Jodoh Pilihan Tuhan

Jodoh Pilihan Tuhan
Bersama Enjid.


__ADS_3

Setelah Ummah menghubungi Ustad Fariz dan memberitahukan apa yang terjadi kepada Mbak Riska dan Bu Sri. Ustad Fariz, Kak Rafa, Pak Budi dan beberapa orang ikut serta dengan mereka, untuk mengurus jenazah almarhumah Bu Sri agar segera di makamkan.


Kak Rafa dan Wirda mengurus pemindahan Mbak Riska ke rumah sakit jiwa sekaligus akan memberitahukan perihal meninggalnya Bu Sri kepada Kak Reno, Pak Sugeng juga kakek.


Dan Ummah ikut serta rombongan Ustad Fariz dan Pak Budi untuk memandikan jenazah Bu Sri. Sementara itu Bik Siti menemaniku di ruangan tempat rawat inap diriku menunggu jadwal operasi mataku.


"Bibi sungguh tidak menyangka sama sekali Nak Rani, jika Bu Sri akan meninggal seperti ini tanpa ada keluarga yang mendampinginya sama sekali dan tidak ada yang mengurus jenazahnya. Beruntung keluarga Nak Fariz dengan sukarela mau mengurus jenazah Bu Sri, dan jika tidak ada Nak Fariz dan keluarganya. Maka Bibi tidak tahu apa yang akan terjadi, " ucap Bik Siti.


" Iya Nak Rani. Alhamdulillah untung saja Ustad Fariz dan juga Ummah mau mengurus jenazah almarhumah Bu Sri. Kematian datang kapan dan di mana saja Bik Siti. Yang menjadi rahasia dari Sang Maha Pencipta, bahkan tidak ada satu orang pun bisa mengetahui kapan datangnya. Ketika waktu kematian tiba, tidak ada satu jiwa pun mampu menghindar darinya. Tidak ada tempat baginya untuk lari dari ketetapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala .Sebab kematian datang tanpa bisa dihalang-halangi, apalagi ditunda. Semoga hal ini dapat untuk memberi pelajaran bagi kita yang masih hidup,bahwa hidup di dunia ada batasnya dan tidak kekal.Seperti dalam Al-Qur'an surat Ali-Imran ayat 185 yang berbunyi:


Kullu nafsin za`iqatul maụt, wa innama tuwaffauna ujulurakum yaumal-qiyamah, fa man zuhziha ‘anin-nari wa udkhilal-jannata fa qad faz, wa mal-hayatud-dun-ya illa mata’ul-gurur.Yang artinya:


Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan, "kataku pelan kepada Bik Siti.


" Betul apa yang Nak Rani katakan. Kita tidak akan pernah tahu kapan kematian akan menghampiri kita ya Nak Rani dan kematian tidak memandang usia, derajat atau apapun. Sama halnya dengan almarhum Nak Roy yang masih muda tetapi sudah meninggal dan sekarang Bu Sri, "ucap Bik Siti.


"Benar Bik Siti. Kita hanya sedang menunggu, mengantre, menanti giliran kita. Sehingga kita harus selalu meyakini datangnya kematian dan senantiasa mengingatnya serta membayangkan saat-saat itu tiba.


Karena kita tidak akan pernah tahu betapa dekat jarak antara diri kita dan kematian. Dimana kita harus membuat akal pikiran kita berpikir untuk melakukan hal-hal yang baik dan menyuruh jasad kita untuk bersegera berbuat baik pula. Dengan memperbanyak zikir dan menebar banyak manfaat bagi semua. Seperti Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Perbanyaklah mengingat-ingat sesuatu yang melenyapkan semua kenikmatan, yaitu kematian,(HR Tirmidzi), " tuturku kepada Bik Siti.


"Iya Nak Rani, Bik Siti jadi merinding dan takut jika memikirkannya, " ujar Bik Siti.


" Manusiawi Bik Siti. Jika Bik Siti merasakan takut akan kematian, sama juga dengan Rani yang juga merasakannya.Tetapi kita sebagai hamba Allah berusaha untuk membekali diri kita dengan sebanyak-banyaknya ladang pahala dan kebaiakan sehingga saat kematian menjemput hidup kita.Kita meninggal dalam keadaan husnul khotimah dan dalam penuh keberkahan akan rahmat dari Allah subhanahu wa ta'ala ,untuk melanjutkan kehidupan yang lebih kekal di akhirat nanti, "ucapku kepada Bik Siti.


Bik Siti pun seraya berucap lirih dan pelan kepadaku, " Iya Nak Rani. "


"Iya sudah Bik Siti kalau begitu kita mendo'akan almarhumah Bu Sri ya Bik. Sebab kita tidak dapat menghadiri pemakamannya, " ucapku kepada Bik Siti.


"Iya Nak Rani mari. Tetapi Nak Rani yang memimpin doanya ya, " pinta Bik Siti padaku.


"Iya Bik, " jawabku.


Lalu aku dan Bik Siti mengangkat kedua tangan kami setinggi dada sembari menegadahkannya terbuka ke atas.

__ADS_1


"Ila hadrotinn nabiyyil musthofa, Muhammad shollalloohu 'alaihi wasallam Al-Fatihah, "ucapku.


Lalu aku dan Bik Siti membaca surat Al-Fatihah bersama-sama dengan pelan, lalu aku melanjutkan kata-kataku lagi.


"Khushuushon ilaa ruuhi Sri Wulandari Suprapto. Allaahummaghfir laha warham ha wa’aafi ha wa’fu anha wa akrim nuzula ha wa wassi’ madkhola ha waghsil ha bil maa-i wats-tsalji wal barodi wa naqqi ha minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadlu minad danasi wa abdil ha daaron khoiron min daari ha wa ahlan khoiron min ahli ha wazaujan khoiron min zaoji ha wa adkhil hal jannata wa ‘aidz ha min ‘adzaabil qobri wafitnati hi wa min ‘adzaabin naar.


Ya Allah, ampunilah, rahmatilah, bebaskanlah dan lepaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran, dan gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik, dari yang ditinggalkan, serta suami yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dari siksanya kubur serta fitnahnya, dan dari siksa api neraka."


" Aamiin ya robbal alamin, "ucapku dan Bik Siti bersamaan.


Kemudian tidak lama setelah aku dan Bik Siti selesai berdo'a Enjid dan Abi masuk ke dalam ruanganku.


" Assalamualaikum Rani, "ucap Enjid dan Abi secara bersamaan.


"Wa'alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh, "jawabku dan Bik Siti secara bersamaan juga.


" Lho Ummah dan Wirda kemana Bik Siti?, "tanya Abi.


" Bu Putri ikut rombongan Nak Fariz,Pak untuk mengurus pemakaman, "kata Bik Siti.


" Itu pak, Bu Sri istrinya Pak Sugeng menantunya Pak Suprapto, "jawab Bik Siti.


"Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, " ucap Enjid.


"Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, wa inna ila rabbina lamunqalibun, allahummaktubhu ‘indaka fil muhsinin, waj’al kitabahu fi ‘illiyyiin, wakhlufhu fi ahlihi fil ghabirin, wa la tahrimnaa ajrahu wala taftinna ba’dahu.


Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali. Dan sesungguhnya kepada Tuhan kamilah kami kembali. Ya Allah, tuliskanlah ia di sisi-Mu termasuk golongan orang-orang yang baik. Jadikanlah catatannya di ‘illiyyin. Gantilah ia di keluarganya dari orang-orang yang meningggalkan. Janganlah Engkau haramkan bagi kami pahalanya dan janganlah Engkau beri fitnah kepada kami sesudahnya, " ucap Abi.


" Maaf ya Abi dan Enjid. Ummah dan Kak Fariz beserta Kak Rafa atas permintaan Rani membantu keluarga kakek.Karena setelah meninggal almarhumah Bu Sri tidak ada satupun keluarga yang mengurusi jenazahnya,sebab Kak Reno, Pak Sugeng dan Kakek saat ini sedang di tahan. Oleh karena itu Rani sangat tiba melihatnya. Dan untuk itu Rani meminta Ummah untuk menghubungi Ustad Fariz agar segera memakamkan almarhumah Bu Sri dan juga memindahkan Mbak Riska putri sulung mereka ke rumah sakit jiwa. Karena mengalami depresi berat ,"ucapku menjelaskan kepada Abi dan Enjid.


"Astaghfirullah hal adzim, ya tidak apa-apa tidak apa-apa Rani .Abi dan Enjid kira jika Rani sudah menjalankan operasi pencangkokan donor mata .Oleh sebab itu Abi dan Enjid langsung ke rumah sakit. Karena tadi Abi dan Enjid ada meeting membahas pekerjaan dan bertemu dengan adanya relasi bisnis sehingga handphone Abi dan Enjid mati, dan tidak mengetahui jika Ummah, Rafa dan Fariz sudah mengirim pesan, " kata Abi.


Kemudian Abi dan Enjid duduk di kursi di dekat ranjang pasien tempatku duduk sekarang.

__ADS_1


" Oh ya Rani sebenarnya Enjid juga kemari ingin memberitahukan kepadamu bahwa Pak Suprapto dan putranya Sugeng sudah ditahan di kantor Kepolisian untuk mempertanggung jawabkan perbuatan yang telah mereka lakukan kepada almarhum kakek ,ayah dan juga almarhumah Bundamu. Yang menyebabkan kakek,nenek, ayah dan bundamu harus kehilangan nyawanya akibat perbuatan mereka. Dan tadi Pak Gondrong dan Pak Hadi memberitahukan kabar tersebut kepada Enjid dan juga Abi. Sungguh Enjid juga sangat terkejut setelah sampai di sini mengetahui jika menantu keluarga mereka meninggal dunia, dan putri sulung mereka mengalami gangguan jiwa. Sungguh sangat tragis dan miris mendengarnya," ucap Enjid.


" Qodarullah Njid,mungkin itu semua sudah ketetapan dari Allah subhanahu wa ta'ala atas perbuatan yang mereka lakukan selama ini, ya seperti peribahasa apa yang mereka tanam akan mereka tuai dan itu baru yang Allah Subhanahu Wa Ta'ala tampakkan di dunia dan tidak bisa kita bayangkan yang akan Allah tunjukkan di akhirat kelak. Ya semoga ini semua menjadi pelajaran dan teladan bagi kita untuk dapat mengambil hikmah dan juga faedah dari tindakan keluarga Suprapto yang telah mereka lakukan selama ini.Sehingga kita dapat menjadi lebih arif dan bijaksana dalam menjalani kehidupan di dunia ini sesuai Al-Qur'an dan sunnatullah dan tidak hanya memburu kepuasan duniawi saja, karena sesungguhnya sesuatu yang diambil tanpa Ridho dari Allah dengan menyakiti orang lain. Maka akan tidak membawa keberkahan bagi kehidupan diri orang tersebut dan juga keluarganya. Naudzubillah Min dzalik," tutur Abi.


"Betul sekali Pak ," sahut Bik Siti.


" Oh ya jika Rani ingin beristirahat silahkan beristirahat ya ,supaya saat nanti pelaksanaan operasi mata Rani tidak tegang dan merasa jauh lebih baik. Enjid dan Abi akan menunggu di sofa di depan sambil menantikan Ummah, Rafa.Wirda dan juga Fariz kembali. Sekaligus untuk menemani Rani di sini ,"ucap Abi dengan pelan dan lembut kepadaku.


" Rani malah merepotkan Abi dan Enjid," kataku.


" Kenapa Rani masih berkata seperti itu nak. Enjid kan sudah mengatakan jika Rani itu sudah seperti cucu Njid sendiri ,jadi tidak ada yang merasa direpotkan," sahut Njid.


" Terima kasih banyak ya Abi dan Enjid karena sudah mau menemani Rani dan peduli kepada Rani.Oh ya Abi dan Enjid,Rani juga tidak merasa mengantuk. Rani masih terkejut akan peristiwa yang terjadi kepada keluarga Kak Reno," ucapku pelan.


" Iya nak Abi tahu dan mengerti peristiwa itu pasti sangat membuat Rani begitu terkejut. Bahkan Abi sendiri saja sangat terkejut, tetapi Abi mohon Rani tidak terlalu memikirkannya.Abi takut akan membuat Rani menjadi stres dan banyak pikiran, karena yang terpenting Rani fokus untuk persiapan operasi mata Rani yang tidak kurang dari beberapa jam lagi ya," pinta Abi kepadaku.


Aku pun mengangguk pelan," Iya Abi."


" Oh ya Enjid dan Baik Siti mau minum dan makan apa ?saya akan keluar membeli makanan dan minuman sebentar sambil menghubungi Ummah mengenai keadaan di rumah keluarga Suprapto.Lalu Abi akan berbincang dengan dokter yang akan menangani Rani,"kata Abi kepada Enjid dan juga Bik Siti.


"Terserah bapak saja Pak, saya mah apa saja yang dibelikan pasti saya makan. Hehehe," ucap Bik Siti sambil tersenyum kecil.


Aku,Enjid dan Abi tertawa mendengar perkataan dari Bik Siti.


Tidak lama setelah itu Abi pun permisi keluar dari ruangan tempat kami berada. Sementara Enjid menemaniku dan Bik Siti. Kami saling berbincang dan Enjid pun menceritakan perihal almarhum kakekku Widiyanto semasa hidupnya saat bersama Enjid dalam kesehariannya. Aku pun bersemangat mendengarnya. Dengan sedikit mengetahui perihal tentang almarhum kakekku, ayahku dan juga almarhumah nenekku. Meskipun aku tidak pernah bertemu atau pun berjumpa sekali pun dengan mereka. Tetapi dari cerita Enjid setidaknya dapat mengobati rasa kerinduan dan keingintahuanku akan mereka.


Dari cerita yang Enjid sampaikan kepada ku. Aku merasakan seolah mereka dekat dan sangat dekat sekali dengan hatiku.


"Kamu tahu Rani secara tidak langsung sifatmu itu menurun dari almarhum kakekmu, penyayang, perhatian dan suka memaafkan kesalahan orang lain meskipun orang tersebut sudah sangat menyakiti hatianya. Tetapi almarhum kakekmu tidak pernah menyimpan dendam kepada orang yang menyakitinya. Dan sifat itu pun menurun kepadamu Nak. Memang buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. InsyaAllah almarhum kakek, ayah dan almarhumah nenek juga bundamu akan sangat bangga dan senang melihat sikap dan karakter kepribadianmu yang baik nan sholehah, " tutur kakek pelan.


"MasyaAllah ta barakallah kakek, semua itu adalah hasil dari didikan dan ajaran bunda selama hidupnya yang beliau tanamkan kepada diri Rani semasa almarhumah bunda masih hidup Njid, " kataku.


" Hal itu juga karena Rani adalah anak yang baik dan memiliki hati yang bersih dan suci. Sehingga apa yang diajarkan oleh almarhumah Bunda Rani dapat terpatri dengan baik dan apik di dalam jiwa dan pikiranmu Nak. Dan inilah yang membuat Rani tumbuh menjadi gadis yang sabar, tangguh ,tidak mudah menyerah dalam segala keadaan apapun dan selalu menyerahkan segala semua permasalahannya dengan bertawakal kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Sungguh Enjid merasa sangat takjub akan karakter dari dirimu Nak. Semoga setelah ini Allah Subhanahu Wa Ta'ala melimpahkan semua kebahagiaan dan keberkahan kepadamu, agar tidak ada lagi kesedihan dan kepahitan hidup yang menderamu, "ucap Njid padaku.

__ADS_1


" Aamiin ya robbal alamin .Semoga do'a yang Njid panjatkan kepada Rani, berbalik juga kepada Njid dan seluruh anggota keluarga Njid lainnya. Dan terima kasih Njid untuk semua do'a dan kebaikan Enjid, "ucapku pelan kepada Njid.


Kemudian Enjid pun melanjutkan narasi ceritanya kembali mengenai keluargaku. Aku dan Bik Siti pun menyimak dengan sungguh-sungguh semua narasi cerita yang Enjid sampaikan. Sambil menunggu kedatangan Ummah, Kak Rafa ,Ustad Fariz, Pak Budi dan juga Abi.


__ADS_2