
"Semua ini gara-gara Roy.Dia sudah merusak semua rencana yang sudah matang.Ughhhhh.....,"ucap Kak Reno kesal.
"Sudahlah Ren,setidaknya karena Roy juga.Papa bisa menghancurkan pesaing bisnis papa yaitu papanya Wirda sekaligus karena Roy memukulimu kita bisa menjebloskannya masuk ke dalam penjara bukan,"ucap Pak Sugeng sambil duduk di atas sofa menyilangkan kaki.
"Tetapi Reno heran pah,bagaimana Roy bisa kemari dan merusak rencana kita.Padahal Reno sudah bosan bersandiwara seperti ini.Reno ingin segera lepas dari Rani,"ucap Kak Reno sambil mengunyah makanan di mulutnya.
"Itu juga yang sedang papa pikirkan,"kata Pak Sugeng.
"Padahal di pesta pernikahan hari ini adalah hari yang Reno tunggu-tunggu setelah sekian lama.Membuat Rani malu di hadapan semua orang lalu menceraikannya dan membuatnya berstatus janda setelah itu mengusirnya dari rumah kita selamanya,"ucap Kak Reno senang.
Bu Sri melangkah mendekati Reno sambil mengusap kepalanya.
"Kamu tidak perlu sedih Ren,setelah ini kita buat rencana baru untuk menyingkirkan Rani dari hidup kita,"ucap Bu Sri.
Aku merasa bagai disambar petir.
Tubuhku bergetar.
Hatiku hancur seketika.
Bu Sri dan Pak Sugeng juga ikut terlibat.
Mereka yang telah ku anggap seperti orang tua kandungku sendiri.
Ternyata selama ini hanya sandiwara.
Aku berusaha menguatkan hatiku dan terus menguping pembicaraan mereka.
"Sebenarnya kakek tidak setuju kamu ingin menceraikan Rani,"ucap kakek sambil memegang dagunya.
"Loh kenapa kek,"tanya Mbak Riska.
"Kalian tahu dari mana semua harta kekayaan yang kita miliki ini berasal?fasilitas mewah yang semua kalian pakai selama ini?,"tanya kakek.
"Dari mana kek?,"tanya Kak Reno penasaran.
"Iya pah,apa hubungannya dengan keinginan Reno untuk menceraikan Rani,"sela Bu Sri.
Semua tegang dan penasaran menunggu jawaban kakek.
"Ayo pah katakan,"pinta Pak Sugeng tidak sabar.
"Semua harta kekayaan yang kita miliki ini sebenarnya adalah milik Rani,"ucap Kakek.
"Hah!,papa pasti bohong,"Bu Sri terkejut.
"Iya, bagaimana bisa kek?,"sahut Kak Reno.
"Kakek ngaco yah.Gimana seorang gadis miskin bisa memiliki harta kekayaan kita sebanyak ini,itu mustahil kek,"ceplos Mbak Riska.
"Maka dari itu dengarkan kakek dulu berbicara jangan asal menyahut saja,"ucap kakek kesal dan marah.
Semua terdiam melihat kakek marah.
Lalu kakek melanjutkan ucapannya.
"Dulu kakek mempunyai seorang teman baik lebih tepatnya sahabat.Namanya Widiyanto.
Ia seorang pengusaha sukses dan kaya raya serta sangat baik hati.
__ADS_1
Yah,karena kebaikan hatinyalah kakek dapat memanfaatkannya dan mengambil semua harta benda serta aset-aset penting perusahaan yang ia miliki."
"Lalu apa hubungannya dengan Rani,kek?,"tanya Kak Reno.
"Kalian tahu Sugeng,"tanya kakek.
"Tahu lah kek.nama papa kan?,"sahut Mbak Riska.
"Bukan, ayah Rani juga bernama Sugeng.
Nama lengkapnya Sugeng Widiyanto,"sahut kakek.
"Jadi,artinya Sugeng itu putra dari teman papa?,"tanya Pak Sugeng terkejut.
"Iya benar sekali.Anak satu-satunya Widiyanto."
Lalu kakek meneruskan ucapannya.
"Setelah kakek mengambil seluruh harta Widiyanto.Ia terkena serangan jantung.Tetapi,sebelum meninggal Widiyanto menceritakan semua yang kakek lakukan kepada istrinya.Tidak lama setelah kematian Widiyanto.Lalu istrinya membawa anak mereka Sugeng pergi jauh dan kakek tidak bisa melacak keberadaan mereka.
Hingga pada suatu ketika kakek berhasil menemukan mereka.
Namun,sebelum sempat kakek ingin melenyapkan istrinya yang mengetahui kejahatan kakek pada suaminya.Ia lari dari kakek dan tertabrak mobil dan tewas di tempat.
Sementara Sugeng putra mereka satu-satunya kakek taruh di panti asuhan."
"Kenapa tidak papa lenyapkan putranya juga?,"tanya Pak Sugeng.
"Saat itu situasi tidak memungkinkan,"ucap Kakek kecewa.
"Berarti saat Sugeng menabrak ayahnya Rani atas perintah papa saat itu. Ia sudah mengetahui kebenarannya pah?,"tanya Pak Sugeng.
Semua orang terkejut mendengar penjelasan kakek termasuk diriku yang tidak tahan membendung air mataku.
"Jadi,kebenarannya papa itu bukan tidak sengaja menabrak ayahnya Rani.Tetapi semua memang sudah kakek rencanakan?,"tanya Kak Reno.
"Iya dan takdir terus membawa kakek bertemu dengan Rani.Pada suatu ketika mobil yang di bawa Budi sopir kita tidak sengaja menabrak Rani yang menaiki sepeda.Dan saat itu,ketika kakek ke rumahnya dan melihat foto Sugeng ayahnya kakek langsung terkejut.Namun,takdir membela kita membawa keberuntungan dengan mengirimkan Rani bersekolah yang sama dengan Reno dan di saat Tari ibunya jatuh sakit.Di sini kakek memanfaatkan celah situasi dan menyuruh Sugeng dan Sri mengajukan syarat membiayai pengobatan ibunya asalkan ia mau menikah siri dengan Reno."
"Riska nggak menyangka ternyata kakek secerdik itu kek."
"Tetapi Reno yang harus menderita di sini,"ucap Kak Reno menggerutu.
"Apa kamu mau hidup miskin dan kakek beserta papamu di penjara?,"bentak kakek.
"Hmmmm....tentu tidak kek,"ucap Kak Reno merasa bersalah dengan ucapannya.
"Setidaknya dengan Rani bersama kita.Maka kita akan aman.Tetapi,jika kehadirannya menganggu kita.Akan lebih baik jika kita singkirkan Rani secara pelan-pelan.Seperti menyingkirkan Tari ibunya,"ucap kakek dengan ekspresi wajah kejam.
"Maksud kakek ibunya Rani meninggal bukan karena sakit?,"tanya Mbak Riska.
"Ia memang sudah penyakitan.Tetapi saat ia akan pulih.Ibunya Rani mendengar percakapan kakek,papa dan mamamu maka tidak ada pilihan lain untuk melenyapkannya juga,"jawab kakek.
Mendengar ucapan kakek hatiku sangat sakit.
Tangisku ingin pecah.
Namun,ku tahan dengan tanganku supaya mereka tidak mengetahui jika aku mendengar pembicaraan mereka.
Lemas rasanya tubuhku.
__ADS_1
Mendengar kebenaran yang begitu sangat menyakitkan.
Ya Allah,bantu aku.
Apa yang harus aku lakukan sekarang,ucapku dalam hati.
Sambil terus mendengarkan pembicaraan mereka.
"Bagaimana jika Rani mengetahui kebenaran ini pah?,"tanya Bu Sri.
Kakek menjawab dengan tenang,"Dia tidak akan mengetahuinya karena anak itu bodoh.Mudah untuk di kelabuhi dan terlalu baik sama seperti kakeknya Widiyanto sehingga kita mudah untuk menipunya."
"Iya benar kata papa,"sahut Pak Sugeng.
"Tetapi kek,halangan terbesar kita adalah Roy.Dia bisa merusak semua rencana kita,"kata Bu Sri.
"Selama Roy di dalam penjara kita aman.Karena tidak ada yang bisa menolong Rani.Dan untuk itu tugas Reno harus berpura-pura terluka parah agar mendapat simpati Rani.Supaya Rani tidak percaya semua perkataan Roy,"ucap kakek memberi arahan pada Kak Reno.
"Baiklah kek,tetapi Reno mohon agar bisa secepatnya terbebas dari hubungan pernikahan dengan Rani,"pinta Kak Reno.
"Kamu harus bersabar dulu Ren,papa dan kakek serta mama akan memikirkannya.Tetapi sebelum itu,kamu harus bertahan sebentar lagi nak,"saran Pak Sugeng.
"Lagi pula bukankah ini kesempatanmu untuk membuat hidup Rani semakin menderita sesuai tujuanmu,"ucap Bu Sri.
"Hmmmm....mama benar juga,"kata Kak Reno mengumbar senyuman jahatnya.
"Iya kakek setuju dengan apa yang mamamu katakan.Tetapi satu hal yang perlu kamu ingat dan camkan dalam pikiranmu Reno.Benci dan cinta itu memiliki beda yang teramat sangat tipis.Jangan sampai kebencianmu pada Rani.Membuat hatimu berbalik mencintainya,"tegas kakek mendoktrin Kak Reno.
"Akhh...kakek mana mungkin Reno itu suka sama Rani apalagi cinta.Cihhhh....dia sangat jauh dari tipe perempuan yang Reno sukai.Dan itu tidak akan pernah terjadi kek,kakek tenang saja.Malah mungkin sekarang Rani yang terpikat dan suka dengan Reno.Hahahaha.....,"ucap Kak Reno penuh percaya diri.
"Ok!kakek pegang kata-katamu,"kata kakek sambil menunjuk jari telunjuknya pada Kak Reno.
"Terus kek apa rencana kita selanjutnya?,"tanya Mbak Riska sambil memainkan telepon genggamnya.
Kakek berpikir sejenak.Sementara yang lain memandang ke arah kakek.
Darahku terasa mendidih.
Amarahku terasa meledak.
Ingin sekali aku masuk lalu memukuli mereka.
Namun,sekali lagi ragaku dan pikiranku tidak terkoneksi dengan baik untuk melakukan itu.
Jahat dan kejamnya mereka.
Mempermainkan kehidupanku dan merenggut semua yang kumiliki.
Termasuk bunda....
Dadaku sesak dan sakit sekali.
Air mataku terus mengalir tetapi aku berusaha menekan ledakan kesedihanku.
Ya Allah,tolong aku....tolong aku!,teriakku dalam hati.
Aku tidak kuasa membendung luka dan kesedihanku.
Dan Gedubrakkkkkkkk.......
__ADS_1
Aku terjatuh.