
Setelah pernikahan ku Ummah dan yang lainnya memutuskan untuk kembali ke rumah.Namun,tetap menginginkan aku dan Kak Reno tetap menikmati liburan kami pasca pernikahan.
"Kalian berdua lebih baik tetap berada di sini sementara waktu atau memilih destinasi tempat liburan yang lainnya, jika kalian mau, " ujar Ummah.
Tetapi, aku bersikeras kepada Ummah untuk tetap ikut pulang bersama mereka semua.
Dan sebaliknya pun Ummah juga bersikeras akan keinginannya. Dengan perlahan Ummah menarik tangan ku, untuk menjauh dari semua orang dan menjelaskan akan maksudnya. Bahwa ia tidak ingin, jika di awal pernikahan ku dengan Kak Reno akan mengalami gangguan. Terutama dari putri Kak Roy dan juga seluruh anggota keluarga Kak Roy yang lainnya.
Aku pun membalas perkataan Ummah, jika pemikiran nya itu tidak beralasan. Lagi pula untuk apa aku berada di tempat asing, dan berlibur dengan Kak Reno. Dan lagi Ummah menyanggah perkataan ku.
"Sayang, kamu di sini tidak hanya beribur saja dengan Reno. Tetapi sekaligus kalian berdua honeymoon, " goda Ummah padaku.
Aku menjadi muram dan sebal mendengar perkataan Ummah. Dan dengan cepat Ummah langsung mencolek pipi ku dengan lembut, seraya berkata, "Ummah hanya bercanda sayang. Ummah ingin kamu dan Reno memiliki ruang untuk menjadi dekat dengan hanya berdua saja, sekaligus memperbaiki hubungan kalian sebelumnya yang sempat renggang. Hingga saat kalian berdua kembali ke rumah, ikatan di antara kalian sudah semakin kuat dan tidak ada ganjalan di hati mu dan Reno."
Meskipun Ummah berkata demikian dengan membujuk diri ku. Agar mau menuruti permintaannya. Tetapi tetap saja, hati ku enggan dan tidak ingin stay lebih lama di sini. Apalagi hanya berdua dengan Kak Reno, aku sunguh tidak menginginkan nya.
Setelah berdebat alot dengan Ummah. Akhirnya Ummah mengalah dan tetap tinggal sementara waktu di hotel tempat kami menginap. Ummah dan yang lainnya bersedia menetap lagi, agar aku dan Kak Reno tetap berada di sini, dan tidak ikut pulang dengan mereka semua.
Setelah Ummah dan yang lainnya memutuskan untuk membatalkan kepulangan mereka. Malam harinya saat makan malam dimana aku, Kak Reno dan seluruh anggota keluarga Imandar, kecuali Kak Rafa. Bersama Pak Budi, Bik Inah dan Pak sipir tentunya. Abi dan Enjid pun turut mengutarakan pemikiran mereka, yaitu dengan menginginkan agar aku dan Kak Reno tinggal di tempat lain. Jauh dari kota tempat tinggal kami selama ini. Sontak aku langsung bertanya pada Abi dan Enjid, akan pemikiran mereka berdua. Karena jujur aku merasa Abi dan Enjid tidak ingin melihat keberadaan ku di dekat keluarga mereka lagi. Namun, dengan cepat Abi membantahnya dan menjelaskan apa maksud dari keinginan nya yang sebenarnya. Yaitu supaya pernikahan ku dan Kak Reno terhindar dari semua kenangan masa lalu dan orang-orang yang tidak suka akan penyatuan hubungan kami. Tentunya hal ini dapat membuat kerenggangan dalam ikatan pernikahan ku dan Kak Reno, jelas Abi kepada diri ku dan semua orang. Tetapi aku bersikeras untuk menolak nya, dan tetap ingin tinggal di kota yang selama ini menjadi tempat tinggal ku. Dimana semua kenangan indah, buruk, senang dan sedih terus tumbuh secara beriringan dalam mewarnai semua perjalanan kehidupan ku selama ini.
Dan lagi Abi juga Enjid tidak memaksakan apa yang menjadi keinginan mereka pada ku.
Setelah makan malam berakhir. Semua orang kembali menuju ke kamar hotel tempat masing-masing semua orang menginap. Tetapi aku masih ingin menikmati suasana malam dari atas rooftop hotel. Dengan berjalan seorang diri, dan tidak ingin di temani oleh siapa pun juga.
Aku melangkah pelan dalam kegelisahan yang ku rasakan. Tidak terasa aku sudah berada di atas rooftop hotel. Suasana lebih tenang dan jauh dari keramaian. Aku menari napas panjang dan dalam, untuk melonggarkan hati ku yang penuh sesak rasanya. Pandangan ku melihat sekitar, mencari tempat yang dapat ku buat untuk merilekskan pikiran ku sembari memandang indahnya keadaan malam ini. Selain restoran yang berada di sini, juga terdapat kolam renang yang menjadi daya tarik utama tempat ini di saat malam hari. Tampak beberapa orang menikmati makanannya sambil bercengkrama, atau pun sekedar duduk menikmati minuman yang mereka pesan sambil melihat indahnya kelapa kerlip taburan bintang di langit.
Aku pun berjalan menuju restoran tepi kolam renang dan memesan minuman hangat, lalu mencari tempat duduk yang agak jauh dari keramaian dan menepi.
Meskipun berada di rooftop tepatnya di puncak gedung hotel. Namun, keadaan sekitar tidak terasa gersang walau dengan area terbuka. Ada juga taman berhiaskan berbagai macam tanaman. Sehingga menimbulkan kesana layaknya tengah berada di daerah yang sejuk dengan tanaman rindang.
__ADS_1
Ughh.... Sungguh tempat yang sempurna untuk melepas lelah dan menjauh dari keramaian.
Tidak lama kemudian, seseorang datang menghantarkan pesanan ku. Namun, sekali lagi aku di buat terkejut. Bahwa orang yang menghantarkan minuman ku itu tidak lain dan tidak bukan adalah Kak Reno.
Aku tercengang dan segera menanyakan keberadaan nya di dekat ku. Tapi dengan santai ia pun menjawab, "Aku sedang ingin menemani istri ku yang sedang merasa kesepian. "
Aku pun segera menjawab perkataannya dan tidak menginginkan keberadaan dirinya di dekat ku. Tetapi Kak Reno tetap tidak peduli, ia langsung menarik kursi dan duduk tepat di samping ku. Melihat sikapnya aku merasa kesal dan segera ingin bangun berdiri untuk meninggalkan nya. Tetapi jemari tangannya telah meraih tanganku terlebih dahulu, dan membuat diri ku tetap duduk di samping nya.
Jemari tangan nya mengenggam tangan ku kuat namun, terasa lembut. Sensasi perasaan yang aneh kembali menjalar di hati ku saat ia berada di dekat ku.
Aku ingin menjauh darinya, tapi tidak mampu.
"Apa yang kamu inginkan Kak Reno?, " tanyaku dengan memandang nya serius.
Kak Reno pun balik memandang diri ku dan terus memajukan kepalanya untuk semakin mendekati wajah ku.
"Berhenti! Apa yang ingin kamu coba lakukan!, " ucapku.
"Aku mencintai mu Ran.. Dan tidak ada satu orang pun yang dapat mencegah diri ku untuk mendekati mu, bahkan termsuk diri mu, " bisiknya pada telinga ku.
Aku terdiam sembari menahan sesuatu perasaan yang tidak ku mengerti, dan seakan menyetrum tubuh ku.
Kak Reno pun menarik kepalanya perlahan menjauh dari ku, dan itu membuat ku merasa jauh lebih lega dengan sedikit memejamkan kedua mata ku bersamaan.
Lalu, ia pun berkata pada ku.
"Kamu tahu Rani, bahwa hubungan suami-istri itu ternyata lebih luas dari sekedar paras wajah atau kedudukan sosial juga harta kekayaan, " ucapnya memandang wajah ku lekat dan terus mengenggam jemari tangan ku.
Hati ku berdesir menatap matanya yang tajam namun lembut memandang diri ku.
__ADS_1
Sungguh, aku ingin menjauh dari tatapan matanya. Namun mata itu seakan-akan menyihir ku untuk selalu memandangi nya.
Senyum nya terurai indah dan menawan hati juga pandangan ku. Di angkat nya perlahan jemari tangan ku yang ia genggam. Lalu, ia letakkan pada dadanya.
"Ran," panggilnya lirih dan menggetarkan hati ku.
Matanya lagi memandang ku lekat.
"Aku mencintai diri mu dengan sewajarnya dan senantiasa menggunakan nalar sehat dan juga hati nurani ku. Supaya tabir asmara dan muslihat syaitan tidak menjadikan pandangan ku kabur dan mudah hanyut , dalam perangkap nya.
Dimana Cinta yang tumbuh di dalam sanubari ku ini adalah karena landasan iman, amal sholeh, dan akhlaq yang mulia suci serta sejati pada mu Ran. Dan InsyaAllah cinta itu akan senantiasa bersemi dan tidak akan lekang karena sinar matahari, dan tidak pula luntur karena guyuran hujan, dan tidak akan putus walaupun ajal telah menjemput diri ku.
Aku percaya akan landasan cinta ku pada keimanan, lamal sholeh serta akhlaq terpuji mu, InsyaAllah akan membawa cinta kita abadi. Dimana saat aku telah tua renta, bahkan masuk ke dalam liang lahat cinta ku terus dapat menghiasi dirimu Ran, " imbuh Kak Reno dengan suaranya yang bergetar dan haru.
Perkataan nya menyentuh hati ku, hingga membuat diri ku terdiam memandangnya.
Pandangan mata kami beradu dan terus bertemu. Aku begitu larut dalam setiap kelembutannya, hingga saat bibir nya mengecup lembut jemari tangan ku. Raga ku seakan tidak berdaya dan lemah di hadapan nya. Aku tidak suka berada di dekat nya, namun kehadiran nya membuat hati ku damai dan tentram.
Dengan cepat aku menyadari lamunan ku dan menarik cepat jemari tangan ku dari genggaman tangan nya. Saat itu pula aku segera berdiri untuk menjauh dari Kak Reno, untuk menghindari nya.
Namun, ia selalu mendominasi kekuatan nya pada ku. Dengan cepat ia pun berdiri dan menarik tubuh ku, lalu masuk ke dalam dekapan nya.
DAG.. DIG.. DUG..
Jantung ku kembali berdegup kencang, saat ia begitu dekat dan sangat dekat dengan diri ku.
Jemari tangan nya menarik tubuhku dengan lembut dan tanpa ku sadari, bagai kilat ia telah mendaratkan kecupan lembut nya pada bibir ku.
Aku terpaku menatap dirinya yang tersenyum lembut menatap diri ku. Di raihan nya lagi jemari tanganku perlahan dan ia genggam penuh kelembutan lalu menciumnya perlahan.
__ADS_1
"Ayo Ran, kita kembali ke kamar karena malam sudah semakin larut, " ucapnya lembut sambil menarik tanganku pelan meninggalkan rooftop.
Aku masih terdiam dan terkesima melihat dirinya. Apa yang terjadi pada diri ku? Hingga aku merasakan ketulusan perasaan cinta nya, dalam setiap sentuhan kecil darinya.