Jodoh Pilihan Tuhan

Jodoh Pilihan Tuhan
Mengikhlaskan.


__ADS_3

"Tante!, " panggilku pelan dengan cemas.


"Bik Siti dan Bik Inah, tolong ambilkan bantal dan bantu saya membaringkan Bu Desi disana, " pinta Ummah kepada Bik Siti dan Bik Inah.


"Iya Bu, " sahut Bik Siti dan Bik Inah bersamaan.


Lalu dengan segera Bik Siti mengambil bantal dan Bik Inah membersihkan tempat untuk membaringkan Tante Desi dan meletakkan kasur lipat di atas lantai yang sudah beralaskan karpet.


"Ummah, apakah tidak apa-apa Tante Desi kita baringkan di sini? Apakah tidak sebaiknya di dalam kamar saja Ummah?, " tanyaku.


Ummah mengusap lembut kepalaku, "Tidak Nak. Untuk sementara lebih baik disini dulu saja. Sampai Bu Desi benar-benar merasa jauh lebih baik baru kita pindahkan ke kamar. Sebab disini udaranya tidak terlalu pengap karena terbuka dan kita semua dapat mengawasi Bu Desi bersama-sama. Sebentar ya Nak, Ummah membantu Bik Siti dan Bik Inah mengangkat tubuh Bu Desi dulu. Dan memindahkannya pada kasur lipat yang sudah Bik Inah siapkan".


Wirda pun menyela pembicaraanku dengan Ummah, " Wirda juga ikut bantu mengangkat tubuh Tante Desi ya Ummah, "tanya Wirda yang sudah siap berdiri.


" Iya Nak, ayo!, "ajak Ummah.


Kemudian Ummah, Bik Siti, Bik Inah, Wirda dan dibantu oleh beberapa pelayat perempuan lainnya memindahkan tubuh Tante Desi keatas kasur lipat yang telah siapkan oleh Bik Inah. Dengan perlahan mereka semua membaringkan tubuh Tante Desi yang terkulai lemas. Ummah kemudian mengoleskan minyak angin ke pelipis Tante Desi dan membalurkan minyak angin ke sekujur tubuh Tante Desi.


Sementara itu, Bik Siti dan Bik Inah memijit-mijit kaki dan tangan Tante Desi supaya membuat Tante Desi lekas sadar.


Dan Wirda pun berjalan kembali ke arahku dan menuntun diriku untuk pindah dari dudukku, mendekati Ummah,BikSiti , dan Bik Inah yang sedang memberi pertolongan kepada Tante Desi.


" Ummah bagaimana keadaan Tante Desi?,"ucapku khawatir.


"Bu Desi masih belum sadarkan diri Nak. Beliau masih sangat syok dan begitu terpukul akan kepergian almarhum putranya. Kita doakan saja semoga Bu Desi lekas sadar. Ummah sedang membuat Bu Desi dapat kembali tersadar nak. Untuk itu Rani tidak perlu cemas. Kita berikhtiar semampu kita selebihnya serahkan semuanya kepada Allah subhanahu wa ta'ala, " tutur Ummah dengan lembut kepadaku.


"Iya Ummah, " jawabku sambil mengangguk.


Dan di saat semua orang sedang fokus mengurusi Tante Desi. Kak Rafa pun masuk mendekat ke arah kami.


"Ummah, kami semua beserta beberapa pelayat laki-laki akan segera memakamkan almarhum Dek Roy di peristirahatannya yang terakhir. Ummah, beserta Dek Ranj dan Dek Wirda diminta Kak Fariz untuk tidak ikut dan menunggui Tante Desi saja disini, " kata Kak Rafa.


"Iya nak, "sahut Ummah.


" Ya sudah Ummah kalau begitu Rafa pamit dulu untuk ikut menguburkan jenazah Dek Roy ke pemakaman, "pamit Kak Rafa.


" Iya Rafa hati-hati, "sahut Ummah.


Kemudian Kak Rafa pun pergi dan bergegas keluar ikut bersama rombongan pengantar jenazah.


"Lailaa ha illallah, Lailaa ha illallah,"terdengar pekik kalimat tahlil mengiringi jenazah Kak Roy.


Air mataku mengalir.


Maafkan aku Kak Roy yang tidak dapat mengantar dirimu ke pusara terakhirmu.Subhanal hayyil ladzi la yamut.

__ADS_1


Maha Suci Allah Yang Hidup dan Tidak Mati,batinku.


Wirda menggenggam jemari tanganku dan terdengar pula olehku suara isak tangisnya.


Jenazah Kak Roy setelah selesai dishalatkan di masjid kini di tandu dalam keranda untuk di makamkan di pemakaman umum dekat perumahannya.


Iring- iringan pengantar jenazah Kak Roy melewati kediamannya.Dengan sahutan pekikan gema tahlil yang berulang,"Lailaa ha illallah, Lailaa ha illallah".


Ummah dalam keheningannya mendengar keranda yang membawa jenazah Kak Roy melewati rumah Kak Roy lalu memanjatkan do' a untuk Kak Roy,"Subhaanal hayyil ladzii la yamuutu, allahummaghfir lihaadzal mayyiti warhamhu allahumma aanis fil qabri wahdatahuu wa ghurbatahuu wa nawwir qabrahuu. Maha Suci Allah Dzat yang maha Hidup yang tidak mati. Ya Allah, berilah ampunan kepada mayit ini dan belas kasihanilah dia, ya Allah berikanlah kesenangan kepadanya dalam kubur sendirian dan dalam rantauan serta sinarilah kuburnya".


" Aamiin ya robbal'alamiin,"ucapku dan Wirda bersamaan.


Mendengar pekikan tahlil diluar,Tante Desi perlahan membuka matanya dan merasakan kehadiran jenazah Kak Roy yang akan diantar oleh Ustad Fariz,Pak Budi,Kak Rada dan pelayat lainnya menuju peristirahatan terakhirnya.


"ROY!," panggil Tante Desi lirih.


Aku pun menggenggam jemari tangan Tante Desi untuk menguatkannya.Sementara Ummah mengusap lembut kepala Tante Desi seraya membisikkan kalimat istighfar,"Astaghfirullahal'adzim, alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaih. Aku memohon ampun kepada Allah, Dzat yang tidak ada sesembahan kecuali Dia. Yang Mahahidup lagi Maha Berdiri Sendiri. Dan aku bertaubat kepada-Nya."


Tante Desi menangis dalam pelukkan Ummah.Dan kami pun yang berada di dekat Tante Desi tidak bisa menahan kesedihan dan rasa sakit akan kehilangan Kak Roy yang terjadi secara tiba- tiba.


"HUHUHUHUHUHU....,"isak tangis suara Tante Desi menggema memenuhi ruangan.


Ummah yang berada tepat di samping Tante Desi pun menyeka air mata Tante Desi dengan tisu dan membisikkan kalimat istighfar secara berulang untuk membuat Tante Desi menjadi lebih tenang.


Dan disaat Tante Desi mulai tenang.Ummah meminta Bik Siti membuatkan teh hangat untuk Tante Desi minum supaya tubuhnya dapat sedikit lebih bertenaga.


Sambil menunggu Bik Siti kembali membawa teh hangat.Ummah perlahan menggenggam jemari tangan Tante Desi seraya berkata,"Maut datang tanpa permisi menghampiri setiap orang yang sudah saatnya menghadapi Sang Pencipta,Bu Desi. Tidak ada satu pun manusia dapat mengetahui umur yang telah dialokasikan di dunia ini.Sehingga segala persiapan sebagai bekal akhirat harus dilakukan tanpa ditunda-tunda lagi bagi kita yang masih diberi kesempatan untuk hidup di dunia ini.


Dan ketika seseorang sudah ditetapkan menghadapi sakaratul maut, sang malaikat takkan memberi penundaan waktu barang sedetik pun.Sebab kematian tidak bisa dihindari, dan tidak mungkin ada yang bisa lari darinya.Begitu juga yang terjadi kepada almarhum ananda Roy putra Bu Desi.Dan semua orang pun tahu,tidak ada manusia yang kekal abadi di dunia ini.Hanya Allah lah yang kekal abadi di dunia ini.Karena setiap jiwa yang bernyawa dan hidup akan merasakan kematian entah itu cepat atau lambat,sekarang atau nanti.Tetapi kematian itu adalah pasti.Dan kita hanya dapat menunggu kapan kematian menghampiri kita.Namun kematian dari almarhum ananda Roy, InsyaAllah sudah cukup sebagai pengingat untuk kita semua.Dan dapat menyadarkan kita dari kelalaian kita selama ini. Bahwa kita pun akan sama dengannya, akan kembali pada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Dunia yang sekarang kita tinggali akan kita tinggalkan di belakang. Sebab dunia hanya sebagai lahan mencari bekal kita saja.Dan alam akhiratlah tempat akhir yang akan kita tuju".


Lalu Bik Siti datang membawakan segelas teh hangat yang Ummah minta.


Dan dengan perlahan Ummah memberikan teh hangat dari gelas menuju bibirnya Tante Desi. Pertama Tante Desi enggan dan menolak untuk meminumnya. Tetapi dengan bujukan Ummah yang begitu lembut dan penuh kasih sayang. Tante Desi pun mau meminum teh hangat dan langsung menghabiskannya. Ummah tersenyum melihat sikap Tante Desi yang sudah jauh lebih tenang dan tidak terlalu histeris. Begitu pun dengan diriku, Wirda dan yang lain. Kami segera menyeka air mata kami setelah mendengar apa yang Ummah katakan kepada Tante Desi.


" Bu Desi harus sabar dan ikhlas akan semua yang Allah tetapkan.


Memang semuanya sangat berat dan manusiawi jika Bu Desi merasa sangat sedih dan terpukul.Karena sejatinya kita memang adalah manusia biasa yang Allah limpahkan dengan perasaan sehingga dapat merespon apapun bentuk ketetapan yang Allah berikan kepada kita .Namun kita tidak boleh larut dalam kesedihan yang dapat membuat diri kita menjadi lemah dan akhirnya meragukan yang Allah gariskan kepada kita untuk itu kita sama-sama mendoakan almarhum Ananda Roy.Semoga keadaan mati ananda adalah mati yang husnul khotimah karena diwafatkan pada hari yang penuh barokah yaitu hari Jum’at. Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya, merahmatinya, melindunginya, memaafkan segala kesalahannya, memuliakan tempat kembalinya, meluaskan alam kuburnya, membersihkan ia dengan air, salju, dan air yang sejuk, semoga Allah membersihkan ia dari segala kesalahan sebagaimana Dia telah membersihkan pakaian putih dari kotoran.Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengganti rumahnya di dunia dengan rumah yang lebih baik di akhirat.Serta mengganti keluarganya di dunia dengan keluarga yang lebih baik, dan istri di dunia dengan istri yang lebih baik, semoga Allah memasukkan almarhum ananda Roy ke dalam surga-Nya dan melindungi ia dari siksa kubur dan siksa api neraka".


"Aaamin ....Aaamin.. Aaamin ya robbal alamin," ucap kami semua bersamaan.


Tante Desi terdengar jauh lebih baik sekarang setelah Ummah memberikan nasihat kepada Tante Desi. Kami semua memang merasa sangat sedih dan terpukul akan kepergian Kak Roy. Tetapi Ummah mengingatkan kami bahwa semua ini adalah ketetapan yang Allah berikan dan sebagai hamba yang beriman dan bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala kami harus ikhlas dan tidak terus larut dalam kesedihan. Sebab seperti yang Ummah katakan bahwa semua yang bernyawa itu pasti akan mati .Entah itu lusa, hari ini ,tahun depan dan tidak ada yang tahu akan rahasia kematian yang Allah tetapkan. Semua menjadi pengingat untuk kami semua yang masih diberikan kesempatan untuk hidup agar menjadi manusia yang memiliki faedah untuk sesama dan mempersiapkan bekal yang sebanyak-banyaknya sebelum Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjemput ruh kami untuk pulang menghadapnya.


Kullu man ‘alaiha fan.Wa yabqa wajhu rabbika zul- jalali wal-ikram.


Semua yang ada di atasnya (bumi) itu akan binasa.(Akan tetapi,) wajah (zat) Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal.(Qs.Ar- rahman ayat 26-27).

__ADS_1


Aku pun masih terdiam dan berusaha tegar menerima kenyataan bahwa Kak Roy telah benar- benar pergi meninggalkan kami semua.


Di pemakaman Ustad Fariz dan lainnya telah selesai menguburkan jenazah Kak Roy. Sambil berdiri Ustad Fariz pun memimpin doa untuk mendoakan Kak Roy.


"Bismillāh wa ‘ala millati sunnati rasulillah. Allahummaftah abwabas sama’I li ruhihi, wa akrim nuzulahu, wa wassi‘ madkhalahu, wa wassi‘ lahu fi qabrihi.


Dengan nama Allah dan atas agama rasul-Nya. Ya Allah, bukalah pintu-pintu langit untuk roh jenazah, muliakanlah tempatnya, luaskanlah tempat masuknya, dan lapangkanlah alam kuburnya.”


Tidak berapa setelah itu Ustad Fariz dan rombongan yang ikut serta menguburkan jenazah Kak Roy berjalan kembali pulang menuju kedimaan Kak Roy.


" Assalamu'alaikum, "ucap Ustad Fariz memberi salam.


" Wa'alaikumussalam warohmatulohi wabarakatuh, "jawab kami semua yang ada di dalam.


Ustad Fariz, Pak Budi dan Kak Rafa duduk mendekat.


" Bagaimana Nak sudah selesai memakamkan jenazah almarhum Nak Roy?, "tanya Ummah.


" Alhamdulillah sudah selesai Ummah, "sahut Ustad Fariz.


Ustad Fariz pun melihat keadaan Tante Desi yang masih terlihat lesu dan tidak bersemangat.


" Bagaimana keadaan Tante Desi Ummah?, "tanya Ustad Fariz.


" Alhamdulillah Bu Desi jauh lebih baik dan tenang, "sahut Ummah sembari tersenyum kepada Ustad Fariz.


Dari duduk sedikit berjauhan Ustad Fariz memandang ke arah sekitar dan berkata kepada Tante Desi, "Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.Allahummaghfirlahu warhamhu wa'aafihi wa'fu'anhu. Saya dan keluarga besar saya,turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya Dek Roy. Semoga Allah subhanahu wa ta'ala memberikan tempat yang terbaik di sisi-Nya.Dan almarhum Dek Roy diampuni segala kesalahan serta diterima segala amal ibadahnya oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Dan semoga keluarga yang ditinggal diberikan ketabahan dan kekuatan iman lahir batin.Semoga kita semua bisa mengambil teladan pada kebaikan yang telah almarhum Dek Roy lakukan selama hidupnya. Mudah-mudahan ia mendapatkan tempat terindah di sisi Allah, yaitu di surga-Nya yang sangat indah. Aamiin Ya Rabbal'alamin".


"Aamiin Ya Rabbal'alamin.Terima kasih Nak Fariz untuk semua doa dan bantuannya, " ucap Tante Desi dengan wajah masih sangat berduka.


"Sama-sama Tante Desi".


" Ya sudah kalau begitu saya pamit untuk bersiap-siap melaksanakan salat jum'at dulu. Oh ya Ummah, Dek Rani, Dek Wirda dan Bik Siti juga Bik Inah tetaplah disini menemani Tante Desi bila perlu kalian semua dapat menginap dulu disini. Supaya Tante Desi tidak merasa kesepian dan larut dalam kesedihan, "saran Ustad Fariz.


Ummah tersenyum kepada Ustad Fariz, " InsyaAllah iya Nak. Kita lihat keadaan nanti ya. Sekarang kamu bergegaslah untuk menuju ke masjid nak".


"Iya Ummah baik dan permisi semuanya, " pamit Ustad Fariz.


Tidak lama kemudian Ustad Farizbersama dengan Kak Rafa dan Pak Budi meninggalkan ruangan di tempat kami berkumpul untuk segera menuju masjid melaksanakan salat Jum'at. Dan setelah kepergian dari Ustad Fariz dan yang lainnya untuk melaksanakan salat Jum'at. Tiba-tiba terdengar langkah kaki yang tergopoh-gopoh dan sedikit berlari menuju ke arah kami berkumpul .


"Tante!,"teriak suara itu sambil menangis merintih.


Dan semua orang memandang ke arah perempuan yang datang sambil menangis dan memeluk Tante Desi.


Sementara aku berusaha mengenali perempuan itu dari suara yang aku dengar.

__ADS_1


__ADS_2