Jodoh Pilihan Tuhan

Jodoh Pilihan Tuhan
Semakin dekat.


__ADS_3

Setelah satu Minggu Kak Reno di rawat di rumah sakit. Akhirnya dokter mengizinkan Kak Reno untuk pulang. Setelah keadaan Kak Reno sudah di pastikan sangat baik secara fisik dan psikis. Kabar kepulangan Kak Reno dari rumah sakit ini. Sangat di sambut baik dan penuh suka cita. Oleh diri ku sendiri, juga seluruh anggota keluarga Imandar lainnya. 


Karena begitu bahagia nya Ummah, Abi dan Enjid mengadakan tasyakuran di kediaman rumah keluarga Imandar. Acara tasyakuran ini di hadiri oleh kerabat dekat, tetangga, teman dan anak-anak yatim piatu.Ummah, Abi dan Enjid sengaja membuat acara tasyakuran ini. Sebagai bentuk atas rasa syukur, karena kesehatan Kak Reno yang sudah pulih. Dan keselamatan bagi diri ku dan juga Kak Reno. Setelah peristiwa yang hampir merenggut nyawa kami berdua. 


Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an terdengar mengema di kediaman keluarga Imandar. Semua orang khusyuk menyimak bacaan Al-Qur'an yang di khatamkan oleh tiga puluh anak-anak penghafal Al-Qur'an. 


Teduh, tenang dan nyaman itu adalah perasaan yang ku rasakan sekarang. 


Namun, pandangan ku tertuju pada Ummah yang terus menangis. 


Aku segera menghampiri Ummah dan duduk di samping nya. Ku pegang jemari tangan Ummah perlahan sembari menciumnya. 


"Ada apa Ummah?. Mengapa Ummah menangis?.Apakah ada sesuatu yang mengganggu pikiran dan hati Ummah?. Jika memang ada, tolong Ummah katakan pada Rani, " pintar ku sambil menyeka air mata dengan tisu. 


Ummah memandang ke arah ku lekat, sambil memegang wajah ku. 


"Ummah tidak apa-apa sayang. Ummah hanya merasa terharu. Sebab sudah dapat melihat diri mu dan Reno dalam keadaan yang baik-baik saja. Ini adalah tangisan penuh kebahagiaan nak, " jawab Ummah. 


Aku pun langsung memeluk Ummah dan mengusap punggung Ummah. 


Ummah kemudian mengangkat kepala ku dan berkata. 


"Setelah ini Ummah berharap hanya akan melihat kebahagiaan di kehidupan mu sayang, " ucap Ummah sambil mencium kening ku dengan penuh kasih sayang. 


Aku pun meneteskan air mata ku dan terharu dalam rasa syukur ku. Sebab Ummah begitu menyayangi diri ku, selayaknya putri kandung nya sendiri. 


"Terima kasih Ummah, karena Ummah sudah begitu sangat menyayangi Rani, " kata ku sambil mencium tangannya. 


Ummah menggangguk dan mengusap kepala ku lembut. 


"Ummah yang berterima kasih, karena kamu sudah hadir di dalam kehidupan Ummah dan menjadi putri Ummah, sayang."


Aku dan Ummah pun saling berpelukan dan berbagi perasaan hangat satu sama lain. 


---


Setelah selesai menggelar acara tasyakuran.Kak Rafa pun mengusulkan agar kami sekeluarga untuk pergi berlibur. Karena sebentar lagi, ia akan kembali bertugas dalam waktu yang lama. 

__ADS_1


Ummah, Abi dan Enjid pun setuju dan tidak merasa keberatan akan usul dari Kak Rafa. Namun, kali ini Ummah ingin mengajak seluruh asisten rumah tangga untuk ikut libur bersama dan menyewa bus. Semua orang pun setuju. Meskipun sebenarnya aku merasa lelah dan tidak ingin pergi.Tetapi, aku tidak ingin mengecewakan semua orang. 


Dan Kak Rafa bersama Wirda di bantu oleh Pak Budi juga Bik Inah mulai mempersiapkan semuanya.


Kali ini Kak Rafa dan Wirda yang memutuskan tujuan dari tempat wisata yang akan kami tuju. 


Semua orang tengah sibuk mengemasi barang dan pakaian yang akan di bawa. 


Termasuk juga dengan diri ku, yang menyiapkan segala sesuatu nya. 


Kak Reno memandangi diri ku dan sungguh aku merasa salah tingkah dan merasa sangat grogi akan tatapan nya. 


"Mengapa Kak Reno terus melihat ku seperti itu?," tanya ku sambil memasukkan pakaian ke dalam koper. 


Kak Reno semakin mendekati ku dan duduk di samping ku. 


"Aku terus menatap mu,karena diri mu terus menghipnotis pandangan ku untuk selalu menatapmu Ran. Bukankah tidak salah,jika seorang suami menatap wajah istrinya dengan penuh rasa cinta juga kasih sayang, " ucap Kak Reno yang terus memandang diri ku. 


Perasaan ku semakin tidak menentu, ketika Kak Reno terus memandang ke arah ku. Tetapi, aku berpura-pura untuk tetap tenang dan mengemasi pakaian. 


Namun, tiba-tiba Kak Reno mengenggam jemari tangan ku. Aku begitu terkejut dan langsung memandang nya. 


Perasaan berdebar-debar menyergap diri ku, saat dengan erat Kak Reno mengenggam jemari ku dengan kuat lalu menciumnya. 


Mata kami pun saling memandang dan terikat satu sama lain. Di dalam perasaan yang kuat, lalu membuat hati kami saling terhanyut. 


Tanpa ku sadari dengan cepat jemari tangan Kak Reno menarik tangan ku. Hingga diri ku begitu dekat dengan nya. Jantung ku kembali berdegup kencang dan semakin kuat. Mata ku terpejam,saat bibirnya mengecup bibir ku dengan lembut. 


----


Kami semua sudah bersiap di dalam bus, yang akan membawa kami semua untuk healing. Terlihat raut wajah gembira dari semua orang.Apalagi di sepanjang jalan indra penglihatan kami, di suguhi dengan panorama yang membius mata. 


Pepohonan yang hijau nanti rindang, kebun bunga yang bermekaran, hamparan sawah yang menghijau dan kilauan lautan bak kumpulan berlian yang bersinar. 


Aku duduk berdampingan dengan Kak Reno. Dimana sepanjang jalan ini, ia terus mengenggam jemari tangan ku. Dan tidak sedetik pun ia melepaskan nya. 


Meskipun Aku berusaha untuk melepaskan genggaman tangan nya, tetap saja Kak Reno akan langsung menarik tangan ku. Dan memegangi nya dengan semakin erat. 

__ADS_1


Sungguh Kak Reno tidak tahu, betapa tubuh ku terasa lemas tak berdaya. Setiap kali ia menjamah tangan ku dengan erat. 


Hari sudah semakin sore, dimana semua orang di dalam bus tertidur dengan pulas. Dan hanya sopir bus utama serta serta sopir bus pengganti yang masih terjaga. Begitu pula Kak Reno dan diri ku yang masih menikmati pemandangan dari balik kaca jendela bus. 


"Sampai kapan engkau akan terus mengenggam tangan ku Kak Reno, "ucap ku padanya. 


Kak Reno tersenyum padaku dengan bibir tipis nya yang merah. Dimana ia terlihat begitu memikat pandangan mata dengan senyuman nya itu. 


"Tangan mu akan terus ku genggam Ran, hingga maut memisahkan kita, " ucap Kak Reno sambil mencium tangan ku. 


Serrrr. 


Aliran darah ku terasa seperti tersengat listrik. Saat bibirnya menyentuh jemari tangan ku. Kak Reno lalu menatap ku tajam. Dan hal itu semakin membuat diri ku tegang. Untuk menghilangkan rasa tegang dan grogi ku. Aku pun memalingkan wajah ku darinya dan menatap ke luar kaca jendela bus. 


DAG..DIG.. DUG. 


Jantung ku semakin berdegup kencang. Saat Kak Reno memainkan jemari tangannya menyentuh tangan ku. 


"Ran, apa yang sedang kamu lihat?," tanya nya lembut. 


Aku menghela napas panjang dan dalam, sebelum menjawab pertanyaan nya. 


"Ak.. ku, " ucap ku tidak selesai. 


Saat kepala ku menoleh dan hendak menjawab pertanyaan Kak Reno. 


Bibir Kak Reno telah mendarat menyentuh bibir ku. Dan mengunci suara ku. 


Aku terdiam dalam keterkejutan ku. Dimana kejutan aliran listrik semakin terasa bergejolak di dalam diri ku. 


Kak Reno tersenyum pada ku, lalu mengecup kening ku lembut. Sembari berbisik pada ku. 


"Aku mencintai mu Rani. "


Kemudian, Kak Reno meletakkan kepala ku di pundaknya. Dimana salah satu tangannya merangkul tubuh ku. Dan salah satu tangannya yang lain mengenggam jemari tangan ku, lalu menciumnya berulang.


Aku terbenam dalam dekapan hangat nya. Hingga membuat diri ku terlelap dalam pelukannya. 

__ADS_1


__ADS_2