Jodoh Pilihan Tuhan

Jodoh Pilihan Tuhan
Kemalangan.


__ADS_3

Pak Sugeng,Kakek dan Mbak Riska menatap cemas ke arah Bu Sri yang terbaring tidak berdaya di ruang IGD.Dokter mengatakan jika pembuluh darah di kepala Bu Sri sudah pecah dan mengalami sumbatan.Sehingga kali ini ia mengalami serangan stroke yang cukup sangat parah dari serangan stroke pertamanya.Kemungkinan kesembuhannya sangat kecil sebab Bu Sri memiliki penyakit tambahan berupa tekanan darah tinggi dan kolestrol.Jika pun dapat sembuh banyak sel saraf yang tidak akan berfungsi dengan baik.Dan hal ini dapat membuat Bu Sri mengalami kecacatan bahkan kelumpuhan.Demikian tutur dokter kepada Pak Sugeng,Mbak Riska dan Kakek.


Mereka pun tertunduk lemas dan tidak berdaya.Apalagi Pak Sugeng yang begitu tidak kuasa membendung air matanya.Dia begitu mengkhawatirkan keadaan Bu Sri yang tidak sadarkan diri.


Huhuhuhuhu...Huhuhuhuhu...


Pak Sugeng terus menangis tanpa memperdulikan sekitarnya.Sebentar itu,kakek terduduk lemas dalam kehidupannya bersama Mbak Riska.


Pandangan mereka berdua terlihat kosong dan tidak terarah.Dan sesekali pipi mereka berdua basah karena air mata yang mengalir perlahan tanpa Mbak Riska dan Kakek sadari.


Huhuhuhuhu..Huhuhuhuhu....


" Apakah ini karma dan hukuman bagi kita Pah dengan apa yang telah kita lakukan kepada Rani dan seluruh keluarganya.Hiks...Hiks...," ucap Pak Sugeng sambil menatap Kakek yang membatu di sampingnya.


Tetapi Kakek tetap diam tanpa menggubris perkataan Pak Sugeng.Dan Mbak Riska tiba- tiba bergumam dengan wajah kesal dan linglungnya."Ini semua gara- gara Rani.Dan Riska tidak akan pernah memaafkannya.Arghhhhh...," pekik Mbak Riska kesal.


Kakek yang semula terdiam pun sontak terkejut dengan teriakkan dari mulut Mbak Riska."Apa yang kamu lakukan Riska?jangan membuat masalah dan keributan yang akan membuat malu keluarga kita?," bentak Kakek.


Mbak Ris Kapan tersenyum sinis mendengar ucapan kaget,"Malu? Untuk apa kita memikirkan rasa malu Kek.Bukankah reputasi keluarga kita sudah hancur. Kita sudah menjadi sampah Kek!. Keluarga kita tidak memiliki arti lagi di status sosial masyarakat.Lalu untuk apa lagi kita masih memikirkan rasa malu".


Kakek kesal dan marah mendengar ucapan Mbak Riska,"Tutup mulutmu itu Riska!",bentak Kakek keras kepada Mbak Riska.


Mbak Riska menoleh ke arah Kakek,"Kemarahan kakek tidak akan mengubah kebenaran yang Riska katakan.Semua yang terjadi kepada kita sekarang juga karena ulah kakek yang membawa Rani masuk menjadi bagian keluarga kita.Dan lihatlah apa hasil dari rencana yang kakek buat.Keluarga kita hancur kek.Dan kita jatuh miskin tidak memiliki apapun yang akan membuat kita dapat bertahan untuk hidup. Jadi lebih baik kakek tahan emosi kakek dan berpikir bagaimana caranya dengan segera kita dapat terbebas dari semua masalah ini.Dan dapat menjalani kehidupan kita seperti semula itu yang lebih penting".


" Sudah Riska kamu jangan berkata seperti itu kepada kakekmu dan jangan memperkeruh keadaan," sahut Pak Sugeng.


" Riska hanya mengatakan hal yang sebenarnya Pah.Dan papa juga harus tahu bahwa keadaan kita juga tidak baik- baik saja bahkan sangat terpuruk sekali,"bantah Mbak Riska.


Pak Sugeng dan Kakek pun seolah tidak dapat bergeming mendengar apa yang Mbak Riska katakan. Mereka berdua terdiam seakan membenarkan apa yang mbak Riska sampaikan. Wajah kakek kembali terlihat lesu dan tidak bertenaga begitu pula dengan Pak Sugeng.


Kakek seolah sudah tidak mampu lagi untuk merencanakan sesuatu yang dapat mengubah keadaan kesulitan keluarganya sekarang. Sementara Mbak Riska terlihat begitu gusar dan kesal dengan keadaan yang menimpa dirinya dan keluarganya. Dan di saat mereka bertiga sedang hanyut dalam pikiran masing-masing. Tampak dari kejauhan beberapa orang berseragam kepolisian berjalan dengan cepat mendekati ke arah mereka.


Dan mereka bertiga yang tidak peduli dengan keadaan di sekitarnya tidak menyadari kedatangan aparat kepolisian yang sudah berdiri di hadapan mereka.


" Selamat sore Pak,"ucap salah seorang aparat kepolisian menatap ke arah wajah Kakek.


Kakek yang tertunduk lesu pun segera mengangkat kepalanya agar tegak melihat kearah seseorang yang berdiri di hadapannya.


Kakek pun terkejut melihat beberapa bapak polisi berseragam lengkap berdiri rapi di depannya.Kakek mengkerutkan dahinya seraya berpikir apa tujuan kedatangan beberapa aparat kepolisian." Iya selamat sore. Ada apa ya Pak? ," tanya kakek bingung.


" Begini bapak.Apakah bapak yang bernama Sukiman Suprapto?," tanya Bapak aparat kepolisian.


" Iya benar saya yang bernama Sukiman Suprapto.Ada apa ya pak?," tanya kakek lagi yang terlihat bingung.


Namun,bapak polisi tersebut tidak menjawab pertanyaan kakek.Kakek pun merasa tegang dan gugup begitu pula Pak Sugeng dan Mbak Riska yang menatap penuh tanya akan maksud kedatangan beberapa aparat kepolisian yang mencari kakek.


Lalu bapak polisi yang bertanya kepada kakek pun menoleh ke samping temannya yang membawa amplop surat dan menyerahkannya kepadanya.Kemudian bapak polisi yang bertanya kepada kakek pun lalu berkata lagi."Lalu apakah bapak Sukiman Suprapto mengenal bapak Sugeng Suprapto?".


"Rentu saja saya mengenalnya dia adalah putra saya yang duduk di samping saya ini," ucap kakek sambil menepuk bahu Pak Sugeng untuk memberitahukan kepada bapak polisi keberadaan Pak Sugeng.


Bapak polisi yang bertanya kepada Kakek pun mengangguk. Lalu memberikan amplop yang berisi surat yang ia pegang dan menyerahkannya kepada kakek.

__ADS_1


Kakek lalu memandang ke arah Pak Sugeng dengan wajah bingung dan kembali menatap wajah Bapak Polisi yang memberikannya amplop berisi surat itu.


"Apa ini pak?," tanya kakek.


"Itu adalah surat penangkapan terhadap Bapak Sukiman Suprapto dan Bapak Sugeng Suprapto atas tuduhan pembunuhan berencana yang dilakukan kepada almarhum Bapak Widiyanto beserta putranya yang bernama almarhum Bapak Sugeng Widiyanto dan juga menantunya yang bernama almarhumah Ibu Tari Puspitasari".


Kakek ,Pak Sugeng dan Mbak Riska yang mendengar ucapan dari Bapak kepolisian tersebut tersentak sangat kaget dengan mulut menganga tanpa dapat berkata apapun dalam waktu seper sekian detik.


" Tetapi bagaimana bisa Bapak ingin membawa saya dan putra saya untuk tuduhan seperti itu," bantah kakek mencoba membela dirinya sambil membaca surat penangkapan yang ia baca.


Bapak polisi yang memberikan surat kepada Kakek pun terlihat tenang menanggapi apa yang kakek ucapkan.


" Kami kemari menjalankan perintah yang sudah ditetapkan berdasarkan laporan yang sudah diajukan kepada Bapak Suprapto dan juga Bapak Sugeng.Dan kami hanya melaksanakan kewajiban kami sebagai aparat kepolisian.Untuk itu kami berharap Pak Sugeng dan juga Pak Suprapto dapat bekerja sama dengan baik untuk segera ikut dengan kami ke kantor kepolisian. Guna untuk dimintai keterangan dan Bapak berdua dapat memberikan pernyataannya setelah tiba di kantor Kepolisian".


" Tidak saya tidak akan ikut dengan Bapak sekalian. Begitu juga dengan putra saya," ucap kakek bersikeras dan melemparkan surat penangkapan itu kepada bapak kepolisian yang berdiri di hadapannya. Melihat tindakan yang tidak sopan dari kakek lakukan .Bapak kepolisian beserta temannya segera merespon tindakan dari yang kakek lakukan.


"Jika bapak bertindak kurang ajar dan tidak berlaku kooperatif maka dengan terpaksa kami akan memaksa Pak Sugeng dan juga Pak Suprapto secara paksa dengan cara yang tidak baik pula. Itu semua tergantung dari bapak berdua mau ikut dengan kami secara baik-baik atau dengan cara paksaan," gertak Bapak kepolisian sambil menatap wajah kakek.


Kakek pun seakn tidak dapat menerima atas penangkapan terhadap dirinya dan juga anaknya yaitu Pak Sugeng.Entah hal apa yang terbersit di pikiran kakek. Hingga dengan cepat kakek beranjak berdiri dari duduknya dan berusaha untuk kabur menghindari penangkapan dari bapak kepolisian.Tetapi dengan cepat aparat kepolisian segera menangkap kakek dan memborgol tangannya. Begitu pula dengan Pak Sugeng. Akhirnya Kakek pun tidak berdaya dan pasrah setelah para aparat kepolisian memborgol kedua tangannya yang membuat dirinya tidak dapat berkutik.


Setelah itu para aparat kepolisian membawa kakek dan Pak Sugeng dengan kedua tangan mereka yang masing-masing diborgol untuk pergi menuju kantor kepolisian .Sedangkan Mbak Riska seperti membatu dan tidak dapat berkata apapun. "Riska. Papa mohon tolong jaga mama. Papa titip mama ya ,"ucap Pak Sugeng sebelum pergi meninggalkan Mbak Riska yang masih terpaku dengan air matanya yang berlinang tanpa ia sadari.


Mbak Riska terus menatap Pak Sugeng dan kakek yang terus dibawa secara paksa oleh aparat kepolisian pergi menjauh dari hadapannya. Dan menghilang dari titik pandangan matanya. Barulah setelah kepergian Pak Sugeng dan kakek mbak Riska berteriak histeris seakan tidak menerima akan kejadian yang begitu sangat tiba-tiba dan mengguncang dirinya.


" Arghhhhhhh.....Arghhhhhh......",pekik Mbak Riska keras dengan suaranya yang menggema di sepanjang koridor rumah sakit.


Badannya lemas dan tidak berdaya.Dia seakan tidak sanggup untuk menerima kenyataan yang barusan saja terjadi di hadapannya.


Huhuhuhuhu.... Huhuhuhuhu.... Huhuhuhu...


Tangis Mbak Riska pecah seraya meronta dan memukul-mukulkan tangannya ke lantai.


Arghhhhhhh..... Arghhhhhhh.....


Mbak Riska pun kembali berteriak histeris dan dengan suara yang semakin lama semakin besar dan berisik. Sehingga beberapa perawat dan petugas medis lainnya berusaha menenangkan Mbak Riska. Namun, Mbak Riska tetap meronta dan terus berteriak tanpa bisa mengendalikan sikapnya.


Dan disaat Mbak Riska ingin bangkit berdiri untuk pergi menjauh dari keramaian.


Brugghhhh....


Tubuh Mbak Riska terjatuh.


Kali ini Mbak Riska tidak sadarkan diri.


Semua petugas medis yang ada di sekitar Mbak Riska pun segera menolong dirinya.


Sementara itu,Kakek dan Pak Sugeng yang berada di dalam mobil tahanan polisi tampak tertunduk lesu dan diam membisu di sepanjang jalan hingga tiba di kantor kepolisian.Hati kakek benar- benar hancur.Dia sungguh tidak membayangkan jika keluarganya akan porak-poranda seperti ini.Dalam langkah gontainya ia berjalan masuk beriringan dengan langkah kaki Pak Sugeng yang berjalan terhuyung memasuki kantor kepolisian.


Air mata Pak Sugeng terus mengalir tiada henti membasahi pipinya.Dia sudah seakan tidak peduli akan pandangan semua orang yang menatap kelemahan dirinya.Karena sekarang yang ada di dalam pikirannya hanyalah tentang bagaiamana kondisi istrinya yaitu Bu Sri.


Pak Sugeng benar- benar takut membayangkan jika dirinya akan kehilangan istri yang sangat ia cintai.Dadanya terasa sesak dan nyeri menghujam ke ulu hatinya.

__ADS_1


" Mengapa semua ini terjadi seperti ini?," ucap Pak Sugeng lirih.


Dan Kakek hanya dapat memandang ke arah putranya dengan tatapan penuh rasa bersalah dan penyesalan tanpa dapat mengatakan apapun kepada Pak Sugeng.


Rasa penyesalan yang muncul di hati kakek seakan sia- sia dan tidak berguna sekarang.Dia terdiam dalam pikirannya mengingat akan semua memori peristiwa yang telah ia lalui dan lakukan hingga harus membuat dirinya berada di tempat yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.Hatinya remuk redam mengingat seluruh anggota keluarganya hancur dan berantakan seperti sekarang ini.


Huhuhuhuhu.... Huhuhuhuhu... Huhuhuhuhu..


Tangisnya pecah menggema di dalam ruangan kakek duduk saat ini.


Kakek seakan tidak peduli akan tatapan semua aparat kepolisian yang memandang dirinya dengan tatapan tidak enak.


--------------------


Sementara di sel tahanan tempat Kak Reno berada sekarang. Dia tampak terlihat sangat tidak terurus, kusam dan sangat berantakan. Wajahnya tampak kumal dan lesu. Dia seakan tidak memiliki harapan untuk menjalani kehidupannya.


Sambil duduk menyendiri di sudut sel tahanan yang membelenggu kebebasannya. Pikirannya terus berkelana mengingat akan diriku.


"Rani!, " ucap bibirnya sambil bergetar memanggil namaku seraya mengusap air mata yang mengalir membasahi pipinya.


Hingga lamunannya buyar seketika saat aparat kepolisian menghampiri dirinya.


"Ada yang ingin bertemu denagnmu Reno. Dia mengatakan ada hal penting yang ingin disampaikan".


" Siapa pak?, "tanya Kak Reno.


" Tidak tahu. Dia tidak menyebutkan namanya. Sebaiknya kamu segera berdiri dan temui orang tersebut sekarang, "ucap petugas kepolisian.


Setelah itu Kak Reno yang ditemani petugas kepolisian yang mengantarkannya menemui seseorang yang ingin berjumpa dengannya menuju ruang besuk tahanan.


Mata Kak Reno terus memandang ke arah sekitar mencari sosok orang yang ingin menemuinya. Dan di dalam hati Kak Reno ia berharap orang itu adalah diriku.


Tetapi harapannya pupus seketika saat mengetahui jika yang datang ingin menemui dirinya adalah Ustad Fariz bersama pengacaranya.


Kak Reno pun duduk di kursi berhadapan dengan Ustad Fariz dan pengacaranya.


" Bagaimana keadaan Rani Kak Fariz?, "tanya Kak Reno dengan rasa ingin tahu.


Ustad Fariz pun segera menjawab pertanyaan dari Kak Reno. " Alhamdulillah keadaan Dek Rani baik dan insya Allah dek Rani akan segera melaksanakan operasi donor mata. Untuk itu Dek Reno do'akan saja semoga proses operasinya dapat berjalan dengan baik dan lancar tanpa kendala dan halangan apapun, "ucap Ustad Fariz memberitahukan keadaanku kepada Kak Reno.


Kak Reno pun terkejut mendengar perkataan dari Ustad Fariz.


" Donor mata? dari mana Rani mendapatkan donor mata sehingga dapat menjalankan operasi untuk kedua matanya Kak Faris ?,"tanya Kak Reno dengan rasa ingin tahu.


" Dek Rani mendapatkan donor mata sehingga dapat melakukan operasi mata itu dari hibah almarhum Dek Roy yang sudah meninggal dunia karena kecelakaan. Namun, sebelum meninggal.Almarhum Dek Roy telah membuat pernyataan untuk mewariskan kedua bola matanya kepada Rani, "jelas Ustad Fariz.


Kak Reno terperangah mendengar kata-kata dari Ustad Fariz.


" Apa maksud dari perkataan Kak Fariz jika Roy sudah meninggal. Apakah Kak Fariz berbohong?, "tanya Kak Reno dengan raut wajah tersentak tidak percaya.


" Tidak saya tidak berbohong dan itu adalah kebenaran, "ucap Ustad Fariz.

__ADS_1


Kak Reno pun tidak dapat berkata-kata. Dia bagaikan tersambar aliran listrik yang begitu besar dan begitu mengguncang hatinya. Untuk beberapa saat Kak Reno terpaku begitu lama sambil menatap ke arah wajah Ustad Fariz yang melihat dirinya. Perlahan air mata Kak Reno pun mengalir mengingat sahabatnya sudah pergi meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya.


__ADS_2