
"Rere!,"ucap Kak Roy yang terlihat bingung memandang ke arah Rere.
Kak Roy dan mamanya saling melihat satu sama lain.Mereka berdua terlihat bingung dan bertanya-tanya bagaimana Rere bisa kemari dan mengetahui jika Kak Roy sedang di rawat di rumah sakit ini.
"Kak Roy! Huhuhuhu.Bagaimana semua ini dapat terjadi padamu,kak,"ucap Rere sambil menangis melihat kondisi Kak Roy.
"Bagaimana kamu bisa kemari?padahal tidak ada yang memberi tahu mu tentang diriku.Kamu tahu jika aku berada di sini dari mana?,"tanya Kak Roy yang terlihat tidak begitu suka dengan keberadaan Rere.
"Huhuhhuhu...,"Rere terus menangis dan tidak dapat menyembunyikan rasa khawatirnya dan kesedihannya melihat kondisi Kak Roy yang sedang sakit.
Melihat Rere yang terus menangis.Mama Kak Roy berusaha menenangkan Rere supaya berhenti untuk menangis.
Perlahan,mama Kak Roy merangkulkan tangannya ke pundak Rere seraya mengusap lembut bahu Rere yang berdiri tepat di sampingnya.
"Sudah Re..sudah.Jangan menangis, sekarang keadaan Roy sudah membaik.InsyaAllah Roy akan segera sehat kembali dan segera pulang ke rumah.Jadi kamu tidak perlu merasa sedih dan khawatir secara berlebihan.Sudah ya nak,berhenti jangan menangis,"ucap mama Kak Roy dengan lembut dan pelan kepada Rere.
"Kenapa tidak ada yang memberi tahu Rere Tante,jika Kak Roy di rawat di rumah sakit.Sungguh Rere sangat mengkhawatirkan keadaan Kak Roy dan terus mencari tahu keberadaannya.Namun,tidak dapat Rere temukan.Huhuhuhu,"ucap Rere sambil menangis cegugukan.
"Lalu bagaimana kamu bisa tahu aku berada disini?,"tanya Kak Roy lagi kepada Rere dengan nada sedikit ketus .
Rere melihat ke arah Kak Roy dengan air mata yang terus-menerus mengalir.
Lalu Mama Kak Roy mengambil tisu kering yang terletak di atas meja di samping ranjang Kak Roy sedang berbaring setengah duduk.
Di usapnya tisu itu perlahan pke wajah Rere dan Rere mengambil tisu dari tangan Mama Kak Roy lalu mengusapnya sendiri ke wajahnya untuk menyeka air matanya.
Wajahnya yang basah karena guyuran air matanya kini mulai mengering.Dan hanya meninggalkan suara cegugukan akibat dampak tangisnya yang terisak-isak sebelumnya.
Lalu ia berusaha menenangkan dirinya sesaat.Supaya dapat menjawab pertanyaan Kak Roy yang sedari tadi melihat kearahnya dan menunggu jawaban dari dirinya.
"Tadi Rere ke rumah Keluarga Suprapto..,"ucap Rere terputus.
"Kenapa kamu ke rumah keluarga Suprapto,"tanya Kak Roy yang langsung memutuskan perkataan Rere seketika.
"Sudahlah Roy.Kamu yang tenang nak.Kita dengarkan dulu apa yang hendak Rere sampaikan kepada kita dan jangan kamu potong secara sepihak seperti itu,nak,"ucap Mama Kak Roy berusaha menenangkan Kak Roy yang sudah terlihat begitu kesal.
"Kenapa Kak Roy bersikap ketus dan sedikit kasar padaku.Huhuhuhhuhu....,"ucap Rere sambil menangis kembali dengan suara yang lebih keras.
Sontak saja Kak Roy dan mamanya terkejut dengan sikap Rere yang begitu emosional.
"Aku begitu sangat mengkhawatirkan dirimu Kak.Bahkan untuk makan saja aku tidak selera itu karena aku sangat mencemaskan keadaanmu.Tetapi setelah berada di sini dan berhasil menemuimu kamu malah bersikap sinis dan dingin padaku.Apakah benar yang dikatakan Kak Reno jika kamu itu tidak pernah dan tidak akan menganggap diriku ini sebagai istrimu?Apa karena Kak Roy terlalu mencintai Rani?,"ucap Rere sedikit berteriak kepada Kak Roy.
Kak Roy dan mamanya kembali di buat terperangah akan sikap dan tutur kata Rere kali ini.
Mendengar ucapan dari mulut Rere.Kak Roy sedikit tersulut emosi dan ingin berterus terang mengatakan semua kebenarannya pada Rere.
Tetapi,mama Kak Roy yang mengetahui gelagat niat Kak Roy segera memegang kepala Kak Roy dan mengusap kepalanya lembut sambil menggelengkan kepalanya.Ia berusaha mengisyratkan kepada Kak Roy agar tidak meluapkan isi hatinya kepada Rere.
Dan Kak Roy tampaknya mengerti isyarat kode dari mamanya sehingga ia tidak menjawab pertanyaan Rere yang terdengar kasar padanya.
Akhirnya Kak Roy memilih diam.
"Re,sudah berhenti menangis.Kamu seharusnya memahami kondisi Roy yang belum stabil dari sakit.Ia baru saja dipindahkan dari ruang UGD ke ruang rawat inap ini.Apkah kamu ingin Roy mengalami feeling down and down in the dumps?,"tanya mama Kak Roy kepada Rere.
Rere menggelengkan kepalanya.
"Maafkan saya tante dan Kak Roy.
__ADS_1
Rere seperti sinking feeling yaitu merasa buruk yang muncul akibat merasa cemas atau merasa gelisah terhadap sesuatu.Rere terlalu banyak memikirkan Kak Roy,"ucap Rere dengan wajahnya yang muram dan sedih.
"Tidak ada yang perlu di maafkan sayang.Sudahlah yang penting sekarang Roy dalam proses pemulihan dan kondisinya sudah berangsur membaik,"ucap Mama Kak Roy sambil membelai lembut rambut Rere.
"Oh ya nak.Dari mana kamu tahu Roy berada di rumah sakit ini?dan apa yang kamu lakukan dengan pergi ke rumah kediaman Suprapto?,"tanya Mama Kak Roy kembali.
"Tadinya awal niat saya pergi ke kediaman rumah keluarga Suprapto untuk menanyakan kepada Rani perihal keberadaan Kak Roy.
Tetapi saat saya turun dari mobil.Lalu saya melihat Pak Budi bersama Bik Siti dan salah seorang laki-laki berjalan secara bersama-sama keluar dari rumah keluarga Suprapto.Maka secara spontan saya turun Tante dengan maksud menemui Pak Budi dan bertanya tentang keberadaan Kak Roy atau Rani.Tetapi,saya melihat ekspresi wajah Pak Budi begitu terlihat sangat tegang dan sedih saat keluar dari rumah keluarga Suprapto.Akhirnya,saya memberanikan diri untuk bertanya kepada Pak Budi.Apa yang sedang terjadi padanya sambil berdiri di luar pintu gerbang rumah keluarga Suprapto,"ucap Rere kepada Kak Roy dan mamanya.
"Lalu apa yang dikatakan Pak Budi padamu?,"tanya Kak Roy ingin tahu.
"Pak Budi mengatakan kepada saya bahwa ia telah berhenti bekerja menjadi sopir pribadi dari keluarga Suprapto begitu juga dengan Bik Siti yang ikut keluar atau berhenti bekerja menjadi asisten rumah tangga keluarga Suprapto.Lalu saya menanyakan perihal alasan Pak Budi dan Bik Siti berhenti bekerja.Tetapi Pak Budi enggan dan tidak mau menjawabnya.Ia mengatakan itu bagian privasi dirinya dan juga keluarga Suprapto.Setelah itu,Rere bertanya kepada Pak Budi seperti ini:
"Apakah Rani ada di dalam Pak Budi?,"tanya Rere pada Pak Budi.
"Tidak ada nak Rere.Nak Rani tidak ada di dalam rumah keluarga Suprapto saat ini,"jawab Pak Budi dengan wajah cemasnya.
Yah,karena Rere merasa penasaran lalu Rere bertanya lagi pada Pak Budi.
"Lalu dimana Rani sekarang pak?".
Pak Budi melihat ke arah laki-laki di sampingnya sebelum menjawab pertanyaan ku.Lalu laki-laki di samping Pak Budi sedikit menganggukkan kepala seraya memperbolehkan Pak Budi untuk memberitahukan keberadaannya saat ini padaku.Setelah itu,Pak Budi baru mengatakan kepadaku dimana Rani dan Kak Roy berada.
"Nak Rani saat ini sedang di rawat di rumah sakit bersama nak Roy,"ucap Pak Budi pelan agar tidak membuat Rere terkejut dan panik .
"APA? Rumah sakit pak?apa yang terjadi pada Kak Roy dan Rani?,"tanya Rere yang tetap panik mendengar kabar Kak Roy dirawat di rumah sakit.
"Tolong nak Rere tenang.Alhamdulillah,saat ini Nak Roy sudah mendapatkan penanganan yang tepat dan kondisinya sudah mulai berangsur-angsur membaik.Dan saat ini bapak,Bik Siti dan Nak Fariz sedang menunggu taksi untuk segera kembali ke rumah sakit,"ucap Pak Budi menjelaskan kepada Rere.
"Mari Pak Budi masuk ke mobil Rere!,"ajak Rere kepada Pak Budi,Bik Siti dan Ustad Fariz.
"Bagaimana nak Fariz?apakah kita menerima ajakan nak Rere atau tetap menunggu taksi?,"tanya Pak Budi kepada ustad Fariz.
Ustad Fariz berpikir sejenak lalu memutuskan,"Baiklah Pak Budi dan Bik Siti kita lebih baik ikut dengan dek Rere untuk kembali ke rumah sakit,supaya mempersingkat waktu dan tidak terlalu lama disini sebab kasihan dek Wirda sendirian di rumah sakit,"ucap ustad Fariz.
Pak Budi pun mengangguk setuju denga keputusan ustad Fariz.
Lalu mereka semua masuk ke dalam mobil Rere dan menuju ke rumah sakit tempat dimana diriku dan Kak Roy dirawat.
"Setelah tiba di rumah sakit,kami semua bertemu dengan Wirda yang sedang mondar-mandir di depan ruang instalasi radiologi.Lalu Pak Budi menanyakan kepada Wirda seperti ini:
"Bagaimana keadaan nak Rani sekarang nak Wirda?apakah sudah dilakukan pemeriksaan CT scan pada nak Rani?,"tanya Pak Budi dengan wajah yang sangat cemas dan panik.
Wirda yang sedari tegang dan khawatir akan kondisi Rani.Mendadak terkejut mendengar pertanyaan Pak Budi yang mungkin Wirda tidak mengetahui Pak Budi,Bik Siti, ustad Fariz dan Rere telah berada di dekatnya.
"Astaghfirullah,"ucap Wirda terkejut.
"Maaf nak bapak mengejutkan kamu,"ucap Pak Budi pada Wirda.
"Tidak apa-apa Pak Budi.Lho Bik Siti juga ikut kemari?,"tanya Wirda yang terkejut melihat keberadaan Bik Siti di dekatnya.
"Iya non Wirda.Saya sangat khawatir akan keadaan nak Rani.Bagaimana kondisi nak Rani sekarang nak Wirda?,"tanya Bik Siti dengan mata yang berkaca-kaca.
"Tadi Rani sudah sadar Bik ,lalu dokter melakukan pemeriksaan dan setelah itu melakukan pemeriksaan CT scan.Dan untuk hasilnya Wirda belum tahu Bik.Kita tunggu saja ya Bik,dan doakan Rani semoga hasil CT scan nya baik dan tidak ada masalah,"ucap Wirda.
"Iya nak Wirda ,aamiin.Bibi berharap demikian,"sahut Bik Siti.
__ADS_1
"Oh ya Wirda lalu dimana kak Roy sekarang?,"tanya Rere cemas.
"Kak Roy tadi baru saja di pindahkan ke ruang rawat inap.Alhamdulillah kondisinya sudah membaik dan saat ini Kak Roy di temani mamanya di ruangannya,"ucap Wirda pada Rere.
"Dapatkah kamu menunjukkan ruang Kak Roy di rawat padaku Wirda?,"tanya Rere.
"Tentu Re.Mari ikut denganku akan ku tunjukkan ruangan Kak Roy di rawat,"jawab Wirda.
"Pak Budi,Bik Siti dan ustad Fariz,Wirda izin sebentar untuk mengantar Rere keruangan Kak Roy sebentar,"pamit Wirda.
"Iya nak Wirda, silahkan,"ucap Pak Budi dan Bik Siti secara bersamaan.
"Setelah itu Wirda menemaniku menuju ruangan ini lalu ia kembali lagi untuk menunggu hasil pemeriksaan Rani,"ucap Rere.
Dan tanpa disadari oleh Mama Kak Roy atau pun Rere.Kak Roy telah tertidur pulas akibat efek obat yang ia minum.
Perlahan mama Kak Roy membetulkan selimut dan bantal Kak Roy agar tidur Kak Roy semakin nyaman.
"Re,Tante titip Roy sebentar ya.Tante ingin mengetahui dan melihat kondisi Rani.Kamu tidak keberatan kan menjaga Roy sebentar disini sendirian?,"tanya mama Kak Roy pada Rere.
"Tidak Tante,mana mungkin Rere keberatan menjaga dan menemani Kak Roy suami Rere sendiri,"ucap Rere sambil tersenyum ke arah mama Kak Roy.
"Baiklah kalau begitu,Tante ke bawah dulu ya melihat keadaan dan kondisi Rani,"ucap mama Kak Roy sambil memegang lembut pipi Rere.
Tidak lama kemudian mama Kak Roy keluar dari ruangan Kak Roy di rawat.Dan Rere menatap ke arah mama Kak Roy yang telah pergi dari ruangan tersebut.
Perlahan Rere memalingkan pandangannya ke arah Kak Roy yang sedang tertidur pulas.
"Kamu begitu tampan sekali Kak Roy saat tertidur seperti ini",ucap Rere pelan.
Rere begitu terkesima akan paras wajah Kak Roy.Ia begitu larut dalam pandangan matanya.
Perlahan-lahan ia menggenggam jemari tangan Kak Roy.
Wajah Rere berseri-seri merasakan hangatnya kulit Kak Roy yang ia genggam.
Rasanya jantungnya seakan berdetak sangat kencang saat ia menyentuh tangan Kak Roy.
Napasnya terengah.
Ia semakin terpesona dan terbius akan pesona Kak Roy yang ada di dekatnya.
Lalu perlahan ia membelai lembut wajah Kak Roy dengan jemarinya.
Dan mencium lembut keningnya.
Bibirnya tersenyum bahagia ia tidak pernah sedekat ini dengan Kak Roy.
Dengan memejamkan kedua matanya perlahan dan menatap lekat wajah Kak Roy lama dan dalam.
Rere seperti tersihir.
Muaghhhhhhh...
Rere mengecup bibir Kak Roy dengan lembut.
Aku sangat mencintaimu Kak Roy, bisik Rere pelan dan lembut pada telinga Kak Roy yang sedang tertidur.
__ADS_1