
"Tidak pa,jangan papa katakan sekarang,"ucap Pak Sugeng khawatir.
"Mungkin ini adalah waktu yang tepat nak.Agar semua kesalahpahaman dan rasa bersalah yang selama ini kita rasakan akan dapat terobati setelah kita semua jujur untuk membuka semuanya.Dan ini juga adalah salah satu cara agar Reno tidak bertindak semena-mena terhadap Rani dan bundanya,"ucap Pak Sukiman (kakek) menjelaskan pada putranya Pak Sugeng.
Pak Sugeng dan Bu Sri tampak begitu pasrah.Sementara Kak Reno tetap berlagak angkuh tidak peduli.Setelah itu kakek menelpon pengacara keluarga mereka untuk segera datang.
Aku sungguh tidak mengerti dengan apa yang terjadi.Rahasia apa yang sebenarnya mereka bicarakan.Kenapa Pak Sugeng begitu terlihat sangat ketakutan dan khawatir.Pertanyaan yang terus melintas dalam pikiranku.
Tidak berapa lama kemudian pengacara keluarga mereka Pak Gukul tiba.Semua mata melihat ke arah nya.Sesekali aku melihat bunda yang terlihat diam dan memandang teduh ke arah pengacara.Bibirku keluh untuk mencoba berbicara.Lalu aku memegang tangan bunda perlahan sambil kupandangi wajahnya yang sendu,senyumnya datar padaku.Aku merasa bunda masih kecewa dan marah padaku,begitu pikirku.
Kakek menggeser duduknya agar lebih nyaman.Dan Pak Gukul duduk di samping kakek dengan menyiapkan beberapa berkas.
"Baiklah,semoga apa yang kakek utarakan hari ini dapat membuat hubungan keluarga kita menjadi semakin baik dan terhindar dari kesalahpahaman lagi.Sebelumya saya mewakili keluarga besar saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Bu Tari dan Rani.Sungguh semua hal ini terjadi diluar sepengetahuan saya pribadi karena pada saat pernikahan siri Reno dan Rani saya sedang sakit.Saat itu saya berpikir jika Reno dan Rani melaksanakan pernikahan siri mereka tanpa paksaan atau syarat dari pihak tertentu melainkan mereka berdua saling menyukai,itu yang semula saya pikirkan.Tapi kenyataannya sangat berbeda.Maka dari itu saya mengunjungi Bu Tari dan diluar dugaan saya bahwa Bu Tari juga tidak mengetahui pernikahan siri yang terjadi antara Reno dan Rani sehingga membuat Bun Tari begitu sangat terpukul,kecewa,marah dan membuka luka masa lalu yang sungguh getir untuk diungkapkan,"ucap kakek sambil menghela napas.
Kulihat dari wajah kakek tampak berat untuk mengungkapkan semuanya.Tiba-tiba Kak Reno berkata,"Udahlah kek,kenapa juga kakek harus minta maaf dengan mereka.Toh disini sudah jelas jika mereka yang salah dengan niat jahat terselubung mereka.Nyata itu kek,tujuan mereka hanya untuk menguras habis kekayaan keluarga kita kek....".
Belum selesai Kak Reno berkata Kakek sudah sangat marah memotong pembicaraan Kak Reno,
"SUDAH CUKUP!,"teriak kakek sangat marah.
Kak Reno dan yang lainnya tampak terkejut mendengar suara kakek.
"Lebih baik kamu diam dan dengarkan.Jangan terlalu banyak bicara sebelum kamu mengetahui semuanya karena nanti kamu bisa sangat malu Reno,"ucap kakek kesal.
Kak Reno hanya diam dan kembali duduk.
__ADS_1
Sementara Mbak Riska berusaha menenangkan kakek agar tidak terjadi hal-hal yang buruk terhadap kakek.Mengingat kakek baru saja pulih dari sakitnya.
Tidak lama kemudian kakek meneruskan ucapannya,
"Sungguh Bu Tari jujur saya sangat menyayangi Rani seperti cucu saya sendiri.Begitu juga putra,menantu dan cucu saya Riska.Semua tulus menyayangi dan menyambut kehadiran Rani masuk menjadi bagian keluarga besar kami.Tetapi sungguh saya tidak mengetahui dan sangat menyayangkan jika Rani menikah dengan Reno berdasarkan desakan keadaan dari putra dan menantu saya.Sebagai timbal balik membiayai pengobatan Bu Tari selama sakit.Tapi ini semua bukan kesalahan Rani, Bu Tari.Saya mengerti bagaimana keadaan Rani yang sangat khawatir melihat bundanya yang sangat kritis berjuang antara hidup dan mati.Saya justru bangga terhadap Rani,Bu.Karena ia mampu mengambil resiko besar dalam kehidupannya untuk mengorbankan dirinya menyelamatkan kehidupan bundanya,"ucap kakek lirih.
Kak Roy tampak terkejut begitu juga Wirda.Sementara bunda menangis perlahan.
Kakek kembali berkata,
"Dan kamu Reno ingin tahu kebenarannya bukan.Baca ini!," ucap kakek sambil memberikan foto kopi salinan surat perjanjian kesepakatan antara Rani dan orang tuanya.
Pak Gukul pun memberikan foto kopi surat tersebut kepada yang lainnya.
Raut wajah Kak Reno berubah seketika seolah tidak percaya akan apa yang ia baca.Kakek yang melihat ekspresi wajah Kak Reno pun berkata,
"Bagaimana Ren,apakah kamu tidak malu mengatakan jika Rani hanya ingin harta keluarga kita.Sungguh Rani adalah salah satu faktor alasan kakek juga bisa sembuh seperti sekarang ini.Dan selama ini Rani hanya diam menerima perlakuan buruk dan kasarmu itu.Dan jangan kira kakek tidak mengetahui semuanya Ren,jika kamu hanya berpura-pura baik kepada Rani jika hanya dihadapan kakek saja.Dan semua orang juga harus tahu jika kamu juga yang membuat Rani terluka.Sehingga keningnya harus dijahit karena kamu dorong begitu kerasnya hingga Rani terjatuh."
Pak Sugeng,Bu Sri,Mbak Riska,Wirda dan Bunda tampak terkejut terlebih lagi Kak Reno.
"Tidak mungkin pa,Reno seperti itu,"ucap Bu Sri membela.
"Kamu tidak usah membela Reno,Sri.Saya sudah memiliki semua bukti rekaman dari kejahatan Reno."
Lalu kakek menyuruh Pak Gukul memutar video CCTV yang berhasil menangkap perilaku kasar Kak Reno terhadap Rani.Pak Gukul pun menghubungkan rekaman pada layar TV di ruangan bunda.Dan sekali lagi semua orang pun terkejut menyaksikannya.Terlebih bunda yang terlihat sangat kesal kepada Kak Reno.
__ADS_1
Sementara Bu Sri terlihat menangis.
"Papa tidak menyangka kamu bisa seperti itu kepada Rani,Reno,"ucap Pak Sugeng kecewa.
"Dan Reno satu hal lagi yang akan kakek beritahukan padamu.Kamu tahu kenapa papa dan mama mu begitu sangat menginginkan Rani menjadi menantu di keluarga kita.KAMU TAHU!,"ucap kakek kasar.
Tetapi Kak Reno hanya diam membisu.
"Ya dengan dalih untuk kesembuhan Kakek.Meskipun kakek juga sangat menginginkan Rani menikah denganmu tetapi bukan dengan cara seperti ini,melalui syarat konspirasi.Jujur kakek malu mengatakannya,"ucap kakek terdiam.
Pak Sugeng terlihat tertunduk lemas begitu juga Bu Sri.
Kakek menghela napas kembali dan mulai berkata,
"Baiklah Ren,kamu mengira Rani dan bunda nya bersekongkol menipu keluarga kita bukan.Tetapi tahukah kamu bahwa keluarga kitalah yang sebenarnya telah memperdayai Rani.Dengan keluguannya papa dan mamamu menjalankan siasat berkedok pernikahan dirimu dengan alih-alih memberi bantuan pengobatan terhadap bundanya yang sedang sakit.Padahal yang sebenarnya.....,"ucap kakek tidak mampu meneruskan kata-katanya.
KaK Reno menatap kakek tajam dengan raut wajah penuh tanya sama seperti diriku.
Dengan bersusah payah kakek pun meneruskan perkataannya,
"Sebenarnya ini semua adalah siasat papa dan mamamu untuk menutupi kesalahan akan sebuah dosa besar yang telah papamu lakukan terhadap keluarga Rani.Ya papamu lah yang telah merenggut kebahagiaan Rani sejak lahir sehingga membuatnya menjadi anak yatim,Ren.Papamu adalah pelaku tabrak lari terhadap mendiang almarhum ayahnya Rani.Setelah kakek melihat foto almarhum ayah Rani dan kisahnya kakek mengetahui semua.Dan untuk menutupi kesalahan yang dilakukan oleh papamu.Maka papa dan mamamu membuat Rani menikah denganmu untuk menutupi dosa masa lalu papamu,"ucap kakek menangis.
Aku terdiam,hatiku begitu tersayat,perih begitu terkoyak.Rasanya dadaku begitu sesak.Aku lemas..kebenaran macam apa ini,dan takdir yang bagaimana sedang kujalani.Mataku menatap bunda yang terus menangis pilu.
Aku rapuh dalam gengaman Wirda yang berusaha menopangku agar tetap mampu berdiri.Semua terasa gelap dan sesak.Hatiku benar-benar hancur.
__ADS_1