Jodoh Pilihan Tuhan

Jodoh Pilihan Tuhan
Asa baru.


__ADS_3

Disaat semua rasa akan keterputusasaan semakin merebak di seluruh hati anggota keluarga Imandar. Ummah yang begitu rapuh, tetap memiliki keyakinan di dalam hatinya yang masih berselimut duka.


Ada kemudahan di setiap kesulitan, demikian keyakinan di dalam hatinya.


Ummah percaya bahwa Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan menyeimbangkan kehidupan ini dengan kesulitan dan kemudahan. Dimana kesulitan dan kemudahan adalah dua hal yang menyertai setiap orang yang hidup. Termasuk kesabarannya menunggu kepastian akan keberadaan diriku.


Situasi kesedihan penuh duka yang begitu sulit baginya, dimana kedatangannya secara tiba-tiba membuat Ummah begitu masih sangat syok dan takut memikirkannya. Namun, Abi selalu menjadi pondasi terkokoh bagi Ummah,untuk menguatkan iman Ummah agar tetap teguh dan lebih siap dalam menghadapi kesulitan maupun kabar terburuk berikutnya.Namun tak jarang, Ummah terkadang bingung dan larut dalam kesedihan saat kesulitan itu datang. Kesulitan akan kepastian yang tak kunjung tiba, dalam keyakinannya yang semakin rapuh. Dan lagi Abi, Kak Rafa, Wirda dan Enjid akan selalu hadir menemani Ummah. Menguatkan harapannya yang ingin menguap pergi, lalu membelenggu nya kembali untuk tetap meyakini akan asanya.


" Sejatinya kemudahan dan kesulitan datang dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Maka dari itu kita dituntut untuk selalu siap dalam menghadapi segala hal, termasuk kondisi yang sangat sulit sekali pun . Sebab Allah akan memberikan kemudahan di setiap kesulitan yang dihadapi manusia, "tutur Abi kepada Ummah.


Air mata Ummah kembali mengalir, ia benar-benar tersentuh akan perkataan Abi.


Dengan suara lirih nya, Ummah pun memejamkan kedua matanya perlahan. Sembari memanjatkan do'a kepada Sang Pencipta akan harapannya yang masih menggema,"Ya hayyu, yaa qayyum, birahmatika astaghitsu, ashlihli syani kullah wa la takilni ila nafsi tharfata ‘ain. Wahai Zat yang Maha hidup, Wahai Zat yang terus menerus mengurus makhluk-Nya, dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan. Perbaikilah seluruh urusanku dan janganlah Engkau serahkan kepadaku kesusahan meski hanya sekejap mata. "


Air mata Ummah kembali menetes pelan, dan Abi pun mengusap punggung Ummah dengan lembut.


Tidak lama kemudian, terdengar suara kamar tidur Ummah diketuk.


Tok.. Tok.. Tok...


"Assalamu'alaikum Ummah... Abi, " panggil Kak Rafa di balik pintu.


Abi yang mendengar suara panggilan Kak Rafa segera membuka pintu kamar.


"Wa'alaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuh."


Cekrek.. Pintu terbuka.


Pandangan mata Abi menatap wajah Kak Rafa yang terlihat tegang, tetapi berbinar.


"Ada apa nak?, " tanya Abi.


Mata Kak Rafa berkaca-kaca, "Bi, Rafa baru saja mendapatkan telepon dari pihak otoritas tempat jatuhnya pesawat yang membawa almarhum Kak Fariz. "

__ADS_1


"Lalu? Apa yang mereka katakan?, " tanya Abi semakin penasaran.


Ummah yang mendengar percakapan Kak Rafa dan Abi segera memanggil keduanya untuk masuk ke dalam kamar.


Kak Rafa dan Abi pun memenuhi permintaan Ummah, lalu duduk di dekat sofa dimana Ummah sedang duduk.


"Apakah sudah ada kabar akan pencarian Rani, nak?, " tanya Ummah tegang.


Kak Rafa mengangguk pelan.


Ummah dan Abi terlihat semakin tegang dengan wajah pucat mereka. Jantung Ummah berdegup kencang dan semakin cepat, hatinya ingin segera mengetahui apa yang terjadi.


Sambil menghembuskan napas pendek dan penuh ketegangan yang merajai diri Ummah, pandangan matanya menatap Kak Rafa lekat sembari menunggu lisan Kak Rafa bertutur kepada dirinya.


"Ummah... Abi!, " ucap Kak Rafa pelan.


Ummah dan Abi pun mengangguk bersamaan dengan cemas.


"Katakan nak ada apa? Ummah semakin tidak sabar nak?, " kata Ummah.


"Ummah.. Abi.., Rafa sudah mendapatkan informasi akan perkembangan pencarian Rani. Dan saat ini kondisi Rani sangat memprihatinkan dan sangat kritis. Rani menjadi satu-satunya korban dari kecelakaan pesawat yang masih hidup. "


"Ya Allah, Alhamdulillah.... Ya Allah.., " sahut Ummah sambil menangis dan mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.


"Alhamdulillah alladzi bi ni’matihi tatimmus shalihat.Segala puji bagi Allah yang dengan kenikmatan-Nya menjadi sempurna segala amal shalih, " sambung Abi penuh syukur.


"Lalu dimana Rani sekarang?," tanya Ummah khawatir.


"Saat ini, Rani masih dirawat di rumah sakit di sana. Keadaannya belum memungkinkan untuk dibawa terbang kemari, " jelas Kak Rafa.


Ummah kembali menangis tersedu-sedu


mendengar penjelasan dari Kak Rafa.

__ADS_1


Huhuhuhuhu.. Huhuhu...


"Rani! Rani!, " panggil Ummah dengan suara terisaknya.


Abi lalu langsung memeluk Ummah, dan mengusap punggung Ummah.


Tangisan Ummah kembali mendayu dalam kesedihan, tetapi dipenuhi dengan asa bahagia yang terselip di balik keharuannya.


Dengan segera Ummah dan Abi meminta Kak Rafa untuk segera mencari tiket penerbangan ke Mesir.


Ummah sudah tidak kuasa membendung keinginannya untuk segera dapat bertemu dan melihat kondisiku.


Tidak membutuhkan waktu yang lama dan dengan bantuan banyak pihak. Hari itu juga Ummah dan Abi segera melakukan penerbangan ke Mesir.


Enjid, Wirda, Kak Rafa dan Pak Budi menatap kepergian Ummah dan Abi dengan kesedihan dan linangan air mata.


Semua do'a terus mengalir mengiringi keberangkatan Ummah dan Abi.


"Ya Allah, semoga semua nya baik-baik saja, " pinta Wirda lirih.


Kak Rafa lalu menggandeng pinggang Wirda, untuk berjalan meninggalkan bandara dan kembali ke kediaman rumah keluarga Imandar.


Selama di perjalanan pulang, semua terdiam dan terus berdo'a untuk keselamatan Ummah dan Abi agar mereka selamat sampai tujuan.


Wirda terus memikirkan keadaan diriku, hatinya begitu resah dan gelisah. Meskipun Kak Rafa terus mendekap tubuh Wirda supaya merasa tenang.


"InsyaAllah, semua akan baik-baik saja Dek Wirda. Kita serahkan semuanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan cara bertawakal kepada Nya, " ucap Kak Rafa.


"Betul apa yang dikatakan Rafa. Kita serahkan semua kehidupan kita hanya untuk Allah semata.Berserah diri kepada Allah bukan berarti kita sepenuhnya pasrah dan tidak mau melakukan suatu hal yang mampu mengubah takdir kita. Tetapi dengan pasrah, tawakal, berarti kita menerima semua keputusan terbaik dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk keluarga kita. Meskipun menurut kita tidak baik, tapi menurut Allah itulah yang terbaik untuk kehidupan kita, " ucap Enjid menatap ke arah Wirda dan Kak Rafa bergantian.


Wirda mengangguk pelan, tanda mengerti akan ucapan Enjid.


"Semoga kita hanya berserah diri kepada Allah dan terus bertawakal berusaha istiqomah dalam menghadapi semua permasalahan kehidupan di dunia ini.Yang pada akhirnya akan membawa kebaikan untuk kita semua, " imbuh Enjid lagi.

__ADS_1


Semua orang terdiam mendengar perkataan Enjid dan larut dalam pikiran juga perasaannya masing-masing.


Pak Budi terus melajukan mobil yang dikemudikannya, menembus jalanan panjang nan ramai, namun terasa sepi dan hening.


__ADS_2