehatnya. Jika Rani boleh mengatakan sesuatu bisakah besok setelah Rani pulang dari rumah sakit. Ustad Fariz dan yang lainnya menemani Rani untuk nenemui Kak Reno di tahanan, "tanyaku kepada Ustad Fariz.


"Lho nak Rani untuk apa Lagi bertemu dengan Nak Reno?,"tanya Bik Siti yang terlihat kaget dengan keinginanku.


"Iya Ran. Kamu kenapa ingin bertemu dengan Kak Reno. Nanti jika dia melakukan hal-hal yang buruk lagi kepadamu bagaimana?,"tanya Wirda dengan penuh kecemasan juga.


" Aku ingin secara langsung memberikan surat gugatan perceraianku kepada Kak Reno, " ucapku kepada Wirda.


"Iya Wir. Insya Allah aku sudah yakin dan membulatkan tekadku untuk segera mengakhiri pernikahan paksa Ini dan menjauh dari keluarga Suprapto,"ucapku kepada Wirta lagi.


"Namun sebelum itu maukah Ustad Fariz membantu Rani mengurus surat-surat perpisahanku kepada dengan KakReno?,"tanyaku kepada Ustad Fariz.


"Dek Rani tenang saja, saya akan menyiapkan pengacara khusus untuk membantu Dek Rani melakukan gugatan cerai kepada Dek Reno secepat mungkin. Dan saya juga akan siap menemani Dek Rani menemui Dek Reno untuk menghindari sikap kasar dan hal yang tidak terduga yang dapat dilakukan Dek Reno terhadap diri Dek Rani, " ucap Ustad Fariz.


"Insya Allah keputusan yang Dek Rani ambil adalah keputusan yang terbaik dan saya harap Dek Rani jangan berpikiran macam-macam lagi, jangan merasa takut dan jangan merasa sendiri. Sebab kami semua ada di sini menemani dan selalu mendukung Dek Rani.Untuk itu Dek Rani harus kuat dan terus berusaha secara optimis menjalani kehidupan seperti semula sambil menunggu ada donor mata untuk kesembuhan penglihatan Dek Rani.Sehingga penglihatan Dek Rani dapat kembali seperti semula. Namun sebelum itu Dek Rani harus sabar dan tidak boleh menyerah ,"ucap Ustad Fariz dengan pelan dan lembut kepadaku.


"Iya Ustad Fariz, "ucapku sambil menganguk.


Ustad Fariz tersenyum mendengar ucapanku begitu pun yang lainnya.


"Baiklah kalau begitu sebaiknya Dek Rani masuk lagi ke dalam ruang rawat inap untuk beristirahat kembali sebelum mempersiapkan diri untuk pulang ,"ucap Ustad Fariz kepadaku.


Dan tidak lama kemudian Wirda mendorong kursi rodaku menuju ruang rawat inap di tempat semula aku dirawat .Diikuti oleh semua orang yang menemaniku.


Kali ini aku merasa jauh lebih tenang dan baik dari sebelumnya.


Meskipun Allah telah mengambil penglihatanku. Tetapi Allah tidak membiarkan diriku sendiri dan kesepian menjalani ujian ini.

__ADS_1


Ada orang-orang baik yang terus bersamamu yaitu Wirda, Bik Siti, Pak Budi, Kak Roy, Ustad Fariz yang selalu mendukung dan memberikan semangat kepadaku menjalani kehidupanku sekarang.


__ADS_2