Jodoh Pilihan Tuhan

Jodoh Pilihan Tuhan
Kebersamaan Rani dan Reno.


__ADS_3

Satu tahun sudah berlalu,dimana putri kami sudah tumbuh dengan sehat. Aku dan Kak Reno memandangi putri kecil kami dengan perasaan bangga. Saat langkah kaki kecilnya terus berjalan mendekati ku dan Kak Reno. 


Aku dan Kak Reno lalu memeluk nya secara bersamaan. 


Di bawah cahaya sinar matahari pagi yang indah. Kemudian, aku berjalan kaki di temani Kak Reno di sisi ku yang menggendong buah hati kami dengan penuh kasih sayang. 


Aku terus memegangi lengan Kak Reno dan menatap Kak Reno bersama putri kami Kisi. 


Langkah kami pelan menyusuri pantai berpasir putih yang lembut. 


Kemudian, Aku bersama  Kak Reno dan putri kami Kisi duduk memandangi indahnya kilau air laut yang di terpa sinar matahari. 


Ku sandar kan kepala ku pada pundak Kak Reno, dengan menatap indahnya panorama pagi ini. Tidak ada lagi ucapan selain penuh rasa syukur yang dapat ku panjatkan pada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Untuk semua kebahagiaan yang ku rasakan sekarang. 


Kak Reno merangkul tubuh  ku, sambil meletakkan Kisi di pangkuan nya. 


"Aku mencintai mu dan Kisi. Dimana kalian berdua adalah pelengkap kebahagiaan ku. Dan InsyaAllah, aku akan berusaha sekuat tenaga ku untuk dapat terus membahagiakan kalian berdua. Untuk selamanya, " ucap Kak Reno lalu ia mengecup kening ku dan mencium pipi putri kami Kisi. 


Aku pun tersenyum memandangi wajahnya. Sembari mengusap kepala nya pelan, lalu mencium jemari tangan nya. 


"Aku pun mencintai mu Kak Reno. Dimana engkau dan Kisi adalah sumber kebahagiaan dan kekuatan ku saat ini. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala selalu menjaga kita dan mengumpulkan kita hingga ke jannah nya, " ucap ku dengan mata yang berkaca-kaca. 


"Aamiin ya rabbal'alamiin, " balas Kak Reno sambil memeluk diri ku. 


Kebersamaan dengan dirinya benar -benar ku nikmati. Mengingat akan  rangkaian perjalanan panjang kisah ku dan Kak Reno, yang menguras air mata. 


Sungguh Allah Subhanahu Wa Ta'ala  telah menetapkan dan memilih kan jodoh untuk kita. Yang mana semaunya telah  Allah Subhanahu Wa Ta'ala atur sedemikian rupa. Untuk memberikan hal yang terbaik untuk kehidupan kita.


Namun, Allah Subhanahu Wa Ta'ala merahasiakannya kepada kita. 


Siapa yang akan menjadi jodoh kita.


Maka berikhtiar dan bertawakal adalah cara terbaik yang dapat di lakukan.


Seperti ungkapan yang mengatakan. Jika dia jodoh kita, maka sejauh apa pun ia pergi. Allah Subhanahu Wa Ta'ala pasti akan mengembalikan nya pada kita. 


Saat aku, Kisi dan Kak Reno tengah asyik menikmati keindahan pantai. 


Kami di kejutkan dengan kedatangan Ummah bersama keluarga Imandar lainnya. 


"Kisi!, " panggil Ummah berterial cukup keras. 


Putri ku Kisi pun menoleh ke arah Ummah, dan langsung berdiri. Sembari melambaikan tangan pada Ummah. 


Aku dan Kak Reno pun langsung berdiri, begitu melihat kedatangan Ummah dan yang lainnya. 


Perlahan dan pelan, putri ku Kisi berjalan menuju pada Ummah. 


Ummah pun langsung merentang kan kedua tangan nya. 


Kisi semakin mempercepat langkah kakinya.Saat Ummah tersenyum dan terus memberikan Kisi semangat. 


Setelah Kisi berada di hadapan Ummah. Dengan cepat pula Ummah langsung memeluk Kisi, dan mendaratkan ciuman bertubi-tubi pada pipi dan kening Kisi. 


Aku dan Kak Reno tersenyum melihat kedekatan Ummah juga Kisi. 


Aku lalu berjalan mendekati Ummah dan lalu memeluk nya, untuk melepaskan rindu. Dan kini Kisi sudah berada dalam gendongan Abi. 

__ADS_1


Aku mencium tangan Ummah dan keningnya. 


"Ummah rindu pada kalian. Terlebih lagi pada cucu Ummah Kisi. Senyumannya selalu membuat Ummah merindukankan nya setiap waktu. Untuk itu, Ummah datang kemari untuk melepaskan kerinduan ini. Sekaligus bermain dengan cucu Ummah, " tutur Ummah haru. 


"Iya Ummah, " kata ku sambil mengusap punggung Ummah. 


Setelah itu, Ummah bersama Abi mengajak Kisi bermain bersama Fariz. Sementara itu, Kak Reno tengah asyik berbincang-bincang dengan Enjid, Kak Rafa dan Pak Budi. 


Sedang kan aku bersama Wirda dan Bik Inah menyiapkan makanan dan minuman untuk di santap bersama. 


Semua telihat bahagia dan bersuka cita. Merasakan kebersamaan ini. Hingga setelah selesai makan kami semua mengambil foto keluarga, dengan latar belakang pantai. 


Cekrek. 


Aku, Kak Reno, kisi dan seluruh anggota keluarga Imandar termasuk Pak Budi dan Bik Inah. Tertawa bahagia dengan senyuman lepas, yang menghiasi raut wajah kami semua. 


Inilah kisah ku. Kisah panjang perjalanan kehidupan ku, dalam menemukan jodoh terbaik ku. Yang di dalam perjalanan nya mengalami banyak luka, perih, kehilangan, kesulitan dan derita.


Namun, semua itu tidak pernah membuat diri ku lelah dan menyerah. Pada setiap ujian yang Allah Subhanahu Wa Ta'ala hadirkan. Karena diri ku selalu percaya, bahwa Sang Kuasa akan selalu memberikan keindahan di waktu yang tepat. Asalkan kita sabar dan ikhlas menjalani semua nya. 


Dan kini buah dari kesabaran ku, dapat ku petik hasilnya. Dimana kebahagiaan itu sudah menjadi milk ku. Dengan adanya Kak Reno di sisi ku, dan buah cinta ku bersama Kak Reno yaitu putri cantik kami Kisi. Dengan di kelilingi semua anggota keluarga, yang terus memberikan dukungan dan kasih sayangnya kepada keluarga kecil ku. 


Tidak lama kemudian, kami semua pun kembali ke tempat tinggal ku dan Kak Reno. 


Sesampainya di rumah, Wirda memeluk ku. 


" Aku sangat bahagia melihat mu dalam keadaan yang sangat bahagia seperti ini Ran, " ucap Wirda memandang wajah ku. 


"Aku pun juga bahagia melihat diri mu penuh kebahagiaan, bersama Kak Rafa dan Fariz, " jawab ku. 


Semua orang melihat ke arah ku dan Wirda, dengan tersenyum. 


Uwek.. Uwek.. Uwek. 


Aku segera menutup mulut ku dengan tangan kanan ku. 


Wirda, Bik Inah, dan Ummah yang sambil menggendong Kisi segera mengikuti ku. 


Aku terus muntah- muntah hingga tubuh ku terasa lemas. 


"Apakah kamu baik-baik saja Ran?, " tanya Wirda cemas. 


Aku mengangguk, tetapi kepala ku terasa pusing.Dengan cepat Bik Inah dan Wirda membantu ku untuk beristirahat di kamar. Sementara Ummah segera memanggil Kak Reno, dan memberitahukan akan kondisi ku. 


Kak Reno pun langsung bangun dari duduknya dan merasa khawatir, akan kondisi ku. 


Maka dengan cepat Kak Reno pun segera menghubungi dokter. 


Semua orang menjadi panik melihat kondisi ku. 


Hingga tidak lama kemudian dokter pun datang. Dan langsung memeriksa keadaan juga kondisi ku. Kak Reno terus tidak tenang dan cemas. Meskipun, semua orang berusaha memenangkan nya. 


Cekrek. 


Pintu kamar pun terbuka. 


Kak Reno orang pertama yang langsung menghampiri dokter, dan menanyakan keadaan ku. 

__ADS_1


Dokter pun tersenyum memandang wajah Kak Reno dan semua orang secara bergantian. 


"Istri Nak Reno tidak apa-apa. Dia hanya kelelahan saja. Dan harus banyak beristirahat. Karena saat ini, Nak Rani sedang mengandung, " jelas dokter. 


Kak Reno terkejut Dan terlihat sangat bahagia. 


Kemudian, Kak Reno bergegas masuk ke dalam kamar. Dan langsung memeluk diri ku erat. 


"Rani, kita akan di berikan momongan lagi oleh Allah, " ucapnya dengan air mata terurai sambil mencium kening ku. 


Aku mengangguk menatap wajah nya yang penuh cinta, dalam mengusap wajah ku. 


Tidak lama kemudian Ummah masuk bersama yang lainnya. Dan bersuka cita atas kabar bahagia ini. 


Kak Reno lalu bangun dari duduk dan mengambil Kisi dari gendongan Ummah. 


Kemudian, Kak Reno mendudukkan Kisi di dekat ku dan Kak Reno.


"Kisi sayang, sebentar lagi kamu akan punya adik dan teman bermain, " ucap Kak Reno sambil mengusap kepala Kisi dan mencium pipinya. 


Kisi lalu memeluk diri ku bersamaan juga dengan Kak Reno. 


Semua bersorak-sorai penuh kebahagiaan, dan candaan. 


Melihat kehangatan kasih sayang yang Kak Reno curah kan kepada diri ku dan buah hati kami. 


Tidak lama kemudian, Ummah mengajak semua orang keluar dari kamar ku. 


Supaya diri ku dapat beristirahat dan Kisi juga telah tertidur di dekat ku. 


Cekrek pintu kamar tertutup. 


Kak Reno menatap ku dalam dan lekat. 


Lalu mendekatkan wajahnya pada ku. 


Perasaan berdebar-debar yang selalu ku rasakan. Setiap kali Kak Reno menjamah ku. Di kecupnya bibir ku dengan lembut, lalu jemari tangannya mengenggam tangan ku. 


Kak Reno menyandarkan kepala ku di dadanya. 


"Terima kasih Ran, untuk semua kebahagiaan dan cinta mu. Aku mencintai mu Ran, selalu dan selamanya, " bisik Kak Reno pelan. 


Aku pun memeluknya erat, "Aku pun juga sangat mencintai mu Kak Reno."


 Aku dan Kak Reno saling memandang satu sama lain, dimana tangannya kini mengusap perut ku dan juga Kisi. 


"Alhamdulillah ya Allah, " batin ku mengucap syukur atas semua kenikmatan dan kebahagiaan ini. 


Yah, hidup memag berproses dan semuanya tidak instan. Karena untuk mendapatkan kebahagiaan, terkadang Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberikan kepedihan terlebih dahulu. 


Hal itu karena Allah ingin membuat kita dapat untuk lebih mensyukuri, atas apa yang telah Dia berikan. Setelah kebahagiaan datang di dalam kehidupan kita. 


Dan itu yang terjadi pada kehidupan ku. 


Bersama Kak Reno, Kisi dan calon buah hati kami. Dimana diri ku merasakan kebahagiaan, di dalam dekapan hangat suami yang sangat mencintai ku yaitu Reno Suprapto, dan aku Nur'aini Az zahra yang juga sangat mencintai nya. 


Inilah akhir kisah ku dan Kak Reno, yang masih terus berjuang untuk selalu dapat bersama. Dalam merengkuh ridho Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

__ADS_1


Hingga ke surgaNya dengan buah cinta kami berdua. 


-Tamat-


__ADS_2