Jodoh Pilihan Tuhan

Jodoh Pilihan Tuhan
Menuju bahagia.


__ADS_3

Liburan yang telah di rencanakan oleh Kak Rafa.Membuat diri ku dan Kak Reno telah menjadi satu.Dan saling menerima satu sama lain.Dimana perasaan ku padanya tumbuh semakin dalam,begitu pula dengan dirinya. Perjalanan panjang cerita kehidupan dengan semua lika-likunya.Telah melahirkan perasaan ku kepada Kak Reno. Sebuah perasaan yang tidak pernah ku duga sebelumnya. Namun, pada akhirnya aku mengerti dan menyadari. Jika aku memang mencintai Kak Reno, dan sebaliknya ia pun juga mencintai diri ku. 


Setelah satu minggu, aku dan Kak  Reno menghabiskan liburan bersama dengan seluruh anggota keluarga Imandar. 


Kami berdua memutuskan untuk kembali pulang di kediaman rumah kami yang sederhana. 


Dimana sebelumnya aku bersama Kak Reno. Telah terlebih dahulu berziarah ke makam almarhumah Kak Roy beserta putri nya. Dan juga seluruh keluarga kami berdua yang telah berpulang terlebih dahulu, menghadap Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 


Perasaan ku begitu tersentuh akan semua kenangan dari rangkaian cerita panjang dan terjal. Dimana lika-liku ceritanya telah memberikan warna tersendiri di dalam kehidupan ku dan Kak Reno. 


Sambil menatap pusara terakhir Kak Roy. Air mata ku terus mengalir dengan penuh perasaan yang dalam. Kak Reno memeluk diri ku, sambil mengusap pundak ku lembut. 


"Ikhlas kan Ran, sudah saatnya kita memulai kehidupan kita saat ini, " ucap Kak Reno memandang diri ku lalu mencium kening ku. 


Aku tersenyum kecil menatap Kak Reno. Tidak lama setelah itu, aku dan Kak Reno berjalan pergi meninggalkan pusara Kak Roy yang berdampingan dengan putri, dan juga kedua orang tuanya. 


-----


Aku dan Kak Reno mengutarakan keinginan kami berdua untuk pulang ke rumah. Namun, Ummah dan Abi menginginkan. Agar diri ku dan Kak Reno tinggal di kediaman keluarga Imandar. 


Yang pada akhirnya, membuat diri ku dan Kak Reno harus menjelaskan kepada Ummah dan Abi. Akan keputusan kami berdua yang menginginkan kehidupan mandiri, dan memulai semuanya dari awal. Tentunya dengan perasaan dan hati kami yang telah menjadi satu juga terikat satu sama lain. 


Setelah mendengarkan penjelasan dan keinginan ku dan Kak Reno. Ummah dan Abi pada akhirnya mau mengerti. 


Dimana mereka berdua mengizinkan, Kak Reno untuk membawa ku kembali ke rumah yang sudah di sediakan oleh Kak Reno. 


Sebelum kepulangan ku dan Kak Reno. Ummah tidak henti-hentinya terus menangis. 


Tetapi aku selalu berusaha untuk membesarkan hati Ummah. 


Ku usap punggung nya berulang dan memeluk Ummah, dengan penuh kasih sayang. 


"Ummah, Rani dan Kak Reno akan sering mengunjungi Ummah di sini. Namun, jika Ummah sudah tidak dapat menahan kerinduan Ummah, untuk dapat segera bertemu dengan Rani. Maka, Ummah dapat langsung menuju di kediaman Kak Reno dan Rani. Ummah, Rani berjanji akan bahagia dan terus menjalani kehidupan Rani bersama  Kak Reno, dengan penuh kebahagiaan. Dan untuk memulai itu semua, Rani dan Kak Reno memerlukan do'a juga dukungan dari Ummah, " kata ku dengan mata yang berkaca-kaca memandang Ummah. 


Ummah mengangguk dan langsung memeluk diri ku erat. 


Aku pun juga membalas pelukan Ummah dengan terus mengusap punggungnya. Tidak ada lagi isak tangis atau kesedihan pada raut wajah Ummah setelah itu. Begitu pun dengan seluruh anggota keluarga Imandar lainnya. 


Aku dan Kak Reno pulang menuju kediaman rumah kami. Dimana seluruh keluarga Imandar melepas kepergian ku dan Kak Reno dengan senyuman. 


Sesampainya di kediaman rumah kami. 

__ADS_1


Aku dan Kak Reno secara bersama-sama saling membersihkan seluruh rumah yang sudah lama kami tinggal pergi. 


Lelah dan letih yang mendera raga kami setelah cukup lama membersihkan rumah. Aku lalu menyiapkan makanan dan Kak Reno sedang mandi. 


Setelah itu, aku pun bergantian membersihkan diri. 


Selepas mandi rupanya Kak Reno sudah menata makanan di meja makan. 


Cekrek. 


Aku membuka pintu kamar dan Kak Reno menarik tangan ku dengan cepat menuju meja makan. 


Seperti biasa ia hanya selalu meletakkan satu piring dan satu gelas. 


Aku tersenyun manis memandang dirinya begitu pula Kak Reno yang tersenyum memandang diri ku. 


Lisan kami berdua melafazkan do'a sebelum makan bersama. Dan perlahan jemari tangan kami saling menyuapi satu sama lain. 


---


Waktu terus berlalu dengan cepat.


Tanpa terasa sudah hampir lima bulan berlalu. Dimana diri ku dan Kak Reno telah menjalani kehidupan kami sendiri. Tentunya dengan penuh kebahagiaan dan ketenangan. 


Ummah, Abi, Enjid, Wirda dan Fariz sering datang mengunjungi diri ku dan Kak Reno. 


Setelah mengetahui akan berita kehamilan ku. Perasaan bahagia menyelimuti seluruh paras anggota keluarga Imandar. 


Terlebih Ummah yang sangat mengkhawatirkan keadaan ku. 


Dimana Ummah bersikeras untuk membawa ku menetap sementara waktu di kediaman keluarga Imandar.Sampai proses persalinan ku tiba. 


Namun, aku menolaknya. 


Karena takut terjadi sesuatu kepada diri ku. Ummah pun akhirnya membiarkan Bik Inah untuk tinggal bersama dengan diri ku juga Kak Reno. Untuk menjaga diri ku, saat Kak Reno pergi bekerja dan tidak ada di rumah. Dan kali ini Kak Reno pun setuju akan saran dari Ummah.Mengingat saat ini aku tengah hamil besar. Yang banyak mengalami kesulitan saat ingin melakukan gerakan.Dimana kehadiran Bik Inah memang sangat membantu diri ku.


Hari pun terus berlalu dengan sangat cepat. Dimana Ummah, Wirda, Abi, Enjid, dan Pak Budi sudah kembali datang mengunjungi diri ku. Sekaligus mereka menemani ku untuk menantikan hari perkiraan kelahiran buah cinta ku dan Kak Reno. 


Begitu pun Kak Reno yang selalu siaga dan setia berada di sisi ku. 


Semuanya terasa sangat mudah dan tidak berat untuk ku jalani. Karena orang-orang yang ku sayangi senantiasa berada di dekat ku. 

__ADS_1


Dan hari yang di tunggu pun tiba. Dimana kontraksi hebat begitu ku rasakan. Aku terus merasakan bolak-balik ke kamar mandi untuk buang air kecil. Namun, buang air kecil yang keluar. 


Pyarrr. 


Sesuatu terasa meletup dan pecah seperti balon. Aku berteriak keras karena tekejut. Sehingga Ummah, Bik Inah dan Wirda datang menghampiri diri ku. 


"Ya Allah sayang, kamu akan segera melahirkan. Air ketuban mu sudah pecah nak!, " ucap Ummah sambil memegangi tubuh ku. 


Ummah lalu meminta Bik Inah memanggil Kak Reno dan yang lainnya untuk bersiap. 


Bik Inah pun bergegas dan melakukan perkataan Ummah. 


Dimana Pak Budi pun sudah bersiap di mobil. Ummah dan Wirda lalu menuntun ku masuk ke dalam mobil. 


Tidak berapa lama mobil pun melaju cepat menuju rumah sakit terdekat. 


Setelah sampai di rumah sakit. Aku segera di bawa ke ruang persalinan di temani Ummah dan Kak Reno. Dimana mereka berdua selalu berada di samping ku, untuk memberikan kekuatan dan melantunkan bacaan ayat-ayat suci Al-Quran. Dan hal itu membuat ku jauh lebih tenang. 


Selama proses persalinan Kak Reno tidak berhenti mengenggam jemari tangan ku dan mengusap kepala ku berulang kali penuh kasih sayang. 


Tidak sampai tiga puluh menit. Aku pun melahirkan dengan proses persalinan normal. 


Oek.. Oek.. Oek. 


Suara tangis buah hati ku pecah dan nyaring. 


"Selamat bayinya berjenis kelamin perempuan, dan terlahir secara sehat dan lengkap, " ucap dokter pada kami semua. 


"Alhamdulillah, " ucap ku, Ummah dan Kak Reno bersamaan. 


Kak Reno lalu mengecup kening ku dengan lembut. Dimana air matanya terus mengalir menahan perasaan haru penuh kebahagiaan. 


Semua orang pun menyambut kelahiran putri mungil ku dan Kak Reno, dengan penuh kebahagiaan. 


Begitu pula dengan diri ku dan Kak Reno. 


Aku dan Kak Reno saling memandang penuh keharuan. Apalagi saat dokter meletakkan putri mungil ku, tepat di atas dada ku. 


Air mata ku terus mengalir. Merasakan sentuhan fisik secara langsung dengan buah hati ku. Kak Reno memeluk ku dan mencium berulang kening ku. 


Ummah tersenyum bahagia melihat kehangatan ku bersama Kak Reno dan juga buah hati ku. 

__ADS_1


"Barokallah ya sayang. Kalian berdua kini telah menjadi seorang ayah dan ibu.Dimana putri kalian yang cantik ini. InsyaAllah, akan semakin menambah warna kehidupan kalian berdua. Yang akan menjadi semakin bahagia. 


Aku dan Kak Reno tersenyum bahagia memandang ke arah Ummah. 


__ADS_2