Jodoh Pilihan Tuhan

Jodoh Pilihan Tuhan
Rupanya Kak Roy.


__ADS_3

Di saat aku dan Kak Reno tengah berpikir keras mencari jalan keluar dari tempat ini. Tiba-tiba pandangan ku dan Kak Reno di alihkan dengan kedatangan sebuah mobil.


Gelap dan terlihat samar dalam suasana yang remang-remang.


Aku dan Kak Reno diam menunggu sambil mengamati mobil yang baru saja datang, dengan suara mesin mobil nya yang masih menderu.


"Mengapa kita hanya diam saja di sini Ran?. Ayo sekarang kita bergegas pergi Ran.


Selagi keadaan masih mendukung kita untuk segera meninggalkan tempat ini, " ucap Kak Reno pada ku.


Tetapi aki masih terdiam dan fokus melihat kedatangan mobil yang baru saja datang.


"Ran!, " bisik Kak Reno pelan.


Pintu mobil terdengar terbuka, lalu dari kejauhan ku lihat dua orang turun dari mobil tersebut.


Kak Reno terus memanggil ku berulang-ulang, tetapi aku seakan tidak peduli dan terus fokus melihat kedatangan dua orang yang baru saja turun dari mobil.


Aku masih berusaha untuk melihat kedua orang tersebut dalam pencahayaan yang redup dan samar.


Brugh.


Pintu mobil tertutup.


Kedua orang tersebut berjalan menuju ke dalam rumah.


Langkah mereka terlihat cepat dan terburu-buru. Hingga salah seorang laki-laki bertubuh besar keluar dari dalam rumah dan segera menghampiri kedua nya.


Dari kejauhan aku dapat mendengarkan percakapan mereka. Dimana laki-laki bertubuh besar itu memberitahukan kepada kedua orang yang baru saja turun dari mobil. Jika aku dan Kak Reno berhasil kabur dari ruangan tempat mereka menahan kami.


Kedua orang tersebut yang mendengar kabar dari laki-laki bertubuh besar itu langsung berteriak keras dan marah.


"Apa saja yang kalian lakukan hingga mereka berdua terus dapat kabur ?.


Hah!, " bentak laki-laki yang turun dari mobil.


Laki-laki bertubuh besar itu menundukkan kepalanya dan meminta maaf pada laki-laki yang turun dari mobil.


"Maaf kan karena kelalaian kami bos. "

__ADS_1


"Sekarang bagaimana pun caranya cari dan temukan mereka dengan segera. Aku yakin mereka berdua pasti masih berada di sekitar sini, " sahut laki-laki yang di panggil bos.


"Baik bos, " balas laki-laki bertubuh besar itu sambil menundukkan kepalanya dan berlalu pergi.


Aku terus mengamati laki-laki yang di panggil bos itu.


"Kak Reno suara laki-laki itu tidak asing bagi ku, " ucap ku pada Kak Reno.


Kak Reno pun juga turut mengamati laki-laki yang di panggil bos tersebut.


"Benar Ran. Dan dari siluet bayangan tubuhnya aku juga seperti mengenali sosoknya, " kata Kak Reno serius.


Aku dan Kak Reno tetap bersembunyi hingga menunggu waktu yang tepat untuk kami berdua dapat segera kabur dari tempat ini.


Dan tiba-tiba ke dua orang yang turun dari mobil itu berjalan mendekati api unggun yang tidak jauh dari tempat persembunyin ku dan Kak Reno.


Gelap dan masih samar pandangan mata ku terhalang oleh cahaya untuk melihat paras kedua nya.


Langkah kedua orang itu semakin dekat menuju ke arah kami.


Kemudian keduanya duduk di kursi kayu panjang di dekat api unggun yang menyala dalam drum besi.


Aku dan Kak Reno belum dapat melihat dengan jelas paras mereka yang duduk membelakangi ku dan Kak Reno.


"Kita sudah terlalu lama berada di sini Ran. Ayo kita lekas pergi dari sini, " ajak Kak Reno sambil mengenggam jemari tangan ku.


"Sebentar lagi Kak Reno. Aku penasaran pada sosok laki-laki itu yang telah menculik kita kemari. Sepertinya aku mengenal dirinya, " sahut ku.


"Iya Ran, aku mengerti akan keinginan mu. Tetapi kita harus segera meninggalkan tempat ini sebelum lampu kembali menyala lagi, " pinta Kak Reno pada ku.


Aku pun tidak dapat menolak keinginan Kak Reno. Dan di saat aku juga Kak Reno tengah ingin bersiap-siap untuk mengendap-endap melewati rimbunnya tanaman di halaman rumah itu.


Aku dan Kak Reno di kejutkan akan paras sosok kedua orang yang tengah duduk di dekat api unggun itu.


Sambil menahan tangan Kak Reno aku pun berusaha untuk memberitahunya.


"Kak Reno lihat!. Siapa laki-laki yang mereka panggil bos itu, " ucap ku seraya berbisik pada Kak Reno.


Aku dan Kak Reno sangat terkejut juga begitu shock dengan apa yang kami lihat baru saja.

__ADS_1


"Bagaimana bisa semua ini terjadi?, " kata ku lagi dengan lemas.


Kak Reno terus memegangi tanganku dan meminta ku untuk tidak berbuat sesuatu yang dapat membahayakan keselamatan diri ku.


"Ayo Ran, tidak penting lagi untuk kita mengetahui semua tentang nya. Saat ini kita harus segera pergi dari tempat ini secepatnya, " ujar Kak Reno serius.


Aku pun hanya terus diam dan menuruti Kak Reno yang terus menuntun ku keluar dari halaman rumah ini.


Dingin dan beku itu yang ku rasakan saat ini.


Tanpa ku sadari Kak Reno telah berhasil membawa kami berdua keluar dari rumah yang telah menahan kami.


Aku masih terpaku dan begitu tersentak hebat.


Setelah mengetahui jika laki-laki yang dipanggil oleh pria bertubuh besar yang menculik ku dan Kak Reno adalah Kak Roy.


Hati ku begitu terluka dan sakit.


"Mengapa Kak Roy begitu tega melakukan semua hal ini?. " tanya ku di dalam hati dengan terus berpikir.


Kak Reno seakan memahami rasa kegelisahan dan keterkejutan pada diri ku.


Dengan cepat dan perlahan Kak Reno segera mendekap tubuh ku masuk ke dalam pelukan nya.


Aku menangis di dalam dekapan Kak Reno, untuk semua hal yang telah terjadi kepada diri ku dan juga Kak Reno.


Kini aku menyadari mengapa saat itu Kak Roy tidak menyakiti ku, dan justru menyakiti Kak Reno. Karena tujuannya sejak awal melakukan penculikan ini adalah untuk menyakiti Kak Reno dan memisahkan nya dari ku.


Air mata ku terus mengalir tiada henti, setelah mengetahui kebenarannya.


Kak Reno terus berusaha membuat diri ku tenang dan tidak tertekan.


"Ran, sudah jangan menangis. Semua sudah terjadi dan alhamdulillah kita berdua dalam keadaan yang baik-baik saja. Kita menunggu di sini, sampai Ummah datang bersama dengan pihak kepolisian untuk menjemput kita. Sekaligus menangkap orang-orang yang telah berusaha untuk mencelakakan kita berdua. yaitu termasuk juga dengan Roy dan bude nya, " tutur Kak Reno sambil mengusap kepala ku dengan lembut .


Aku tidak dapat berkata-kata dan terus membenamkan diri ku di dalam pelukan Kak Reno.


Kebenaran ini begitu sangat membuatku terpukul dan terguncang begitu sangat hebatnya.


"Kak Roy mengapa kamu tega melakukan semua hal ini?, " ucap ku di dalam hati dengan perasaan sangat terluka.

__ADS_1


__ADS_2