Jodoh Pilihan Tuhan

Jodoh Pilihan Tuhan
Rahasia Kak Roy.


__ADS_3

" Sebenarnya apa yang kamu lakukan kepada Roy?," tanya Mama Kak Roy kepada Rere.


Rere yang sedang menikmati sarapan paginya bersama Tante Desi tersentak kaget mendengar perkataan dari Tante Desi."Apa maksud dari pertanyaan tante kepada Rere ?,"tanya Rere sedikit ketakutan.


"Tante merasa ada yang kamu sembunyikan dari tante," ucap Tante Desi.


" Tante kenapa berbicara seperti itu dengan Rere.Apakah tante mencurigai Rere ?,"tanya Rere lagi dengan salah tingkah.


" Tante tidak bermaksud untuk mencurigaimu Re. Tetapi dari sikap yang Roy tunjukkan ada sesuatu hal yang membuatnya sangat terpukul dan dia sangat merasa bersalah dan tidak menerima akan peristiwa yang sudah dialaminya. Kamu tahu kan bagaimana sikap Roy selama ini kepadamu. Dia belum belajar untuk membuka hatinya kepadamu. Meskipun Tante sudah berusaha untuk menasehatinya agar mau menerima dirimu secara perlahan demi perlahan. Tetap dirinya terus menolak. Tante berharap kamu tidak melakukan kesalahan yang berakibat fatal yang akan mengakibatkan Roy menjadi semakin terpuruk .Tante ingin kamu bersabar dan lebih sangat bersabar lagi dalam menghadapi dan menantikan dirinya. Agar dapat menerima kehadiranmu sebagai istrinya. Tetapi jika dia belum siap dan belum sepenuhnya menerima dirimu. Maka Tante mohon jangan Rere memaksakan apapun kepada Roy. Karena itu akan membuat Roy semakin tertekan dan frustasi. Dan tante tidak ingin Roy mengalami hal seperti itun Kamu tahu kan Re,jika Roy itu adalah anak Tante satu-satunya. Dia adalah segalanya untuk tante," ucap Tante Desi dengan ekspresi wajah yang terlihat sedih.


Rere lalu menggenggam kedua tangan Tante Desi dengan lembut dan berusaha untuk meyakinkannya.


" Tante harus percaya kepada Rere .Tidak mungkin Rere melakukan hal yang akan menyakiti Kak Roy. Tante tahu kan bagaimana Rere juga sangat mencintai putra Tante Kak Roy. Dan Rere benar-benar ingin kak Roy menerima Rere sebagai istri Kak Roy dan mencintai Rere sepenuhnya. Seperti Kak Roy mencintai Rani tante. Meskipun terkadang Rere merasa kesal dan cemburu melihat perhatian Kak Roy yang sangat berlebihan terhadap Rani.


Tetapi itu adalah hal yang wajar kan Tante, karena Rere juga berhak mendapatkan cinta dan kasih sayang dari Kak Roy.Dan untuk itu sampai kapan pun Rere akan terus menantikan Kak Roy juga setia mendambakan cintanya dan menunggu dirinya benar-benar untuk mau menerima Rere," ucap Dede berusaha meyakinkan Tante Desi sambil memandang wajah Tante Desi.


" Terima kasih ya Re ,karena kamu sudah mau bersabar dan mau tulus mencintai putra tante Roy .Maafkan tante yang sudah memiliki pikiran negatif dan berburuk sangka kepadamu serta menuduhmu melakukan sesuatu hal kepada Roy,"tutur Tante Desi dengan nada yang menyesal. "Tidak apa-apa Tante. Rere paham akan kekhawatiran yang Tante rasakan terhadap Kak Roy. Pokoknya Tante percaya saja kepada Rere.Rere akan menjaga Kak Roy dengan sebaik-baiknya dan tidak akan pernah membuatnya sedih ataupun kecewa. Dan juga Rere mengucapkan terima kasih kepada tante. Karena Tante mau mendukung Rere dan selalu menasehati Rere agar terus bersabar menantikan perhatian dan cinta dari Kak Roy," jawab Rere sambil tersenyum.


Namun Tante Desi masih terlihat gusar dan memikirkan sesuatu yang sangat mengganjal pikiran dan hatinya. Raut wajahnya masih terlihat sedih dan lesu.Dia benar-benar khawatir akan kondisi Kak Roy yang belum juga pulang setelah mengalami insiden dengan Rere dan meluapkan rasa kesedihannya yang luar biasa seperti itu. Hati Tante Desi terasa berkecamuk. Nyeri yang mulai menjalar di hatinya menumbuhkan kecemasan yang sangat berlebihan akan diri Kak Roy yang terus-menerus bergelayut di dalam pikirannya.


Rere pun juga melihat kecemasan di wajah Tante Desi dalam tatapannya dan Rere juga khawatir melihat kecemasan yang berlebihan dari paras Tante Desi yang tidak bisa ditutupi ."Tante mengapa tante begitu mengkhawatirkan Kak Roy?,"tanya Rere sambil memandang wajah Tante Desi dengan sangat serius.


" Iya Re, tante cemas memikirkan Roy karena sejak dari tadi tante mencoba menghubungi telepon genggam miliknya tetap tidak dijawab dan pesan yang tante kirimkan juga belum dibalas sampai saat ini. Tante tidak tahu di mana keberadaannya. Apa yang sedang ia lakukan dan apa yang sedang terjadi pada dirinya.Tante begitu cemas dan sangat mengkhawatirkannya. Apalagi dia pergi dalam keadaan yang sedang marah bercampur sedih seperti itu," ucap Tante Desi dengan mata yang berkaca-kaca.


Lalu untuk menenangkan hati Tante Desi. Rere pun berinisiatif menghubungi nomor telepon Kak Roy kembali." Baiklah Tante, untuk mengurangi kecemasan tante. Bagaimana kalau kita menghubungi nomor telepon Kak Roy lagi ?siapa tahu kali ini Kak Roy mengangkat telepon dari kita. Bagaimana tante?," tanya Rere kepada Tante Desi


"Iya Re boleh .Kamu boleh mencobanya," jawab Tante Desi dengan pelan .


Maka dari Rere pun segera mengeluarkan telepon genggam dari saku celananya dan mulai menghubungi Kak Roy dengan mengeraskan volume suara agar Tante Desi juga ikut mendengar. Tetapi Kak Roy tetap tidak mengangkat teleponnya. Dan terdengar dari sambungan telepon tersebut bahwa nomor telepon yang anda hubungi sedang di luar jangkauan.Namun,Rere tidak berhenti mencoba menelpon terus berulang kali.... menelpon lagi dan menelpon lagi nomor Kak Roy. Tetapi tetap saja jawaban dari teleponnya mengatakan jika


nomor yang anda hubungi berada di luar jangkauan .Maka Tante Desi pun yang mendengar akan hal itu menjadi semakin gundah gimana dan menjadi semakin sedih memikirkan keberadaan Kak Roy sekarang.


Perlahan air mata Tante Desi pun menetes perlahan.Rere yang melihat Tante Desi bersedih menjadi simpatik dan kasihan melihatnya. "Sudahlah tante.Tante jangan bersedih seperti itu nanti setelah sarapan Rere akan berusaha mencari informasi keberadaan Kak Roy di mana ya Tante.Namun,untuk itu Tante Jangan bersedih Rere mohon please!," pinta Rere kepada Tante Desi.


Namun Tante Desi tidak dapat menutupi kesedihannya dan seketika pula air matanya tumpah ruah membasahi kedua pipinya .Dan Rere pun tidak dapat membujuk Tante Desi untuk tidak dapat menangis. Akhirnya Rere hanya terpaku melihat kesedihan Tante Desi yang sangat teramat begitu memilukan hatinya.

__ADS_1


Huhuhuhuhuhu......Huhuhuhuhuhu.....


"Roy,dimana kamu sekarang berada nak?,"ucap Tante Desi dengan berderai air matanya.


"Tante,don't be sad and cry please!," ucap Rere sambil mengusap lembut kedua jemari Tante Desi dan mengusap air mata Tante Desi dengan tisu.


"Sebenarnya tante ingin mengatakan sesuatu hal yang sangat penting kepada Re,hiks...hiks...hiks," ucap Tante Desi kepada Rere dalam isak tangisnya.


" Hal penting apa yang ingin Tante katakan kepada Rere.Katakan saja tante. Rere akan siap mendengarkannya .Dan tante jangan ragu akan hal itu ,"ucap Rere berusaha untuk meyakinkan Tante Desi.


Dengan perlahan Tante Desi pun menyeka semua air mata yang membasahi kedua pipinya. Lalu ia menatap Rere dengan tatapan yang dalam dan bersungguh-sungguh. Rere pun semakin tegang dan berdebar menantikan perkataan dari Tante Desi. Rere berupaya berpikir akan hal apa yang akan Tante Desi katakan kepadanya. Sehingga ekspresi Tante Desi begitu terlihat sangat serius sekali dan menatap dirinya dengan begitu tajam. Dan tatapan dari Tante Desi sangat-sangat begitu membuat Rere penuh dengan pertanyaan.


"Sebenarnya Roy mengidap penyakit leukemia akut yaitu praleukemia atau myelodysplastic syndromes (MDS), atau myeloproliferative disorders.Dan masuk dalam tahap stadium 4 dimana Roy memiliki kadar sel darah putih dan trombosit yang rendah. Dan hal inilah yang membuat Tante sangat mengkhawatirkan Roy,Re.Hiks...Hiks...Hiks," ucapan Tante Desi menjelaskan keadaan Kak Roy kepada Rere dengan sambil menangis kembali.


Tree yang mendengar perkataan dari Tante Desi begitu sangat terkejut. Dan dia bagaikan tersambar petir mendengar pernyataan dari Tante Desi .Jika Kak Roy menderita penyakit leukimia akut dan berada dalam tahap stadium 4. Hati Rere hancur seketika ,nafasnya seolah tidak dapat lagi berhembus .Dia kembali teringat akan rencana yang ia buat untuk mendapatkan Kak Roy sehingga membuat Kak Roy merasa frustasi dan stres seperti sekarang ini. Rere begitu terlihat ketakutan dan cemas.Dia secara tidak langsung menyesali akan perbuatan yang ia lakukan kepada Kak Roy .Tangannya lemah seketika mendengar apa yang Tante Desi katakan kepadanya.


" Untuk itulah Re, tante selalu mengingatkan kepadamu untuk bersabar menghadapi Roy dan tidak terus menekannya. Karena jika sampai dia mengalami tekanan yang hebat dan stress akan membuat imun tubuhnya semakin drop dan menurun," ucap Tante Desi.


" Tetapi bagaimana bisa Tante menyembunyikan sebuah rahasia besar tentang keadaan Kak Roy kepada Rere tante. Kenapa Tante tidak memberitahukan hal ini dari awal kepada Rere.Hiks....Hiks...Hiks...,"ucap Rere yang kini menangis.


" Tidak tante .. .tolong tante jangan berkata seperti itu tante,Rere mohon.Kak Roy akan baik-baik saja tante. Setelah ini Rere akan berusaha mencari keberadaan Kak Roy. Dan Rere berjanji akan membawa pulang Kak Roy ke rumah ini. Rere berjanji akan mengembalikan semua kebahagiaannya Kak Roy.Hiks....Hiks...Hiks....,"ucap Rere sambil menangis lalu dia berdiri memeluk Tante Desi.


Rere pun begitu menumpahkan rasa kesedihan dan penyesalannya. Dia begitu sangat merasa berdosa terhadap perbuatan yang telah ia lakukan kepada Kak Roy.Rere benar-benar menangis tersedu-sedu sambil memeluk Tante Desi.Dia begitu ketakutan dan cemas jika perbuatan yang dilakukan kepada Kak Roy dapat membuat dirinya kehilangan laki-laki yang sangat dia cintai .Lalu untuk apa dia melakukan semua itu jika Kak Roy bisa pergi meninggalkan dirinya untuk selama- lamanya.Rere benar-benar sangat bersedih dan membenamkan dirinya dalam derai isak tangisnya.


Seandainya saja aku tidak mendengarkan apa yang dikatakan mbak Riska dan tidak menuruti semua rencananya. Maka saat ini Kak Roy masih berada di dalam rumah ini dan Tante Desi tidak akan merasa bersedih seperti sekarang ini .Ya Tuhan apa yang sedang aku lakukan kepada Kak Roy. Kenapa aku begitu sangat terobsesi dan tega menyakiti laki-laki yang sangat kucintai hanya demi untuk memenuhi keegoisan dan nafsuku untuk memilikinya ucap Rere di dalam hatinya sambil menangis tersedu-sedu memeluk Tante Desi.


Lalu dengan cepat Rere pun menyeka air matanya dan melepaskan pelukannya dari Tante Desi. Dia tidak ingin larut dalam kesedihan dalam waktu yang lama. Tree ingin menebus kesalahannya dan segera mencari keberadaan Kak Roy sesegera mungkin. Karena dia begitu sangat mengkhawatirkan kondisi Kak Roy, setelah ia mengetahui jika Kak Roy menderita penyakit leukimia akut yang dapat mengancam nyawanya kapanpun juga. "Tante sebaiknya sekarang Rere segera mencari Kak Roy ya.Huhuhuhuhu ,"ucap Rere sambil menangis sesunggukkan mengusap air matanya.


"Kalaubegitu tante ikut denganmu ya Re," tanya Tante Desi kepada Rere.


"Tetapi tante dalam kondisi seperti ini. Bagaimana nanti jika tante kelelahan?," tanya Rere.


"Tidak apa-apa Re,tante ingin ikut denganmu. Bagaimana kalau kamu mencoba menghubungi Wirda terlebih dahulu mungkin dia tahu dimana keberadaan Roy," saran Tante Desi kepada Rere.


" Baiklah Tante setelah ini Rere akan mencoba mengirimkan pesan dan menelepon Wirda ,"ucap Rere menanggapi saran Tante Desi.

__ADS_1


" Kalau begitu Tante berganti pakaian dan bersiap-siap dulu ya Re. Kamu tunggu tante dulu," pinta Tante Desi sambil melihat ke arah Dede.


"Iya tante, Rere akan menunggu tante di mobil ya. Sambil Rere menelpon Wirda," jawab Rere pelan.


Lalu Tante Desi pun segera bergegas naik ke lantai atas untuk mengganti pakaian dan bersiap-siap ikut Rere mencari keberadaan putranya Kak Roy. Sementara Rere berjalan menuju ke halaman rumah Tante Desi sambil menelpon Wirda untuk mengetahui keberadaan Kak Roy sekarang.


" Halo assalamualaikum Wirda," ucap Rere memulai pembicaraan saat menelpon Wirda.


" Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh. Iya Re, ada apa?," tanya Wirda dengan nada yang datar dan biasa. "Maaf Wit, aku mengganggumu .Apakah kamu tahu keberadaan Kak Roy sekarang ada di mana?," tanya Rere dengan suara pelan.


" Loh kok kamu bertanya kepadaku. Bukankah kamu istrinya dan harusnya kamu tahu di mana Kak Roy sekarang," ucap Wirda bertanya balik kepada Rere.


"Iya Wirda. Kak Roy keluar dari rumah dalam keadaan yang marah dan sangat bersedih. Makanya tante menyuruhku menelpon dirimu. Siapa tahu Kak Roy menghubungimu dan kamu tahu di mana Kak Roy sekarang?," ucap Rere kepada Wirda.


" Iya sebelumnya aku memang menghubungi Kak Roy tetapi memang ada yang aneh dari Kak Roy. Saat Rani berbicara dengannya tiba-tiba Kak Roy memutuskan sambungan teleponnya. Dan aku tidak tahu dia ada di mana. Baiklah jika begitu tetapi aku minta tolong ya .Jika kamu tahu keberadaan Kak Roy tolong beritahu aku dengan segera .Karena Tante Desi begitu sangat khawatir dan mencemaskan keadaannya Kak Roy," ucap Rere dengan suaranya yang pelan dan terdengar lemas.


"Iya Re, kalau begitu nanti aku akan mencoba mengirim pesan kepada Kak Roy," jawab Wirda kepada Rere.


" Iya Re. Terima kasih ya dan aku minta maaf sebelumnya karena telah mengganggu dirimu. Assalamualaikum," ucap Rere menutup sambungan teleponnya.


"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh," sahut Wirda.


Dan telepon pun terputus.


Rere memasukkan telepon genggam miliknya ke dalam tas kecil yang ia bawa dengan raut wajah yang sedikit putus asa. Lalu ia segera memanaskan mesin mobil miliknya sambil menunggu Tante Desi turun untuk bersiap-siap.


Breeemmm....


Suara mesin mobil milik Rere menderu. Tidak lama setelah itu tante Desi sudah bersiap dan mengganti pakaiannya lalu masuk ke dalam mobil Rere.


"Ayo Re,kita jalan sekarang," ajak Tante Desi yang sudah bersiap.


" Baik tante," jawab Rere.


Lalu Rere pun melajukan mobil miliknya meninggalkan kediaman rumah Tante Desi untuk mencari keberadaan Kak Roy sekarang .

__ADS_1


__ADS_2