
Selama setengah tahun, aku hanya bisa berbaring dalam ranjang ruang ICU di rumah sakit agar kondisiku dapat terpantau secara intensif. Selama dalam perawatan tubuhku terus dibantu dengan alat bantu napas untuk menjaga laju pernapasan, dipasangkan selang makanan, selang kencing, memasang monitor jantung dan infus.Dimana untuk peluang kesembuhan ku tergantung dari tingkat keparahan penyakit yang ku alami serta respon tubuhku terhadap obat yang diberikan kepadaku. Kecelakaan pesawat terbang merupakan dalang yang memicu kerusakan otakku, hingga mengalami koma panjang,dan tidak sadar dalam jangka waktu lama akibat terganggunya aktivitas otak ku.Meski begitu, organ tubuhku di dalam masih bekerja sehingga membuat diriku berada dalam kondisi hidup dan mati.
Walaupun tak sedikit kasus koma yang berujung pada kematian, tetapi keajaiban itu datang, dimana diriku berhasil bangun dari keadaan tak sadar.
Dimana sebelumnya dokter pun sedikit pesimis akan kesembuhan ku.
"Kapan pasien sadar dari koma tidak dapat dipresdisikan bu, semakin lama ia dalam keadaan koma maka peluang untuk sadar umumnya kecil, "ujar dokter kepada Ummah.
Hingga tiba-tiba diriku berhasil mengejutkan orang-orang di sekitarku. Ada keajaiban muncul ketika lisanku menjawab pertanyaan sang perawat yang sedang menjagaku.
Ucapan pertama di bawah kendali tak sadarku, menjadi penanda diriku bangun dari koma panjang yang membuat ku tak berdaya.
Seperti biasa Ummah tidak pernah letih menemani diriku, bersama perawat yang menjagaku.
Seperti biasa seorang perawat yang berada di ruanganku,tengah membersihkan tubuhku dengan hati-hati,sembari mengajak diriku berbicara. Perawat itu yang sedang mengelap tanganku dengan waslap, lalu menunjuk ke arah Ummah. Dan seolah-olah bertanya kepada diriku, apakah aku bisa mengenalinya.Sembari terus fokus merawat diriku.
Dan tiba-tiba...
"Ummah!," ucapku pelan.
Sontak suara yang keluar dari mulutku, kemudian mengejutkan Ummah dan perawat. Karena dibuat kaget dan syok, perawat yang tengah membersihkan diriku,dengan segera memanggil dokter dan memberitahukan apa yang terjadi.
Sementara itu, Ummah yang berada di dekatku meneteskan air matanya. Dia seakan-akan bermimpi dan hampir tidak percaya dengan apa yang terjadi.
Tidak lama kemudian dokter pun tiba bersama perawat yang memanggil nya. Dengan segera dokter pun memeriksa keadaan diriku.
Ummah masih terus menatap diriku dengan perasaannya yang berbaur dengan keharuan dalam diamnya.
"Saya mendengar pasien mengeluarkan suara aneh, dan saya segera memanggil dokter untuk merawat dan melihat kondisinya,dok, "ucap perawat terlihat masih syok.
Dokter terus melihat dan memeriksa kondisi ku dan mengatakan jika kondisiku semuanya normal.
Ummah sudah terlihat begitu tidak kuasa untuk menanyakan kondisiku kepada dokter.
" Dok, bagaimana kondisi putri saya?,"tanya Ummah cemas tetapi terlihat raut bahagia bercampur haru.
Dokter menyatakan bahwa tubuhku sedang berada dalam kondisi sadar minimal.
__ADS_1
"Pasien menjadi sadar tetapi tak bisa berikan respons, " jawab dokter.
Mendengar perkataan dokter. Ummah tidak kehilangan harapan kepada diriku.
Ummah semakin giat dan bersemangat untuk membuat diriku benar-benar pulih kembali.
Dan perawat yang selalu menjagaku, juga tidak henti-hentinya memberi dukungan kepada Ummah.
"Bu Putri,tetap semangat!.Jangan menganggap Dek Rani tiada ketika mereka dalam kondisi seperti itu. Yakinlah, bahwa Dek Rani saat ini juga sedang berjuang untuk bisa pulih.InsyaAllah,ini adalah awal dari ikhtiar dan lantunan do'a- do'a Bu Putri dan keluarga selama ini, " kata perawat tentang motivasinya untuk membuat Ummah tidak menyerah.
Ummah merupakan salah satu pihak yang berperan besar pada kesembuhanku. Ketika dokter tampak tak bisa melakukan upaya lagi kepada diriku. Setelah satu minggu kemudian, aku tidak menunjukkan respon atau tanda-tanda sadar dari koma.
Ummah tetap setia menemaniku dan selalu datang setiap hari. Hatinya tetap yakin pada harapannya yang ia gantungkan kepada Sang Maha Pencipta.Setiap kali Ummah datang dan bercerita mengenai banyak hal, kondisiku pun berangsur-angsur membaik.
Dan benar saja dalam waktu seminggu kemudian, diriku memberikan perkembangan yang signifikan. Dimana, sesekali aku pernah memberikan respon terhadap cahaya, pergerakan hingga stimulasi.
Hingga aku pun mulai bisa mengedipkan mata,benar-benar terlihat menggerakkan jemari tangan dan tubuhku di atas ranjang pasien,tersenyum dan mendengarkan dengan baik,ketika Ummah sedang melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran.
Dan akhirnya diriku tersadar, setelah tertidur dari koma panjang.
Ummah menatap diriku lekat dengan linangan air matanya yang mengalir tiada henti.
Aku pun dapat merasakan jika selama ini Ummah dan keluarga Imandar datang untuk menjenguk. Akan tetapi, diriku tak dapat berbuat banyak seperti mengobrol dan bergerak karena kerusakan otak yang membuatku menjadi lumpuh dan koma.
Ummah mendaratkan ciuman nya pada kening dan tanganku.
Dimana lisannya terus mengucap syukur atas rahmat dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
"Rani!, "panggil Ummah lirih dengan suaranya yang bergetar haru.
Lalu, tiga hari kemudian.
Saat Ummah terjaga, ia pun mendengar seseorang memanggil namanya pelan dengan terbata lirih.
"Um.. mah!. "
Ummah pun mencari ke arah sekeliling.
__ADS_1
Dan lagi...
"Um.. mah!. "
Kali ini Ummah memandang ke arahku.
Dan berapa terharunya Ummah, begitu mengetahui jika diriku yang memanggilnya.
Air mata Ummah mengalir lagi, namun kali ini Ummah tampak kegirangan penuh haru.
"Berbulan-bulan saya memimpikan momen ini, dan nama saya menjadi kata pertama yang Rani ucapkan," ujar Ummah kepada perawat dengan air mata yang mengalir.
Ummah lalu mencium tanganku berulang-ulang dengan kebahagiaan yang menyelimuti dirinya.
Perawat yang berdiri di samping Ummah pun menatap haru. Terselip pula guratan bahagia dalam wajahnya,saat menyaksikan momen yang begitu menyentuh hatinya.
Dokter pun memeriksa keadaan diriku.
" Meski telah tersadar dari koma, pasien harus tetap mendapatkan perawatan intensif dan juga harus melakukan berbagai terapi.
Dimana ntuk pemulihan kesadaran pada pasien koma tidak terjadi secara tiba-tiba biasanya terjadi secara bertahap,ada sebagian dapat sembuh total tanpa ada kecacatan. Adapun yang tersadar ,namun fungsi otak atau pun tubuhnya mengalami penurunan bahkan kelumpuhan, "jelas dokter kepada Ummah yang memperhatikan dirinya.
Ummah mengangguk dan menatap diriku lekat.
Baginya melihat diriku tersadar dari koma adalah sebuah keajaiban dan karunia terbesar dari Allah.
" Iya dok saya mengerti, apapun akan saya usahakan demi kesembuhan total putri saya. Karena tidak ada kebahagiaan yang terindah, selain dapat melihat putri saya dapat menjalani kehidupannya lagi, "tutur Ummah sambil menyeka air matanya yang mengalir.
Dokter dan perawat tersenyum bersamaan.
" Dek Rani sangat beruntung karena memiliki ibu mertua yang sangat baik dan menyayanginya seperti putri kandung nya sendiri, dimana harapan dan do'a untuk kesembuhan Dek Rani. Senantiasa mengalir dari lisan Bu Putri,"ucap dokter memuji Ummah.
Ummah melihat ke arah dokter sambil mengenggam jemariku, "Rani memang putri saya, dok. Dan selamanya akan menjadi putri saya. "
Aku menatap wajah Ummah dalam, dimana hatiku ikut bergetar merasakan sentuhan kasih sayangnya.
Semua orang terenyuh melihat keikhlasan dan kemuliaan hati Ummah yang tulus.
__ADS_1