
"Ada seorang gadis yang ingin membesuk mu, saudara Reno, " ucap Pak sipir.
Kak Reno yang sedang duduk bersandar di sel tahanan terperanjat. "Apakah Rani yang datang untuk membesuk diriku?. " Kak Reno berucap pelan sambil berpikir. Pak Sipir membukakan pintu sel tahanan yang terkunci.Kak Reno terdiam tanpa banyak berkata kepada Pak Sipir dan berjalan pelan dari belakang mengikuti Pak Sipir yang akan mengantarkannya menemui seseorang yang membesuk dirinya. Pikiran Kak Reno berputar mencoba menerka siapa yang membesuk dirinya, besar pengharapan di dalam hatinya jika gadis yang membesuk nya itu adalah diriku. Namun, ia mencoba untuk tenang dan tidak terlalu berharap lebih yang akan membuat hatinya menjadi sakit. Meskipun di dalam hatinya ia begitu ingin dapat berjumpa dengan diriku, tetapi ia sadar akan keinginannya yang sangat mustahil untuk dapat terwujud memenuhi hasrat hatinya. Langkah kakinya berjalan perlahan mengikuti pak sipir yang berjalan di hadapannya . Sesekali pandangan mata Kak Reno melihat ke sekitarnya, deretan sel tahanan dan begitu banyak nara pidana yang berada disini. Tidak pernah sekalipun dalam pikirannya, ia akan berada di dalam tempat seperti ini dan beradaptasi disini sebagai rumah tinggalnya. Di dalam lamunannya, timbul rasa penyesalan yang kini nyata melanda hatinya akan semua kehidupan sia-sia yang selama ini ia jalani. Tetapi apalah dayanya, Kak Reno menghela nafasnya untuk berdamai dengan keadaannya sekarang.
Bruukkk...
"Aduhhh." Kak Reno mengaduh kesakitan saat ia menabrak pintu kaca di depannya.
Pak sipir tersenyum kecil semabari bertanya kepada Kak Reno tentang keadaannya. Dan Kak Reno pun hanya diam dan terus berjalan agar segera sampai di ruang besuk, untuk dapat mengetahui siapa yang ingin menemuinya.
Pak sipir yang melihat sikap Kak Reno hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
Setelah sampai di ruang besuk, Kak Reno terkejut melihat bukan diriku yang berada di sana melainkan Rere yang tersenyum lebar menatap wajah Kak Reno dengan penampilannya yang jauh berbeda dari sebelumnya. Rasa malas dan sebal menyelimuti perasaan Kak Reno yang sangat tidak ingin menemui Rere.
Mau apa dia kemari, batin Kak Reno sambil menatap Rere sekilas.
Dengan cepat Kak Reno memutar tubuhnya untuk kembali ke dalam sel tahanan dan tidak menemui Rere. Namun, belum sempat Kak Reno berjalan melangkahkan kakinya. Rere sudah berdiri dan sedikit berteriak memanggil namanya. "Kak Reno, aku mohon duduklah sebentar. Sebab ada hal penting yang ingin kusampaikan kepadamu. Sebentar saja, tolong, " pinta Rere memelas.
Namun, Kak Reno masih terdiam dan hendak tidak menggubris Rere. Langkah kaki Kak Reno berjalan perlahan, dan Rere mulai terkejut karena Kak Reno tetap tidak mau berbicara bahkan menemuinya. Dengan cepat Rere memutar otak untuk menghentikan langkah Kak Reno supaya mau menemui dirinya.
"Tolong Kak Reno kita bicara sebentar ini mengenai Rani, " pekik Rere sambil mengkerutkan dahinya berharap Kak Reno tidak berlalu pergi dari hadapannya.
Dan benar saja saat Rere menyebut namaku, langkah kaki Kak Reno terhenti seketika. Rere yang melihat Kak Reno menghentikan langkahnya tersenyum menyeringai dengan tatapannya yang penuh dengan kelicikan.
Kak Reno memutar tubuhnya kembali menghadap Ke arah Rere dan menatapnya tajam. "Apa yang terjadi dengan Rani?, " tanya Kak Reno.
Rere tersenyum melihat sikap Kak Reno yang semakin ingin tahu tentang diriku.
Ternyata kamu itu mudah untuk diperdaya Kak Reno, sekarang aku tahu apa yang menjadi titik kelemahan dirimu yaitu Rani, gumam Rere di dalam hatinya.
Kak Reno terus menatap Rere lekat dan terlihat kesal. "Kenapa kamu tersenyum seperti itu? Ada apa dengan Rani?, " tanya Kak Reno kasar
Rere tersentak mendengar ucapan Kak Reno, maka dengan cepat ia mengubah ekspresi raut wajahnya supaya terlihat sayu dan sendu. "Sebaiknya Kak Reno duduk dulu disini supaya kita dapat saling berbicara, sehingga akan jauh lebih enak bagiku untuk menyampaikan kabar tentang Rani daripada Kak Reno berdiri seperti itu, " kata Rere membujuk Kak Reno.
"Tidak perlu,kamu tidak usah basa-basi, langsung saja katakan apa yang terjadi kepada Rani. "
Kak Reno semakin terlihat begitu tidak suka untuk bertemu dengan Rere.
Rere yang sudah mengetahui bagaimana kelemahan Kak Reno dan tabiatnya selama ini, tersenyum kecil saja dan berbicara dengan santai. "Baiklah jika Kak Reno, tidak mau duduk dan berbicara denganku maka aku juga tidak akan memberitahukan keadaan Rani kepada Kak Reno. Ya sudahlah percuma aku datang kemari, lebih baik aku segera pulang saja sebab niat baikku kemari tidak disambut dengan baik. "
Rere berdiri dari duduknya dan bersiap-siap untuk melangkah pergi dari ruang itu.
Tetapi Kak Reno menghentikan langkah kaki Rere, sebab ia begitu sangat ingin tahu tentang keadaan diriku sekarang.
"Tunggu, " pekik Kak Reno.
Rere tersenyum sinis mendengar Kak Reno menghentikan langkahnya seraya berucap di dalam hatinya, "Sudah kuduga kamu akan menghentikan langkahku Kak Reno, ternyata kamu itu memang mudah untuk dikelabui dan ditebak, ckckckck. "
"Baiklah aku akan berbicara kepadamu, Re, " ucap Kak Reno sambil berjalan menuju meja dan kursi untuk saling berbincang.
Rere langsung membalikkan tubuhnya menghadap Kak Reno dan mengubah kembali ekspresi wajahnya menjadi sendu, lalu ia berjalan kembali menuju kursinya semula.
Kak Reno sudah duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan Rere.
"Ayo cepat katakan apa yang terjadi kepada Rani?, " tanya Kak Reno tidak sabaran.
"Baiklah aku akan mengatakan tentang keadaan Rani tetapi sebelumya Kak Reno harus mendengarkan terlebih dahulu maksud kedatanganku kemari, " ujar Rere sambil menatap Kak Reno.
Kak Reno memicingkan kedua matanya, setelah mendengarkan apa yang Rere katakan kepadanya.
"Akh, sudah kuduga sebelumnya kedatanganmu ke sini pasti ada sesuatu dan tidak hanya untuk mengatakan keadaan Rani yang hanya menjadi alasan untuk mengelabui ku saja. "
Kak Reno mulai memahami kelicikan sifat Rere kepadanya.
Aku harus berhati-hati dengan Rere, sepertinya dia memiliki rencana yang tersembunyi akan kedatangannya menemui diriku, batin Kak Reno.
Rere tersenyum, "Yah, karena Kak Reno sudah sedikinya paham akan maksud kedatanganku kemari maka langsung saja aku akan menyampaikan niatku datang menemui Kak Reno. "
__ADS_1
Kak Reno dan Rere saling memandang dengan pikiran masing-masing. Kak Reno menatap dengan pandangan penuh kecurigaan sementara Rere menatap Kak Reno dengan penuh kelicikan.
" Aku datang kemari ingin memberikan penawaran kepada Kak Reno."
Kak Reno menatap Rere dengan sorot mata tajam. "Penawaran apa yang kamu maksud?tidak usah berbelit-belit ,just say to the point. "
"Baiklah kalau begitu, " kata Rere sambil mengangkat kedua bahunya ke atas.
Kali ini Rere serius menatap Kak Reno.
"Aku dapat membantumu untuk dapat keluar dari rumah tahanan ini secepatnya Kak Reno,tetapi untuk itu kamu harus bersedia membantuku. "
Kak Reno tersenyum meremehkan Rere.
"Cih, kamu dapat membantuku keluar dari tahanan ini, aku tidak percaya dengan kata-katamu itu. Lagi pula dari mana kamu mempunyai kekuasaan dan juga pengaruh kekuatan untuk mengeluarkan diriku dari rumah tahanan ini. You seem to be boasting to me. "
"it's up to you if you don't believe it, terserah jika kamu tidak percaya. Tetapi aku dapat melakukannya. Itupun Jika kamu ingin segera dapat bertemu dengan Rani . Apakah Kak Reno tidak mengkhawatirkan kedekatan antara Rani dan Kak Fariz yang semakin hari semakin begitu dekat ,dan tidak bisa dipungkiri jika mereka semakin dekat maka lambat laut benih-benih cinta akan tumbuh di hati Rani dan juga Kak Fariz. Tentu saja dapat membuat mereka berdua menikah. Apakah Kak Reno
siap menerimanya, jika Rani menjadi istri orang lain?, " ucap Rere berusah memprovokasi pikiran dan hatinya Kak Reno.
Kak Reno terdiam dan juga tersentak akan perkataan Rere. Bercerai dan berpisah dengan diriku saja sudah membuat hati Kak Reno sakit dan begitu sangat nelangsa. Apalagi membayangkan jika diriku menikah dengan laki-laki lain, maka hal itu pasti akan sangat menyakitkan bagi dirinya. Kak Reno terlihat kesal dan seakan tidak menerima dengan pernyataan yang Rere ucapkan kepadanya, tetapi di pikirannya yang lain ia juga membenarkan tentang apa yang dikatakan Rere juga ada benarnya. Kak Reno tampak berpikir keras dalam kebisuannya dan Rere terus berusaha meracuni piikiran dan hati Kak Reno tentang hal-hal negatif.
"Apa yang bisa kulakukan untukmu? Supaya aku dapat segera bebas dari sini?, " tanya Kak Reno yang terpancing siasat Rere.
Rere tersenyum kembali dengan perasaannya yang semakin senang dan bahagia karena dapat mempengaruhi Kak Reno.
"Apakah itu artinya Kak Reno menerima penawaran dariku?, " tanya Rere.
Kak Reno terdiam lama sekali tidak menjawab pertanyaan dari Rere, ia larut dalam pikirannya tentang diriku.
Rere terlihat kesal sebab harus menunggu Kak Reno yang terdiam dan membuang -buang waktunya saja. Dengan rasa kesal Rere pun segera memanggil Kak Reno dengan suara yang agak keras untuk membuyarkan lamunan Kak Reno.
Namun, sebelum sempat Kak Reno menjawab dan mengatakan keinginannya untuk menyanggupi penawaran Rere.
Pak sipir yang yang memberikan perlengkapan salat kepada Kak Reno masuk dan memegang lengan Kak Reno.
Rere terlihat kesal, "Tetapi saya belum selesai berbicara pak. "
Pak sipir tegas berkata, "Maaf mbak waktu jam besuk sudah habis, silahkan mbak datang lagi lain kali.Semua sesuai aturan disini. Terima kasih. "
Kak Reno yang masih larut dalam pikirannya tentang diriku hanya bisa pasrah dan mengikuti Pak sipir yang menuntun jalannya meninggalkan Rere di ruang besuk dengan tatapan yang marah, kecewa dan kesal.
Kak Reno pun berlalu dari hadapan Rere.
Rere memukulkan tangannya ke meja dan menendang pelan kursi yang ia duduki sebelum beranjak pergi dari ruangan besuk nara pidana. Hati Rere begitu sangat kesal karena tujuannya datang menemui Kak Reno belum dapat terlaksana.
"Argggghhhh, " teriak Rere dengan marah meninggalkan rumah tahanan dan menuju ke mobilnya.
Sementara itu, Pak Sipir yang menuntun Kak Reno tidak membawa Kak Reno untuk segera kembali ke sel tahanan. Pak Sipir mengajak Kak Reno untuk duduk di dekat taman yang terletak tidak jauh dari musholla.
"Silahkan duduk, " ucap Pak Sipir kepada Kak Reno.
Kak Reno terlihat bingung.
"Mengapa bapak membawa diriku kemari?, " tanya Kak Reno.
Pak Sipir itu tersenyum dan duduk sambil menginstruksikan kepada Kak Reno untuk duduk pula di sampingnya.
Kak Reno yang terlihat bingung akan sikap Pak Sipir dan juga ingin tahu akan alasan Pak Sipir mengajaknya duduk di taman ini.
"Kamu pasti bingung kan, kenapa saya mengajakmu kemari, " kata pak Sipir sambil menatap Kak Reno.
Kak Reno mengangguk.
"Secara tidak langsung saya telah menyelamatkan dirimu dari pengaruh dan niat jahat perempuan yang tadi datang membesuk dirimu. "
Kak Reno tersentak dan melongo. "Dari mana bapak tahu jika perempuan yang menemui saya itu memiliki niat yang jahat kepada saya, padahal bapak sendiri tidak mengenalnya. Hahahaha, sungguh aneh bapak ini, membuang-buang waktu saya saja duduk kemari. "
__ADS_1
Pak Sipir tetap tenang seakan tidak peduli akan ucapan Kak Reno yang sedikit menyudutkan dirinya.
"Saya mendengarkan semua perbincangan saudara Reno dengan perempuan itu. "
"Wah, tidak sopan bapak mengguping pembicaraan saya, " teriak Kak Reno spontan.
Namun, Pak Sipir tetap tenang dan tidak tersulut emosi atau kemarahan dengan perkataan Kak Reno.
"Saran dari saya lebih baik jika perempuan itu datang lagi kemari dan ingin menemui saudara Reno akan jauh lebih baik jika saudara Reno menolak kedatangannya dan tidak usah menemuinya. "
"Mengapa bapak mengatur kehidupan saya?, " tanya Kak Reno kasar.
Sekali lagi Pak Sipir tidak menggubris pertanyaan dari Kak Reno, ia terus berkata tentang apa yang ada di dalam hatinya sesuai apa yang ia dengar dan saksikan.
" Saudara Reno jangan pernah terperdaya dan mau dimanfaatkan oleh orang lain, apalagi mengingat saat ini saudara Reno sedang menjalani masa hukuman yang cukup lama dan tidak ada proses yang instan untuk dapat keluar dari sini. Semua itu ada prosesnya dan harus dijalani dengan sebagaimana mestinya ,seharusnya dengan keberadaan saudara Reno di sini dapat menjadi pembelajaran untuk membenahi diri juga berusaha untuk menjadikan diri saudara Reno menjadi manusia yang lebih baik lagi dari sebelumnya, dan jangan pernah berpikir untuk keluar dengan cara yang instan dari sini. "
Kak Reno ingin memotong pembicaraan pak Sipir tetapi terhenti saat Pak Sipir langsung berkata tentang diriku.
" Dan tentang gadis yang bernama Rani itu pasti adalah sosok seseorang yang sangat spesial di hati Saudara Reno. Seharusnya jika saudara Reno benar-benar mencintainya saudara Reno harus mempergunakan kesempatan ini untuk menjadikan diri saudara menjadi lebih baik dari sebelumnya, dan lebih bagus lagi jika saudara Reno dapat keluar dari sini dengan memiliki sifat dan karakter yang jauh lebih baik. Tentunya akan membuat gadis bernama Rani itu dapat berpikir ulang dan tidak mengabaikan saudara Reno. Kita itu jika menginginkan sesuatu yang baik dan sesuatu yang bernilai maka harus wajib menjadikan diri kita itu menjadi pribadi yang baik pula, baik dari hal ikhtiar, baik dalam hal berdoa, baik dalam hal sikap dan lain-lain. Apalagi menyangkut tentang jodoh dan cinta. "
Pak Sipir memandangi wajah Kak Reno yang menjadi sendu seketika setelah mendengar namaku.
Pak Sipir pun dengan cerdik segera memanfaatkan situasi Kak Reno untuk menasehati nya.
"Setiap orang di muka bumi memiliki kisah percintaan yang berbeda-beda. Ada yang berjalan mulus, indah dan penuh dengan kebahagiaan.Namun, ada juga yang kurang beruntung sehingga membuatnya harus menyandang status sebagai duda pada pernikahannya yang karam. " Pak Sipir memandang wajah Kak Reno yang menyimak perkataannya.
Hati Kak Reno mendesir mendengar ucapan Pak Sipir, tetapi kali ini ia enggan untuk membantah bibirnya terasa terkunci seketika dan membuat dirinya diam sembari terus mendengarkan penuturan dari Pak Sipir yang secara tidak langsung sedang memberi wejangan kepada Kak Reno.
"Mendapatkan jodoh yang baik tentu menjadi keinginan semua orang. Tidak terkecuali juga seorang pria yang buruk perangrainya saja bahkan menginginkan mendapat pasangan hidup atau jodoh yang baik. Di dalam Islam mengatakan bahwa jodoh merupakan cerminan dari diri. Yang maksudnya maka bagi siapa saja yang bersikap baik, maka InsyaAllah akan mendapatkan jodoh yang baik pula.
Seperti dalam Al-Qur'an Surat An-Nur Ayat 26 yang berbunyi:
Al-khabisatu lil-khabisina wal-khabisuna lil-khabisat, wat-tayyibatu lit-tayyibina wat-tayyibuna lit-tayyibat, ula`ika mubarra`una mimma yaqulun, lahum magfiratuw wa rizqung karim.
Artinya: Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).
Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga)."
Kak Reno menatap Pak Sipir dengan tertegun, entah dia sendiri tidak dapat bergeming ketika Pak Sipir terus menghujaninya dengan kalimat-kalimat positif dari setiap nasehat yang dituturkan oleh Pak Sipir kepada Kak Reno.
"Dari Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala dapat di interpretasi bahwa wanita yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk wanita yang baik-baik pula. Ada pula yang mengartikan orang jahat tidak bisa bersama dengan orang baik.
Setiap manusia pasti memiliki keinginan untuk mendapatkan sosok pendamping atau jodoh hidup yang terbaik disisinya, apalagi syukur-syukur jodohnya adalah orang yang sangat dicintai selama ini. "
Pak Sipir menepuk bahu Kak Reno.
"Jika saudar Reno benar-benar mencintai gadis yang bernama Rani. Maka cara yang terbaik yang dapat dilakukan saudara Reno adalah terus berbenah diri dan memantaskan diri anda sendiri agar menjadi insan yang lebih baik pula.Sehingga pantas untuk Allah Subhanahu Wa Ta'ala sandingkan dengan wanita yang berperilaku sholehah seperti gadis bernama Rani. Namun, jika saudara Reno tidak memiliki sikap yang baik dan jauh dari kesholehan bagaimana Allah akan menjodohkan dengan hambanya yang sholehah seperti Rani kepada saudara Reno, bahkan untuk mendekatkannya saja mungkin tidak bisa karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjaga hamba-hambanya yang beriman dan bertakwa untuk selalu senantiasa berada dalam jalan yang lurus dan istiqamah di jalanNya serta menjauhkan dari jalan yang sesat. "
Kak Reno tertegun mendengar apa yang dikatakan oleh Pak Sipir kepada dirinya.
Apakah perpisahanku dengan Rani, karena Allah menganggap diriku tidak pantas untuk bersanding dengan Rani, batin Kak Reno di dalam hatinya.
Matanya berkaca-kaca menginsyafi makna akan setiap ucapan yang di sampaikan oleh Pak Sipir kepada dirinya.
Kak Reno melihat ke samping, namun sekali lagi Pak Sipir sudah menghilang dari duduk di sampingnya.
Kak Reno termangu menatap ke langit memikirkan kata-kata dari Pak Sipir yang terus membekas di hatinya, terutama dari penggalan arti dari surat An-Nur yang berbunyi:Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).
Kak Reno terus mengingat dan mengulang-ulang kalimat tersebut hingga membuat air matanya mengalir membasahi pipinya.
"Aku harus berubah menjadi insan yang lebik baik, supaya Rani dapat Allah dekatkan kepadaku. Ternyata selama ini aku adalah sosok laki-laki yang keji sehingga Allah menjauhkan Rani dari kehidupanku, " ucap Kak Reno lirih sambil berderai air mata.
Dan dari kejauhan Pak Sipir memandangi Kak Reno yang tertegun menginsyafi kesalahannya.
Pak Sipir tersenyum kecil, "Allohumma innii As-Alukal Hudaa wat Tuqaa wal ‘Afaafa wal Ghinaa.Ya Allah, aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketaqwaan, keterjagaan, dan kekayaan. Semoga Allah memberi taufik dan hidayah kepadamu Nak Reno. Aamiin, 'ucap Pak Sipir dalam bait doa nya.
Pak Sipir melihat lagi ke arah Kak Reno lalu berjalan pergi meninggalkan Kak Reno yang masih duduk terdiam dalam rasa penyesalannya.
__ADS_1