Jodoh Pilihan Tuhan

Jodoh Pilihan Tuhan
Pertengkaran


__ADS_3

Bu Sri dan Pak Sugeng segera ke rumah sakit setelah mendengar Kak Reno cedera.Akhirnya setelah mendengar penjelasan dokter ternyata Kak Reno hanya cedera ringan.Untuk sementara ia harus beristirahat dan tidak boleh terlalu banyak bergerak.Bu Sri sejak tadi sangat khawatir dengan kondisi Kak Reno kini dapat menarik napas lega.


"Kamu kok bisa begini sih nak,"ucap Bu Sri.


"Ada yang dipikirin ma,"jawab Kak Reno.


"Lah emangnya kamu mikirin apa nak?,"tanya Bu Sri penasaran.


Kak Reno tersenyum,"Mikirin Rani ma,"ucapnya.


Aku spontan tercengang mendengar kata-katanya.Permainan apalagi yang sedang ia mainkan pikirku dalam hati.


Bu Sri dan Pak Sugeng saling memandang dan tersenyum.


"Kenapa kok sampai seperti itu mikirin Rani.Nih sekarang Rani kan disini ngomong aja langsung ke Raninya,"ucap Bu Sri.


"Iya mah.Reno punya permintaan ma,selama kaki Reno sakit.Reno minta Rani yang merawat Reno ya ma,bolehkan ma?,"tanya Kak Reno pada Bu Sri.


Kak Roy dan Wirda melirik ke arahku sambil memberi kode untuk menolaknya.


Lalu Bu Sri berkata,"Loh kok nggak tanya langsung ke Raninya sih nak.Kan Rani ada disini,"ucap Bu Sri sambil tersenyum lalu meneruskan kata-katanya,"Gimana Ran.Rani mau kan merawat Reno,"ucap Bu Sri sambil mengenggam tanganku.


Aku terdiam sesaat,merasakan jika ini adalah bagian dari rencana Kak Reno.Tetapi aku memasrahkannya kepada Sang Kuasa.Seperti kata bunda yang terpenting niat kita baik dan terserah jika orang ingin berbuat jahat kepada kita.Karena sesungguhnya Allah Subhana wa Ta'ala Maha Melihat dan Maha Mengetahui semuanya.Maka dengan yakin aku pun mengangguk tanda jika diriku mengiyakan permintaan Kak Reno.


Bu Sri dan Pak Sugeng tersenyum senang sama dengan ekspresi wajah Kak Reno.Namun berbeda dengan ekspresi wajah Kak Roy dan Wirda yang tidak senang akan keputusanku.


Dengan cepat Wirda menarikku keluar,


"Sebentar ya Tante, saya mau ngomong sebentar sama Rani,"ucap Wirda.


"Oh,iya nak.Silahkan,"ucap Bu Sri.


Kak Reno menatap ke arah Wirda dengan curiga.Namun sepertinya Wirda tidak peduli lalu ia menarik tanganku keluar.

__ADS_1


Sesampainya diluar Wirda dengan kesalnya berkata padaku,


"Ran,kamu kok mau-maunya sih ngerawat Kak Reno dan bantuin dia lagi.Kak Reno kan sudah banyak nyusahin kamu Ran.Palingan ini juga akal-akalannya dia aja buat kamu menderita Ran. Aku yakin banget deh.Mending sekarang kamu masuk dan menolaknya sebelum terlambat Ran.Aku takut Kak Reno punya rencana jelek buat kamu Ran,"ucap Wirda khawatir.


Aku pun berusaha menenangkan Wirda,


"Mudah-mudahan nggak Wir.Apa orang yang jahat harus kita balas jahat juga?nggak kan Wir.Bismillah aja yang penting nawaittuku baik Wir,selebihnya jika Kak Reno punya rencana yang jelek biarkan semua menjadi urusan Allah.Udah deh Wir nggak apa-apa jangan terlalu dipikirkan.Ada Allah yang jaga Rani,"ucapku meyakinkan Wirda.


Wirda pun tampak pasrah menerima ucapanku dan tersenyum kecil sambil mengenggam tanganku.


Tidak lama kemudian Kak Roy keluar lalu ia berjalan menuju ke arahku.Dalam diamnya aku memahami apa yang ingin Kak Roy katakan tetapi ia tetap diam dan mendukung keputusanku.


"Ran,sekalian lihat bunda yuk Ran.Ini rumah sakit yang sama bunda dirawat bukan,"ucap Kak Roy.


"Akh..iya kak.Hampir saja Rani kelupaan,"jawabku.


"Bunda?,"tanya Wirda bingung.


Kemudian Kak Roy menjelaskan pada Wirda jika bunda sedang sakit dan dirawat di rumah sakit ini.Wirda sungguh terkejut dan histeris mendengar kabar tersebut,


"Bukan begitu Wir.Aku hanya tidak ingin merepotkan kamu.Dan Alhamdulillah sekarang keadaan bunda sudah berangsur membaik kok Wir,"ucapku menjelaskan pada Wirda.


"Alhamdulillah Ran.Oh ya Ran,selama bunda sakit kamu tinggal dimana?,"tanya Wirda penasaran.


Aku dan Kak Roy saling memandang.Bagaimana aku harus mengatakan kepada Wirda jika selama bunda sakit aku tinggal di rumah Kak Reno.Namun jika tidak kukatakan pada Wirda ia akan kecewa.Maka dengan berat hati aku mengatakan kepada Wirda dan betapa terkejutnya dia.


Namun dengan segera Kak Roy mengalihkan pembicaraanku dan Wirda untuk segera menuju ruangan bunda.Mendengar itu Wirda berhenti untuk mengulik masalahku yang menetap sementara di rumah Kak Reno,meski kulihat banyak tanya yang tergambar jelas pada raut mukanya.


Setelah sampai di depan ruangan bunda.Langkahku,Kak Roy dan Wirda terhenti.Terdengar suara gaduh di dalam.Ada suara bunda yang berteriak.Aku menjadi khawatir dengan segera ingin kubuka pintu.Namun Kak Roy melarangku.


"Sebentar Ran,jangan langsung masuk.Lebih baik kita buka perlahan agar kita dapat mengetahui apa yang sedang terjadi di dalam,"ucap Kak Roy.


Aku pun setuju dengan saran Kak Roy.Lalu Kak Roy yang membuka pintu dengan sangat pelan tanpa menimbulkan suara.Aku pun masuk bersama Wirda secara perlahan mengikuti Kak Roy yang berada di depanku.

__ADS_1


Setelah masuk di dalam.Aku,Kak Roy dan Wirda berjalan dengan hati-hati.Terdengar jelas suara bunda yang sedang marah kepada seorang lelaki.Apa yang terjadi,batinku penasaran.Lalu aku beralih mengubah posisi untuk melihat bunda sedang berbicara dengan siapa.


Hampir terkejut diriku melihat Pak Sukiman (Kakek Kak Reno),Mbak Riska dan ajudan keluarga mereka Pak Budi.


Bunda meneruskan ucapannya,


"Kenapa bapak tega menjebak putri saya Rani untuk melakukan perjanjian yang dapat merusak kehidupannya dan bahkan tanpa persetujuan saya selaku orang tua tunggalnya,"ucap bunda marah.


Jantungku berdegup kencang.Tanganku gemetar.Apakah bunda sudah mengetahui pernikahan siriku dengan Kak Reno.


Tiba-tiba Wirda membuyarkan lamunanku,


"Ran,perjanjian apa?,"tanya Wirda sambil berbisik.


Aku diam tanpa kata.


Kakek menjawab kemarahan bunda,


"Maafkan kami Bu Tari.Tapi kami melakukan semua ini agar Rani dapat menjadi bagian dari keluarga kami.Agar Bu Tari mampu melupakan kesalahan terbesar yang telah dilakukan putra saya Sugeng yaitu ayahnya Reno.Tidak ada maksud lain.Sungguh Bu,dan kami benar-benar menyayangi Rani,"ucap kakek pelan.


Lalu Mbak Riska menimpali,


"Iya bun,kami sangat menyayangi Rani,"ucap Mbak Riska.


"Benarkah,dengan melakukan tipu daya kepada Rani tanpa ia mengetahui kebenaran yang sesungguhnya.Bagaiamana jika Rani mengetahui kebenaran dan motif dari perjanjian yang kalian lakukan padanya adalah bentuk kamuflase atas kesalahan yang keluarga kalian lakukan pada Rani,"ucap bunda tegas.


Kebenaran apa yang sebenarnya bunda katakan.Apa yang keluarga Kak Reno coba sembunyikan dariku.Kebenaran apa,ucapku dalam hati.


"Jangan berpikir demikian Bu Tari.Saya tahu kami telah melakukan kesalahan tetapi sekarang Rani sudah menjadi bagian dari keluarga kami.Dia adalah menantu kami,istri dari cucu saya Reno Suprapto,"ucap kakek.


Aku lemas mendengar kata -kata kakek.Kak Roy dan Wirda sangat terkejut.Bunda pun menangis.


CEKREK...

__ADS_1


Pintu terbuka,Bu Sri bersama Pak Sugeng dan Kak Reno masuk ke dalam.Kakek dan Mbak Riska menoleh ke arah pintu.Mereka terkejut melihatku berada di dalam.


BRughhh..tubuhku lemas,aku terjatuh.


__ADS_2