Jodoh Pilihan Tuhan

Jodoh Pilihan Tuhan
Bercerai.


__ADS_3

"Aku sungguh tidak menyangka jika Roy pergi secepat ini dan juga dengan cara yang tragis, Hiks.. Hiks.. Hiks.. Padahal aku belum meminta maaf atas semua kesalahanku padanya, " ucap Kak Reno dengan sangat menyesal.


Ustad Fariz, Pak Hadi dan beberapa asisten pengacaranya melihat ke arah Kak Reno yang menangis penuh dengan penyesalan yang teramat sangat.


Ustad Fariz pun berusaha menenangkan Kak Reno.


" Dek Reno tidak perlu larut dalam kesedihan seperti itu. Cukup do'akan saja almarhum Dek Roy agar mendapatkan tempat yang baik dan kemuliaan di sisi Allah subhanahu wa ta'ala. Lagi pula almarhum Dek Roy adalah orang yang baik ,santun dan banyak menolong orang lain. Insya Allah almarhum meninggal dalam keadaan yang husnul khotimah. Dan satu hal lagi almarhum juga melakukan perbuatan yang mulia.Meskipun sudah tidak lagi bersama kita almarhum Dek Roy tetap memikirkan kebaikan Dek Rani sebelum kepergiannya.Dengan mendonorkan kedua matanya kepada Dek Rani. Agar Dek Rani dapat melihat kembali dan itu adalah kebaikan pahala yang Masya Allah luar biasa amalannya menurut saya. Karena almarhum memberikan manfaat dan juga faedah yang tidak akan terkira untuk Dek Rani .Sehingga Dek Rani akan dapat menjalani kehidupannya dengan baik seperti semula, "tutur Ustad Fariz.


Kak Reno yang semula menangis tersedu-sedu kini begitu tersentak mendengar ucapan dari Ustad Fariz.Hatinya terasa ngilu dan seakan mendapatkan tamparan keras yang membuatnya merasa malu di hadapan semua orang yang ada di ruangan itu. Di dalam pikiran Kak Reno dia selalu merasa kalah dengan apa yang dilakukan oleh Kak Roy. Hingga sampai di akhir kepergian Kak Roy pun masih selalu memikirkan diriku dan tidak pernah berhenti untuk selalu menolongku dengan semua perasaannya yang tulus dan juga cintanya yang tidak pernah padam untukku. Hal itu yang membuat Kak Reno merasa tidak suka dan sedikit kesal.


" Mengapa hanya Roy dan Roy yang selalu melakukan hal-hal yang baik untuk Rani. Mengapa dia selalu membuatku kalah dan tidak berarti di hadapan Rani. Mengapa sampai kepergiannya pun dia masih berusaha untuk membuat Rani selalu memikirkan dan akan terus mengingatnya dengan memberikan matanya kepada Rani, "gumam Kak Reno di dalam hatinya.


Di satu sisi perasaan Kak Reno.Dia begitu terpukul dan juga merasa bersalah atas kepergian sahabatnya yang selama ini telah ia sia-siakan dan juga ia sakiti.Tetapi di sisi lain hatinya dia juga merasa cemburu dan iri akan perbuatan baik yang Kak Roy lakukan untuk dapat membuatku melihat lagi.Perasaan Kak Reno menjadi campur aduk. Dia ingin merasa senang karena sudah tidak ada lagi penghalang yang akan merintangi perasaannya untukku. Tetapi di sisi lain hatinya dia juga akan merasa terus kesal. Sebab saat Kak Reno akan menatap diriku maka dalam tatapanku itu ada tatapan dan pandangan Kak Roy juga bersamaku.


" Kamu benar-benar telah mengalahkan ku, Roy, "gerutu Kak Reno pelan.


Ustad Fariz dan Pak Hadi pun saling menatap satu sama lain setelah melihat sikap yang ditujukan oleh Kak Reno seperti berbicara sendiri. Lalu Ustad Fariz pun menanyakan kepada Kak Reno perihal keadaannya ."Apakah Dek Reno baik-baik saja? Mengapa saya lihat di Dek Reno seperti berbicara sendiri dan terlihat begitu sangat kesal akan sesuatu hal , " tanya Ustad Fariz.


Kak Reno yang mendengar ucapan dari Ustad Fariz pun segera memperbaiki sikapnya.Dia takut ketahuan jika hatinya masih menyimpan rasa iri dan kesal akan perbuatan baik yang Kak Roy tinggalkan kepada diriku. "Ah tidak apa-apa Kak Fariz saya hanya masih terkejut dengan kepergian Roy secara tiba-tiba ,"jawab Kak Reno berusaha menutupi perasaan yang sebenarnya. "Oh ya baiklah, saya kira Dek Reno kenapa-napa. Alhamdulillah jika memang Dek Reno baik-baik saja, "sahut Ustad Fariz.


Meskipun Kak Reno mengatakan dia baik-baik saja tetapi raut mukanya tidak bisa menutupi. Jika dirinya terlihat gusar dan sedang memikirkan sesuatu. Untuk beberapa saat Kak Reno pun kembali termenung memikirkan akan operasi mata yang akan kujalankan. Tetapi Ustad Fariz dengan segera mengawali pembicaraan dengan Kak Reno.


" Baiklah Dek Reno, langsung saja untuk mempersingkat waktu.Adapun maksud kedatangan saya sekaligus mengajak Pak Hadi selaku pengacara keluarga saya kemari adalah untuk memberitahukan bahwa Dek Reno dan Dek Rani sudah resmi bercerai".


DEG....


Mendengar ucapan dari Ustad Fariz.Kak Reno langsung menatap Ustad Fariz dengan tatapan yang seolah kosong dan sangat terkejut sekali.


Kerongkongannya seperti terasa tercekik dan tertekan.Begitu pula dengan dadanya tiba-tiba terasa sesak dengan debar jantung yang berdetak sangat cepat.


Kak Reno termangu menatap Ustad Fariz.


Sungguh berita yang sangat membuat hatinya begitu terpukul dan tersentak begitu luar biasanya. Hingga ia merasakan dirinya seolah-olah hancur sehancur-hancurnya dan dalam pandangan matanya yang kosong terpaku menatap Ustad Fariz.Kak Reno tidak menyadari jika air matanya pun mengalir.


"Tetapi bagaimana bisa Kak Fariz. saya tidak pernah menghadiri sidang gugatan perceraian yang diajukan Dek Rani kepada saya.Meskipun ada beberapa kali panggilan dari pengadilan agama untuk saya hadir tetapi saya tidak juga datang memenuhi panggilan tersebut.Dengan harapan Dek Rani tidak akan bisa bercerai dengan saya. Lalu tiba-tiba kenapa sekarang status pernikahan saya dan Dek Rani sudah resmi bercerai. Bagaimana itu bisa terjadi ?padahal saya tidak menginginkan untuk bercerai dengan Dek Rani?," tanya Kak Reno dengan wajahnya yang terlihat bingung dan begitu cemas.


Ustad Fariz melihat kegusaran yang begitu jelas di wajah Kak Reno.Lalu Ustad Fariz pun berusaha untuk menjelaskan semua yang terjadi kepada Kak Reno.


" Baiklah Dek Reno untuk pertanyaan yang Dek Reno ajukan nanti akan dijelaskan oleh Pak Hadi selaku pengacara yang mewakili Dek Rani dalam melayangkan gugatan cerai kepada Dek Reno," jawab Ustad Fariz lalu menatap ke arah Pak Hadi.

__ADS_1


"Untuk itu silahkan Pak Hadi menjelaskan kepada Dek Reno.Supaya ia paham dan mengerti jika sekarang Dek Reno dan Dek Rani sudah tidak memiliki hubungan pernikahan yang resmi lagi. Dan mereka berdua kini telah menjadi orang asing serta tidak ada keterikatan hubungan satu sama lain yang mengikatnya," ucap Ustad Fariz sambil melirik ke arah Kak Reno.


Nyessss......


Hati Kak Reno terasa tertusuk dan ngilu mendengar ucapan Ustad Fariz yang mengatakan jika dirinya dan diriku sudah tidak memiliki ikatan dan hubungan lagi satu sama lain. Rasanya ia ingin marah dan menghardik Ustad Fariz yang berkata seperti itu. Namun ia mencoba untuk menekan rasa kesal yang tertahan di dalam hatinya sambil menunggu Pak Hadi menjelaskan tentang perceraiannya dengan diriku yang begitu sulit untuk ia terima.


" Baiklah Dek Reno akan saya jelaskan.


Jika saya analisis,dapat kita ketahui bahwa pemeriksaan gugatan perceraian tetap bisa dijalankan meski suami tidak hadir...,"ucap Pak Hadi terpotong karena Kak Reno memotong perkataan Pak Hadi.


"Kenapa bisa begitu Pak!," ucap Kak Reno kasar dan sedikit marah.


Pak Hadi yang berusaha menjelaskan sontak sedikit terkejut mendengar nada bicara Kak Reno yang sedikit kasar kepada dirinya. Namun, Pak Hadi yang mengetahui tabiat dan karakter Kak Reno dari Ustad Fariz. Akhirnya merespon atas sikap yang ditujukan Kak Reno dengan santai dan tenang.


"Saya mohon Dek Reno mendengarkan dengan sungguh-sungguh sampai selesai perkataan dari saya. Sehingga Dek Reno paham dan mengerti. Namun, jika Dek Reno masih tidak bisa mengendalikan emosi dan tidak siap untuk mendengarkan penjelasan dari saya. Maka saya tidak akan berusaha untuk mengatakan apapun kepada Dek Reno. Dan langsung saja saya akan mengajak Nak Fariz langsung pulang saja. Karena sebenarnya ini juga bukan tanggung jawab saya apapun Nak Fariz untuk menjelaskan semuanya kepada Dek Reno.Saya datang kemari karena niat baik dari Nak Fariz pribadi untuk meminta saya menjelaskan mengenai perceraian Dek Reno dan Nak Rani.Dengan maksud supaya Dek Reno paham dan bisa menerima semuanya dengan ikhlas tanpa banyak pertanyaan yang mengganjal dihati dan pikiran.Jadi semuanya tergantung dari Dek Reno. apakah mau mendengarkan penjelasan dari saya atau tidak ?Bagaimana Dek Reno?," tanya Pak Hadi kepada Kak Reno yang masih dengan wajahnya yang terlihat tegang dan marah.


Kak Reno terlihat luluh setelah Pak Hadi berkata demikian." Baiklah Pak,saya akan mendengarkan," balas Kak Reno pelan dan dengan sikap dinginnya.


Mendengar jawaban dari Kak Reno.Maka Pak Hadi pun langsung saja menjelaskan semuanya kepada Kak Reno tanpa menunda waktu.


"Kembali ke kasus Nak Rani yang menggugat cerai Dek Reno.Meskipun Dek Reno tidak datang. Jika ketidakhadiran Dek Reno selaku suami Nak Rani sebagai tergugat juga tidak datang diikuti dengan ketidakhadiran kuasa hukumnya alias pengacara yang mewakili Dek Reno juga tidak datang.Maka berdasarkan Pasal 125 HIR hakim dapat menjatuhkan putusan verstek.".


"Putusan verstek adalah putusan yang dijatuhkan apabila tergugat yaitu Dek Reno tidak hadir atau tidak juga mewakilkan kepada kuasanya untuk menghadap. Meskipun Dek Reno sudah dipanggil dengan patut," jelas Pak Hadi.


"Tetapi saya tidak menerima perceraian saya dengan Dek Rani. Begitu pun dengan putusan hakim .Saya tidak mau menerimanya," sahut Kak Reno.


" Apakah pengacara Dek Reno yaitu Pak Gukul tidak memberitahukan hasil keputusan ini sebelumnya kepada Dek Reno?. Sehingga Dek Reno bisa melakukan verzet atau perlawanan,"tanya Pak Hadi.


"Tidak.Pak Gukul sudah lama tidak menemui saya begitu pun dengan keluarga saya,"jawab Kak Reno.


Pak Hadi terlihat berpikir sejenak sebelum berkata kembali kepada Kak Reno.


" Namun,semua sudah terlambat Dek Reno," kata Pak Hadi.


"Maksud bapak?,"ucap Kak Reno bertanya dengan nada kasar.


"Begini Dek Reno.Apabila tergugat yaitu Dek Reno sebagai suaminya Nak Rani tidak melakukan verzet atau perlawanan.Maka putusan verstek dianggap berkekuatan hukum tetap dan akta cerai dapat diterbitkan seperti ini," ucap Pak Hadi sambil memberikan salinan akta cerai kepada Kak Reno.


Kak Reno dengan segera mengambil kasar lembaran akta cerai dari tangan Pak Hadi dan membacanya.Tangannya bergetar memegang surat salinan akta cerai tersebut.

__ADS_1


Tes..Tes..Tes...


Air matanya mengalir membasahi pipinya.


Lalu dengan kasarnya Kak Reno merobek salinan surat akta cerai tersebut.Dan sontak saja Pak Hadi dan Ustad Fariz terkejut melihat sikap Kak Reno yang emosional.


" Surat ini palsu dan tidak benar," teriak Kak Reno sambil melemparkan robekan salinan surat akta cerai ke arah Pak Hadi dan Ustad Fariz.


"Itu surat Akta cerai yang legal dan resmi yang dikeluarkan oleh pengadilan agama.Salinan Akta cerai yang Dek Reno robek itu merupakan akta otentik yang dikeluarkan oleh pengadilan agama sebagai bukti telah terjadi perceraian antara Dek Reno dan Nak Rani,"sahut Pak Hadi.


Kak Reno yang mendengar ucapan Pak Hadi semakin meradang dan marah. Dia pun bangkit dari duduknya dan Menendang kursi hingga terjatuh. Lalu memukul tangannya di atas meja sehingga Pak Hadi dan Ustad Fariz kembali tersentak akan sikapnya yang kembali menjadi temperamental. "Bagaimana pun juga saya tidak pernah bercerai dengan Dek Rani. Dan Rani tetap menjadi istri saya ,"bantah Kak Reno dengan ucapannya yang kasar.


"Perceraian antara Dek Reno dan Nak Rani sudah terjadi secara resmi sejak jatuhnya putusan Pengadilan Agama yang telah berkekuatan hukum.Sehingga sekarang Dek Reno tidak lagi menjadi suami Dek Rani.Dan sebaliknya pula Dek Rani juga sudah tidak lagi menjadi istri Dek Reno,"sahut Pak Hadi sambil berdiri.


Arghhhhhh.....Arghhhhhh....


Kak Reno berteriak sangat keras mendengar ucapan dari Pak Hadi.


Melihat sikap dan tutur kata dari Kak Reno yang sudah tidak terkendali .Sehingga membuat petugas kepolisian yang berjaga segera membawa Kak Reno kembali menuju sel tahanan. Kak Reno pun terus berteriak dengan histeris. "Aku masih suaminya Rani! Aku tidak pernah bercerai dengan Rani. Camkan itu baik-baik," pekik Kak Reno sambil meronta untuk dibawa masuk ke dalam sel tahanan.


Sementara itu, Pak Hadi dan Ustad Fariz hanya bisa terdiam melihat sikap Kak Reno yang semakin emosional dan tidak dapat mengendalikan dirinya sendiri.


"La ilaha illallahul halimul hakimu, subhanallahi rabbus samawatis sab'a wa rabbul 'arsyil 'adzimi, la ilaha illa anta 'azza jaruka wa jalla sana'uka.Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Kasih lagi Maha Bijaksana, Maha Suci Allah Tuhan yang memelihara tujuh langit dan menguasai 'arsy yang agung, tiada Tuhan selain Engkau, sangat kuat perlindunganMu dan Maha Tinggi perlindunganMu," ucap Ustad Fariz sambil memegang dadanya.


"Benar apa yang Nak Fariz katakan tentang Dek Reno.Mengenai sifatnya yang masih sangat labil dan tidak dapat mengendalikan emosinya. Sungguh benar sekali jika Dek Rani dapat segera bebas dan sudah bercerai dengannya. Saya tunggu tidak bisa membayangkan hal buruk apa yang akan terjadi lagi kepada Nak Rani jika masih menjadi istrinya Dek Reno," ucap Pak Hadi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya menatap Kak Reno yang dibawa secara paksa oleh petugas Kepolisian.


Ustad Fariz pun hanya tersenyum kecil mendengar apa yang dikatakan oleh Pak Hadi. Kemudian tidak lama setelah itu Ustad Fariz mengajak Pak Hadi untuk segera meninggalkan ruangan itu dan pulang menuju kediamannya.


Sementara itu, di dalam sel tahanan Kak Reno terus berteriak-teriak memanggil namaku dan menangis dengan histeris.


"Rani....!," teriak Kak Reno sambil menangis.


Huhuhu....Huhuhuhu.....


" Aku tidak ingin bercerai darimu Ran!.Aku tidak ingin bercerai darimu! kamu masih menjadi isteriku,Rani," pekik Kak Reno dengan suaranya yang keras sambil memukulkan kedua tangannya di atas lantai sel tahanan.


Hati Kak Reno benar-benar terasa hancur. Dia seolah-olah sudah tidak lagi memiliki pegangan untuk bertahan hidup. Sungguh ia sangat menyesal atas semua sikap dan tindakan yang ia lakukan kepadaku selama ini.


Mengapa ia harus menutupi perasaannya dengan kebencian kepadaku? mengapa ia harus mendengarkan semua perkataan keluarganya? jika pada akhirnya dia harus merasakan sakit yang sangat luar biasa seperti sekarang ini,gumamnya di dalam hati. Pertanyaan di dalam hatinya terus berkecamuk memenuhi ruang kepalanya yang seakan membuat dadanya merasakan sesak yang tidak tertahankan.Air matanya terus berlinang dan mengalir tiada henti. Sungguh Kak Reno terlihat sangat terpuruk dan begitu terpukul akan perpisahannya dengan diriku. Tetapi nasi sudah menjadi bubur karena penyesalan di akhir tidak akan dapat membawa manfaat bagi dirinya,untuk merubah semua hal yang sudah terjadi.

__ADS_1


__ADS_2