Jodoh Pilihan Tuhan

Jodoh Pilihan Tuhan
hasrat Kak Roy.


__ADS_3

Air mata Ummah mengalir.


"Sudah ku duga, Roy pasti berada di balik semua peristiwa yang terjadi pada Rani dan Reno, " ucap Ummah terlihat sedih bercampur kesal.


"Aku juga tidak meyangka Ummah. Jika Kak Roy dapat melakukan hal semacam ini, " sahut Wirda.


"Ummah sudah menerkanya dari awal Wirda. Dan berusaha untuk mengingatkan Rani dan juga Reno. Namun, mereka berdua terlalu baik dan naif. Sekarang nasi sudah menjadi bubur. Kita harus secepatnya memberitahukan kepada Abi dan Enjid. Jika Roy dan bude nya yang berada di balik penculikan ini, " tutur Ummah sambil memegangi telepon genggam miliknya.


Wirda lalu mendekati Ummah.


"Namun, Ummah.Kak Roy tidak mungkin menyakiti Rani. Pasti tujuan utama dari penculikan ini adalah untuk menyakiti Kak Reno dan juga memisahkan Rani dari Kak Reno, " sahut Wirda seraya berpikir.


"Iya betul sekali Nak Wirda. Itu yang menjadi tujuan Nak Roy. Dimana Nak Roy akan menyakiti Nak Reno, jika Nak Rani tidak bersedia bercerai darinya dan menikah dengan Nak Roy, " timpal bibi pengasuh putri Kak Roy.


Ummah, Wirda dan Bik Inah semakin terkejut mendengarkan apa yang di sampaikan oleh bibi pengasuh putri Kak Roy.


Setelah mengetahui kebenaran dari pengakuan bibi pengasuh Rani.


Ummah dengan segera menelepon Abi dan memberitahukan semuanya yang di sampai kan oleh bibi pengasuh Rani.


Abi, Enjid dan Pak Budi pun sangat terkejut setelah mengetahui jika Kak Roy berada di balik penculikan ini.


Dengan segera pula Abi menginformasikan hal ini dengan aparat kepolisian.


"Saat ini Nak Reno berada dalam situasi yang sangat berbahaya, " ucap Pak Budi.


"Mengapa Pak Budi bisa berkata demikian?, " tanya Enjid heran.


"Sebab Nak Roy sangat mencintai Nak Rani,Njid. Dan halangan terbesarnya untuk dapat bersama dengan Rani adalah Nak Reno. Kemungkinan besar Nak Roy akan melakukan segala cara untuk dapat membuat Nak Rani menjadi miliknya. Saya dapat mengatakan hal ini, karena saya sangat mengenal Nak Roy, Njid, " jawab Pak Budi.


Abi dan Enjid semakin tegang.


"Jika begitu kita harus segera tiba di sana, sebelum Roy melakukan hal yang buruk terhadap Reno, " ucap Abi.


Tidak lama kemudian, Pak Budi pun langsung menambah kecepatan mobilnya di ikuti oleh mobil aparat kepolisian di belakang nya.


Mereka berpacu dengan waktu, untuk dapat menyelamatkan diri ku juga Kak Reno.


----

__ADS_1


Kak Roy berjalan menuju ke arah ku dengan tatapan nya yang menakutkan.


Tatapan dan wajah yang tidak pernah kutemui saat memandang wajah Kak Roy.


Dia begitu terlihat berbeda dan asing bagi diri ku.


"Kak Roy lepaskan aku dan juga Kak Reno. Mengapa Kak Roy melakukan semua hal ini?, " tanya ku.


Kak Roy tertawa terbahak-bahak dengan keras nya. Dimana suara nya sungguh membuat diri ku merasa sangat ketakutan melihat sosok dirinya.


Langkah kakinya kemudian menjauh dari ku dan mendekat pada Kak Reno.


Bugh.


Dengan kasarnya Kak Roy memukul Kak Reno. Dimana tindakan nya membuat diri ku langsung berteriak keras seraya menjerit.


"Kak Roy hentikan!, " pekik ku.


Tetapi Kak Roy seakan tidak peduli dengan permintaan ku.


"Lihat Rani. Aku sungguh sangat senang melihat Reno berada dalam keadaan tidak berdaya seperti ini. Hahahaha...., " ucap Kak Roy sambil terus memberikan pukulan nya pada Kak Reno yang tidak berdaya.


Kak Roy menjadi sangat marah dan kesal karena permintaan ku.


"Kenapa Rani?. Kenapa diri mu meminta ku untuk tidak menyakiti Reno?. Bukanlah selama ini Reno sudah sangat banyak menyakiti dan membuat kehidupan mu menderita. Lalu bagaimana kamu bisa menerima nya lagi untuk menjadi suami mu Rani?. Hah!, " ucap Kak Roy sambil berteriak dan menyakiti Kak Reno.


Aku terus menangis dan meminta Kak Roy untuk menghentikan tindakan nya.


Namun, Kak Roy seakan tidak peduli dan terus menerus menyakiti Kak Reno.


Hingga akhirnya Kak Roy berhenti dan berjalan mendekatiku.


"Kamu tahu Rani, seandainya dirimu lebih memilih diriku untuk menjadi suami mu. Maka semua hal ini tidak akan pernah terjadi. Sekarang aku hanya memberikan satu pilihan terhadap diri mu.


Jika kau ingin melihat Reno tetap hidup. Maka engkau harus bercerai darinya dan menikah dengan diri ku. Jika engkau memilih untuk menolaknya. Maka aku tidak ada pilihan lain, selain menghapus keberadaan Reno untuk selama-lamanya dari kehidupan mu, " ancam Kak Roy pada ku.


Tiba-tiba Kak Reno berteriak.


"Tidak Rani, jangan penuhi keinginan nya. Aku lebih baik tiada, daripada harus berpisah denganmu. Jangan lakukan permintaan gilanya Rani, " pinta Kak Reno.

__ADS_1


"Diam kau Reno!, " teriak Kak Roy dengan keras sambil melemparkan sesuatu ke arah Kak Reno.


Bughh.


Sesuatu menghantam Kak Reno dengan keras, hingga membuat darah mengalir dari pelipis nya.


"Astagfirullah, Kak Reno, " teriak ku keras.


Kak Roy yang melihat ku begitu sangat mencemaskan Kak Reno. Semakin membuat dirinya menjadi sangat marah dan kesal.


"Cukup Rani. Cukup engkau menangisi Reno. Air mata mu itu jauh lebih berharga dari pada Reno. Sudah saatnya kamu melupakan dirinya dan bersiap untuk menjadi istri ku, " ucap Kak Roy membentak ku.


"Bagaimana jika aku tidak mau memenuhi permintaan mu?, " tanya ku pada Kak Roy.


Kak Roy mendekat ke arah ku sambil tersenyum menyeringai.


"Jika kamu menolak nya, maka detik ini juga kedua indra penglihatan mu akan melihat jasad Reno terbungkus dengan kain kafan. Hahahaha.... Hahahaha..., " ujar Kak Roy sambil tertawa dengan keras nya.


Aku semakin takut melihat Kak Roy.


Dia seperti bukan Kak Roy yang pernah ku kenal.


Sesekali pandangan ku melihat ke arah Kak Reno yang terikat kedua tangan dan kakinya secara berdiri.


Hati ku terasa begitu sakit dan perih, dengan melihat kondisi Kak Reno yang penuh luka dengan noda merah segar.


"Aku memberikan waktu tiga puluh menit untuk mu berpikir dari sekarang Rani.


Maka pergunakanlah waktu dan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Jika memang engkau masih ingin melihat keberadaan Reno di dunia ini, " tutur Kak Roy memperingatkan diri ku.


Aku terdiam memandangi wajah Kak Reno yang juga menatap diri ku.


Air mata ku terus menangis, kali ini aku tahu jika Kak Roy tidak main-main akan ucapan nya pada ku.


Setelah Kak Roy berlalu dari hadapan ku, aku terus berpikir dengan keras.


Karena aku tahu Kak Roy akan benar-benar dapat berbuat nekat, dengan menyakiti Kak Reno untuk dapat memenuhi hasrat terbesar nya yaitu untuk memiliki diri ku.


Sambil memejamkan kedua mata ku.

__ADS_1


Aku terus berdo'a kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk memberikan jalan keluar pada ku dan Kak Reno.


__ADS_2