Jodoh Pilihan Tuhan

Jodoh Pilihan Tuhan
Menjenguk Kakek


__ADS_3

Panas matahari begitu terik.Dengan sekuat tenaga.Ku kayuh sepedaku menuju rumah.


Sesampainya di rumah terparkir mobil milik Pak Sukiman yang sudah aku kenali.Bunda dan Pak Budi sedang berbincang,entah apa yang sedang mereka bicarakan.Bunda dan Pak Budi terlihat begitu serius.Aku berjalan kesana,"Assalamu'alaikum,"sambil memarkirkan sepedaku.Bunda dan Pak Budi yang sedang asyik berbincang tersadar akan kedatanganku lalu menjawab salamku,"Wa'alaikumussalam."Lalu kucium tangan bunda.Kulihat raut muka bunda yang masih tampak sendu.Sebelum aku masuk ke rumah.Bunda langsung berkata padaku,"Ran,Pak Budi kesini ingin menjemput kamu ke rumah sakit.Pak Sukiman ingin kamu kesana nak.Beliau tidak mau makan dan minum obat sebelum kamu kesana nak."Aku mendengarkan penjelasan bunda dan sedikit menolak,"Tapi bun...,"jawabku ragu dan enggan.Di dalam hatiku,aku malas berurusan dengan anak angkuh itu.


BUKKk


Bunda menepuk bahuku.Sontak saja aku terkejut,"I.iy...iya bun,ada apa bun?",tanyaku linglung.Bunda tersenyum kecil sambil menggelengkan kepalanya,"Loh kok malah melamun nak.Rani ikut Pak Budi sebentar ya nak.Kasihan Pak Sukiman nak,nawaittukan dalam hatimu untuk membantu sesama karena Allah,"bunda membelai lembut kepalaku.Aku sedikit masih merasa ragu dan keberatan,"Tapi bun..".Bunda memotong pembicaraanku,"ayo nak,sekali saja ya nak."


Bunda tidak mengetahui untuk sebab apa Pak Sukiman menyuruhku kesana,batinku dalam hati.Melihat bunda aku tidak bisa menolak permintaannya,meskipun sungguh berat sekali hatiku melakukannya.Segera aku bergegas mengganti pakaian.Lalu aku pamit kepada bunda.Dan Pak Budi mengantarkanku ke rumah sakit.


Di rumah sakit ada mbak Riska.Ia langsung menyapa dan memelukku,"Raniiiii."Ku balas keramahannya dengan senyuman.Mbak Riska lalu menarik tanganku perlahan,"Ran,terima kasih ya kamu sudah mau datang.Mbak senang,kakek nungguin kamu terus dari tadi Ran.Kamu langsung masuk ya Ran."Aku mengangguk tanda mengerti tanpa pikir panjang lagi aku langsung masuk ke dalam ruang ICU ditemani perawat.Sesampainya di dalam kakek menyambutku dengan senyumannya yang mengembang,"Raniii...cucu kakek,"ucapnya perlahan.Aku mendekatinya dan salim,"Assalamu'alaikum kek".Ia pun menjawab dengan senang,"Wa'alaikumussalam Ran.Kakek senang sekali bisa bertemu Rani lagi."Aku pun duduk di sampingnya,"iya kek,tapi kakek harus makan dan minum obat ya kek.Kalau kakek nggak mau Rani lebih baik pulang saja."Perawat yang sedari tadi berdiri di sampingku berkata,"Iya Bapak Sukiman,sekarang Dek Rani sudah datang jadi nggak ada alasan lagi buat tidak mau makan dan minum obat ya pak."Kakek pun tersenyum.Lalu perawat mengambil makanan baru serta obat yang harus di minum kakek.Sambil menunggu perawat datang.Aku dan kakek berbincang.


"Ran,bagaimana keadaan bundamu?,"tanyanya sambil memandangku."Alhamdulillah baik Pak,"jawabku sambil sedikit tersenyum.Kemudian ia meneruskan perkataannya,"lalu bagaimana dengan permintaan kakek kemarin Ran,apakah sudah Rani pikirkan,besar harapan kakek agar Rani mau menyetujui permintaan kakek."Tatapannya kini serius menatapku.Aku merasa bingung menolak nya.Satu sisi kesehatannya sedang tidak baik dan satu sisi lagi hatiku menentang permintaannya.Bagaimana Tuhan?apa yang harus kulakukan,ucapku dalam hati.


"Ran,kok melamun?,"tanyanya.

__ADS_1


Aku terlihat kebingungan,"akhhh...akh..ng...nggak kek..Rani....".Belum sempat kuselesaikan kalimatku perawat datang membawa makanan dan obat untuk kakek,"nah,sekarang makan dulu ya Pak Sukiman.Pilih saya suapin atau di suapin Dek Rani,"ucap perawat dengan sedikit bercanda.Kakek yang mendengar ucapan perawat langsung berkata,"biar cucu saya Rani yang menyuapi saya makan.Iya kan Ran?,"tersenyum memandangku.Kemudian perawat mengatur posisi tempat tidur kakek supaya agak lebih tinggi sedikit di bagian kepala saat aku akan menyuapinya makan.Lalu perawat menjelaskan padaku obat yang mana harus di minum kakek.Setelah itu ia pamit keluar.


Kakek yang tadi diam lalu memburu jawabanku,"Ran,kamu mau kan menikah dengan cucu kakek Reno?".Buru-buru kualihkan pembicaraan tersebut,"kakek makan dulu ya,kita bicarakan masalah itu nanti ya kek.Kita baca do'a makan dulu.Bismillahirrahmannirahim.Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa'adzaa bannar.Artinya: Ya Allah,berkahilah kami dalam rezeki yang telah Engkau berikan kepada kami dan peliharalah kami dari siksa api neraka.Aamiin.Akkk...ayo kek buka mulutnya,"sambil menyodorkan sesendok bubur kepada kakek.


Kakek lalu membuka mulutnya dan menikmati setiap suapan bubur.Tanpa terasa ia makan dengan lahapnya hingga habis bubur yang ada di mangkok.Melihat hal itu pun aku senang,"Alhamdulillah kakek makan nya habis.Sekarang minum air putihnya dulu ya kek,"sambil ku dekatkan gelas berisi air putih dekat dengan bibirnya.Glek..glek...perlahan ia minum.Lalu kulap dengan tisu sisa air putih dan sedikit bubur yang menempel pada bibir dan kumisnya,"Bismillahirrahmanirrahim.Alhamdulillahilladzi ath-amanaa wa saqoona wa ja'alanaa minal muslimin.Artinya:Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum serta menjadikan kami termasuk dari kaum muslimin."Kakek pun tersenyum dan menengadahkan kedua tangannya perlahan,"Aamiin ya robbal'alamiin.Terima kasih ya Ran."Aku mengangguk.Lalu kuambil beberapa obat yang harus kakek minum.Kusiapkan sesuai perintah perawat dan memberikannya kepada kakek.Ia pun meminumnya dengan perlahan.Perawat pun masuk kembali untuk memberikan suntikan kepada kakek,"wah bapak hebat makannya habis.Kalau begini terus nanti bapak akan cepat sembuh dan segera pulang,"sambil menyuntikkan jarum suntik di lengan kanan kakek.Setelah itu aku pun pamit pulang kepada kakek,"baiklah kek,Rani pamit pulang dulu ya kek.Kakek istirahat dulu dan nggak boleh mogok nggak mau makan dan minum obat."Kakek tersenyum,"Iya Ran.Besok Rani kesini lagi ya nak,"ucapnya dengan penuh harap.Kubalas senyum tulusnya,"In syaAllah ya kek.Assalmu'alaikum kek,Rani pulang dulu kek,"ucapku sambil mencium tangannya.Ia pun mengangguk mengerti.Seperti biasa perawat mengantarku keluar.Aku bergegas karena masih banyak pekerjaan yang harus kulakukan.


Aku melangkah keluar dan membuka pintu.Saat pintu kubuka,aku terkejut melihat Kak Reno tepat dihadapanku.Mata kami beradu,namun dengan cepat kualihkan pandanganku darinya dan menjauh.Baru beberapa langkah aku berjalan ia menghentikan ku,"TUNGGU!," ia berjalan mendekatiku."Kamu itu nggak punya telinga ya,apa nggak jelas yang aku sampaikan di sekolah.Jangan dekati keluargaku.Aku tau niat terselubungmu itu hanya uang bukan.Kamu butuh uang berapa?ayo bilang!,"ia terus membentakku dengan kasar namun aku tetap diam.


Melihatku yang hanya diam.Ia pun semakin kesal dan suaranya semakin meninggi,"kamu itu GADIS YANG TIDAK PUNYA MALU YA!!!".


"Apa yang kamu lakuin sama Rani?hah,"wajahnya terlihat kesal dan marah.


"Kakak kok malah belain anak miskin ini sih kak.Dia itu nggak tulus dengan keluarga kita,pasti ada niat terselubung kak,"ucapnya dengan marah.Mbak Riska menunjuk jari telunjuknya kepada Kak Reno,"Diam kamu Ren,nggak sepantasnya kamu berbicara seperti itu kepada Rani.Karena dia itu akan jadi calon istrimu!,"bentak Mbak Riska dengan tegas.


Kak Reno syok dan begitu pun aku.

__ADS_1


"APA!,CALON ISTRI! kakak jangan ngomong sembarangan ya kak,"ucapnya dengan sangat marah.


"Memang begitu kenyataannya.Kakek dan papa sudah memutuskan semua itu,dan kamu harus mematuhinya,"Mbak Riska berkata dengan emosi juga.


"Tanpa bertanya padaku.Aku nggak akan ngancurin hidupku dengan menikahi gadis seperti dia,"tangan Kak Reno menunjuk kearahku.


Aku tetap diam mendengar semua pernyataan Mbak Riska.Lalu kuputuskan untuk pergi dari sana.Sebelum aku melangkah pergi Mbak Riska menghentikan langkahku,"Ran,jangan pulang dulu,biar mbak dan Reno yang nganter Rani."


"Reno nggak mau kak,"tolaknya tegas.


"Kamu harus mau Ren,kalau sampai mbak kasih tau papa dan kakek kamu bakalan tau sendiri akibatnya,paham."Mata mbak Riska melotot memandang Kak Reno.


Kak Reno terlihat pasrah mendengar ucapan Mbak Riska.Dengan berat hati ia mengiyakan perintah mbaknya.Mbak Riska langsung mengandeng tanganku untuk ikut bersamanya.


Kak Reno berjalan di depan sementara aku dan Mbak Riska berjalan di belakangnya.

__ADS_1


__ADS_2