
Pagi ini seperti hari kemarin setelah bangun tidur aku melakukan ritual pagi ku dengan membersihkan diri lalu pergi ke dapur untuk membuat sarapan pagi. aku usahakan untuk bangun lebih awal dari Rudi agar setelah dia keluar dari kamar nya aku sudah selesai menyiapkan sarapan.
"Pagi..." sapaku saat melihat Rudi yang sedang membuka lemari es.
"pagi" jawabnya sambil berjalan ke meja makan dengan memengang buah apel.
"Mau ku buatkan kopi atau teh?"
"kopi dengan sedikit gula" aku begitu terkesiap saat melihat Keysha yang sedang berjalan sambil menyelipkan rambutnya ke belakang telinga agar tidak menggangu wajah nya.
'Keysha begitu cantik meskipun tanpa meke up ' batin ku.
Saat menikmati sarapan pagi kami tiba-tiba saja Keysha berbicara menghilangkan keheningan di antara kami.
"eeem.. setelah sarapan aku mau pergi membeli bahan makanan dan beberapa keperluan karna sudah tidak ada bahan makanan yang bisa aku masak di dalam lemari es"
"akan aku antar kebetulan hari ini aku libur" mengingat ini adalah hari Sabtu.
"apa tidak akan merepotkan mu? aku cuma akan pergi ke swalayan yang ada di dekat sini saja".
"key.. aku tidak merasa di repotkan, lagi pula tidak ada kegiatan yang akan aku lakukan dan itu sangat membosankan".
__ADS_1
"bersiaplah.. setelah ini kita berangkat".
________
Setelah sampai swalayan, Rudi mendorong trolley dan mengikuti ke mana aku berjalan sambil mengambil bahan makanan dan keperluan yang di butuhkan.
Rudi dengan setia berjalan di samping ku dengan trolley yang hampir terisi penuh, sesekali Rudi meminta apa yang di butuhkan dan diinginkannya.
Mungkin bila orang lain yang melihat akan menganggap kami sebagai sepasang suami istri yang bahagia dan saling mencintai.
Rudi selalu memperlakukan aku dengan baik meskipun dia tau aku tidak mencintainya tapi Rudi tidak pernah mempermasalahkan nya sehingga tak terasa aku sudah mulai merasa nyaman dengan sikap nya.
Tapi entah lah.. aku rasa tidak mungkin aku bisa mencintai siapa pun lagi, hati ku masih begitu terasa sakit ketika kebahagiaan yang akan aku bangun bersama orang yang sangat aku cintai dan akan menjadi pendamping hidup ku terlebih dulu di panggil oleh sang maha pencipta meninggalkan ku untuk selamanya.
Setelah menghabiskan kurang lebih dua jam dan semua kebutuhan di rasa sudah cukup aku dan Rudi menuju kasir untuk melakukan pembayaran.
Rudi mengeluarkan dompet yang ada di saku celananya dan memberikan kartu debit nya kepadaku saat kasir sedang menghitung jumlah belanjaan kami.
"pakai ini untuk membeli kebutuhan mu dan rumah".
aku sedikit ragu untuk menerimanya tapi Rudi sedikit memaksa dengan alasan sudah kewajiban nya untuk memenuhi semua kebutuhan ku dan rumah tangga kami.
__ADS_1
Setelah selesai membayar semua belanjaan kami Rudi menolak saat aku mengembalikan kartu debit nya.
"Simpan saja. gunakan untuk keperluan mu dan membeli kebutuhan rumah". ucap Rudi saat keluar dari swalayan dengan menenteng beberapa kantong belanja kami.
________
"Key.. apa besok bisa temani aku pergi ke acara pernikahan Yuda teman kantor ku?" tanya ku pada Keysha yang sedang memainkan ponsel nya di teras rumah.
Keysha hanya diam dan memandangku sekilas karna tidak mendapat jawaban nya dengan lemas aku ucapkan "eeemm... tidak apa-apa besok aku pergi dengan Reza saja, tidak usah di pikirkan lagi" aku tidak ingin merusak mood nya yang mulai membaik akhir-akhir ini.
Saat aku ingin kembali ke dalam tiba-tiba saja Keysha bangun dari tempatnya duduk dan berkata "aku akan menemanimu... hanya saja aku bingung karna tidak membawa pakaian untuk pergi ke acara besok". dengan menundukan kepalanya.
Rudi tampak kaget mendengar ucapanku dan sersenyum melihat tingkah ku.
________
Beri Komen dan Like agar bisa lebih baik lagi πβΊοΈ
Vote nya jangan Lupa Yaaa buat aq Yaaa ππ€π
ππππππππ
__ADS_1