Jodoh Pilihan Tuhan

Jodoh Pilihan Tuhan
Kebaikan Kak Roy


__ADS_3

Apa yang bundamu katakan nak,"tanya Bu Sri padaku.


"Bukan apa-apa ma,"jawabku.


"Baiklah jika begitu Ran,mama pulang sebentar ya nak.Rani ikut pulang juga dengan mama atau tetap disini?,"tanya Bu Sri padaku.


"Rani masih ingin tetap disini ma,"jawabku.


"Baiklah jika begitu.Biar Reno yang menemani Rani disini ya,"sambil memandang ke arah Kak Reno,"Reno,kamu tetap disini menemani Rani ya,mama akan pulang sebentar,"ucap Bu Sri sambil menepuk lembut pipi Kak Reno.


"Nggak Reno antar saja mah,"tanya Kak Reno.


"Nggak usah Ren,mama sudah telepon Pak Budi untuk jemput mama.Titip Rani ya Ren,mama pulang dulu,"ucap Bu Sri sambil berjalan lalu ia menyapa Kak Roy,"Roy,tante pulabg dulu yakl,titip Reno dan Rani ya nak,"ucapnya.


"Iya tante,"jawab Kak Roy.


"Ran,mama pulang dulu ya nak,assalamu'alaikum,"ucap Bu Sri sambil mencium keningku.


"Wa'alaikumussalam iya ma,hati-hati ma,"ucapku.


"Iya sayang,"jawab Bu Sri sambil berlalu pergi.


Tidak lama kemudian dokter dan perawat keluar.Aku segera menghampiri mereka.


"Bagaiamana dok keadaan bunda saya?,"tanyaku.


"Keadaan bundamu berangsur membaik nak.Namun untuk saat ini beliau sangat perlu beristirahat.Melihat kondisinya yang belum pulih optimal.Dan satu hal lagi jangan membuatnya syok atau dapat memicu menurunnya kesehatan beliau seperti menghindari kabar atau berita yang menguras pikirannya.Itu saja nak,"ucap dokter.


"Baiklah dok,terima kasih banyak dok,"jawabku.


Dokter pun berlalu.Sementara Kak Roy menghampiriku dan menanyakan keadaan bunda.Aku pun langsung menceritakan perihal keadaan bunda pada Kak Roy.Ia pun berusaha menguatkan dan menghiburku agar tetap semangat.


"Rani mau minuman hangat nggak,nanti Kak Roy belikan di kantin?,"tanya Kak Roy.


"Nggak usah Kak,Rani belum haus kok kak,"jawabku.


"Ya udah kalau begitu.Sekarang Rani duduk aja disana ya biar nggak capek atau Rani mau jalan muter-muter di taman rumah sakit biar nggak jenuh,nanti Kak Roy yang temani,"ucap Kak Roy.


"Nggak usah kak,Rani duduk aja disini kak,"jawabku sambil melempar senyum padanya.


Sementara itu Kak Reno terus menatap tajam ke arahku dan Kak Roy.Namun aku tidak peduli padanya.


Aku duduk dengan jarak cukup jauh dengan Kak Reno,sementara Kak Roy duduk di sampingku.


"Ran,apa sebaiknya jika Rani duduk di dalam saja sambil menemani bunda,"saran Kak Roy.


"Iya kak,"jawabku.


"Baiklah Rani masuk ke dalam ruangan bunda dulu.Kak Roy pesankan beberapa makanan dan minuman hangat untuk Rani dulu ya,"ucapnya padaku.


"Tidak usah kak,malah merepotkan kakak,"ucapku.

__ADS_1


"In syaAllah nggak Ran,kakak nggak merasa direpotkan.Oh ya Ran soal ucapan kakak di rumah Reno waktu itu jangan terlalu dipikirkan ya Ran.Kakak hanya ingin mengungkapkan perasaan kakak pada Rani,supaya hati kakak menjadi lega,itu saja Ran.Tidak ada motif lain,"jelas Kak Roy.


Aku pun hanya tersenyum kecil padanya dan izin untuk masuk ke dalam ruangan bunda.Dan Kak Roy pun mengantarku menuju pintu ruangan bunda kemudian ia berlalu.


Sementara itu di dalam ruangan bunda aku hanya duduk di sofa memandangi bunda dari kejauhan sebab aku takut dapat menganggu tidur bunda.Tidak lama setelah itu pintu terbuka.Aku sedikit kaget melihat Kak Reno yang masuk.


"Kenapa kok ngelihatin kayak nggak suka?,"tanyanya padaku.


Tetapi aku hanya diam saja sambil berpikir rencana apa lagi yang akan dia mainkan.Kak Reno pun berjalan mendekati sofa tempatku duduk lalu ia berbaring sambil menatapku,


"Kenapa kok diam saja?,"tanyanya.


Tetapi aku tetap tidak menggubris kata-katanya.Aku malas berdebat dengannya,takut akan menciptakan kegaduhan yang dapat menganggu tidur bunda.Tetapi Kak Reno tetap berulah dengan memancing perdebatan di antara kami,


"Kenapa tidak menjawab?sementara dengan Roy kamu tampak senang berbicara dengannya?,"tanyanya.


Aku pun tetap diam.


"Oh..masih diam.Padahal kamu itu istri..,"ucap Kak Reno terputus karena aku dengan cepat langsung membungkam mulutnya dengan tanganku,aku takut bunda mendengar kata-katanya.


Tanpa kusadari aku dan Kak Reno berada sangat dekat.Matanya menatapku dan tangan nya memegang jemariku.Pandanganku dan Kak Reno beradu.Hingga Kak Roy tiba-tiba datang.


"Ran,"ucap Kak Roy.


Suara Kak Roy memecah tatapanku dan Kak Reno.Lalu buru-buru kulepas tanganku dari mulutnya dan kembali duduk seperti semula.


"Akh..iya kak,"jawabku.


"Oh ya Ran,ini diminum dulu selagi masih hangat,"ucap Kak Roy.


Sementara Kak Reno hanya tersenyum sendiri sambil mendengarkan headset dari telepon genggam miliknya.


"Akh iya kak,terima kasih Kak Roy.Maaf sudah merepotkan,"ucapku.


"Nggak Ran,nggak repot kok,"jawab Kak Roy sambil tersenyum.


Aku pun meminum susu hangat yang Kak Roy belikan.Setidaknya menghargai jerih payah akan perhatiannya padaku.Kak Roy terlihat senang melihatku menghargai pemberiannya.


Tidak lama kemudian terdengar suara bunda,


"Nak Roy,"ucap bunda pelan.


Aku dan Kak Roy yang mendengar panggilan bunda sontak kaget dan bergegas menuju ranjang bunda.


"Iya bun,"jawab Kak Roy mendekat sambil mengenggam tangan bunda,"Bunda bagaimana keadaannya?,"tanya Kak Roy.


"Lumayan nak,"ucap bunda pelan.


"Bunda jika masih ingin istirahat tidur saja bun.Roy akan menemani Rani menjaga bunda,"ucap Kak Roy.


Bunda tersenyum melihat ke arah Kak Roy.

__ADS_1


"Terima kasih ya nak,kamu selalu bantuin dan menjaga Rani.Rani beruntung memiliki teman seperti nak Roy,"ucap bunda pelan.


"Akh bunda kayak sama siapa aja bun.Roy kan juga seperti anak bunda kan,"goda Kak Roy kepada bunda.


"Iya,"jawab bunda sumringah sambil mengusap lembut kepala Kak Roy.


Sementara itu aku hanya tersenyum bahagia melihat kedekatan bunda dan Kak Roy.Tidak lama setelah itu Kak Reno bangun menuju ke arah ranjang bunda.


"Assalamu'alaikum bun,"ucap Kak Reno.


Aku dan Kak Roy saling menatap mendengar Kak Reno berkata demikian.


"Wa'alaikumussalam nak,oh ya kamu putra Pak Sugeng dan Bu Sri bukan?,"tanya bunda.


"Betul bun, saya Reno Bun,"ucap Kak Reno sambil tersenyum ke arah bunda.


"Oh..iya Reno,"ucap bunda menelaah nama itu.


"Bagaimana keadaan bunda sekarang?,"tanya Kak Reno mencari muka.


"Alhamdulillah mulai membaik nak.Terima kasih ya sudah menemani Rani disini menjaga bunda,"ucap bunda.


"Oh sama-sama Bun.Bunda kan mertu..,awww..,"ucap Kak Reno terputus karena dengan cepat kuinjak kakinya.


"Ada apa,"tanya bunda yang mendengar teriakkan Kak Reno.


Aku langsung melirik ke arah Kak Reno.Semoga dia tidak berbicara sembarangan,batinku.


Kak Reno mengangkat alisnya dan tersenyum kecil menggodaku,


"Akh...nggak apa-apa bun,sepertinya kaki Reno agak kram,"ucapnya sambil melirik ke arahku.


"Oh..ya sudah kamu pasti capek nak.Lebih baik kamu duduk disana lagi saja,"suruh bunda.


"Nggak apa-apa kok Bun,"ucap Kak Reno.


Aku langsung menatap bunda dan menyuruh bunda untuk beristirahat kembali.Namun bunda menolak karena merasa tidak mengantuk.Bunda tampak diam berpikir memandangku.Masih tatapan yang sama dalam tatapan bunda.Sebuah curiga yang menyelimuti hati bunda padaku.Lalu bunda menatap Kak Reno dan Kak Roy,


"Bunda titip Rani ya nak Roy dan Reno.Mohon bantuannya menjaga Rani,"ucap bunda.


"In syaAllah iya bun,"jawab Kak Roy.


Kak Reno hanya tersenyum mengangguk dan melirik ke arahku.Sementara aku sedikit terkejut mendengar ucapan bunda seperti itu.


"Bun,ngomong apa sih.Rani kan bisa jaga diri baik-baik Bun,"ucapku.


"Iya bunda tau,tapi tetap saja kan Rani butuh teman yang selalu dapat mensupport Rani kapan pun,"jawab bunda.


Aku hanya terdiam mendengar kata-kata bunda.Semua mata saling melirik.Terutama pandangan Kak Roy dan Kak Reno.Mereka terlihat tersenyum simpul seperti saling memberi tanda akan sebuah babak permulaan yang akan mereka jalani.Sementara bunda menatap Kak Roy dan Kak Reno dengan pandangan penuh misteri yang tidak mampu kutebak.


Kuhela napas panjang,semoga ini adalah pertanda yang baik bagi kami semua.Bunda berganti menatapku dengan tatapan penuh selidik.Aku hanya tersenyum kecil.

__ADS_1


Berusaha menutupi semua dari bunda.Cepatlah sembuh Bun,ucapku dalam hati.


__ADS_2