Jodoh Pilihan Tuhan

Jodoh Pilihan Tuhan
Keputusan


__ADS_3

Keesokan harinya semua keluarga Suprapto berkumpul kecuali Kak Reno.


Mereka memelukku satu persatu dan mengucapkan turut berduka cita atas kepergian bunda.


Kakek mengusap kepalaku yang terbalut mukena yang belum kulepas.


Matanya sayu dan berair.


Terlihat keresahan di wajahnya.


Lama beliau menatapku untuk memulai pembicaraan tetapi ia seperti sedang berpikir keras.


Di raihnya tanganku perlahan lalu ia meletakkan kedua tangannya sambil mengenggam kedua tanganku.


Bibirnya bergetar dan raut mukanya berubah semakin keruh.


"Ran....maafkanlah kakek dan seluruh keluarga kakek untuk semua yang terjadi dalam kehidupanmu....ya..nak,"air matanya menetes.


Hatiku bergetar melihat kesedihannya.


Mataku terus memandangnya dengan tertegun.


"Kakek mohon Rani bisa memaafkan kami semua dan kakek mohon Rani jangan pergi dari rumah ini,kakek mohon nak,"tangannya mengenggam tanganku erat dan menundukkan kepalanya.


Aku kasihan melihatnya menangis seperti itu.


"Kek....sudahlah kek....jangan menangis,"pintaku lirih.


"Tidak nak ini adalah luapan semua kesedihan kakek,"masih tertunduk.


Kubalas genggaman tangannya untuk menghentikan tangisannya.


"Ran,kamu adalah bagian keluarga ini.Rani juga cucu kakek.


Kakek sangat sayang denganmu nak.Rani.....Ka...kek...mo...hon....Rani.........tetap tinggal disini.Demi kakek ya nak,tolong,"pintanya dengan memelas dan suara parau.


Air mataku dan semua orang mulai jatuh menyaksikan kakek menangis sambil bersimpuh kepadaku.


Ughhhhhhh......dadaku terasa semakin berat dan sesak.


Huffffhhhhhh......kuhela napas perlahan untuk menguatkan hatiku.


Kupandangi kakek yang masih menangis dan sesekali kulihat Bu Sri,Pak Sugeng dan Mbak Riska menyeka airmatanya yang terus mengalir.


Kupejamkan mataku sebentar untuk menguatkan diriku sendiri memantapkan kata-kata yang akan kuutarakan.


Lirih bibirku berucap mengharapkan bimbingan dari Allah agar apa yang kupilih adalah jalan yang terbaik untuk semua.


“Bismillahirrahmannirrahiim.” Yang artinya : “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”


Huffhhhhh......huffhhhhh...

__ADS_1


Kuhela napas kembali.


“Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘alaa diinik (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).”


Kupandangi wajah kakek dan mereka semua menatap kearahku.


Kukumpulkan semua keberanian dan kekuatanku untuk mengatakan apa yang ingin kusampaikan.


"Kakek.....,"suaraku tertahan.


Kakek menatapku dalam menungguku melanjutkan kata-kataku.


"Kakek,Pak Sugeng,Bu Sri dan Mbak Riska sebelumya Rani mengucapkan terima kasih karena telah banyak membantu Rani dan almarhumah bunda,"ucapku.


"Jangan mengucapkan terima kasih nak,itu kewajiban kami.Mama dan semua yang harusnya banyak berterima kasih pada Rani,"Bu Sri berkata sambil mendekat kearahku dan merangkul pundakku.


Aku memandang kearahnya dan berusaha meneruskan kembali perkataanku.


"Memang semua terasa berat dan menyakitkan.Namun Rani berusaha mengikhlaskan semua yang terjadi dalam semua kehidupan Rani.


Melupakan segalanya memang tidak akan mudah.Tetapi Rani belajar untuk memaafkan dan menerima semua takdir ini Lillah karena Allah ta'ala.


Kakek dan semua Rani minta jangan bersedih ya," sambil melirik satu persatu kerah mereka dan menyeka air mata kakek.


"Bismillah, in syaAllah....Rani sudah memaafkan semuanya kek."


Semua orang tersenyum kaget.


Aku mengangguk menyakinkannya.


Raut wajah kakek berubah lebih cerah.


"Lalu Rani akan tetap tinggal disini kan?,"tanya kakek ragu.


Lama aku terdiam menjawab pertanyaan kakek.Memoriku kembali teringat kata-kata Bu Sri saat fajar.


Ia membelai kedua pipiku lembut penuh kasih sayang.Kurasakan tulus seperti belaian almarhumah bunda.


"Ran,"ucapnya lirih.


Aku hanya diam memandanginya dan menunggu kata -kata yang akan keluar dari mulutnya.


"Mama tahu kamu pasti sangat terpukul dengan kepergian bundamu nak.Mama ingin Rani menganggap mama seperti bundamu sendiri ya nak,"pintanya sambil menangis.


Aku hanya dapat menangis dan mendengarkan kata-katanya.


"Mama paham semua ini tidak mudah untuk Rani.Tetapi jika boleh mama meminta Rani tetap tinggal disini sebagai menantu sekaligus putri mama ya nak,"suara nya terasa berat disertai isak tangis.


Terasa berat kata-kata yang kudengar tersebut.Menganjal dalam hatiku yang perih dan terluka tetapi aku tidak mampu untuk mengatakan apapun saat ini.


"Demi kakek Ran, anggaplah ini permintaan seorang ibu kepada anaknya meskipun mama tahu tidak pantas mama meminta apapun darimu nak.Mama takut terjadi sesuatu kepada kakek jika Rani mengakhiri ini semua.Memang terkesan egois tetapi percayalah Ran,mama hanya ingin semua menjadi baik,"ia terdiam sejenak untuk melanjutkan kata-katanya.

__ADS_1


Aku tertegun mendengar ucapannya.


"Mama tidak memaksa Rani,tetapi jika boleh sekiranya Rani mempertimbangkan semuanya sebelum Rani mengambil keputusan dan tentang Reno....,"sambil melihat kedalam mataku.


"Ia sangat menyesal dan merasa sangat bersalah padamu nak.Sejak Rani di rumah sakit tidak sedetikpun ia meninggalkanmu.Mungkin selama ini sikapnya pada Rani tidak baik tetapi percayalah Reno sebenarnya anak yang sangat baik.Mama ingin kita memulai semua dari awal dengan hal yang baik nak.Mama ingin mencurahkan semua kasih sayang mama kepada Rani.Dan mama juga ingin Rani bahagia,"jelasnya panjang.


Namun sekali lagi aku hanya terdiam membisu.


"Ran...,"panggil kakek.


Aku tersentak dari lamunanku.


"Rani akan tetap tinggal disini kan nak?,"tanya kakek lagi.


Aku masih membisu sejenak memandangi raut muka kakek yang tegang mendengar jawaban dariku.


Perlahan kuhela napas pendek untuk memantapkan pilihanku.


"Bismillah....iya kek. In syaAllah Rani akan tetap tinggal disini."


Kakek dan semua orang tersenyum bahagia.Bu Sri memelukku erat dan berbisik kecil di telingaku.


"Terima kasih Ran,"sambil mencium keningku.


Kakek mengenggam tanganku dan hilang sudah ketegangan di wajah nya yang menua.Pak Sugeng pun mengusap lembut kepalaku.


Sementara Mbak Riska langsung berlari senang memelukku.


"Love you Ran,"ucap Mbak Riska.


Aku hanya tersenyum simpul.Pilihan yang sulit untuk kuambil.Tetapi demi kesehatan kakek dan kebahagian keluarga ini aku rela mengesampingkan semua rasa kecewa,marah,kesal dan benci.


Seperti yang selalu bunda ajarkan padaku untuk selalu ikhlas memaafkan kesalahan orang lain.Memang tidak mudah tetapi jika kita niatkan karena mengharap ridho dari Allah Subhanahu wa Ta'ala in syaAllah semua akan mudah.


Fa inna ma'al-'usri yusra.


Artinya: Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.


Inna ma'al-'usri yusra.


Artinya: sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.


Al Qur'an Surat Al-Insyirah Ayat 5-6.


"Alhamdulillah ya Allah,"ucap kakek senang.


"Yuk...sekarang kita sarapan pagi dulu ya.Rani juga harus minum obat agar lekas sehat,"timpal Mbak Riska.


Semua tersenyum sumringah atas keputusan yang telah kuambil.Selanjutnya kubiarkan Allah yang mengatur segalanya.


Bu Sri dan Mbak Riska membantuku untuk turun makan bersama.

__ADS_1


-------------------------------------------------------------------


__ADS_2