Jodoh Pilihan Tuhan

Jodoh Pilihan Tuhan
cerita Bik Inah.


__ADS_3

Setelah keadaan Bik Inah jauh lebih dan membaik, serta dokter telah memberikan pernyataan. Bahwa kondisi Bik Inah sudah siap untuk memberikan keterangan.


Maka pihak kepolisian dan Ummah, tidak menunda -nunda lagi untuk mengorek informasi penting. Dari kejadian kecelakaan maut yang di alami oleh Bik Inah.


Ummah duduk di dekat ranjang pasien, tempat Bik Inah masih duduk setengah berbaring. Dengan selang infus masih terpasang di pergelangan tangannya.


Ummah terus mengusap pundak Bik Inah dengan pelan, untuk memberikan kekuatan pada Bik Inah. Supaya dapat menceritakan semua kejadian yang telah terjadi.


Bik Inah beberapa kali tampak menghela napasnya, dan memandang ke arah Ummah serta yang lainnya. Dengan mata yang berkaca-kaca dan masih di selimuti aura rasa shock juga kesedihan.


Tetapi Ummah dengan lembut dan penuh kasih sayang, terus mengusap punggung Bik Inah.


Dan semua orang yang hadir di ruangan tempat Bik Inah di rawat, mendengarkan kesaksian dan penjelasan kronologis peristiwa yang di alami Bik Inah.


"Saat di perjalanan menuju ke rumah sakit. Semuanya tampak biasa saja, dan tidak ada hal-hal yang mencurigakan. Dimana Nak Reno duduk di depan, di samping sopir.


Sementara saya duduk di samping Nak Rani yang sedang memangku putri Nak Roy.


Dan bibi pengasuh putri Nak Roy duduk di kursi belakang, " ucap Bik Inah mengawali ceritanya.


Semua orang masih serius melihat ke arah Bik Inah, saat ia sedang jeda sebentar menghela napasnya.


"Namun, sekitar lima belas atau dua puluh menit berlalu. Terjadi ke anehan pada sikap sopir pribadi Nak Roy. "


"Ke anehan bagaimana Bik Inah?, " tanya Ummah yang tidak sabar ingin tahu.


Bik Inah menatap Ummah dengan wajah tegangnya, dan matanya yang masih berkaca-kaca.


"Sopir itu membawa mobil yang kami naikki menuju arah yang berbeda dari rute jalan ke rumah sakit Bu Putri."

__ADS_1


Keadaan semakin tegang mendengarkan cerita Bik Inah, yang berusaha untuk mengingat kembali peristiwa yang sudah membuatnya hampir kehilangan nyawanya.


Setelah cukup tenang dan nyaman.


Bik Inah memulai melanjutkan ceritanya kembali.


"Nak Reno yang segera mengetahui sikap aneh dari pak sopir, berusaha dengan keras meminta supaya pak sopir menghentikan laju mobilnya. Sekaligus menanyakan kepada sopir itu, apa yang sebenarnya henda ia perbuat dan rencanakan. Tetapi sopir itu tetap diam dan tidak bergeming sedikit pun. Dan terus melakukan mobil dengan kecepatan tinggi, menuju tempat yang kami semua tidak ketahui lokasinya.


Melihat akan hal itu, Nak Reno dengan cepat berusaha menghentikan laju mobil dan berusaha mengambil alih kemudi.


Hingga terjadi perebutan di antara keduanya. Dimana saya dan Nak Rani menjadi sangat tegang dan takut.


Lalu tiba-tiba mobil yang kami naikki menabrak pohon besar tanpa kendali."


"Ya Allah, astagfirullah, " ucap Ummah sambil memegang Bik Inah.


"Lalu apa yang terjadi kepada Nak Reno dan Nak Rani, " tanya aparat kepolisian.


"Saat itu tiba-tiba semua orang terluka dan tidak sadarkan diri. Saya memandang ke arah Nak Rani yang masih terlihat dapat membuka matanya dan menatap Nak Reno.


Tetapi tidak lama setelah itu, datang segera lak-laki bertubuh besar dan menyeramkan menuju ke mobil kami.


Mulanya saya berpikir mereka akan menolong kami. Ternyata dugaaa saya tidak tepat, " ucap Bik Inah sambil menelan air ludahnya dan terdiam.


"Apa yang mereka lakukan Bik Inah?, " tanya Ummah semakin cemas dan gelisah.


Mendengarkan pertanyaan Ummah, Bik Inah menjadi sangat tegang dan penuh ketakutan. Tiba-tiba air matanya mengalir saat ia hendak menceritakan kejadian selanjutnya. Ummah, Abi dan pihak kepolisian yang bersiap mendengarkan pemaparan Bik Inah, terlihat semakin ingin tahu akan kelanjutan peristiwa yang terjadi.


"Saat itu saya benar-benar ketakutan, tetapi saya tidak dapat berbuat apa pun. Dimana segerombolan laki-laki itu membuka pintu dengan paksa, dan langsung menarik tubuh Nak Reno yang terluka. Lalu menarik tubuhnya dengan kasar dan memasukkan Nak Reno masuk ke dalam mobil jeep, " ucap Bik Inah dengan suara bergetar.

__ADS_1


Ummah semakin takut dan cemas, hingga ia pun tidak kuasa untuk menanyakan keadaan diri ku. Pikiran nya sudah di penuhi dengan hal-hal yang membuat dirinya menjadi ketakutan.


Namun, Abi dengan segera bertanya kepada Bik Inah.


"Lalu bagaimana dengan Rani dan juga putrinya Roy Bik Inah. "


Bik Inah berusaha untuk menyeka air matanya. Agar ia dapat mengatakan semua kejadian yang telah ia lihat, dengan mata kepalanya sendiri.


"Setelah segerombolan laki-laki itu membawa Nak Reno. Kemudian mereka juga membawa Nak Rani yang sudah tidak sadar kan diri. Ke dalam mobil jeep yang sama. Sedangkan putri Nak Roy di masukkan ke dalam mobil yang berbeda dari Nak Reno juga Nak Rani. Setelah mereka bertiga di bawa pergi. Saya berusaha untuk meminta bantuan. Dan tiba-tiba Bu Putri menelpon, ke telepon genggam milik Nak Rani yang tertinggal. Saya berusaha dengan keras untuk meraihnya dan langsung memberitahu kepada Bu Putri, tentang kecelakaan yang terjadi. Setelah itu saya tidak ingat apa pun lagi, " jelas Bik Inah memandangi semua orang satu persatu.


Ummah terlihat lemas dan tidak bersemangat. Saat pihak kepolisian mengatakan, jika kemungkinan besar kejadian ini telah di rencanakan sebelumnya. Dan aku juga Kak Reno telah di culik.


Ummah langsung menangis sejadi-jadinya, setelah mengetahui kejadian yang sebenarnya. Beliau tidak dapat lagi menyembunyikan perasaan sedihnya.


Bik Inah yang berada di samping nya, dengan perlahan memegang tangan Ummah untuk menguatkan nya.


Sementara itu, Abi masih terus berpikir dan bingung untuk melakukan sesuatu.


Meskipun di dalam hatinya ia juga sangat mengkhawatirkan diri ku, tetapi Abi masih bersikap tenang.


Kemudian pihak kepolisian izin untuk keluar dan melakukan penyelidikan, sekaligus meminta keterangan dari sopir pribadi dan bibi pengasuh putri Kak Roy.


Abi langsung menelepon Enjid dan Kak Rafa untuk memberitahukan apa yang terjadi pada ku dan Kak Reno.


Sementara itu, Ummah masih menangis dan terus bersedih memikirkan keadaan diri ku dan juga Kak Reno.


Dimana lisan Ummah tidak pernah terputus untuk memanjatkan do'a kepada Alla Subhanahu Wa Ta'ala, untuk perlindungan dan kebaikan pada diri ku juga Kak Reno.


Setelah menelepon Enjid dan Kak Rafa. Abi terus berpikir dan mencoba, untuk menerka motif juga pelaku dari tindakan kejahatan yang sudah terorganisir ini.

__ADS_1


Tetapi Abi tetap diam di hadapan Ummah, sebab ia tidak ingin membuat Ummah menjadi khawatir dan semakin gelisah.


__ADS_2