Jodoh Pilihan Tuhan

Jodoh Pilihan Tuhan
Fariz kecil.


__ADS_3

Momen kelahiran bayi Wirda dan Kak Rafa adalah saat-saat yang paling menegangkan, sebab pada saat itu Wirda bertaruh nyawa demi melahirkan nyawa baru dengan persalinan yang normal. Momen menegangkan tersebut akhirnya berubah menjadi momen bahagia dan penuh keharuan.


Saat suara bayinya yang pertama kali terasa adalah suara tangisan yang bisa didengar hingga radius tertentu,yang mengubah keresahan menjadi gurat tawa penuh rasa syukur pada Sang Maha Kuasa. Di sebuah ruang persalinan,dimana dalam momen ini, semua orang yang semula tegang dan cemas,lalu seketika berubah menjadi kebahagiaan saat tangisan bayi Wirda dan Kak Rafa mulai terdengar.


"Alhamdulillah ya Allah, " ucap Enjid penuh syukur setelah mendengar tangisan bayi.


Begitu pula Abi, Pak Budi, Bik Inah dan diriku yang juga turut bahagia mendengar suara tangisan bayi Wirda dan Kak Rafa.


Wirda telah melahirkan bayi mungil, lucu dan tampan. Yang atas permintaan Kak Rafa, buah hati mereka diberi nama Fariz.


Wirda pun setuju dan tidak keberatan akan hal itu.


Sementara itu, Ummah, Abi dan Enjid merasa sangat terharu akan keputusan Kak Rafa dan Wirda.


Yah, setelah duka berkepanjangan yang menyelimuti kediaman keluarga Imandar. Akhirnya mendung kelabu itu mulai tersingkirkan dengan datangnya kebahagian, atas lahirnya cucu pertama sekaligus penerus dari keluarga Imandar.


Kelahiran bayi Kak Rafa dan Wirda di tengah keluarga Imandar yang berduka merupakan suatu anugerah dari yang Maha Pencipta.


Kak Rafa lalu mengumandangkan lafadz adzan pada telinga sebelah kanan bayinya yang lahir. Pembacaan lafadz adzan ini juga digunakan sebagai sambutan bagi bayi Kak Rafa dan Wirda yang baru saja hadir di dunia ini. Setelah itu, Kak Rafa membaca iqamah pada telinga kiri bayinya.


Setelah selesai dibacakan adzan dan iqamah, Kak Rafa pun membacakan bayinya do'a, "Allahummaj'alhu barran taqiyyan rasyidan wa-anbit-hu fil islami nabatan hasanan .Ya Allah, jadikanlah ia (bayi) orang yang baik, bertakwa, dan cerdas. Tumbuhkanlah ia dalam islam dengan pertumbuhan yang baik. "


"U’iidzuki bikalimatillahi tammati min kulli syaithanin wa hammatin wa min kulli ‘ainin lammah, " imbuh Kak Rafa.


"Aamiin ya robbal'alamiin, " sahut Wirda yang masih terlihat lemas dan pucat pasca melahirkan.


Setelah itu, Abi pun menggendong Fariz kecil dan membacakan surat Al-ikhlas,surat Al-Qadr pada telinga kanan Fariz,lalu Abi melanjutkan membaca do'a

__ADS_1


"Wa inni u'idzu bika wadzurriyyataha minasysyaithanir rajim. Aku memohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada setan yang terkutuk. "


Tidak lama setelah itu Ummah pun bergantian menggendong cucunya,dengan membacakan do'a juga pada telinga kanan Fariz kecil.


"A'udzu bikalimatillahi at-tammati min kulli syaithanin wa hammatin wamin kulli 'ainin lammatin. Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah dari segala setan, kesusahan, dan pandangan yang jahat."


Do'a yang Ummah bacakan ini merupakan bentuk perlindungan dari penyakit 'ain pada bayi baru lahir, yang berasal dari pandangan orang-orang yang tidak sengaja menimbulkan penyakit 'ain. Karena penyakit 'ain sangat berbahaya bagi bayi baru lahir.


Enjid pun turut pula mendo'akan cicitnya dengan mengucapkan syukur dalam air matanya yang penuh keharuan.


"Ja'alahullahu mubaarokan 'alaika wa 'ala ummati Muhammadin. Semoga Allah memberinya keberkahan untukmu dan untuk umat Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam."


Bik Inah mendorong kursi roda ku mendekati Wirda yang telah selesai dibersihkan dirinya, dan bersiap ke ruang perawatan, sambil mengenggam jemari tangan Wirda yang masih terbaring lemas. Aku pun membacakan do'a untuknya,


"Barakallahu laka fil mauhubi laka wasyakarta al-wahiba wa balagha asyuddahu wa ruziqta birrahu. Keberkahan bagimu atas apa yang telah dianugerahkan padamu. Kau bersyukur pada Sang Pemberi, telah sampai pada kesenangan dari-Nya, dan (semoga) diberikan rizki atas kebaikan-Nya."


Wirda dan Ummah tersenyum kepadaku, begitu pula Ummah yang langsung mengusap kepala Wirda lembut dan mencium kepala Wirda, "Barakallahulaka fihi waja'alahu barran taqiyyan. Semoga Allah memberkahimu pada bayi ini dan semoga Allah menjadikannya sebagai anak yang berbakti dan bertakwa.Semoga kamu senantiasa bersyukur kepada Sang Pemberi (Allah), dan diberkahi dengan anak yang dianugerahkan kepadamu, semoga cepat besar dan dewasa, dan engkau diberi rezeki dengan patuh-baktinya. " ucap Ummah lirih.


'Aamiin ya robbal'alamiin, "sahut semua orang bersama-sama.


Abi terus menimang cucu nya dengan penuh kebahagiaan, begitu pula Enjid yang tidak pernah bisa berhenti melepaskan pandangan matanya dari Fariz, yang terus membius Enjid untuk terus menatapnya dengan penuh kasih sayang.


Aku pun melihat satu per satu pada paras semua orang yang terlihat berseri.


"Mas Fariz, lihatlah pada hari ini. Keluarga kita dapat tersenyum bahagia setelah sekian lama berduka atas kepergian mu, " gumamku di dalam hati.


Setiap orang terus bersyukur terus atas kelahiran Fariz.Dimana kehadirannya memberikan berkah,dan setiap orang merasakan kenikmatan akan karunia-Nya atas hadirnya.

__ADS_1


Hati yang dipenuhi rasa ikhlas melepaskan kepergian orang terkasih,dan mensyukuri atas kehadiran Fariz kecil.Seakan menunjukkan jalur energi Ilahi yang terbuka.


Dan menjadi sumber kebahagiaan yang mengisi hati setiap orang.


Banyak pendapat yang berbeda tentang apa itu bahagia. Namun berbagai perbedaan itu merujuk kepada satu hal yang sama, yaitu kepuasan hidup.


Bahagia, memang seharusnya dimiliki oleh setiap orang. Termasuk diriku dan seluruh anggota keluarga Imandar lainnya.


Karena menurut fitrahnya, manusia diciptakan dengan berbagai kelebihan dan kesempurnaan. Kebahagiaan menjadi sesuatu yang harus diciptakan dan diusahakan secara sadar. Hadirnya kebahagiaan di setiap detik kehidupan manusia menjadi amat penting. Karena begitu banyak dampak positif dan perubahan yang ditimbulkan.


Termasuk kebahagiaan kami saat ini.


Sumber kebahagiaan sejati itu amat dekat dan bersemayam dalam diri setiap orang. Ia memiliki navigasi tersendiri untuk memandu setiap orang menjadi baik atau buruk.


Dimana hati yang baik akan menghadirkan kebahagiaan yang berlimpah.


Yah, kebahagiaan ini tercipta karena kami semua menerima zona ikhlas dan sabar, atas takdir yang Allah Subhanahu Wa Ta'ala tetapkan.


Meskipun perih dan sulit, tetapi diriku bersama keluarga ku tetap tegar.


Karena kami percaya akan guyuran hujan yang teduh, setelah kemarau panjang nan gersang.


Mataku terus merekam kebahagiaan keluarga ku saat ini.


Ummah melihat ke arah diriku, lalu berjalan mendekati ku dan memelukku hangat.


Beliau selalu dapat membuat ku tenang dan nyaman dalam dekapan nya.

__ADS_1


__ADS_2