Jodoh Pilihan Tuhan

Jodoh Pilihan Tuhan
Akad nikah.


__ADS_3

Sang surya bersinar terang dan cerah, keadaan langit terang benderang dan bersih. Udara pagi yang terasa sejuk dan hangat seakan menyambut kebahagiaan akan prosesi ijab qabul yang akan digelar sebentar lagi.Hari ini akan dilangsungkannya akad nikah antara Kak Rafa dan sahabatku Wirda,sebuah acara yang sangat penting nan sakral sekaligus paling mendebarkan dalam proses pernikahan bagi keduanya. Dimana, penantian yang Kak Rafa dan Wirda nanti-nantikan akhirnya akan segera dapat terwujud juga, yakni menyandang status sah sebagai pasangan suami istri yang menjadi tujuan mereka berdua.


Sebentar lagi, dua hati yang berbeda akan terpaut dan terikat dalam satu janji, yaitu janji yang akan mengubah segala rangkaian ibadah menjadi luar biasa.Janji suci yang akan diucapkan oleh Kak Rafa dan Wirda, untuk menautkan hati mereka menjadi satu dalam keridhoan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Dalam pernikahan muslim, akad nikah menjadi salah satu prosesi yang dinilai sakral dan wajib hukumnya. Dimana mempelai pria akan mengucapkan janji suci di hadapan wali dan para saksi untuk sehidup semati dengan pasangan yang dicintai. Dan untuk menyambut prosesi ini, Kak Rafa dan Wirda memutuskan untuk mengenakan busana bernuansa putih yang melambangkan kesucian, seperti halnya janji suci yang akan mereka ikrarkan.


Aku memandangi Wirda yang sudah bersiap menggenakan kebaya bertabur renda dan payet dengan kerah semi shanghai, dan furing yang tebal.


Kebaya warna putih yang dikenakan Wirda terkesan lebih sederhana namun tampak elegan saat dipakai. Wirda terlihat menawan dengan balutan hijab yang menutup kepalanya. Dengan make up yang tidak berlebihan, namun sejuk aura Wirda tetap sejuk dan indah dipandang oleh mata.


Wirda memegang jemari tanganku erat, kurasakan telapak tangannya yang dingin karena tegang.


"Semoga saja prosesi akad nikah hari ini berlangsung secara lancar ya Wir, sehingga Kak Rafa dan dirimu mampu menempuh kehidupan baru sebagai pasangan mahram suami istri, " ucapku melayangkan do'a kepada Wirda untuk menghilangkan ketegangangannya.


"Aamiin Ya rabbal 'alamiin. Terima kasih ya Ran, " sahut Wirda sambil tersenyum kepadaku.


Aku, Bik Siti,Bik Inah dan Kak Aisyah menemani Wirda di dalam kamarnya,saat akad nikah akan berlangsung.Wirda memang tidak dihadirkan di majelis akad nikah di hadapan penghulu, karena saat pembacaan ijab kabul hanya diperlukan mempelai pria dan wali atau orang tua laki-laki dari mempelai wanita dan juga untuk menghindari ada kemungkinan bersentuhan dengan yang bukan mahramnya,sebab umumnya majelis akad nikah dihadiri oleh banyak kaum lelaki yang bukan mahramnya, termasuk pegawai KUA.


***


Agar suasana akad nikah jadi makin khusyuk, maka dalam susunan acara akad nikah di kediaman rumah Wirda dilakukan pembacaan ayat suci Al -Qur'an oleh seorang Ustad Fariz. Dia memang lihai melantunkan ayat suci Al- Qur'an dengan suara yang merdu dan membuat orang yang mendengarkan menjadi bergetar hatinya. Dan itu termasuk diriku sendiri.


Ayat Al -Qur'an yang dibaca oleh Ustad Fariz saat akad nikah pun berkaitan dengan jodoh maupun pernikahan. Sengaja Ustad Fariz memilih surat di dalam Al-Qur'an yang berkaitan dengan jodoh atau pernikahan dengan tujuan untuk mempertegas bahwa pernikahan merupakan ibadah yang diwajibkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala serta mengingatkan kembali kepada Kak Rafa dan Wirda untuk menjalankan ibadah pernikahan dengan sebaik-baiknya.


Ustad Fariz memulai membaca ta'awuz lalu basmallah yang kemudian ia lanjutkan dengan melantunkan membaca


Al-Qu'ran surat An-Nisa ayat 1.


" Ya ayyuhan-nasuttaqu rabbakumul-lazi khalaqakum min nafsiw wahidatiw wa khalaqa minha zaujaha wa bassa minhuma rijalan kasiraw wa nisa'a, wattaqullahal-lazi tasa'aluna bihi wal-arham, innallaha kana ‘alaikum raqiba.


Artinya:Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakanmu dari diri yang satu (Adam) dan Dia menciptakan darinya pasangannya (Hawa). Dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu."


Lalu dilanjutkan dengan melantunkan surat Ar-ruum ayat 21;


"Wa min ayatihi an khalaqa lakum min anfusikum azwajal litaskunu ilaiha wa ja‘ala bainakum mawaddataw wa rahmah, inna fi zalika la'ayatil liqaumiy yatafakkarun.


Artinya: Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir."


Dan kembali lagi melantunkan surat An- Nisa yat 34-35;


"Ar-rijalu qawwamuna ‘alan-nisa'i bima faddalallahu ba‘dahum ‘ala ba‘diw wa bima anfaqu min amwalihim, fas-salihatu qanitatun hafizatul lil-gaibi bima hafizallah, wal-lati takhafuna nusyuzahunna fa ‘izuhunna wahjuruhunna fil-madaji‘i wadribuhunn, fa in ata‘nakum fala tabgu ‘alaihinna sabila, innallaha kana ‘aliyyan kabira.


Artinya: Laki-laki (suami) adalah penanggung jawab atas para perempuan (istri) karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan) dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari hartanya. Perempuan-perempuan saleh adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, berilah mereka nasihat, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu,) pukullah mereka (dengan cara yang tidak menyakitkan). Akan tetapi, jika mereka menaatimu, janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka. Sesungguhnya Allah Mahatinggi lagi Mahabesar."


"Wa in khiftum syiqaqa bainihima fab‘asu hakamam min ahlihi wa hakamam min ahliha, iy yurida islahay yuwaffiqillahu bainahuma, innallaha kana ‘aliman khabira.


Artinya: Jika kamu (para wali) khawatir terjadi persengketaan di antara keduanya, utuslah seorang juru damai dari keluarga laki-laki dan seorang juru damai dari keluarga perempuan. Jika keduanya bermaksud melakukan islah (perdamaian), niscaya Allah memberi taufik kepada keduanya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha teliti."


Dan terakhir Ustad Fariz melantunkan ayat suci Al-Quran surat At-Tahrim Ayat 6:


"Ya ayyuhal-lazina amanu qu anfusakum wa ahlikum naraw waquduhan-nasu wal-hijaratu ‘alaiha mala'ikatun gilazun syidadul la ya‘sunallaha ma amarahum wa yaf‘aluna ma yu'marun.


Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras. Mereka tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."


Aku yang berada di dalam kamar menemani Wirda, begitu sangat takjub mendengar lantunan demi lantunan ayat-ayat suci Al-Quran yang dilantunkan oleh Ustad Fariz, suara indahnya dalam melantunkan ayat suci Al-Quran menenangkan pikiran dan batinku serta menjadikan rasa cintaku terhadap Allah Subhanahu Wa Ta'ala semakin kuat.


"Rabbighfir warham wa anta khairur rahimin.Ya Tuhanku, ampuni dan kasihi aku, Engkaulah sebaik-baik Dzat Yang Penyayang, " ucapku lirih.


Setelah Ustad Fariz selesai melantunkan ayat suci Al-Quran, sekarang saatnya acara penyampaian khutbah nikah yang disampaikan langsung oleh Abi. Adapun tujuan dari khutbah nikah adalah sebagai pengingat serta pembekalan kedua pengantin akan pentingnya menjaga keutuhan rumah tangga dan juga merupakan salah satu bentuk permohonan kita kepada Allah supaya acara pernikahan yang akan dilaksanakan dapat dilancarkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala.

__ADS_1


Pertama Abi membaca hamdalah, istighhfar, memohon perlindungan kepada Allah, dan syahadat.


"Alhamdulilahilladzi khalaqa minal ma`i basyaran faja’alahu nasaban wa shihran wa kana Rabbuka qadiran. Wa asyhadu al la ilaha illallah wahdahu la syarika lah. Wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasulahu. Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammadin afdlalul khalqi wal wara wa ‘ala alihi wa shahbihi shalatan wa salaman katsiran.Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan manusia dari setitik air, lalu Dia menjadikannya keturunan dan kekerabatan, dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa. Dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, limpahkanlah rahmat ta’dhim dan kesejahteraan atas junjungan kami Nabi Muhammad saw, seutama-utama penciptaan makhluk dan atas keluarga dan shahabatnya dengan limpahan rahmat ta'dhim serta kesejahteraan yang banyak. "


Lalu, diikuti pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran oleh Abi.


Surah Ali ‘Imran [3]: 102


"Ya ayyuhal-lazina aamanuttaqullaha haqqa tuqatihi wa la tamutunna illāla wa antum muslimun.


Artinya:Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim."


Kemudian,Abi melanjutkan membaca Surah Al-Ahzab [33]: ayat 70-71.


"Ya ayyuhal-lazina amanuttaqullaha wa qulu qaulan sadida.


Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar."


"Yuslih lakum a‘malakum wa yagfir lakum zunubakum, wa may yuti‘illaha wa rasulahu faqad faza fauzan ‘azima.


Niscaya Dia (Allah) akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Siapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya, sungguh, dia menang dengan kemenangan yang besar."


"Amma ba’du. Fa ya ayyuhal hadlirun, ushikum wa nafsi bi taqwallah faqad fazal muttaqun. Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Dan Allah subhanahu Wa Ta'ala berfirman: Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu.


Nikah artinya suatu akad yang menghalalkan pergaulan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan yang bukan mahramnya hingga menimbulkan hak dan kewajiban diantara keduanya, dengan menggunakan lafadz inkah atau tazwij .


Akad Nikah hakikatnya merupakan janji agung di hadapan Yang Maha Agung, yang harus dipertanggungjawabkan. Maka hendaknya janji agung ini kita pegang dengan teguh. Seorang pria rasanya belum sempurna kehidupanya sebelum beristeri, demikian pula halnya dengan wanita rasanya belum lengkap kehidupanya sebelum bersuami.


Putra saya Rafa, sebentar lagi kamu akan menjawab qobul, manjawab kobul mudah diucapkan di lisan tetapi berat di timbanganya. Akad nikah itu selain sebagai ikatan antara seorang pria dengan seorang wanita juga merupakan suatu penyerahan amanat dari seorang wali kepada seorang calon suami. yang diamanatkan adalah putri beliau untuk menjadi isterimu, yakni ananda Wirda putri Bapak Akmal. Terimalah amanat itu dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab, karena setiap suami itu selain bertanggung jawab atas dirinya sendiri juga bertanggung jawab atas keluarganya.


Takutlah hatimu kepada Allah dalam urusan wanita karena mereka itu hidup bernanung di bawah tanggung jawabmu, dan kamu beristri dengan mereka itu berdasarkan amanat dari Allah subhanahu Wa Ta'ala.


Begitu laki-laki dan perempuan yang telah diikat atas nama Allah dalam sebuah pernikahan, masing-masing terhadap yang lain mempunyai hak dan kewajiban yang harus dipenuhi dan dilaksanakan.


Yakni dimana suami wajib memenuhi tanggung jawabnya terhadap keluarga dan anak-anaknya, di antaranya yang terpenting ialah mempergauli mereka dengan baik. Istri juga dituntut untuk taat kepada suaminya dan mengatur rumah tangganya.


Masing-masing dari suami istri memikul tanggung jawab bagi keberhasilan perkawinan mereka untuk mendapatkan ridha dari Allah subhanahu Wa Ta'ala. Apabila masing-masing lebih memperhatikan dan melaksanakan kewajibannya terhadap pasangannya daripada menuntut haknya saja, Insya Allah keharmonisan dan kebahagian hidup mereka akan lestari sampai hari akhir.


Rumah tangga yang ideal adalah rumah tangga yang istri suami dan kelak keturunan menjadi Qurrota A’yun sosok pribadi yang menyenangkan, yang mengesankan, berikan yang terbaik kepada istri atau suami walaupun ia tidak memberikan yang terbaik kepada kita.Rumah akan semakin berkah kalau di rumah itu banyak dilakukan sunat-sunat yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Al-Qur'an surat Ar-rum ayat 21 yang berbunyi ;Wa min ayatihi an khalaqa lakum min anfusikum azwajal litaskunu ilaiha wa ja‘ala bainakum mawaddataw wa rahmah, inna fi zalika la'ayatil liqaumiy yatafakkarun.


Artinya: Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.


Dimana dalam surat tersebut memberikan gambaran keluarga yang ideal itu adalah, apabila di tengah keluarga tercipta sakinah mawadah warohmah.Sakinah dimaknai tentram sedangkan mawaddah bermakna kasih yang ditandai adanya rasa cinta yang diwujudkan mau saling memberi. Sementara warohmah bermakna sayang yang berwujud mau saling menerima kekurangan masing-masing. Demikianlah khutbah yang saya sampaikan, semoga Allah subhanahu Wa Ta'ala senantiasa membimbing kita, agar dalam mengarungi kehidupan ini selalu mentaati perintahNya dan menjauhi larangan Nya. Dan semoga pernikahan kedua mempelai, mendapat ridha Allah subhanahu Wa Ta'ala, dan diberkahi oleh-Nya, serta keduanya disatukan dalam kebaikan, Aamiin ya robbal'alamiin. "


Setelah Abi sudah selesai menyampaikan khutbah nikah,maka sampailah pada inti dari susunan acara akad nikah yaitu ijab qobul.Kak Rafa duduk berhadapan dengan penghulu, Om Akmal, wali, saksi nikah terdiri dari dua orang saksi yang duduk di samping sisi kiri dan kanan,untuk menyaksikan prosesi akad nikah berlangsung serta beberapa tamu undangan dari anggota keluarga kerabat terdekat dari masing-masing kedua pbelah pihak keluarga. Kak Rafa akan bersiap mengucapkan sumpah serta janji pernikahan.Wirda yang berada di dekatku menjadi semakin tegang dan cemas juga.


Pembacaan ijab qabul adalah fase paling menegangkan di acara akad nikah. Sebab di sini, mempelai pria, menurut Imam Syafi’i, apabila melakukan kesalahan dalam pengucapan, ia hanya mendapat maksimal 4 kali kesempatan untuk mengulanginya. Dan jika lebih dari itu, mau tidak mau akad harus diganti ke lain hari.Hal itulah yang membuat Kak Rafa dan Wirda menjadi sangat tegang dan sedikit takut bercampur khawatir.


Bapak penghulu kemudian membimbing Kak Rafa untuk membaca beberapa bacaan doa, seperti kalimat istighfar, dua kalimat syahadat, dan juga shalawat sebelum membacakan ijab qabul.


Kak Rafa duduk dengan perasaan tegang namun bahagia,dimana bibirnya mengikuti setiap ucapan yang dikatakan oleh Bapak penghulu, dimana perlahan-lahan ketegangan di hatinya mulai mereda.


Setelah itu, Kak Rafa akan bersiap membacakan ijab qabul. Dimana Kak Rafa dan Om Akmal saling berpegangan tangan kanan sebagai sebuah tanda berlangsungnya proses serah-terima atau akad.keadaan menjadi hening dan semua orang merasakan ketegangan untuk mendengarkan dan menyaksikan prosesi sakral tersebut. Pembacaan ijab kabul tersebut dimulai dengan Om Akmal yang membacakan ijab sesuai dengan ketentuan yang ada.


"Bismillaahirrahmaanirrahiim, dengan memohon rahmat dan berkat Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Saudara Rafasya Syarfan Imandar saya nikahkan dan saya kawinkan anda dengan anak perempuan saya Wirdawati Oktarinto dengan mas kawin uang seratus juta rupiah dibayar tunai, "ucap Om Akmal yang melakukan kalimat ijab sendiri.


Setelah itu, dilanjutkan dengan pembacaan kabul atau tanda terima dari laki-laki oleh Kak Rafa.

__ADS_1


"Saya terima nikah dan kawinnya Wirdawati Oktarinto binti Akmal Oktarinto dengan mas kawin tersebut dibayar tunai, "ucap qabul Kak Rafa.


Kemudian pembacaan ijab qabul selesai,penghulu bertanya kepada saksi akan keabsahan ijab qabul yang sudah dilangsungkan.


" Bagaimana saksi, sah?, "tanya penghulu sambil menoleh kepada kedua saksi.


Dan terdengar sahutan suara.


" Sah. "


"Sah, "


"Sah."


"Alhamdulillahirobbilalamin.Barakallahu laka wa baraka ‘alaika wa jama‘a bainakuma fi khairin. Semoga Allah memberkahimu dalam suka dan duka dan semoga Allah mengumpulkan kalian berdua di dalam kebaikan. Dengan ini saya menyatakan bahwa saudara Rafasya Syarfan Imandar dan saudari Wirdawati Oktarinto sudah resmi dan dah menjadi sepasang suami istri, " kata pak penghulu.


"Alhamdulillah, " ucap semua orang penuh syukur bahagia.


Setelah Kak Rafa selesai mengucap ijab kabul.Tante Warti dan Ummah membawa Wirda keluar dari kamarnya.Aku,Kak Aisyah, Bik Siti dan Bik Inah mengikuti dari belakang, lalu kami duduk di dekat tetamu yang lain. Sementara Ummah dan Tante Warti menuntun Wirda untuk duduk di samping Kak Rafa, karena mereka berdua sudah menjadi pasangan yang sah dan halal. Namun, sebelum Wirda duduk. Kak Rafa sudah berdiri dan memandang Wirda lalu memegang jemari tangan Wirda dan


mencium keningnya,kemudian Kak Rafa memegang kepala atau ubun-ubun Wirda sambil mendoakan keberkahan bagi Wirda. Sambil mengusap, Kak Rafa pun membaca doa berikut:


"Allahumma inni as'aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa 'alaih. Wa a'udhu bika min syarri hana wa syarri maa jabaltaha 'alaih.Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya."


Wirda tersenyum mentanap Kak Rafa, dan mereka berdua pun duduk bersanding untuk mendengarkan do'a yang akan dibacakan oleh Pak penghulu.


Setelah ijab qabul diucapkan, penghulu akan membacakan doa akad nikah.


"Bismillahirohmanirohim .Allif bainahuma kama allafta baina Adam wa Hawwa, wa allif bainahuma kama allafta baina sayyidina Ibrahim wa Sarah, wa allif bainahuma kama allafta baina sayyidina Yusuf wa Zulaikha, wa allif bainahuma kama allafta baina sayyidina Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallama wa sayyidatina Khadijatal kubra, wa allif bainahuma kama allafta baina sayyidina ‘Aly wa sayyidatina Fathimah az-Zahra.


Allahummaj’al hadzal ‘aqda ‘aqdan mubarakan ma’shuman wa alqi bainahuma ulfatan wa qararan daiman wa la taj’al bainahuma firqatan wa firaran wa khishaman wakfihima mu’natad dunya wal akhirah.


Ya Allah, rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Nabi Adama dan Hawa, rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Nabi Ibrahim dan Sarah, rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Nabi Yusuf dan Zulaikha, rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Baginda Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallama dan Khadijah Al-Kubra, dan rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Ali dan Fathimah Az-Zahra.


Ya Allah, jadikanlah akad ini sebagai ikatan yang diberkahi dan dilindungi, tanamkan di antara keduanya kerukunan dan ketetapan yang langgeng, jangan Engkau jadikan di antara keduanya perpecahan, perpisahan dan permusuhan, dan cukupi keduanya bekal hidup di dunia dan akhirat.Aamiin ya robbal'alamiin, "ucap pak penghulu.


Setelah Kak Rafa dan Wirda dinyatakan sah sebagai suami istri menurut agama setelah jab qabul, sekarang saatnya bagi mereka berdua menandatangani buku nikah sebagai salah satu dokumen penting agar tidak hanya sah di mata agama namun juga sah di mata hukum dan negara.


Kemudian, setelah selesai penandatanganan dokumen buku nikah, kini saatnya Kak Rafa menyerahkan mahar kepada Wirda. Mahar ini diserahkan secara simbolis dalam bentuk nominal uang.


Setelah penyerahan mahar berlangsung, Kak Rafa dan Wirda akan dipersilahkan untuk saling memasangkan cincin pernikahan di jari manis pasangan masing-masing. Karena di dalam Islam pria dilarang menggunakan perhiasan yang terbuat dari emas. Maka cincin untuk Kak Rafa bisa diganti dengan material palladium.


Setelah itu, masing -masing dari kedua orang tua Kak Rafa dan Wirda saling memberikan nasehat pernikahan yang berisi tentang kewajiban dan hak suami istri dalam berumah tangga,baik dalam mencakup hal-hal yang boleh serta tak boleh dilakukan sebagai pasangan suami istri.Kak Rafa dan Wirda pun khidmat mendengarkan nasehat dari masing-masing orang tua mereka. Dan setelah semuanya selesai dilakukan, saatnya penghulu menutup prosesi acara akad nikah dengan doa.


"Sudah menjadi ketentuan Allah menciptakan manusia berpasangan-pasangan untuk saling mengenal satu sama lain. Dan bila telah tiba jodohnya, maka ijab kabul pun akan terucap oleh mempelai pria diiringi dengan mas kawin sebagai bukti tanda cinta dan tanggung jawab dari mempelai pria kepada mempelai wanita.


Mudah- mudahan Allah memberi kalian berkah dan melimpahkan atas kalian keberkahan.


Baarakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir.Semoga Allah memberkahi engkau, baik dalam suka maupun duka dan selalu mengumpulkan engkau berdua pada kebaikan.Dan


semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberkahi kalian berdua di waktu senang dan di waktu susah, dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan, " ucap Pak penghulu.


"Aamiin ya rabbal'alamiin, " ucap semua orang.


Cekrekkkkk....


Kak Rafa dan Wirda pun berfoto berdua, mereka tampak serasi dengan tawa bahagia yang membalut paras mereka.

__ADS_1


Aku dan Bik Siti menitikan air mata kebahagiaan memandang sahabat ku Wirda kini sudah resmi menjadi istri Kak Rafa sekaligus menjadi menantu keluarga Imandar.


__ADS_2