Jodoh Pilihan Tuhan

Jodoh Pilihan Tuhan
Kesepakatan


__ADS_3

Pak Sugeng dan Bu Sri masih menungguku.Kuhampiri mereka yang terlihat gusar akan pilihanku.Aku pun kemudian duduk di antara Pak Sugeng dan Bu Sri.Pandangan mereka tertuju padaku.Angin bertiup semilir,perlahan belaiannya memberi restu akan pilihan hatiku.Ughhhhh...Kutarik napas panjang untuk menguatkan hatiku.Semoga ini adalah pilihan yang benar atas petunjuk dariMu ya Allah.Pak Sugeng dan Bu Sri tidak sabar menunggu jawabanku,"Bagaimana keputusannya Ran,"ucap Pak Sugeng dan Bu Sri bersamaan.Aku pandangi mereka bergantian dalam kondisi tubuhku yang masih terasa lemah,"Bismillah pak dan bu, setelah saya salat hati saya mantab dan yakin.In syaAllah pilihan saya mudah-mudahan atas petunjuk dariNya.Ikhlas saya menjalaninya lillah karena Allah ta'ala dan birrul walidin wujud bakti saya kepada bunda.Biidznilah,saya menerima syarat dari bapak dan ibu,demi kesembuhan bunda,"ucapku lirih.


"Alhamdulillah ya Allah,"ucap Pak Sugeng dan Bu Sri berbarengan.Raut wajah mereka bahagia seperti beban berat dalam hidup mereka terlepas.Bu Sri langsung memelukku dan mencium kening serta tanganku karena begitu bahagianya dia.Pak Sugeng pun juga demikian ia terlihat begitu sumringah,tangannya membelai lembut kepalaku layaknya perlakuan ayah kepada putrinya.Lalu ia mengambil telepon genggamnya dan menelepon seseorang untuk menyiapkan dokumen penting.


Pak Sugeng dan Bu Sri kemudian mengajakku menemui dokter untuk segera mempersiapkan operasi bunda.Setibanya di ruang dokter,Pak Sugeng menandatangani lembar formulir persetujuan dari pihak keluarga untuk pelaksanaan operasi bagi bunda.Setelah itu,Pak Sugeng dan Bu Sri mengajakku menemui ayahnya Pak Sukiman yang satu rumah sakit dengan bunda.Alhamdulillah,kakek sudah tidak lagi di ruang ICU.Kondisinya kini sudah jauh membaik.Melihat kehadiranku kakek sangat senang sekali.Apalagi ketika Pak Sugeng memberitahukannya jika aku bersedia menikah dengan cucunya Reno.Maka raut mukanya bertambah berseri-seri bahagia.Kakek pun mengucapkan terima kasih padaku karena telah memenuhi permintaannya.


Tidak lama kemudian,ada seorang pria datang ke kamar kakek.Pria tersebut memakai jas hitam dan membawa map besar berwarna hitam.Pak Sugeng pun menemuinya di kursi besar seperti ruang tamu.Maklum ini kamar super VVIP,fasilitasnya begitu lengkap dan mewah.Aku melirik kearah Pak Sugeng yang sedang berbicara dengan pria tersebut.Wajahnya tampak serius,sepertinya ia membicarakan hal yang penting dengan pria tersebut.Selang beberapa menit,perawat pun datang untuk memberikan suntikan kepada kakek.Tak lama setelah itu kakek pun tertidur,mungkin itu efek dari suntikan tersebut,pikirku.


Bu Sri mengajakku bergabung menuju kursi di dekat Pak Sugeng.Ia pun memperkenalkan diriku pada pria yang sedang berbicara dengan Pak Sugeng,"Pak Gukul,perkenalkan ini Rani calon menantu kami,"ucap Bu Sri sambil merangkulku.


Pak Gukul pun tersenyum melihatku,"Cantik dan sederhana.Nak Rani perkenalkan saya Pak Gukul pengacara khusus keluarga ini".


Aku pun mengangguk dan tersenyum.


Setelah itu Pak Sugeng menyodorkanku sebuah kertas,"Ran,ini dibaca dulu lalu tanda tangan di bawahnya nak.Ini kertas perjanjian kesepakatan bahwa Rani bersedia menikah dengan Reno,sebagai timbal balik dari kami yang telah membiayai biaya operasi bundamu,"ucap Pak Sugeng.


Aku lihat kertas ini dengan seksama dan kuteliti setiap kalimat yang ada di dalamnya yang tertulis,


Bahwa saya bernama Nur'aini Azzahra,bersedia menikah dengan Reno Suprapto secara sirih selama status saya masih pelajar.Dan akan meresmikan pernikahan yang sah di mata hukum negara setelah saya tidak berstatus sebagai pelajar.Perjanjian ini saya buat akan kesepakatan bersama Bapak Sugeng Suprapto dan Ibu Sri Wulandari Suprapto yang telah membiayai operasi dan pengobatan bunda saya,dan sebagai timbal baliknya saya memenuhi persyaratan dari pihak mereka untuk menikah dengan putra mereka Reno Suprapto.Kesepakatan ini saya buat tanpa paksaan dan berdasarkan kesadaran diri saya pribadi.Sehingga jika saya melanggar kesepakatan ini saya harus mengembalikan biaya operasi bunda saya sebanyak sepuluh kali lipat dari biaya awal.


Aku terdiam membacanya,tanganku masih gemetar memegang pena.Bu Sri membelai kepalaku,"Ran,jangan salah paham ya nak,kesepakatan ini dibuat dengan tujuan agar Rani tidak berubah pikiran.Hanya itu saja tujuannya nak,"ucapnya meyakinkanku.

__ADS_1


Aku pun masih terdiam sejenak.


Bismillah,setelah kupejamkan mata dan yakin kububuhi tanda tanganku di atas blok hitam namaku Nur'aini Azzahra.


Semua mata tertuju padaku dan tersenyum bahagia.Pak Sugeng dan Bu Sri pun berterima kasih padaku.


"Setelah bundamu selesai di operasi.Pernikahanmu dan Reno akan dilangsungkan disini nak,di hadapan kakek.In syaAllah hari ini juga,"ucap Bu Sri menjelaskannya padaku.


DEG


Jantungku berdebar kencang.Haruskah secepat ini,batinku.Pak Sugeng berkata kepada Pak Gukul untuk menyiapkan keperluan akad nikah secepat mungkin.Setelah itu Pak Gukul izin pergi.Aku,Pak Sugeng dan Bu Sri juga ikut keluar menuju ruang operasi bunda sedang berlangsung.


Kak Roy mendekatiku,kemudian menyodorkanku susu hangat untuk ku minum,"Ran,diminum ya biar Rani ada tenaga,"ucapnya dengan lembut.


Aku tersenyum kecil padanya,"Terima kasih kak."


Kak Roy mengangguk,tiba-tiba telepon genggamnya berbunyi.Lalu cepat ia mengangkatnya.Raut wajahnya berubah seketika.


Aku pun langsung bertanya padanya,"Ada apa kak".


"Nggak apa-apa Ran.Kakak pulang dulu ya,ada urusan di rumah.Nanti jika sudah selesai kakak akan kesini lagi.Rani jaga diri baik-baik ya,"ucapnya dengan penuh perhatian.

__ADS_1


Aku pun mengangguk,lalu Kak Roy pun pamit pulang kepadaku dan Mbak Riska,"Mbak Riska dan Rani,saya pulang dulu ya.Assalamu'alikum,"ucapnya sambil memandangku.


"Wa'alaikumussalam,"jawabku dan Mbak Riska bersamaan.


Kak Roy pun berjalan pergi.Perlahan bayangan nya menghilang dan menjauh dari pandanganku.Aku pun duduk disini bersama Mbak Riska menunggu proses operasi bunda yang sedang berlangsung.


Bibirku tidak henti-hentinya berdo'a demi kesembuhan dan kelancaran operasi bundaku.


Mbak Riska juga tidak henti-hentinya menyemangatiku,"Ran,diminum dulu susunya selagi masih hangat."


"Iy..iya mbak,"jawabku sambil menyeruput sedikit susu ke dalam mulutku.


Tidak lama setelah itu,Pak Sugeng beserta istri dan anaknya kembali.Kulihat ekspresi wajah mereka yang sedikit tegang.Apalagi wajah Kak Reno penuh dengan kemarahan.


Bu Sri sudah berada dihadapanku.Lalu ia menyuruh Mbak Siska untuk menyiapkan diriku bersama.Aku pun terkejut,harus sekarangkah,ucapku dalam hati.


Mbak Riska menarik tanganku perlahan,"Ayo Ran ikut mbak,biar mama yang gantian jagain bundamu,"ucapnya senang.


Bu Sri dan Pak Sugeng pun mengangguk memberi tanda agar aku segera mengikuti Mbak Riska.


Perlahan aku bangkit dari dudukku,mengikuti Mbak Riska yang akan membawaku entah kemana.

__ADS_1


__ADS_2