Jodoh Pilihan Tuhan

Jodoh Pilihan Tuhan
Menetap sementara


__ADS_3

Mbak Riska segera mengambil berkas dalam map yang terjatuh ke lantai.Kak Roy tersentak dengan kehadiran Mbak Riska dan Kak Reno.Aku pun hanya diam termenung dalam kata-kata yang Kak Roy ucapkan.Sebuah misteri yang selama ini selalu kupertanyakan akan arti dari tatapan Kak Roy.Seketika semua terasa berbeda.Kuhela napas,sambil merefleksikan diriku ke fase awal jati diriku.Begitu banyak hal yang terjadi dalam waktu singkat.Membuatku seolah-olah melakoni drama kehidupan antara si baik dan si jahat.Terjepit dalam pagar dua pria jangkung yang bersahabat karib.


"Ran,ayo masuk dek.Istirahat di dalam.Udaranya mulai dingin,"ajak Mbak Riska.


Aku pun masih terdiam.Ku putar pandanganku ke sekitar.Terlihat Kak Reno dengan tatapan kesal dan penuh kemarahan.Akh,dia memang selalu terlihat penuh amarah,ucapku dalam hati.Berbeda dengan Kak Roy yang masih juga terdiam canggung.Sementara Mbak Riska bertingkah seolah-olah tidak mendengar apa pun.


"Sebaiknya kamu pulang dulu Roy agar Rani dapat beristirahat.Lagi pula kamu juga terlihat lelah Roy,"ucap Mbak Riska sambil menuntunku berjalan.


Kak Roy pun mengangguk tanpa membantah.Ia memandang ke arahku,


"Ran,Kak Roy pulang dulu ya.Rani jaga diri baik-baik disini.Jika ada apa-apa dan perlu sesuatu Rani bisa menghubungi Kak Roy ya,"ucap Kak Roy.


Namun Mbak Riska menjawab ucapan Kak Roy.


"Jangan khawatir Roy.Mbak Riska kan ada disini jagain Rani.In syaAllah Rani akan baik-baik saja disini".


"Tetapi kita tidak akan pernah tau apa yang terjadi kan mbak.Apalagi jika seseorang mempunyai niat jahat yang terselubung,"ucapnya sambil menatap ke arah Kak Reno.


"Apa maksudnya Roy?,"tanya Mbak Riska yang memandangnya.


"Bukan apa-apa mbak.Roy pulang dulu ya mbak dan tolong titip Rani sekalian.Assalamu'alaikum,"ucap Kak Roy.


"Wa'alaikumussalam,"balasku dan Mbak Riska berbarengan.


Kak Roy pun berlalu pergi diikuti Kak Reno yang keluar dari kamar Mbak Riska.


Mbak Riska kemudian mengunci pintu kamarnya.Lalu ia berjalan ke arahku.


"Ran,istirahat dulu ya dek.Supaya Rani lebih enak lagi badannya.Nanti kalau Rani perlu sesuatu bilang aja ke mbak ya dek.Mbak nggak kemana-mana tetap di kamar ini,"ucap Mbak Riska meyakinkanku.


Aku pun mengangguk pelan.


Perlahan dalam sayup kelelahan mataku mengatup membawa ragaku terlelap dalam tidur.


***


Dalam samar-samar sayup pandanganku.Secara pelan kucoba membuka mataku perlahan.Mataku bergerilya mencari benda yang ingin kutemukan segera.Jam dinding sudah menunjukkan pukul 03.00 pagi.Aku segera duduk perlahan.Mbak Riska rupanya menyadari jika aku terbangun.


"Ran,sudah bangun ya.Mbak udah nyiapin sajadah dan mukenahnya di situ ya dek.Sekalian sajadahnya sudah mbak letakkan sesuai arah kiblat jadi Rani nggak bingung.Dan yang di koper itu ada seragam dan peralatan sekolah serta beberapa pakaian Rani ya dek.Kemarin mbak dan Pak Budi yang ambil dari rumah Rani.Kebetulan kunci rumah Rani yang pegang Mbak Riska.Nggak apa-apa kan dek?,"tanyanya padaku.

__ADS_1


Aku pun mengangguk tanda mengerti.


Mbak Riska mengelus kepalaku perlahan,


"Untuk sementara Rani tinggal dulu disini ya dek.Sampai bunda sehat.Setelah itu nanti kita akan bahas hubungan Rani dan Reno selanjutnya.Rani yang sabar ya dek.Reno itu sebenarnya anak yang baik cuma terkadang suka keras kepala sedikit.Mbak berharap Rani sabar ya menghadapi Reno."


Aku hanya tersenyum kecil.Lalu beranjak dari tempat tidur untuk melaksanakan qiyamul lail.


***


Setelah diajak Mbak Riska sarapan pagi bersama.Aku bersiap-siap untuk berangkat sekolah.Mbak Riska menyuruhku untuk berangkat bersama Kak Reno.Namun Kak Reno menolak meskipun sudah dibujuk Mbak Riska.


"Mbak,Rani berangkat sendiri saja.Nggak apa-apa kok mbak,"ucapku menjelaskan.


"Jangan dek,kalian itu sudah menjadi pasangan.Sudah tanggung jawab Reno untuk jagain Rani,"ucap Mbak Riska.


Namun sekali lagi Kak Reno menolak,


"Reno nggak mau mbak.Dia mau berangkat sendiri ya biarin aja mbak.Malah bagus tau diri dia,"ucap Kak Reno ketus.


"Kamu ngomong apa sih Ren,"ucap Mbak Riska kesal.


Tidak lama setelah itu Kak Roy datang.Ia pun keluar dari mobilnya.Lalu berjalan ke arahku.


"Wa'alaikumussalam Kak,"jawabku.


"Bagaimana keadaan Rani sekarang?,"tanya Kak Roy.


"Alhamdulillah kak,sudah baikkan,"jawabku.


Mbak Riska dan Kak Reno memandang ke arah Kak Roy dengan raut wajah yang kurang senang.


"Tumben Roy,pagi-pagi udah kesini.Ada apa?,"tanya Mbak Riska datar.


"Oh iya mbak,Roy mau ajak Rani berangkat ke sekolah barengan mbak,"ucap Kak Roy.


"Tapi Rani akan berangkat ke sekolah barengan sama Reno,"ucap Mbak Riska.


Aku pun menimpali,

__ADS_1


"Rani naik angkutan saja mbak,"ucapku.


"Tetapi kondisimu belum begitu membaik betul Ran,"ucap Mbak Riska.


Namun secara tiba-tiba Kak Reno menarik tanganku begitu kuat.Lalu ia terus menarikku hingga masuk ke dalam mobilnya.Setelah itu ia pun masuk dan mengemudikan mobil.Mbak Riska dan Kak Roy hanya termangu menatap ke arah mobil Kak Reno yang melaju pergi.


"Pakai sabuk pengamannya!,"ucap Kak Reno ketus.


"Ha...apa,"ucapku linglung.


"Kamu itu punya telinga nggak sih.Pakai sabuk pengamannya!,"ucap Kak Reno membentakku.


"Akh..iy..iya,"jawabku terbata.


Aku berusaha memasang sabuk pengaman.Namun entah kenapa begitu sulit tanganku memasangnya.Pundak dan lenganku terasa sakit.Ini pasti karena cengkraman kasar Kak Reno,batinku.Mendadak Kak Reno menghentikan mobilnya.Aku pun menjadi panik.Kak Reno menatap ke arahku.Perlahan wajahnya semakin mendekat ke arahku.Aku semakin takut.Rencana apa lagi yang akan ia lakukan,pikirku.Matanya kembali beradu dengan mataku.Aku membatu,mengingat betapa kasar dan jahat perilakunya padaku.Tangannya mendekat ke pundakku,sorot matanya begitu tajam dan ia begitu dekat padaku.


"STOP!apa yang kamu lakukan?,"ucapku sedikit berteriak.


Kak Reno tersenyum sinis dan semakin mendekatkan wajahnya mendekatiku.


Sementara aku terus berusaha menjauh memiringkan tubuhku darinya.


"Apa yang kamu lakukan?berhenti,"ucapku.


"Hahahaha...Kenapa kamu takut pada suamimu sendiri?,"ucapnya dengan sinis.


"Menjauh dariku!,"bentakku.


"Kenapa?,"ucapnya menakutiku.


"Berhenti!aku bilang jangan mendekat!berhenti,"teriakku.


Kak Reno tampak tidak peduli ia semakin mendekat dan meletakkan tangannya di bahuku.Aku semakin takut.Tetapi ia terlihat sangat senang melihat ketakutanku.


Tiba-tiba srett tangannya menarik sabuk pengaman dari bahuku.Kak Reno semakin tertawa senang.


"Hahaha...pikiranmu itu buruk,"ucap Kak Reno.


Aku masih syok dengan apa yang terjadi.Dan Kak Reno langsung membetulkan sabuk pengamanku.

__ADS_1


Ia terus tertawa geli melihat tingkahku.


Mulutku tetap diam dalam deru suara mobil Kak Reno yang melaju.


__ADS_2