
Setelah kurang lebih lima jam kemudian, aku mulai tersadar dari pengaruh obat bius.Ummah dan Bik Siti segera menghampiriku.Sementara Ustad Fariz langsung memanggil dokter untuk memberi tahukan jika diriku sudah tersadar, supaya dokter segera memeriksa kondisiku.
Aku masih dalam keadaan lemah dan lesu,saat dokter dengan bantuan perawat datang memeriksa kondisiku.
Semua orang menunggu dengan harap-harap cemas dan gelisah.
Setelah dokter selesai memeriksa keadaanku,dokter lalu bergabung duduk dengan Ustad Fariz dan anggota keluarga lainnya di sofa tunggu.
" Bagaimana dok keadaan Dek Rani?," tanya Ustad Fariz tidak sabaran.
"Alhamdulillah kondisi Dek Rani sejauh ini baik.Setelah saya memeriksa kondisi Dek Rani pasca menjalani operasi pencangkokkan kornea mata tidak saya temukan indikasi pendarahan durasi pasca operasi, atau pun kebocoran pada ruang mata anterior, atau peradangan dan infeksi pada mata.Sehingga dapat saya simpulkan tidak adanya kemungkinan reaksi penolakan (rejection reaction) kornea yang dicangkokkan pada mata Dek Rani, karena organ yang dicangkok merupakan organ dari orang lain sehingga sangat riskan terjadi gangguan atau infeksi.Namun,sejauh ini hal tersebut tidak terjadi,"jelas dokter.
Ustad Fariz terlihat begitu senang dan bahagia mendengar kabar baik yang dokter sampaikan.Lalu ia memanjatkan doa kepada Allah subhanahu wa ta'ala atas limpahan rahmatNya kepada diriku.
"Alhamdulillahi robbil alamiin. Allaahummaftah lanaa min khazaa-ini rahmatika laa tu'adz- dzibnaa ba'dahaa abadan fid-dunyaa wal aakhirati, wa min fadlikal waasi'i rizqan halaalan thayyiban, wa laa tufqirnaa ba'dahu ilaa ahadin siwaaka abadan, taziidunaa laka bihaa syukran wa ilaika faaqatan wa faqran, wa bika 'amman siwaaka ghinan wa ta'affufan.
Ya Allah, bukakanlah pintu rahmat-Mu dari gudang-gudang rahmat-Mu untuk kami, janganlah siksa kami selamanya setelah kami mendapatkan rahmat itu di dunia maupun di akhirat. Dan dari karunia-Mu yang Maha Luas, rezeki yang halal serta baik untuk kami. Setelah itu, janganlah Engkau membuat kami membutuhkan orang lain selain-Mu selamanya, sebab rahmat dan karunia-Mu, membuat kami semakin bersyukur kepada-Mu, dan semakin membutuhkan-Mu, dan semakin tidak membutuhkan orang lain selain Engkau ya Allah. Aamiin ya robbal alamin."
"Aamiin Allahhumma Aamiin," sahut yang lainnya.
" Lalu apakah Rani masih harus dirawat di rumah sakit atau bisa langsung pulang dok?," tanya Ummah.
"Sebenarnya pasien dapat pulang di hari yang sama atau one day care operation.Sebab tidak ada indikasi infeksi medis pasca operasi."
Ummah menatap Abi dan Enjid.
"Bagaiamana Abi dan Enjid,apakah kita membawa Rani pulang atau menunggu satu hingga dua hari perawatan di rumah sakit?," tanya Ummah.
"Abi ikut saran dokter saja Ummah,mana yang terbaik untuk Rani," sahut Abi.
" Kalau menurut Enjid,kita tunggu 1x24 jam dulu,supaya kita memastikan kondisi Rani benar-benar baik sepenuhnya.Baru setelah itu kita meminta dokter untuk chek-up ulang kondisi Rani,sebelum kita membawanya pulang ke rumah.Enjid tidak ingin ada sesuatu hal yang membahayakan terhadap kondisi Rani.Bagaimana dok?," tanya Enjid kepada dokter.
"Seperti itu juga tidak apa- apa Pak," sahut dokter.
Dan semua orang pun setuju akan usulan dari Enjid.
"Lalu jika Rani dibawa pulang bagaimana dengan perawatannya dok?," tanya Ummah.
Dokter melihat ke arah Ummah dan menjelaskan akan kebingungan Ummah.
"Nanti Dek Rani dianjurkan untuk kontrol pada hari ke-1, hari ke-7, bulan ke-1, dan bulan ke-3 pasca operasi.Dan nanti saya akan memberikan kartu untuk jadwal kontrol Dek Rani,Bu.Dalam jadwal kontrol akan dilakukan pemeriksaan mata secara keseluruhan, meliputi pemeriksaan visus, anterior mata dengan lampu celah, posterior mata dengan funduskopi, serta pemeriksaan penunjang lain yang dibutuhkan. Dan nanti apabila hasil pemeriksaan kondisi kornea Dek Rani dinyatakan baik dan tidak ada infeksi atau peradangan, maka kontrol berikutnya dapat direncanakan setiap 6 bulan sekali,Bu."
Ummah menganggukkan kepalanya.
"Oh,iya baiklah Dok.Saya mengerti.Lalu kapan Rani akan dapat melihat kembali dok?," tanya Ummah lagi.
"Umumnya, pasien akan mulai mengalami perbaikan kondisi dan pengembalian fungsi penglihatan dalam waktu 2–6 bulan pasca tindakan operasi pencangkokkan kornea. Namun,hal itu sangat tergantung dengan faktor yang menyertainya, seperti toleransi imunologis dan peradangan yang terjadi pada bilik depan mata.Jadi penglihatan Dek Rani dapat berfungsi seperti semula tergantung akan kondisi dari matanya sendiri Bu," jelas dokter detail.
"Oh ya Dok,baiklah jika begitu.Terima kasih untuk penjelasannya," kata Ummah.
"Iya sama- sama bu,kalau begitu saya permisi dulu untuk mengecek keadaan pasien yang lain," ucap dokter sambil siap untuk beranjak berdiri.
"Oh iya silahkan dok," balas Ummah.
Setelah pamit dengan semuanya dokter bersama perawat yang menemaninya keluar dari ruangan tempatku dirawat.
Kemudian semua orang bergegas melihat kondisiku yang masih terbaring di ranjang pasien ditemani Bik Siti.
Ummah menggenggam jemariku seraya mengusap kepalaku.
" Bagaimana keadaan Rani sekarang Nak? ," ucap Ummah pelan kepadaku.
__ADS_1
"Alhamdulillah baik Ummah,dan sedikit lemas mungkin pengaruh obat bius," jawabku.
"Rani mau minum nak?," tanya Ummah.
" Iya Ummah boleh,Rani juga merasa haus."
Lalu Ummah dibantu Bik Siti membantuku untuk duduk.Sementara itu, Ustad Fariz bersama Kak Rafa menyetel ranjang pasien tempatku berada sekarang agar dapat menunjang kenyamanan posisi dudukku.
Ummah memasukkan sedotan ke dalam botol plastik air mineral dan mendekatkan ke bibirku.
" Bismillahirohmanirohim,"ucapku pelan lalu menghisap air dari sedotan di dalam botol air mineral.
"Alhamdulillah," ucapku lagi.
MasyaAllah rasanya tenggorokkanku tidak terasa begitu kering lagi setelah minum.
"Rani ingin makan sesuatu?," tanya Ummah lagi kepadaku.
"Nanti saja Ummah.Rani belum merasa lapar dan juga belum selera untuk makan," jawabku.
" Ya sudahlah nanti kalau Rani merasa lapar.Rani bilang ya kepada Ummah atau Bik Siti, dan jika Rani ingin makan sesuatu Rani juga katakan saja. Nanti biar Rafa atau Fariz yang akan membelikannya.Dan Ummah berharap Rani tidak usah merasa malu atau merasa merepotkan yang lain ya Nak," ucap Ummah dengan lembut sambil mengusap kepalaku. Aku pun mengangguk.
"Iya Ummah. Terima kasih ya Ummah,"sahutku pelan.
" Iya sama-sama Nak," balas Ummah.
"Syafakallahu saqamaka, wa ghafara dzanbaka, wa 'afaka fī dinika wa jismika ila muddati ajalika.
Wahai Nur'aini azzahra, semoga Allah menyembuhkanmu, mengampuni dosamu, dan mengafiatkanmu dalam hal agama serta fisikmu sepanjang usia.Aamiin." sela Enjid.
"Aamiin ya robbal alamiin," ucap kami semua bersamaan.
"Terima kasih Enjid untuk doa dan perhatiannya,"kataku lirih.
"Rani tidak perlu mengucapkan terima kasih,Enjid senang sebab proses operasi Rani lancar.Harapan Enjid dan semua orang yang ada di sini menginginkan Rani agar dapat melihat kembali seperti semula."
Kemudian Abi mendekat ke arah Ummah.
"Ummah,Abi belum mendo'akan Rani.Bisa Ummah bergeser sedikit sebentar," pinta Abi.
Ummah tersenyum,"Tentu saja Abi," sahut Ummah sambil memegang lengan Abi dengan lembut.
Abi pun membalas senyuman Ummah dengan tatapan penuh kasih sayang.Lalu Abi pun memanjatkan do'a untukku,sambil memegang kepalaku.
"Bismillah, bismillah, bismillah. U'idzuka bi izzatillahi wa qudratihi min syarri ma ajidu wa uhadziru. As’alullahal 'adhima rabbal 'arsyil 'adhim an yasyfiyaka.
Dengan nama Allah, dengan nama Allah, dengan nama Allah, aku lindungi kamu berkat kemuliaan Allah dan qudrah-Nya dari kejahatan barang yang aku rasakan dan yang aku khawatirkan. Aku memohon kepada Allah Yang Maha Besar, Tuhan Arasy yang maha besar agar Dia menyembuhkanmu.Aamiin."
"Aamiin Ya Mujibassailin.Terimalah doa kami, Wahai engkau Tuhan yang mengabulkan segala permintaan orang yang meminta,"sahut Ustad Fariz.
MasyaAllah,aku begitu terharu akan kebaikan dan kasih sayang dari keluarga Ustad Fariz kepadaku.Ya Allah nikmat yang sungguh luar biasa Engkau berikan kepadaku,dengan mengelilingi kehidupanku dengan banyak orang - orang yang baik dan peduli padaku.Aku pun memanjatkan do'a di dalam hati;
Rabbi aw zi’niy an asykura ni’matakallatiy an’amta ‘alayya wa’alaa waalidayya wa an a’mala shaalihan tardhaahu wa adkhilniy birahmatika fiy ‘ibadikashshaalihiin.
Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.
Alhamdulillahi rabbil 'alamin khamdan katsira yuwafi ni'amahu wa yukafiu mazidahu.
Segala puji Allah Tuhan semesta alam, pujian yang sebanding dengan nikmat-nikmat-Nya dan menjamin tambahannya.
Ucapku bersyukur atas nikmat kemudahan dan keberkahan yang senantiasa Allah Subhanahu Wa Ta'ala limpahkan kepada diriku.
__ADS_1
" Oh ya Ummah, di mana Wirda? sejak tadi Rani tidak mendengar suara Wirda berada di ruangan ini, "tanyaku kepada Ummah.
" Wirda pulang ke rumahnya Nak, saat kamu menjalani operasi pencangkokan kornea Rafa mengantarnya pulang. Sebab orang tuanya sudah pulang dari luar kota, kemungkinan nanti Wirda juga akan menyusul kemari, "jawab Ummah kepadaku. "Terima kasih atas informasinya Ummah, "ucapku.
" Ya sudah jika begitu Rani istirahat dulu ya, nanti Jika Rani merasa haus atau lapar. Rani bisa panggil Ummah atau Bik Siti ya Nak, "ucap Ummah sambil membelai kepalaku dengan lembut .
"Iya Ummah, "jawabku pelan.
Tidak lama kemudian Abi dan Enjid keluar untuk mengurus pekerjaan mereka. Sementara Ustad Fariz dan Ummah mencari makanan dan kudapan keluar rumah sakit, dan tinggal Bik Siti dengan Kak Rafa yang menemaniku di dalam ruangan.
"Ran,ada yang Kak Rafa ingin katakan padamu?, " ucap Kak Rafa yang duduk pada kursi di samping ranjang pasien tempatku duduk sekarang.
"Iya Kak katakan saja. Pasti mengenai Wirda kan?, " ucapku menerka.
Kak Rafa sedikit terkejut mendengar perkataanku.
"HAH? Bagaimana kamu tahu Ran?. "
Aku tersenyum kecil.
"Tentu saja Rani tahu kak, " sahut ku.
"Hehehe, iya Dek Rani, " kata Kak Rafa tertawa kecil.
"Apa yang ingin Kak Rafa katakan mengenai Wirda? Apakah Wirda sudah mulai merespon perasaan Kak Rafa?, " tanyaku.
"Hehehe, Alhamdulillah iya Ran.Dan Kak Rafa juga sudah memberitahu semua anggota keluarga akan niat Kak Rafa untuk segera melamar Dek Wirda. Dan Wirda pun juga menunggu kedatangan Kak Rafa beserta keluarga untuk meminangnya, "ucap Kak Rafa dengan suara yang begitu semangat dan bahagia.
" Alhamdulillahi robbil alamiin. Rani turut senang sekali mendengar berita ini Kak Rafa. Semoga dengan segera dan secepatnya Kak Rafa dan Wirda dapat melangsungkan pernikahan ya Kak, "ujarku.
" Aamiin Ran, do'akan ya Ran, "pinta Kak Rafa.
" Insya Allah Iya Kak . Wirda itu sudah seperti saudari Rani sendiri dan kebahagiaan Wirda adalah kebahagiaan Rani juga. Kak Rafa harus berjanji kepada Rani untuk selalu membuat Wirda bahagia dan tidak ada kesedihan di dalam kehidupannya ya Kak. "
"Insya Allah tentu saja Dek Rani. Kak Rafa akan membuat saudarimu itu bahagia selalu dan selamanya. Wirda akan merasakan cintadan kebahagiaan dari limpahan kasih sayang yang senantiasa Kak Rafa curahkan kepadanya. "
"Aamiin, " sahut ku bersamaan dengan Bik Siti.
Kak Rafa lalu permisi kepadaku untuk menghubungi Wirda.
" Oh ya Ran Kak Rafa izin keluar sebentar ya untuk menelpon Wirda."
"Iya Kak Rafa silahkan, "jawabku.
Kak Rafa keluar dari ruangan tempatku dirawat dan Bik Siti tetap setia menemaniku sambil memijit-mijit kecil tanganku.
"Bik sudah cukup. Bik Siti tidak usah terus memijat Rani. Bin Siti pasti capek kan, Bibi juga harus istirahat," pintaku kepada Bik Siti.
"Tidak Nak Rani.InsyaAllah bibi tidak capek.Bibi malah sangat senang sekali,sebab sudah tidak sabar lagi menyaksikan Nak Rani dapat melihat seperti sedia kala," sahut Bik Siti dengan nada suaranya yang senang.
Aku begitu sangat tersentuh mendengarkan apa yang Bik Siti ucapkan.Beliau begitu peduli dan sangat menyayangiku.
" Terima kasih banyak ya Bik, karena selama ini Bibi selalu mendampingi Rani dalam masa-masa tersulit ,bahkan dalam posisi Rani yang sangat terpuruk. Bibi tidak lelah mendukung dan mendo'akan Rani .
Rani meminta bibi untuk terus bersama Rani. Insya Allah setelah Rani kembali sembuh dan dapat melihat lagi ,Rani ingin mengajak Bik Siti dan juga Pak Budi untuk tinggal bersama. Rani berencana ingin mencari rumah yang sederhana untuk dapat kita tempati Bik, sambil membuka usaha yang dapat digunakan untuk menopang hidup kita .Sehingga kita tidak tergantung kepada orang lain.Bagaimana apakah Bik Siti mau ?,"tanyaku kepada Bik Siti.
"Bik Siti tentu saja mau Nak Rani.Kemana pun Nak Rani pergi Bibi akan ikut bersama Nak Rani ,sebab Bibi juga sudah tidak mempunyai siapa-siapa lagi.Dan hanya Nak Rani keluarga terdekat bibi. Apalagi Bibi juga sudah menganggap Nak Rani seperti putri Bibi sendiri. Jadi kemana pun Nak Rani ingin mengajak Bibi, insya Allah bibi akan ikut serta selalu mendampingi Nak Rani kapan pun juga, "jawab Bik Siti sambil membelai kepalaku dengan penuh kasih sayang.
Dan aku pun membalas curahan kasih sayang dari Bik Siti dengan pelukanku. Rasanya begitu damai merasakan kasih sayang dari orang yang tulus benar-benar peduli dan sangat menyayangi kita apa adanya tanpa ada pamrih ataupun imbalan yang menyertai dari sikapnya.
Perasaan hangat juga tenang dapat kurasakan dari setiap sentuha,tutur kata dan sikap yang Bik Siti tunjukkan kepadaku. Aku semakin merasa bersyukur atas semua yang Allah berikan kepadaku ,dengan menghadirkan Bik Siti dalam kehidupanku.Karena itu juga merupakan anugerah terbesar yang pernah kumiliki atas pemberian dari Sang Maha Pencipta.
__ADS_1