Jodoh Pilihan Tuhan

Jodoh Pilihan Tuhan
Menuai hasil


__ADS_3

"Kenapa nak Rani belum sadar dok?,"tanya Pak Budi kepada dokter.


"Pasien masih lemah pak,karena banyak mengeluarkan darah dan juga masih syok.Untuk sementara pasien biarkan untuk istirahat dulu.Setelah kondisinya berangsur lebih baik. Kami akan melakukan CT scan untuk melihat apakah ada pendarahan pada kepala pasien akibat benturan benda keras.Apakah sebelumnya pasien pernah di rawat di rumah sakit?,"tanya dokter kepada Pak Budi.


"Iya pernah dok.Kurang lebih ada sekitar satu Minggu dok,nak Rani baru pulang setelah di rawat dari rumah sakit,"jawab Pak Budi.


"Apa riwayat penyakit sebelumnya?,"tanya dokter.


"Saya kurang ingat dok.Tetapi kalau tidak salah nak Rani dirawat karena kelelahan sehingga mengalami anemia dok,"jawab Pak Budi.


"Itu juga bisa menjadi salah satu potensi indikasi pasien menjadi sangat lemah dan lemas sebab banyak mengeluarkan darah dari hidung akibat benturan yang keras sehingga menyebabkan cedera yang tidak ringan.Jadi untuk sementara biarkan pasien untuk beristirahat dulu.Supaya kondisi menjadi lebih baik,"ucap dokter.


"Lalu bagaimana dengan keadaan pasien satunya lagi dok?,"tanya Pak Budi.


"Oh.. pasien satunya yang bernama Roy ada di samping pasien ini pak,"ucap dokter yang didampingi perawat.


"Apakah boleh dibesuk dok?,"tanya Pak Budi.


"Boleh pak,mari bersama saya pak. Jika bapak ingin melihat pasien tersebut. Saya juga akan mengecek kembali keadaan pasien bernama Roy,"ajak dokter kepada Pak Budi.


Pak Budi dan dokter bersama perawat menuju bilik ruang Kak Roy berada.


Kak Roy tampak sedang berbaring di atas ranjang pasien.


"Nak Roy bagaimana keadaannya sekarang?,"tanya Pak Budi cemas.


Melihat kedatangan Pak Budi.


Kak Roy berusaha untuk bangun dari tidur berbaringnya.


Namun,dokter menghentikannya.


"Mohon jangan bangun dulu.Usahakan tetap berbaring supaya tubuh lebih rileks dan tidak terlalu nyeri.Saya akan memeriksa keadaan adik,"ucap dokter kepada Kak Roy.


Dengan dibantu oleh perawat,dokter memeriksa kondisi Kak Roy dengan teliti dan cermat.


"Bagaimana dok hasilnya?,"tanya Pak Budi.


"Alhamdulillah,adik Roy tidak mengalami cedera yang terlalu berat.Namun,lebih baik tetap beristirahat dan akan kami pindahkan ke ruang rawat inap untuk sementara waktu sampai kondisinya pulih kembali,"dokter menerangkan.

__ADS_1


"Bagaimana kondisi Rani sekarang,Pak Budi,"tanya Kak Roy.


"Hmm...saat ini nak Rani masih beristirahat.Kondisinya masih lemah dan lemas.Dan masih dalam observasi dokter sementara waktu. Selanjutnya dokter mengatakan akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan menggunakan CT scan, sebab kemungkinan ada cedera atau luka parah di kepala nak Rani akibat benturan benda keras,"ucap pak Budi menjelaskan kepada Kak Roy.


Wajah Kak Roy berubah menjadi bertambah sedih mendengar Pak Budi menjelaskan keadaanku. Matanya pun tampak berkaca-kaca.


Ia ingin bangun dari tempat tidur dan segera menuju ke tempatku untuk melihat bagaimana kondisiku sekarang. Namun, niatnya dihalangi oleh pak Budi dan dokter.


"Sebaiknya nak Roy tidak memaksakan diri untuk melihat keadaan nak Rani. Sebab kondisi nak Roy sendiri belum memungkinkan. Jadi lebih baik nak Roy bersabar dan menunggu sampai keadaan nak Roy sendiri stabil dan lebih baik. Semoga nak Roy mengerti ini untuk kebaikan kita semua,"ucap Pak Budi menjelaskan kepada Kak Roy dengan pelan.


Kak Roy pun hanya diam mendengar yang Pak Budi jelaskan. Hatinya terasa berat dengan pandangan wajah yang nanar. Ia sungguh bersusah hati.


Dengan raut wajah yang penuh dengan kesedihan menggambarkan dengan jelas bagaimana dia sangat mencemaskan bagaimana kondisiku.


Dalam kehampaan pandangannya yang kosong. Tiba-tiba terdengar langkah kaki beberapa orang menuju ke tempat Kak Roy berbaring.


"Pak Budi...,"ucap ustad Fariz yang datang.


"Nak Fariz,"ucap Pak Budi terkejut.


"Kenapa ada polisi?,"tanya Kak Roy dengan wajah sangat bingung.


"Selamat malam semua,kami dari pihak aparatur kepolisian akan melakukan pemeriksaan terhadap laporan yang telah diajukan oleh saudara Fariz terhadap saudara Reno Suprapto.Dengan laporan tindak kekerasan terhadap saudara Roy dan saudari Rani.Untuk itu kami mohon kerja samanya untuk membantu proses penyelidikan perkara,"ucap salah satu petugas kepolisian.


"Apa laporan terhadap Reno?,"ucap Kak Roy dengan sangat terkejut.


Melihat wajah Kak Roy begitu bingung dan sangat terkejut ustad Fariz mendekatinya. Perlahan ia memegang bahu Kak Roy untuk membuatnya tenang dan tidak panik.


"Dik Roy tidak perlu merasa cemas dan khawatir, insyaAllah semua akan baik-baik saja.Maka, untuk itu saya berharap kerjasamanya Dik Roy, agar penyelidikan dari kasus ini berjalan dengan lancar dan cepat di prosesnya.Jadi Dik Roy tidak perlu merasa bingung ataupun panik sebab Pak Budi sudah menceritakan semuanya kepada saya. Jadi di sini saya berharap Dik Roy tidak menutupi semuanya dan bertindak kooperatif sesuai prosedur kepolisian. Kita lakukan ini semua agar Dik Rani terbeba dari belenggu keluarga Suprapto yang telah melakukan hal-hal buruk dan kezaliman terhadap dirinya dan Dik Roy,"ucap ustad Fariz berusaha untuk menjelaskan semua yang terjadi secara singkat kepada Kak Roy.


"Tetapi bagaimana jika dengan melaporkan Reno malah sebaliknya akan membuat Rani mendapatkan masalah yang lebih besar lagi. karena keluarga Suprapto itu sangat licik dan akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, terlebih lagi jika salah satu anggota keluarga mereka berada dalam masalah tentunya mereka tidak akan tinggal diam membiarkan putra satu-satunya mereka berada atau masuk ke dalam penjara. Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan mereka perbuat terhadapku, Rani ,Pak Budi dan mas,"tutur Kak Roy dengan wajah sangat cemas.


Mendengar perkataan Kak Roy ustad Fariz tersenyum dan berusaha untuk menenangkan Kak Roy.


"Adik Roy tidak perlu cemas dan takut insya Allah langkah yang saya ambil ini sudah tepat. Lalu mau sampai kapan kita membiarkan Dek Rani dan Dek Roy berada dalam pusaran kezaliman keluarga Suprapto yang tiada henti. Apalagi dengan melihat kondisi Dek Rani sekarang. Apakah Dek Roy tidak kasihan melihatnya?,"tanya ustad Fariz.


Kak Roy diam mendengarkan ucapan ustad Fariz.


"Dik Roy Jan jangan merasa takut karena kita berada di jalan yang benar dan pastilah Allah Subhanahu Wa ta'ala akan menolong dan membantu kita dialah yang Maha kuasa atas segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini jadi sudah sepatutnya kita bergantung kepadanya.

__ADS_1


Insya Allah,biidznillah semua akan baik-baik saja,"ucap ustad Fariz berusaha untuk meyakinkan dan menenangkan Kak Roy.


Kak Roy pun mengangguk perlahan. Pertanda dirinya mengerti akan ucapan yang ustad Fariz sampaikan.


Tidak lama setelah itu pihak kepolisian melakukan penyelidikan berupa proses interogasi kepada Kak Roy dan Pak Budi tentang kronologi terjadinya tindak kekerasan yang dilakukan oleh kak Reno.


"Baiklah, setelah ini saudara Roy dapat dilakukan visum oleh dokter dari pihak rumah sakit sebagai bukti dari tindak kekerasan yang dilakukan oleh saudara Reno.Adapun pemeriksaan untuk saudari Rani sepertinya saat ini belum bisa kami mintai keterangan, melihat kondisinya yang tidak mendukung. Kemungkinan setelah kondisi saudari Rani membaik kami akan menginterogasinya untuk meminta keterangan dan juga dapat dilakukan visum terhadapnya.Baiklah demikian proses penyidikan ini kami kira sudah cukup. Selebihnya untuk prosedur selanjutnya dan berkas laporan akan kami informasikan kembali.Kami mohon diri untuk melakukan pengecekan dan pemeriksaan cctv di tempat kejadian perkara.Selamat malam dan terima kasih untuk kerjasamanya,"ucap aparatur kepolisian dengan tegas dan sopan.


Dokter dan aparat kepolisian meninggalkan tempat tersebut.


Tidak lama setelah itu datanglah seorang perempuan berhijab syar'i yang memasuki ruang tersebut dengan sedikit tergesa-gesa.


"Assalamu'alaikum ustad Fariz. Afwan saya terlambat,"ucap seorang perempuan sambil membawa kantong plastik besar dan tas.


"Wa 'alaikumussalam wa rahmatullahi wabarakatuh.La ba'sa Ukhti Aisyah,"jawab ustad Fariz.


"Sepertinya saya pernah melihat adik ini?,"tanya Pak Budi.


"Benar Pak Budi.Pak Budi pernah bertemu Ukhti Aisyah ketika Pak Budi dan Dek Rani saya ajak ke kantor sekretariat pengurus masjid dan Ukhti Aisyah ini yang menemani Dek Rani berganti pakaian karena kehujanan waktu itu,"ucap ustad Fariz.


"Oh...ya saya ingat,"ucap Pak Budi dengan tersenyum."Lalu apa yang dilakukan nak Aisyah disini?,"tanya Pak Budi.


"Saya yang meminta Ukhti Aisyah kemari untuk menemani dan menjaga Dek Rani selama di rumah sakit, sebab tidak mungkin kita para laki-laki yang bukan mahramnya menjaga Dek Rani. Dan saya berpikir jika ada Ukhti Aisyah yang menemani Dek Rani akan dapat menghindarkan Dek Rani dari interferensi atau gangguan dari hal-hal buruk yang akan dilakukan oleh keluarga Suprapto ataupun Reno.Tentunya kita juga tetap mengawasi Dek Rani,"ucap ustad Fariz.


"Baiklah ustad dimana Dek Rani dirawat?,"tanya ukhti Aisyah.


"Di ruangan sebelah ukh Aisyah,"jawab ustad Fariz.


"Baiklah kalau begitu saya langsung kesana ustad.Oh,ya dan ini makanan dan minuman pesanan ustad Fariz,"ucap ukhti Aisyah sambil memberikan bungkusan plastik besar dan meletakkannya di dekat kursi pasien.


"Syukron Ukhti,"ucap ustad Fariz.


"Dek Roy silahkan beristirahat. Saya akan mengantar ukhti Aisyah ke ruangan Dek Rani .Dan Pak Budi mari ikut dengan Saya lihat Pak Budi belum makan dan minum sesuatu,"sambung ustad Fariz.


Pak Budi mengangguk perlahan.


Setelah pamit kepada Kak Roy.


Pak Budi dan ustad Fariz keluar mengantar ukhti Aisyah ke ruang diriku sedang terbaring lemah di ranjang pasien.

__ADS_1


Tidak lama setelah itu, ustad Fariz dan Pak Budi menunggu di luar ruang UGD.


__ADS_2