
Subhanallah, maha suci Allah akhirnya detik-detik menebarkan akan segera tiba, yaitu proses menuju akad nikah nan sakral dengan perasaan yang begitu mendebarkan.Dimana akan segera terlaksananya pengesahan pernikahan dan juga peresmian kehalalan hubungan antara diriku dan Ustad Fariz di hadapan semua orang dan Allah Subhanahu Wa Ta'ala khususnya. Dimana segala sesuatu yang kukira akan menjadi sulit dan rumit ,namun atas izin dari Allah pula semuanya menjadi tidak sesulit seperti yang pernah ku pikirkan dan ku takutkan.Ada keyakinan dan kemantapan hatiku serta kemantapan hati Ustad Fariz pula dalam menempuh perintah Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan menjalankan sunah Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam. Dengan mengharapkan keridhaan-Nya, yang telah memberikan jalan dan kemudahan bagi pertautan hubungan kami berdua. Di dalam walimatul ikrar cinta yang berlandaskan ketaatan kami kepada Sang Maha Pencipta.
Dan juga sesuai atas permintaan dari Ummah untuk menyegerakan sunnah penyempurnaan setengah agama ini. Bagi keluarga Ustad Fariz akad nikah atau ijab qabul adalah sesuatu proses yang sangat penting karena sebagai titik awal pembentukan sebuah keluarga, sehingga harus benar-benar dipikirkan dan dijalankan sesuai syariat dan ketentuan agama juga rukun nikah.
Meskipun perhelatan akad nikahku dan Ustad Fariz terkesan dadakan.Tetapi Ummah, Abi dan Enjid benar-benar mempersiapkan semua keperluan akad nikah ini dengan perencanaan yang sangat matang dan begitu detail.
Ustad Fariz memakai setelan jas berwarna putih Senada dengan gaun satin yang kukenakan namun ditambahkan korsase atau kalung roncean bunga melati sebagai penghias di lehernya, juga dilengkapi dengan songkok putih.
Dan untuk memulai proses ijab qabul Ustad Fariz dipertemukan dengan wali nikah yang saling berhadapan.Disini dalam prosesi ijab qabul. Wali hakim menjadi wali nikah ku, karena aku sudah hidup sebatang kara dan sudah tidak memiliki satu pun keluarga yang masih hidup di dunia ini.
Setelah Ustad Fariz bertemu dengan Wali nikah ku dengan Enjid dan Pak Budi yang menjadi saksi ijab qabul. Kemudian,Ustad Fariz selalu mempelai laki-laki dan wali nikah selaku penghulu akan bersiap membacakan khutbah nikah.
"Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh, " ucap bapak penghulu.
"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarokatuh, " jawab semua orang
Bapak penghulu kemudian melanjutkan ucapannya kembali,
"Bismillah, Alhamdulillah, " ucap bapak penghulu sembari mengambil napas pendek untuk jeda sebentar sebelum melanjutkan ucapannya.
"Alhamdulillahirobbil Alamin, wabihi nastainu ala umuriddunia wa din.
Wassolatu wassalamu ala Sayyidina Wamaulana Wasyafi'ina Wahabibina Muhammad Rasulillah wala alihi washohbih, waman tabi'a sunnatihi wajama'atah min yaumina hadza ila yaumi nahdhoh.
Kepada semua bapak Ibu dan hadirin, yang saya hormati.
Segala puji dan syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang menciptakan manusia dari setetes air mani, dan kemudian menjadikannya beranak pinak di dalam berketurunan dan kekerabatan. Dialah Tuhan Yang Maha Esa dan tidak memiliki sekutu apapun bagi-Nya.Dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam adalah hamba dan utusanNya. Ya Allah, curahkan rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, seutama-utamanya lebih dari segala penciptaan mahluk agar tercurah kepadanya, atas keluarganya dan sahabat-sahabatnya dengan ta'dhim rahmat yang melimpah dan kesejahteraan yang banyak.
Setelah ini, hadirin yang budiman, saya akan mewasiatkan kepada anda sekalian dan diri saya sendiri untuk bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, karena ini adalah kemenangan besar bagi orang-orang saleh.Dimana Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Kitab-Nya yang Mulia: Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa kepada-Nya, dan sekali-kali janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan menyerahkan diri pada Allah (beragama Islam).
__ADS_1
Ketahuilah bahwa pernikahan adalah sunnah dari beberapa sunnah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Dimana Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: Adapun aku, demi Allah, adalah orang yang paling takut kepada Allah di antara kalian, dan juga paling bertakwa kepada-Nya. Akan tetapi aku berpuasa dan juga berbuka, aku shalat dan juga tidur serta menikahi wanita. Barang siapa yang membenci sunnahku, maka bukanlah dari golonganku. Dan beliau bersabda lagi: Wahai sekalian pemuda, siapa di antara kalian yang telah mempunyai kemampuan (menafkahi keluarga), maka hendaklah ia menikah, karena menikah itu lebih bisa menundukkan pandangan dan lebih bisa menjaga ********, dan barang siapa yang belum mampu, hendaklah ia berpuasa karena hal itu akan lebih bisa meredakan gejolaknya.
Hadirin yang terhormat
Membangun keluarga memang tidak mudah, tapi harus diperjuangkan. Bagaimana anda berdua yaitu sebagai pasangan suami dan istri menghabiskan hari-hari anda nantinya dengan memperjuangkan bahtera rumah tangga saat ada cobaandan ujian yang menghadang. Jika dilakukan dengan ikhlas,bergandengan secara bersama-sana dalam berikhtiar lalu bertawakal kepada Allah Ta'ala. InsyaAllah semua akan diberikan solusi yang cepat dan mudah untuk menyelesaikan masalah tersebut.Jika suami istri saling bekerja sama dan melengkapi kekurangan serta kelebihan masing-masing.
Sehingga, pernikahan itu diibaratkan seperti pakaian seperti yang difirmankan oleh Alah Subhanahu Wa Ta'ala dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 187 yang berbunyi:
Uhilla lakum lailatas-siyamir-rafasu ila nisa'ikum, hunna libasul lakum wa antum libasul lahunn, 'alimallahu annakum kuntum takhtanuna anfusakum fataba 'alaikum wa 'afā 'ankum, fal-ana basyiruhunna wabtagu ma kataballahu lakum, wa kulu wasyrabu hatta yatabayyana lakumul-khaitul-abyadu minal-khaitil-aswadi minal-fajr, summa atimmus-siyama ilal-lail, wa la tubasyiruhunna wa antum 'akifuna fil-masajid tilka hududullahi fala taqrabuha, kazalika yubayyinullahu ayatihi lin-nasi la'allahum yattaqun.
Artinya:Dihalalkan bagimu pada malam puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkanmu. Maka, sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian, sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Akan tetapi, jangan campuri mereka ketika kamu (dalam keadaan) beriktikaf di masjid. Itulah batas-batas (ketentuan) Allah. Maka, janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka bertakwa.
Dari ayat di atas dapat disimpulkan bahwa membangun keluarga yang sakinah harus dimulai dari keduanya yaitu suami dan istri dengan menjaga rasa kasih sayang dan cinta, sikap saling mengerti dan menghormati satu sama lain,serta tidak membanding-bandingkan dengan kehidupan orang lain dan harus dilakukan dengan hal-hal yang dapat mendatangkan ridha Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Akhir kata, semoga kita mampu melakukannya,khususnya bagi kedua calon mempelai. Dengan harapan agar keduanya dapat membentuk keluarga yang Sakinah,mawadah dan warohmah sehingga dapat menjadi teladan kebaikan bagi kita semua. Aamiin ya robbal 'alamiin.
Audzubillahiminasyaitonirojim.
Tabarakal-lazi biyadihil-mulku, wa huwa'ala kulli syai'in qadir.
Mahaberkah Zat yang menguasai (segala) kerajaan dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu,
Allazi kholaqol-mauta wal-hayata liyabluwakum ayyukum aḥsanu ‘
'amala, wa huwal-'azizul-gofur.
yaitu yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dia Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.
Barakallahu lii wa lakum fill qur’aanil azhiim wa nafa’nii wa iyyaakum bima fiihi minal aayaati wa dzikril hakiim. Aquulu qowlii hadzaa wa astaghfirullaaha lii wa lakum wa lisaa iril muslimiina min kulli danbin fastaghfiruuhu innahu huwal ghafuurur rahimmu. "
__ADS_1
Setelah penghulu telah selesai menyampaikan khutbah nikah. Selanjutnya Ustad Fariz bersiap untuk membaca bacaan doa, seperti istigfar, kalimat syahadat, dan shalawat.Sebelum melakukan ijab kabul, sesuai anjuran Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Ustad Fariz membaca do'a Khutbatul Hajah.
"Innal hamdalillah Nahmaduhu wanasta’inuhu wa nastaghfiruhu, Wana’udzubillahi min syururi anfusinaa, Wamin sayyi-ati a’malinaa, Man yahdihillahu falaa mudhillalah, Waman yudhlil falaa haadiyalah, Wa asyhadu alla ilaha illallah, Wahdahulaa syariikalah, Wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh.
Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwasanya Nabi Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya”.
Setelah Ustad Fariz selesai membaca do'a Khutbatul Hajjah.Lalu,Ustad Fariz mengucapkan istighfar sebanyak tiga kali di barengin dengan dua kalimat syahadat. Dimana tujuannya untuk memohon ampun kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala sebelum melangsungkan pernikahan.
Dan sebelum memulai prosesi ijab qabul Ustad Fariz pun membaca do'a agar memperoleh ketenangan dan kelancaran saat mengucapkan ijab kabul, sesuai yang dianjurkan oleh rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.
"Allaaahumma biamaaanatika akhattuhaa, wa bikalimaaatika istahlaltu farjahaaa, fain qadhayta lii minhaa waladan faj’alhu mubaarakan syawiyyaa, walaa taj’al lissyaithaani fiihi syariikan walaa nashibaa.
Ya Allah, dengan amanat-Mu kujadikan ia isteriku dan dengan kalimat-kalimat-Mu dihalalkan bagiku kehormatannya. Jika Kau tetapkan bagiku memiliki keturunan darinya, jadikan keturunanku keberkahan dan kemuliaan, dan jangan jadikan setan ikut serta dan mengambil bagian di dalamnya. "
Ustad Fariz dan wali nikah/hakim atau penghulu saling berpegangan tangan kanan sebagai sebuah tanda berlangsungnya proses serah terima maupun akad.
"Ya Fariz Syarfan Imandar bin Iwan Syarfan Imandar. Uzawwijuka ‘ala ma amarollohu min imsakin bima’rufin au tasriihim bi ihsanin, ya Fariz bin Iwan, " ucap Pak penghulu.
"Na’am," jawab Ustad Fariz.
Kemudian, pak penghulu bersiap melanjutkan ucapan ijab, "Ankahtuka wa zawwajtuka makhthubataka Nur'aini azzahra binti almarhum Sugeng Widiyanto bi mahri mushaf Al-Quran wa alatil ‘ibadah haalan. "
Ustad Fariz lalu menjawab ijab qabul dengan, "Qobiltu Nikahaha wa Tazwijaha alal Mahril Madzkuur wa Radhiitu bihi, wallahu waliyut taufiq."
"Bagaimana saksi?, " tanya pak penghulu sambil melihat ke kanan dan ke kiri.
"Sah! Sah! Sah! , " ucap saksi secara bersamaan.
"Alhamdulillah, " ucap Ustad Fariz senang dan lega.
__ADS_1
Begitu pula dengan Abi, Enjid dan Ummah.
Setelah selesai prosesi ijab qabul Ummah segera menjemput diriku di kamar untuk turun ke ruang tamu agar dapat bersanding dengan Ustad Fariz.