
Tidak ada satu pun manusia di muka bumi ini yang bisa meramalkan masa depan, sekali pun dalam waktu satu detik ke depan.
Oleh karena itu lah, aku membiarkan kehidupan mengalir secara alami, sama seperti halnya diri ku yang menerima kenyataan hidup dan menghadapinya tanpa harus melawan takdir, yaitu menerima skenario yang telah Allah Subhanahu Wa Ta'ala tetap kan atas diri ku dengan menerima lamaran Kak Reno untuk menjadi istrinya kembali.
Dimana diri ku tidak perlu marah dan menolak hal-hal yang telah terjadi,meskipun hal itu sangat menyakitkan bagi ku juga teramat berat untuk ku terima.
Tetapi,aku percaya setiap masalah pasti akan mendewasakan diri ku dan akan menemukan solusinya sendiri,dengan berjalan nya waktu. Karena, di balik setiap peristiwa, akan ada hal-hal baru yang bisa ku mengerti ,ketika diri ku sudah bisa merelakan kenyataan sebagai sebuah kenyataan, bukan lagi sebagai mimpi.
Seperti halnya yang sedang terjadi saat ini...
Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Ummah, Abi dan Enjid untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan kilat dan cepat. Karena tidak ada keraguan ku akan hal itu.
Ummah dan Wirda merapikan pakaianku. Sengaja aku meminta kepada Ummah, agar penampilan ku terlihat sederhana dan tidak berlebihan.
Ummah,Bik Inah dan Wirda menemani diriku berada di ruang masjid, sembari menunggu Kak Reno mengucapkan prosesi ijab qabul. Ummah sengaja meminta di lakukan ijab qabul dilaksanakan di masjid ini, karena menurut beliau masjid adalah sebagai simbol tempat suci untuk menunaikan salah satu kewajiban tiap manusia. Selain itu, alasan lain memilih ijab qabul di masjid ini, dikarenakan arsitektur atau gaya bangunan masjid yang menarik, dan memiliki pemandangan alam yang sangat indah dan memukau mata.
Perasaanku tenang dan damai, tidak ada rasa tegang atau kegelisahan. Mungkin karena rasa ikhlas yang ku tanamkan pada hatiku, sehingga jiwaku dengan lapang menerima takdir dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Ummah terus mengusap punggung ku pelan dan penuh kelembutan,juga memastikan diri ku dalam keadaan yang baik-baik saja. Tidak berapa lama kemudian terdengar suara gemuruh orang-orang yang mengucapkan kata SAH! SAH! SAH!.
Ummah, Wirda dan Bik Inah tersenyum lalu bergantian menghampiri diri ku, sembari mengucapkan rasa syukur, akan lancar nya proses ijab qabul yang berlangsung.
__ADS_1
Ummah memegang wajahku dengan kedua jemari tangan nya, dan menatap ku penuh haru.
"Baarakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoirin.Semoga Allah memberkahimu dalam segala hal (yang baik) dan mempersatukan kamu berdua dalam kebaikan.Selamat menempuh kehidupan yang baru putri kesayangan ku.
Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala selalu menjagamu dan memberikan keberkahan dalam pernikahanmu, " ucap Ummah dengan bibir bergetar lalu memeluk diri ku dengan air matanya yang mengalir perlahan.
"Aamiin ya rabbal'alamiin, " jawabku sambil membalas pelukan Ummah.
"Apa pun yang terjadi kamu adalah putri Ummah sayang, meski kini engkau telah menikah dengan Reno, " imbuh Ummah sambil melepaskan pelukan nya dariku dan memegang pipiku dengan jemari tangannya.
"Sayang, momen pernikahan mu adalah hal yang sangat Ummah dan kami semua tunggu -tunggu selama ini. Ummah sangat bahagia tetapi juga penuh keharuan, karena berakhirlah tugas Ummah dan Abi untuk menjaga dirimu. Tetapi, InsyaAllah kami semua yakin dan percaya. Jika Reno adalah pasangan yang tepat untuk mu nak, "tutur Ummah mencium kening ku dan mengusap kepalaku dengan penuh kasih sayang.
Aku merasakan kesedihan yang bercampur dengan rasa bahagia dalam parasnya. Lalu, Ummah menyeka air matanya sembari mendo'akan diri ku.
Semoga Allah mengumpulkan kesempurnaan kalian berdua, membahagiakan kesungguhan kalian berdua, memberkahi kalian berdua, dan mengeluarkan dari kalian berdua kebajikan yang banyak."
Ummah dan Wirda lalu mengapit diri ku di kedua sisi, untuk keluar dari ruangan tempat ku berada menuju ke tempat berkumpul nya orang-orang yang menyaksikan proses ijab qabul yang telah selesai Kak Reno ikrarkan.
Ku tarik napas panjang dan dalam, dengan membasahi lisanku dengan dzikir.
Manusia hanya bisa meminta kepada siapa ia ingin di persatukan, tetapi semua hak itu adalah milik dari Allah yang menentukannya. Begitu pula yang terjadi pada diriku, dimana ikatan ini terjadi karena kehendak Nya dan tak ada satu orang pun yang dapat menentang apapun yang menjadi keputusan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, termasuk diri ku sendiri.
__ADS_1
Allah telah merencanakan kehidupan ku terus berlanjut,untuk menghabiskan waktu dengan Kak Reno di sisa kehidupan ku, tapi diri ku pun tidak bisa menjamin pasti bisa hidup berapa lama menjadi pasangan hidup nya. Apa pun yang terjadi sekarang,aku hanya berusaha menikmati kehidupan yang ku miliki, bersyukur dan berbahagia dengan segala yang diri ku punya ,agar membawa diri ku pada hakikat kehidupan yang sesungguhnya.
Dimana kehidupan hanyalah sementara. Karena suatu saat semua yang bernyawa pasti akan mati dan kembali kepada pencipta-Nya. Untuk itu, aku berusaha menjalani hidup dengan penuh arti keikhlasan.Setidaknya, diri ku
dapat kembali membawa kenangan baik dan tidak terlupakan, yaitu membuat kebahagiaan di wajah Ummah, Abi dan Enjid.
Kaki ku terus melangkah dan melihat ke sekitar yang kurang lebih ada sekitar tiga puluh orang yang hadir. Kak Reno memandangi diri ku dengan tatapannya yang lekat dan matanya yang berkaca-kaca. Pandangan kami bertemu, tetapi dengan segera ku tundukkan pandangan ku darinya. Tiba-tiba Kak Reno membalikkan badan dan menangis tersedu-sedu seusai melaksanakan ijab qabul.Dan melihat kedatangan ku untuk bertemu dengannya.
Semua orang terkejut akan sikap Kak Reno hingga Abi berjalan mendekati Kak Reno,dan bertanya padanya.
"Ada apa Reno? Kenapa kamu menangis seperti itu?, " tanya Abi khawatir sambil menepuk pundak Kak Reno pelan.
Suara tangis Kak Reno semakin pecah.
Sambil menatap Abi, Kak Reno pun berkata, "Aku menangis tersedu-sedu, sebab terharu melihat kedatangan Rani yang sangat ku cintai, kini telah kembali lagi pada ku,Abi....hiks..hiks..hiks...,"ungkap Kak Reno.
Abi tersenyum dan mengusap pundak Kak Reno,sembari menyeka air mata keharuannya.
"Reno,kamu lah pria yang telah Allah Subhanahu Wa Ta'ala pilih untuk menjadi imam bagi putri Abi yaitu Rani. Dimana kamu akan bertanggung jawab penuh terhadap dirinya baik di dunia maupun di akhirat.Maka bahagiakan dan jagalah dia, dengan sebaik-baiknya. Dan jangan biarkan dia pergi lagi dari kehidupan mu. Sebab, kesempatan tidak akan pernah datang secara terus menerus. Maka pesan Abi, lakukan yang terbaik dengan mencintainya sepenuh hati, dan mengharap ridho Allah.
Baarakallahu lakum wa baraka alaikum. Semoga Allah memberikan keberkahan bagi kalian dan melimpahkan keberkahan atas kalian, " tutur Abi pada Kak Reno.
__ADS_1
Abi lalu menuntun Kak Reno untuk duduk kembali.
Melihat hal itu membuat semua orang yang hadir ikut merasakan perasaan haru dan emosional.Semua orang pun ikut merasakan rasa bahagia berpadu keharuan, yang di rasakan oleh Kak Reno.