Jodoh Pilihan Tuhan

Jodoh Pilihan Tuhan
Rencana Rere


__ADS_3

Byuurrrr......


Suara hujan yang turun secara tiba-tiba dan lebat.


Duarrrrr.......


Diikuti suara guruh yang bergemuruh dengan sangat kerasnya.


Sesekali dalam pekatnya malam terlihat kilatan halilintar yang seolah membelah angkasa.


Tok... Tok.... Tok...


Suara pintu diketuk oleh seseorang dari balik pintu.


"Iya tunggu sebentar, " teriak seseorang dari dalam rumah menuju ke arah pintu yang diketuk.


Cekrekkkk....


Terdengar seseorang membuka pintu dari dalam.


"Rere!, "ucap Tante Desi mamanya Kak Roy terkejut dengan kedatangan Rere malam begini di tengah hujan yang lebat.


"Maaf Tante malam-malam Rere mengganggu dan kemari ,"ucap Rere kepada Tante Desi.


Tante Desi pun tersenyum melihat kedatangan Rere, "Tidak apa-apa ini kan juga rumahmu. Kamu kan menantu dari rumah ini. Ya sudah ayo masuk di luar sedang hujan deras dan udara nya juga dingin .Nanti kamu malah masuk angin ,"ucapkan tante Desi seraya mengajak Rere masuk ke dalam rumah sambil mengunci pintu.


Tante Desi terus mengamati Rere dari ujung kepala hingga ujung kaki . Rere yang sadar jika Tante Desi mengamatinya dengan cepat berkata kepada Tante Desi,"Kenapa Tante melihat Rere seperti itu ?apakah ada yang aneh tante?,"tanya Rere berpura-pura ingin tahu.


Tante Desi pun tersenyum ," Tidak ada yang aneh Re. Cuma tante lihat malam ini pakaianmu sedikit berbeda. Mengapa kamu menggunakan kerudung dengan tiba-tiba?,"tanya Tante Desi kepada Rere. "Tidak apa-apa tante Rere ingin saja berpakaian tertutup. Apalagi udaranya cukup dingin diluar, "ucap Rere kepada Tante Desi.


Dan Tante Desi terus mengamati Rere lekat.


"Tetapi jika tante amati gaya berpakaianmu itu mirip dengan Rani atau mungkin tante salah lihat saja. Tetapi kamu memang terlihat mirip dengan Rani, " ucap Tante Desi lagi.


Mendengar jika Rere di bilang mirip padaku. Dia merasa kesal dan sedikit masam wajahnya.


Namun, ia tersenyum seketika.


Kan memang tujuanku dan mbak Riska menyuruhku berbusana menggunakan hijab dan gamis syar' i supaya aku terlihat seperti Rani. Supaya Kak Roy terpikat denganku, batin Rere di dalam hatinya.


" Mengapa kamu senyum-senyum sendiri Re? tanya Tante Desi kepada Rere.


"Tidak apa-apa tante, "ucap Rere.


"Kamu terlihat sangat cantik dengan berpakaian seperti ini ,"puji tante Desi kepada Rere sambil mengusap wajah Rere dengan lembut .


"Terima kasih Tante, "sahut Rere dengan senyumnya yang merekah.


"Oh ya saat Roy akan pulang dari rumah sakit kamu berada di mana? Tante terus mencari dan menelpon dirimu. Tetapi tidak diangkat, " tanya Tante Desi kepada Rere.


"Maaf ya tante baterai handphone Rere habis dan kebetulan papa dan mama ada kepentingan dengan Rere secara mendesak. Karena terburu-buru Rere lupa untuk memberitahu dan pamit kepada Tante .Maaf ya Tante, "ucap Rere berbohong dengan wajah yang pura-pura memelas.


"Ya sudah tidak apa-apa ,kalau begitu. Kamu mau minum apa?," tanya tante Desi kepada Rere.


"Tidak usah tante. Tante tidak usah repot-repot. Nanti Rere akan ambil sendiri jika Rere merasa haus. Tadi kan tante bilang di sini sudah seperti rumahnya Rere sendiri.Oh iya tante di mana Kak Roy sekarang?,"tanya Rere tidak sabaran ingin segera mengetahui keberadaan Kak Roy.


"Roy ada di dalam kamarnya, "ucap tante Desi.


"Kalau begitu Rere boleh melihat keadaan Kak Roy sekarang tante?," tanya Rere.


"Iya boleh silahkan saja.Kenapa kamu harus meminta izin kepada tante .Kamu kan istrinya. Oh ya ikut tante sebentar, " ajak tante Desi.


"Iya tante, " balas Rere sambil mengikuti Tante Desi yang berjalan menuju dapur.


Terlihat Tante Desi sedang menuangkan air putih ke dalam gelas dan meletakkannya di atas nampan lalu menyiapkan beberapa obat dan meletakkannya di dalam mangkok. Setelah itu Tante Desi memberikan nampan yang berisi gelas air putih dan obat kepada Rere.


"Sekalian tolong kamu ke kamarnya Roy dan bawakan obat yang sudah tante siapkan ini. Untuk Roy meminumnya ya," ucap Tante Desi seraya menyuruh Rere.


"Baik tante, " ucap Rere sambil tersenyum dengan wajahnya yang licik.


"Ya sudah kalau begitu tante masuk dulu ke kamar untuk melihat keadaan om. Kamu silahkan temui Roy di dalam kamarnya ya. Jika kamu perlu sesuatu ambil se diri atau minta bantuan asisten rumah tangga dirumah ini ya Re, "ucap tante Desi kepada Rere.


" Iya tante, " sahut Rere sambil mengganggukan kepala dan tersenyum.


Setelah Tante Desi pergi dari hadapannya dengan cepat Rere mengambil obat yang telah Ia siapkan atas rekomendasi mbak Riska lalu ia menukar obat Kak Roy dengan obat yang ia bawa dan mencampur sedikit obat lagi di dalam gelas air putihnya. Rere terlihat tersenyum senang.


Rupanya Tuhan saja juga mendukung apa yang akan aku lakukan kepada Kak Roy, batinnya di dalam hati dengan senyumnya yang menyeringai. Kemudian dengan percaya diri Ia membawa nampan berisi gelas dan obat untuk Kak Roy yang telah ia tukar menuju kamar Kak Roy.


Terlihat pintu kamar Kak Roy tidak dikunci Maka langsung saja Rere masuk ke dalam kamar Kak Roy dan mencari keberadaan Kak Roy .Rere melihat Kak Roy sedang duduk menatap luar jendela mengamati hujan yang turun dengan sangat lebat dan derasnya. Kak Roy yang asik termenung menatap hujan yang turun dengan sangat lebat tidak menyadari keberadaan Rere yang sudah ada di sampingnya.


"Kak Roy ,"panggil Rere sambil meletakkan nampan yang berisi gelas dan obat di depan meja kecil di dekat kak Roy.


" Rani!, " ucap Kak Roy terkejut melihat kehadiran Rere yang berpenampilan seperti Rani dan Kak Roy mengira jika Rere itu adalah Rani.


Perlahan Rere mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Kak Roy. Maka betapa terkejutnya lagi Kak Roy melihat Rere yang ada di hadapannya bukan diriku.


"Apa yang kamu lakukan malam-malam di sini dan kenapa kamu berpakaian seperti Rani ?,"ucap Kak Roy dengan nada suara yang kasar dan terlihat kesal melihat Rere.


Rere tersenyum dan menahan rasa kesalnya mendengar nada kasar dari ucapan Kak Roy.


Tetapi demi tujuannya untuk mendapatkan Kak Roy ia pun rela meskipun harus mendapatkan celaan ribuan kali dari pujaan hatinya Kak Roy.


"Mengapa kamu hanya senyum-senyum seperti itu? Apakah kamu sudah gila ?,"tanya Kak Roy dengan suaranya yang kasar.

__ADS_1


Rere kembali menahan rasa sakit hatinya akan ucapan kasar dari Kak Roy.


Dan Rere pun mulai melakukan sandiwaranya seperti yang diperintahkan oleh mbak Riska kepadanya. "Kak Roy aku kemari untuk meminta maaf kepadamu atas ucapan dan perlakuanku saat di rumah sakit waktu itu yang mungkin telah melukai hatimu. Setelah aku berpikir dan merenungkan semua kata-katamu. Ternyata memang benar hubungan kita itu tidak dapat dilanjutkan karena memang hubungan kita tidak memiliki dasar pondasi yang kuat, "ucap Rere sambil melihat ke arah wajah Kak Roy.


Kak Roy menatap Rere dengan wajah penuh curiga dan bertanya ,"Apa maksud dari perkataanmu?,"tanya Kak Roy.


"Aku kemari untuk mengatakan kepada Kak Roy bahwa aku menerima jika Kak Roy akan menceraikanku dan aku tidak masalah akan keputusan Kak Roy itu .Dan aku akan membantu Kak Roy supaya Kak Roy dapat bersatu dengan sahabatku Rani, "ucap Rere dengan sangat pelan dan lembut menyerupai gaya bicara seperti diriku.


Mendengar ucapan dari Rere Kak Roy sedikit terkejut ."Benarkah apa yang kau katakan Rere?,"tanya Kak Roy.


"Iya kak, aku benar-benar bersungguh-sungguh akan ucapanku. Aku akan membantu Kak Roy agar dapat bersama dengan Rani dan menikah dengan Rani sesuai impianmu ,"ucap Rere pelan sambil tersenyum.


"Tetapi mengapa secara tiba-tiba kamu berubah pikiran seperti ini ?,"tanya Kak Roy sedikit ragu dan curiga .


"Bukankah sudah kukatakan sebelumnya kepada Kak Roy .Bahwa aku telah memikirkan semua ucapan Kak Roy secara matang dan mungkin ini adalah hidayah yang Allah berikan kepadaku Kak Roy. Supaya aku sadar dan tidak membuat kesalahan kepada Kak Roy. Karena aku tahu percuma aku memaksakan pernikahan kita tetap ada .Tetapi kak Roy sendiri tidak mencintai dan tidak menginginkanku sebagai istri Kak Roy .Lalu untuk apa aku bersikeras menginginkan Kak Roy tidak menceraikan diriku ?,"ucap Rere dengan pura-pura terlihat sedih.


Kak Roy terdiam sesaat memikirkan kata-kata Rere dan melihat Rere secara tajam.


Lalu melihat Kak Roy yang sedikit menatapnya. Rere dengan cepat mengalihkan topik pembicaraan.


"Kak Roy, tadi Tante Desi berpesan supaya Kak Roy segera meminum obatnya ,"ucap Rere sambil menunjuk tangannya ke arah nampan yang berisi gelas air putih dan obat yang ada di atas meja di dekat Kak Roy.


" Akh, iya baiklah, "sahut Kak Roy.


Maka tanpa berpikir panjang Kak Roy dengan cepat langsung meminum obat itu dan menghabiskan air putih di dalam gelas tersebut. Sementara itu Rere yang sejak tadi duduk tidak jauh di dekat kak Roy.Terlihat tersenyum dengan wajahnya yang sangat bahagia karena Kak Roy sudah masuk dalam perangkapnya.


Duarrrr..... Duarrrrr.......


Terdengar lagi suara guruh yang mengelegar bersahut-sahutan disertai cahaya kilat yang menyambar.


Setelah meminum obat yang diberikan oleh Rere tiba-tiba Kak Roy memegang kepalanya yang terasa sedikit pusing.


Rere pun tersenyum melihat Kak Roy duduk sambil memegang kepalanya. Wajahnya terlihat senang dan senyumnya terlihat mengembang.


Yes, rupanya obat yang sudah diminum Kak Roy sudah mulai bekerja, batin Rere di dalam hati.


"Kak Roy Kenapa?,"tanya Rere berpura-pura seolah-olah ia tidak tahu akan keadaan Kak Roy.


"Tidak tahu Re, mendadak kepala ku terasa sedikit pusing dan berputar ,"ucap Kak Roy sambil memegang kepalanya.


"Ya sudah kalau begitu kak Roy .Mari aku bantu untuk berbaring di tempat tidur, "ucap Rere menawarkan bantuan kepada Kak Roy. "Tidak usah biar aku sendiri yang berjalan menuju ke tempat tidur dan sebaiknya kamu pulang saja ,"ucap Kak Roy meminta Rere supaya menjauh darinya.


Tetapi Rere tidak mengindahkan ucapan dari Kak Roy .Dia tetap terus berusaha memegangi Kak Roy meskipun ke Roy terus menolaknya. Namun, Rere tetap bersikeras untuk memegangi Kak Roy.


Pandangan Kak Roy terasa kabur dan kepalanya terasa berputar. Dia berusaha agar tetap tersadar namun pengaruh obat yang diberikan oleh Rere terhadap dirinya begitu kuat.


Kak Roy menatap Rere. Sekilas dalam pandangan matanya ia seolah-olah melihat diriku dalam wujud Rere. Kak Roy tersenyum kepada Rere yang ia kira adalah diriku.


Sebenarnya Rere terlihat kesal saat Kak Roy memanggil dirinya dengan nama diriku. Tetapi di satu sisi lain hatinya Ia juga merasa senang karena obat yang ia berikan kepada Kak Roy sudah mulai bereaksi. Dan Kak Roy tidak menyadari jika yang dianggap Rani adalah Rere. Rere pun tersenyum memandang ke arah wajah Kak Roy.


"Ran, ternyata ini benar kamu, " ucap Kak Roy dengan tubuhnya yang mulai sempoyongan.


Melihat Kak Roy sudah tidak dapat mengenali dirinya. Maka Rere segera memanfaatkan situasi Kak Roy untuk berusaha menjebak nya.


"Iya kak, ini aku Rani, " ucap Rere berpura-pura menjadi diriku.


"Kakak benar-benar merindukan mu Ran," ucap Kak Roy yang semakin tidak mengenali Rere.


"Begitupun diriku Kak. Aku pun sangat merindukanmu, " ucap Rere.


"Benarkah itu Ran?, " tanya Kak Roy.


"Benar kak, " ucap Rere pelan sambil memegangi bahu Kak Roy agar tidak terjatuh.


"Ran, tolong jawab pertanyaan kakak. Apakah engkau mencintai kakak?, " tanya Kak Roy dengan mata berkaca-kaca.


Maka dengan cepat Rere pun menjawab pertanyaan Kak Roy, "Aku sangat mencintaimu Kak Roy... sangat begitu mencintaimu, " ucap Rere menyampaikan isi hatinya.


"Benarkah itu Ran?, " tanya Kak Roy lagi.


"Benar Kak Roy. Tataplah kedua mataku Jika Kak Roy tidak mempercayai kata-kataku. Maka saat Kak Roy menatap kedua mataku. Kak Roy akan melihat ada cinta di mataku untuk Kak Roy dan betapa besar rasa cinta yang kumiliki kepadamu Kak Roy. Tanpa harus ku ungkapkan dengan kata-kata. Karena bagiku kamulah duniaku Kak. Kamulah kehidupan dan tujuanku dan aku ingin memilikimu untuk selamanya, " ucap Rere semakin terbawa suasana.


Mendengar ucapan dari Rere. Kak Roy pun dengan segera berusaha berdiri tegak dan menatap mata Rere lekat .


Dan Rere pun memandang wajah Kak Roy dengan perasaan cintanya yang mendalam. Seandainya saja kak Roy tatapan matamu dan rasa cinta yang kau miliki ini benar-benar engkau tunjukan kepadaku. Bukan karena kau menganggap diriku ini adalah Rani dalam pengaruh obat yang sengaja aku berikan padamu.Maka aku akan sangat merasa senang dan menjadi wanita yang paling beruntung di dunia ini. Karena mendapatkan cintamu. Tetapi apalah dayaku Kak Roy .Aku sudah terlanjur sangat mencintaimu dan aku tidak ingin kehilangan dirimu. Karena bagiku engkau sangat berarti melebihi apapun yang kumiliki di dunia ini. Dan untuk itu aku terpaksa melakukan hal ini padamu. Mengambil dan merebut hak yang seharusnya aku terima, untuk merampas cinta yang kau berikan kepada Rani dan memaksa dirimu untuk menerima cintaku serta berada di sisiku selamanya. Iya kak aku memang gila Kak Roy dan aku gila karena cintamu Kak Roy. Semua adil di dalam cinta Kak Roy, ucap Rere di dalam hati sambil tersenyum.


Kak Roy menatap Rere yang dianggapnya adalah diriku dengan tatapan penuh cinta.


" Kamu terlihat sangat cantik sekali Ran dalam balutan kerudung berwarna merah menyala seperti ini," ucap Kak Roy sambil meneteskan air mata.


"Jika saja kakak dapat memeluk dirimu maka beban di dalam hati kakak akan berkurang...karena terlalu lama hati kakak menahan kerinduan akan cinta kakak padamu," ucap Kak Roy dengan pelan dan lembut.


" Lalu kenapa tidak kau lakukan kak.Jika dengan memeluk diriku beban cintamu dapat terobati," ucap Rere begitu agresif.


Kak Roy yang mendengarkan kata- kata Rere tersentak dalam pandangannya yang mengira Rere adalah diriku.


" Ran mendengar kata-kata darimu engkau bukan seperti Rani yang kukenal tetapi pandangan mataku mengatakan bahwa wujudmu adalah Rani, " ucap Kak Roy dengan matanya yang telah penuh dengan air mata.


Rere semakin mendekat ke Kak Roy . Lalu dengan perlahan dengan kedua tangannya Rere menjamah pipi Kak Roy dan mengusap nya dengan lembut seraya menyeka butiran- butiran air mata yang membasahi paras wajah Kak Roy yang sendu.


"Maka Kak Roy tataplah mataku dengan betul-betul dan lihat apakah aku benar-benar Rani yang engkau cintai, " ucap Rere pelan sambil memegang wajah Kak Roy untuk semakin dekat dengan wajahnya.


Kak Roy menatap wajah Rere lekat dan begitu dalam. Pengaruh obat telah membuat dirinya benar - benar mengira Rere adalah diriku.

__ADS_1


Rere begitu terbuai akan tatapan Kak Roy yang penuh cinta.


Seandainya tatapan matamu itu benar-benar melambangkan cintamu untukku Kak Roy. Bukan dengan melihat diriku sebagai wujud Rani .Maka aku akan sangat bahagia .Tetapi walau dalam pandanganmu aku adalah Rani tetap saja aku dapat dekat denganmu dan merasakan kelembutan akan gairah cintamu. Meskipun aku sadar sepenuhnya semua itu milik Rani. Tetapi malam ini semua yang engkau simpan untuk Rani akan aku ambil dengan cara paksa untuk menjadikan cinta yang engkau simpan untuk Rani menjadi milikku tanpa engkau sadari. Maafkan aku...Kak Roy. Aku terpaksa membuatmu menjadi seperti ini itu karena aku sangat mencintaimu dan sangat...mencintaimu ucap Rere di dalam hatinya dan tanpa terasa air matanya pun mengalir.


Kak Roy menatap wajah Rere yang basah dengan linangan air mata .Hati kak Roy pun terbawa keharuan dan tersentuh akan derita kesedihan Rere yang terlihat olehnya.


" Ran Kenapa kamu menangis ?,"tanya Kak Roy kepada Rere.


Rere terdiam dalam kesedihannya dan menatap wajah Kak Roy.


Kak Roy semakin larut dalam suasana. Perlahan tanpa ia sadari kedua jemari tangannya memegang dengan lembut kedua pipi Rere Seraya menyeka air matanya lalu ia berjalan mendekat dan begitu dekat ke wajah Rere.


"Aku tidak pernah sanggup untuk melihat air mata di wajahmu Ran .Aku tidak akan pernah kuat melihatmu menitikan air mata seperti ini. Aku tidak akan mampu untuk menatap wajahmu dalam kesedihan seperti ini. Aku tidak tahan melihat setiap raut kesedihan yang menghiasi wajahmu yang begitu cantik dan aku tidak akan membiarkan wajahmu berderai dengan linangan air mata seperti ini lagi. Sebab kakak sangat mencintaimu Ran. Hiks....hiks...," ucap Kak Roy sambil menitikan air mata.


Kedua hidung Kak Roy dan Rere bertemu.


Kak Roy membelai lembut pipi Rere. Pandangan mata mereka berdua bertemu begitu dekat hingga ******* napas keduanya begitu terdengar satu sama lain.


Tanpa sadar hidung Kak Roy mengenai pipi Rere dan memainkan dengan lembut hidungnya yang mancung memutari dan menyentuh wajah Rere.


Dan Rere pun seakan terbuai akan sentuhan lembut Kak Roy.


"Kakak sangat mencintaimu......kakak sangat mencintaimu Ran, " ucap Kak Roy pelan dan berulang.


Perlahan kedua mata mereka mulai tertutup . Jemari tangan Kak Roy menarik tubuh Rere pelan dan masuk ke dalam dekapannya. Tangannya mengusap lembut bahu Rere pelan secara memutar.


Serrrrrrrrrr.......


Aliran darah Kak Roy dan Rere seperti tersengat listrik dan semakin menjalar menarik tubuh mereka semakin dekat dan dekat. Hingga perlahan jemari tangan Kak Roy menjamah wajah Rere lalu mengecup bibir Rere dengan lembut.


Kak Roy semakin terbuai dan terbakar akan gairah cintanya yang tidak tertahankan kepadaku dalam wujud Rere.


Lagi Kak Roy menatap wajah Rere dan memainkan hidungnya menciumi wajah Rere dengan lembut dan berulang sembari memejamkan matanya.


Bibirnya yang lembut kembali mengecup mesra bibir Rere berulang dan berulang.


Rere pun juga semakin hanyut dalam gairah cintanya. Dengan cepat pula kedua tangan Rere ia lingkaran di leher Kak Roy dan meletakkan kedua tangan Kak Roy di pinggang nya.


Mata mereka bertemu dalam ******* napas mereka yang semakin tersengal- sengal. Rere tidak kuasa menahan gejolak perasaannya kepada Kak Roy.


Lalu ia memeluk erat tubuh Kak Roy dan membelai lembut leher dan bahu Kak Roy.


Dan Kak Roy pun menikmati setiap sentuhan dari Rere.


"Aku mencintaimu kak... Sangat mencintaimu, " bisik Rere lembut pada telinga Kak Roy sambil menciumi telinga Kak Roy lalu menjalar ke lehernya.


Mata mereka kembali bertemu lagi.


Rere mengecup lembut bibir Kak Roy berulang dan Kak Roy membalasnya.


Mereka semakin terbakar akan gairah cinta mereka.


Dinginnya udara malam menyergap tubuh mereka.


DUUAARrrrrr.......


Dentuman suara gemuruh guruh terdengar tidak mengusik kemesraan mereka.


Perlahan Rere melepaskan kain kerudung yang menutup kepalanya.Dia sudah tidak dapat menahan gejolak bara cintanya dengan Kak Roy yang begitu bergairah malam ini kepadanya.


Kak mendekat lagi ke Rere dan Rere pun mendekat kan tubuhnya dalam dekapn Kak Roy.


Mereka berdua bercumbu mesra dalam guyuran hujan deras yang dingin.


Dan perlahan Kak Roy mengangkat tubuh Rere dalam pangkuannya seraya terus mengecup lembut bibir Rere dengan lembut.


Lalu ia letakkan dengan penuh kelembutan dan kehati- hatian tubuh Rere di atas ranjang tempat tidur miliknya.


Mata mereka berdua kembali bertemu.


******* napas mereka semakin cepat dan tidak menentu.


Kedua bibir mereka saling mengecup satu sama lain.


Cetekkkkkkk.....


Salah satu tangan Kak Roy mematikan lampu kamar.


Semua menjadi gelap dan begitu dingin.


Peluh keringat mereka tumpah melebur menjadi satu dalam kehangatan yang mereka ciptakan.


Dalam remang- remang dinginnya suasana malam terdengar rintihan akan ucapan cinta mereka.


"Kakak mencintaimu Ran, " kata Kak Roy dengan suara cepat dan terengah.


"Kakak mencintaimu..... Kakak sangat mencintaimu.... Sangat mencintaimu, " ucap Kak Roy berulang dengan suara semakin lama semakin melemah lalu menghilang.


Kak Roy dan Rere larut dalam kehangatan gejolak bara cinta keduanya.


Langit masih gelap dengan guyuran hujannya yang semakin deras.


Hanya ada suara deburan hujan deras yang turun dan sesekali terdengar pelan ******* napas keduanya di malam panjang yang dingin ini.

__ADS_1


__ADS_2