Jodoh Pilihan Tuhan

Jodoh Pilihan Tuhan
Memeluk ku


__ADS_3

Kuambil nafas panjang dan ku katakan "Sekarang aku mau pergi bekerja mungkin jika tidak ada keperluan yang sangat penting aku akan pulang lebih awal. Makan lah sarapan mu sudah aku siapkan di meja makan, jika ada sesuatu yang kamu perlukan hubungi aku" ucap ku dengan lirih. entah mengapa ada perasaan kecewa saat Keysha terkesan menghindari ku.


________


Setibanya di kantor tempat ku bekerja.


"Rudi... ke mana saja kamu tiga hari ini". tanya Reza saat masuk ke dalam ruangan ku.


Reza Firmansyah teman satu kantor dan memang kami sudah bersahabat lama sejak kuliah dulu. Reza juga sering membantu ku dan sudah ku anggap seperti keluarga.


"ucap salam lebih dulu baru bertanya" ucap ku sambil melihat berkas-berkas yang ada di atas meja kerja ku.


"Assalamualaikum... pagi Rudi" ucap nya seraya sedikit meledek ku.


"Waalaikum salam" jawab ku.


"aku menghadiri acara pernikahan anak profesor"


"menghadiri acara pernikahan atau memang kau yang menikah, hah?"


Dengan sedikit kaget saat meminum kopi yang baru di antar oleh office boy tadi atas ucapan Reza.

__ADS_1


"uhuuuk.. uhuuuk...!" (suara batuk) aku begitu kaget atas apa yang di katakan Reza.


'mengapa ia bisa tau, apa Reza sudah menjadi cenayang' batin ku.


"si-siapa yang menikah" jawab ku agak sedikit gugup.


"santai saja bro.. aku hanya bertanya mengapa kau jadi serius seperti itu?" kata Reza agak bingung dengan sikap gugup ku.


"ya sudah teruskan saja pekerjaan mu, aku juga ingin melanjutkan pekerjaan ku" ucap nya sambil melangkah keluar.


Bukan ingin merahasiakan pernikahan ku tapi aku rasa cuma bukan saat nya karna aku yakin kalau Keysha belum siap bila nanti aku mengenalkan nya kepada Reza dan teman-teman ku yang lain.


________


Di tengah perjalanan, ku sempatkan mampir di sebuah mini market untuk membeli beberapa bahan makanan dan cemilan.


Saat melewati freezer es krim 'mungkin Keysha menyukai es krim' batin ku. Aku pun tak lupa membeli beberapa es krim untuk Keysha mungkin es krim akan membuat ia sedikit melupakan rasa sakit nya.


Selesai berbelanja ku lajukan mobil dengan kecepatan sedang, karna jarak mini market dan rumah tak begitu jauh membuat ku tidak memakan banyak waktu untuk sampai ke rumah. Setelah memarkirkan mobil dan mengeluarkan belanjaan segera aku masuk ke dalam rumah tapi ke adaan rumah masih terasa sepi seperti biasa seperti sebelum ada Keysha.


Ku letakkan semua kantong belanja yang tadi aku bawa ke atas meja dapur dan mulai mengeluarkan semua dan tak lupa memasukkannya ke dalam kulkas. Saat belum melihat tanda-tanda Keysha akan keluar dari kamarnya ku putuskan untuk berbicara kepada nya karna aku begitu khawatir bila Keysha terus mengurung diri di dalam kamar, aku tidak mau terjadi sesuatu yang buruk pada nya.

__ADS_1


Ku hampiri kamarnya dan sedikit menempelkan telinga ku ke pintu kamar nya untuk mendengar apa yang sedang dilakukannya saat tak mendengar apa pun ku putuskan untuk mengetuk pintu kamar nya.


"tok.. tokk.. tokkk..." (suara ketukan pintu).


"Keysha apa kamu sedang tidur? aku baru saja pulang dan membeli beberapa bahan makanan, apa kamu sudah makan?" tanya ku berharap Keysha mendengar suara ku dari balik pintu.


Saat masih belum mendengar jawabannya aku masih berusaha agar Keysha menjawab pertanyaan ku.


"Keysha.. aku tau apa yang kamu rasakan saat ini tapi dengan cara mengurung diri di kamar tidak akan bisa merubah sesuatu yang sudah terjadi, dengan sikap mu yang seperti ini sama saja kamu menyakiti diri mu sendiri" aku terdiam beberapa saat sebelum melanjutkan perkataan ku, ku hembuskan nafas kasar dan berkata "Dan aku yakin mereka (almarhum ayah dan orang yang di cintai nya) akan sedih melihat keadaan mu seperti ini"


Karna tidak mendapat jawaban apapun darinya kuputuskan untuk meninggalkan kamar nya tapi saat aku berbalik dan hendak berjalan meninggalkan kamarnya tiba-tiba saja Keysha membuka pintu kamar.


Dan "Deg..." tiba-tiba saja Keysha memeluk tubuhku dari belakang dan menangis sejadi-jadinya. Kurasakan air matanya membasahi baju kemeja ku, ku biarkan Keysha menangis di punggung ku mungkin dengan menangis akan menghilangkan rasa sakit yang di rasakannya.


Saat ke dua tangannya melingkar memeluk pinggang ku, aku ingin menarik dan membawa tubuh nya kedalam pelukan ku tapi aku tidak mau membuat Keysha menilai ku sebagai orang yang memanfaat kan keadaan mungkin aku memang suami Keysha sekarang tapi pernikahan ini terjadi bukan karna cinta.


Aku memang mencintai Keysha tapi ia mau menikah dengan ku karna permintaan ayah nya bukan karna mencintai ku. Aku berharap seiring berjalan nya waktu Keysha akan mencintai ku dan kita akan terus bersama sampai ajal yang akan memisah kan. karna bagi ku pernikahan adalah sesuatu yang sakral dan menikah hanya akan dilakukan satu kali seumur hidup.


********


Makasih karna masih terus membaca cerita ku 😘 jangan lupa kasih Komentar dan Like nya ya agar aku lebih semangat lagi 😍

__ADS_1


Happy ReadingπŸ‘πŸ‘πŸ‘


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


__ADS_2