
"Aku ingin mendapatkan jodoh yang baik dan membawa dirimu kembali di dalam kehidupan ku lagi Ran, sehingga aku secara terus menerus meperbaikil diri ku.Dengan Hidup sesuai ajaran Islam dan Sunnah Nabi-Nya.Supaya aku dapat menjadi laki-laki yang sholeh dan pantas bersanding dengan wanita yang sholehah seperti dirimu, " ucap Kak Reno lagi sebelum pergi.
Kemudian, ia pun berjalan menjauh dan membiarkan diri ku untuk memikirkan apa yang telah ia katakan padaku.
Aku pun masih diam sembari memandangi dirinya yang berjalan menjauh dari ku.
"Seharusnya aku yang membuat nya berpikir, bukan malah sebaliknya diri ku, " batinku di dalam hati.
Kali ini ia tak menoleh sedikit pun ke arahku dan pandangan ku terus mengawasinya dari belakang.
Nyesss,,,,,
Hatiku merasakan sesuatu memikirkan semua perkataannya pada diri ku.
Pandangan ku alihkan dari mengawasinya, dan melihat langit biru berwarna cerah sembari bersamaan melihat laut dengan deburan ombaknya yang tenang dan menentramkan hati ku. Di tambah dengan
semilir angin pantai yang berhembus, menambahkan kesejukan bagi hati ku yang gundah. Aku pun menghirup udara sejuk nan segar, yang semakin menambah rasa lega perasaan di dalam dada.
Melihat langit berwarna biru cerah saja sudah bisa membuat hati ini bahagia. Apalagi ditambah udara sejuk dan segar untuk dihirup, tambahlah lega perasaan di dada.
Langit begitu cantik dan seakan tersenyum pada diri ku, dengan warna biru cerahnya yang membawa damain dan ketenangan yang syahdu, meski suasana hatiku sedang sendu.
Aku pun lalu beranjak dari tempat ku , dimana ku rasakan Allah menuntun langkah kaki ku untuk mendekat kan diriku padanya.
Ku ambil air wudhu lalu ku laksanakan Sholat istikharah.
Semua orang masih tegang menunggu diri ku kembali, setelah melihat Kak Reno telah kembali.
"Kemana Rani? Reno? Mengapa ia tidak kembali bersama dengan dirimu?, " tanya Ummah melihat ke sekitar pintu masuk masjid.
Kak Reno tersenyum dan menunjukkan sikap tenangnya, "Rani sedang berpikir Ummah. Dan saya membiarkan dirinya untuk menetapkan pilihannya, untuk kelanjutan hubungan saya dengannya. "
"Bagaimana jika dia tidak mau menikah dengan diriku Nak Reno?, " tanya Ummah khawatir dan cemas.
"Apa pun yang terjadi InsyaAllah saya ikhlas Ummah, apa pun keputusan Rani akan saya terima dan tidak akan mempengaruhi perasaan dan cinta saya kepada dirinya, " jawab Kak Reno pelan.
Ummah terdiam beberapa saat mendengarkan perkataan Kak Reno.Lalu melihat ke arah Kak Reno.
"Saya tahu semua sulit dan tidak mudah bagi Rani. Tetapi InsyaAllah saya yakin, kamu adalah laki-laki yang tepat untuk mendampingi dan menjaga putri saya Rani. Semoga Allah mempermudahkan penyatuan hubungan kalian dalam ikatan suci pernikahan lagi. "
"Aamiin ya rabbal'alamiin, " sahut Kak Reno, Wirda dan Bik Inah bersama.
Setelah itu Kak Reno berjalan meninggalkan Ummah ,Wirda dan Bik Inah, lalu kembali menghampiri Abi, Enjid dan yang lainnya.
__ADS_1
Pandangan Ummah terus melihat ke arah Kak Reno dan pintu masuk masjid.
Perasaan cemas dan khawatir menyergap diri Ummah. Wirda yang melihat hal itu, segera memeluk Ummah sebentar sembari mengatakan, "Ummah harus tenang dan yakin, InsyaAllah semua akan baik-baik saja. Allah sendiri yang akan menuntun hati dan pikiran Rani, dalam memilih kebaikan akan pilihan jodoh terbaiknya. "
Ummah mengangguk dan membalas pelukan Wirda, "Iya sayang. "
Mereka berdua tersenyum dan membagi perasaan untuk meyakinkan diri masing-masing.
Tidak lama kemudian, aku pun sudah turun dari lantai atas masjid dan berjalan menghampiri Ummah.
Ummah menatap kedatangan diriku dan segera mendekati ku bersama Wirda.
"Dari mana saja kamu sayang? Ummah sangat mengkhawatirkan dirimu?, " ucap Ummah sambil memegang tangan ku.
Aku memandangi Ummah sejenak, dan bertambah risau Ummah melihat ku.
"Ada apa sayang? Apa yang terjadi? Katakan?, " tanya Ummah ingin tahu.
Wirda pun mendekat padaku dan juga bertanya, "Iya Rani. Apakah kamu baik-baik saja?. "
Aku masih diam memandangi wajah Ummah dan Wirda bergantian. Dimana Ummah dan Wirda pun saling melemparkan tatapan mereka, setelah melihat sikap ku.
"Ada apa Rani? Tolong jangan membuat Ummah khawatir sayang, " pintar Ummah padaku.
Ku pejamkan mataku sebentar, sembari menarik napas panjang dan dalam.
Ummah, Wirda dan Bik Inah menatapku dalam juga serius.
Kemudian, ku raih jemari tangan Ummah dan berkata, "Ummah, " panggil ku pelan.
"Iya sayang, katakan , " jawab Ummah.
Aku dan Ummah menatap serius.
"Bismillah, Rani siap menikah dengan Kak Reno pada hari ini juga Ummah, " kataku.
Ummah masih terperanjat dan seakan-akan tidak percaya dengan kata-kata ku.
"Benarkah itu, sayang?, " tanya Ummah memastikan sambil melihat ke arah ku dan Wirda secara bergantian.
Aku mengangguk pelan, "Iya Ummah. "
Dengan kedua mata yang berkaca-kaca Ummah langsung memeluk diriku penuh keharuan.
__ADS_1
"Alhamdulillah ya Allah, " ucap Ummah penuh syukur dalam deru keharuan memeluk diri ku.
Begitu pula dengan Wirda dan Bik Inah yang turut dalam kebahagiaan yang membuat haru paras mereka.
Ummah memegang wajah ku dengan kedua tangannya, lalu mencium kening ku, "Ummah sangat senang sekali akan keputusan yang engkau ambil nak. Baikla kalau begitu, Ummah akan memberitahu kan keputusan mu kepada Abi dan Enjid, untuk mempersiapkan semuanya. "
Aku mengangguk pelan memandang Ummah.
"Wirda, kamu temani Rani ya sayang, " pinta Ummah sambil mengusap kepala Wirda.
"Iya Ummah, tentu, " sahut Wirda tersenyum.
Ummah pun berjalan menghampiri Abi dan Enjid, setelah berpamitan dengan diriku, Wirda dan Bik Inah.
Aku pun memandangi Ummah yang berjalan, lalu Wirda menarik tanganku perlahan untuk duduk.
Aku pun mengikutinya dan duduk berhadapan dengan Wirda.
"Rani!, " panggil Wirda serius menatap diri ku
Aku mengangguk.
"Apakah kamu yakin dengan keputusan mu ini, Rani?, " tanyanya dengan raut wajah cemas pada ku.
Aku mengangguk lagi.
Wirda memegang pipi ku.
"Aku sangat berharap engkau mendapatkan kebahagiaan dengan pernikahan mu ini Rani. Apapun pilihan yang dirimu ambil, aku akan selalu mendukung mu, " ucap nya pelan.
"Terima kasih Wirda, " kataku.
Wirda menatap ku dalam lagi.
"Jika boleh tahu, apa yang membuat dirimu tiba-tiba mau menikah dengan Kak Reno hari ini juga Rani? Apakah ada sesuatu yang engkau sembunyikan? Apakah kamu melakukan ini semua karena Abi dan Enjid, untuk melihat mereka bahagia?....
Wirda terus menghujani diri ku dengan berbagai macam pertanyaan. Namun,dengan segera aku pun menghentikan perkataannya yang penuh dengan keresahan akan sikap ku.
Aku memandang nya.
" Wirda, apa pun yang ku putuskan pada hari ini. InsyaAllah, sudah ku serahkan sepenuhnya pada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Terlepas akan baik atau buruk nya pilihanku, aku percaya pada Rencana Nya, "kataku.
Wirda mengangguk lalu memeluk diri ku dengan air mata keharuan nya.
__ADS_1