
Setelah ummah dan Wirda menuntunku berjalan ke ruang tamu kini aku sudah berada dan duduk berhadapan langsung dengan pengacara almarhum kakekku yaitu Pak Gondrong Widodo.
" Masya Allah saya sungguh sangat terkejut setelah mendengar semua cerita yang Nak Rafa dan Nak Wirda ceritakan kepada saya. Mengenai Nak Rani yang tidak lain dan tidak bukan adalah cucu dari almarhum Bapak Widiyanto. Sungguh saya sangat terkejut dan hampir tidak dapat berkata-kata. Dan sekarang alhamdulillah saya secara langsung dapat melihat dan bertemu dengan Nak Rani. Semua ini adalah seperti mukjizat yang Allah berikan karena setelah sekian lama saya berusaha untuk mencari ahli waris dari almarhum Bapak Widiyanto dan setelah sekian belasan tahun amanah yang begitu berat saya pikul ini dapat saya tunaikan dengan perasaan yang lega, bahagia dan takjub ,"ucap Pak Gondrong setelah ia melihat diriku.
" Iya Pak Gondrong. Alhamdulillah Allah mempunyai rencana yang indah dan baik untuk Nak Rani ,"ucap Enjid.
" Benar sekali Pak Sucipto. Saya juga tidak menyangka jika hari ini saya juga dapat bertemu dengan Pak Sucipto yang tidak lain dan tidak bukan adalah sahabat karib dari almarhum Bapak Widiyanto yang menjadi kakek Nak Rani .Semuanya sungguh di luar dugaan dan kita benar-benar tidak tahu akan takdir yang Allah berikan kepada kita. Bukankah begitu Pak Sucipto?," tanya Pak Gondrong kepada Enjid.
"Iya benar sekali Pak Gondrong. Tetapi memang sangat miris dan begitu menggetarkan hati atas semua kejadian dan peristiwa yang telah dialami oleh sahabat saya almarhum Widiyanto beserta seluruh keluarga dan keturunannya. Hal ini akibat ulah dan kerakusan akan harta oleh Suprapto yang sangat terobsesi untuk menguasai semua aset yang dimiliki oleh sahabat baik saya yaitu almarhum Widiyanto," ucap Enjoy dengan wajah yang terlihat sedih.
" Betul sekali Pak Sucipto saya pun tidak mampu untuk membayangkannya jika Pak Suprapto itu tega melakukan semua hal ini kepada almarhum Bapak Widiyanto beserta anak keturunan dan cucunya yaitu Nak Rani. Hingga penglihatan Nak Rani pun menjadi hilang dan tidak dapat melihat dengan baik sebagaimana mestinya. Dan saya turut sangat bersimpatik atas semua kejadian yang menimpa Nak Rani. Oleh karena itu saya dengan segera sudah menyiapkan semua salinan berkas-berkas untuk melakukan pemindahan seluruh aset yang dimiliki oleh almarhum Bapak Widiyanto kepada Nak Rani pada hari ini juga ,"ucap Pak Gondrong Widodo sambil membuka beberapa berkas-berkas di dalam map dibantu oleh beberapa orang asisten pengacaranya dan notaris.
" Alhamdulillahirobbilalamin .Saya sangat senang mendengar akan berita ini Pak Gondrong dan ini memang merupakan sudah menjadi hak penuh dari Nak Rani untuk mendapatkan apa yang mestinya ia dapatkan sejak lama," tutur Enjid.
Dan tidak lama setelah itu Pak Gondrong dibantu beberapa asisten pengacaranya dan juga keponakannya Pak Hadi selaku pengacara khusus dari keluarga Enjid turut membantu semua proses pemindahan hak waris yang akan dilimpahkan kepadaku. Setelah sekian lama keluarga Suprapto menguasai semua aset yang almarhum kakekku milikki .Kini semua aset itu akan berpindah tangan menjadi milikku . Maka terdengar dari Indra pendengaranku semua orang tampak mengucapkan syukur dan rasa senangnya akan satu hal yang menjadi poin penting untuk menghantam kekokohan kerajaan keluarga Suprapto yang begitu tangguh selama ini. Sungguh sebenarnya dari dalam hatiku .Aku tidak terlalu memikirkan akan semua materi kekayaan yang dimiliki oleh almarhum kakek. Aku hanya ingin menjalani kehidupan dengan tenang, damai dan nyaman seperti kehidupanku sebelumnya. Tetapi di satu sisi semua aset yang memang seharusnya menjadi milikku memang harus berada di dalam genggamanku agar tidak disalahgunakan oleh orang lain khususnya keluarga Suprapto.
Dan setelah proses pemindahan dan tanda tanganku sudah selesai Pak Gondrong beserta Pak Hadi, seluruh asistennya dan Notaris yang hadir pamit untuk pulang untuk menyiapkan semua dokumen itu secara resmi dan juga untuk menyiapkan persidangan esok hari atas kasus kekerasan yang dilakukan oleh Kak Reno terhadap diriku dan Kak Roy.
Enjid,Ummah,Abi,dan Kak Rafa mengantar para tamu untuk menuju halaman depan.
__ADS_1
Sementara Wirda dan Ustad Fariz duduk menemaniku di ruang tamu.
"Apa yang Dek Rani rasakan dan pikirkan sekarang ?,"tanya Ustad Fariz dengan lembut kepadaku.
" Tidak ada Ustad Fariz. Rani hanya tidak membayangkan jika semua terjadi begitu cepat dan di luar dugaan Rani," jawabku pelan.
" Kak Fariz hanya bisa berharap dan mendoakan semoga apa yang kita upayakan hari ini akan menuai keridhoan dari Allah subhanahu wa ta'ala. Dan menjadikan Dek Rani semakin menjadi wanita muslimah yang semakin sholehah.Serta semakin mendekatkan diri kepada Allah dalam memetik semua hikmah perjalanan kehidupan yang telah Dek Rani jalani dan lalu sejauh ini.Dan semoga apa yang telah Dek Rani ikhlaskan akan Allah ganti dengan berlipat-lipat kebaikan dan kemuliaan untuk mengangkat derajat Dek Rani di sisi allah subhanahu wa ta'ala, baik di dunia maupun di akhirat,; tutur Ustad Fariz kepadaku.
" Aaamin ya robbal alamin .Jazakallah Khairan katsiran Ustad Fariz untuk semua doa, motivasi ,dukungan dan bantuan yang tiada henti-hentinya Ustad Fariz berikan kepada Rani.
Dan Rani sangat bersyukur karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah mempertemukan dan menghadirkan Ustad Fariz dalam kehidupan Rani .Dan Rani tidak tahu apa jadinya hidup Rani jika Ustad Fariz tidak menolong Rani,"jawabku dengan perasaan yang sangat tulus.
Lalu Ustad Fariz meneruskan perkataannya kepadaku.
"Seperti di dalam Al-Quran Surat Al-Maidah ayat 2 yang berbunyi;
...wa ta'aa wanuu 'alalbirri wattaqwaa, wa ta'aa wanuu 'alal itsmi wal'udwaan, wattaqullaaha, innallaaha syadiidul 'iqaab.
Artinya: Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.
__ADS_1
Dan begitu pula dalam Al-Quran Surat At-Taubah ayat 71 yang berbunyi;
Walmu'minuuna wal mu'minaatu ba'duhum awliyaaa'u ba;d; yaamuruuna bilma'ruufi wa yanhawna 'anil munkari wa yuqiimuunas Salaata wa yu'tuunaz Zakaata wa yutii'uunal laaha wa Rasuulah; ulaaa'ika sayarhamuhumul laah; innallaaha 'Aziizun Hakiim
Artinya: "Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan shalat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Maha bijaksana," tutur Ustad Fariz.
"Dengan saling tolong menolong, sejatinya manusia tidak akan ada yang merasa sedih atau hampa. Hal ini disebabkan, hati akan mendapatkan rasa bahagia yang tidak semu saat melihat orang lain terbantu dengan usaha yang kita lakukan.Dan semoga apa yang Kak Fariz lakukan untuk Dek Rani dapat memberikan faedah yang besar manfaatnya dalam kehidupan Dek Rani.Itu yang menjadi pengharapan dari Kak Fariz terhadap Dek Rani," lanjut ucap Ustad Fariz kepadaku.
"Syukron ala hadzhil musaa’adih. Terima kasih atas bantuannya ustad Fariz," kataku pelan dengan rasa senang.
" Afwan.Sama- sama Dek Rani. Kalau begitu sekarang sebaiknya Dek Rani masuk ke kamar dan beristirahat .Supaya besok hari Dek Rani sudah merasa jauh lebih baik dan siap untuk datang ke persidangan, " ucap Ustadz Fariz kepadaku .
Lalu aku pun mengangguk mendengar ucapannya. "Iya baik Ustad Fariz,"jawabku pelan.
"Ya sudah kalau begitu Kak Fariz.Wirda menemani dan mengantar Rani dulu masuk ke dalam kamar ya Kak Fariz,"ucap Wirda mengucapkan permisi kepada Ustad Fariz. "Iya dek Wirda, silahkan. Oh ya Dek Wirda jika Rani membutuhkan sesuatu baik makanan, minuman dan lain-lain.Kak Fariz berharap Dek Wirda tidak sungkan mengatakan langsung kepada saya,Ummah, Rafa dan juga bisa meminta bantuan pada Bik Siti ataupun Bik Inah, "ucap Ustad Fariz kepada Wirda.
"Iya Kak Fariz tentu saja ,'jawab Wirda.
Lalu tidak lama setelah itu Wirda pun menuntunku berjalan masuk ke kamar setelah berpamitan dengan Ustad Fariz yang masih duduk di ruang tamu menunggu kembalinya Ummah, Abi ,Enjit dan juga Kak Rafa yang sedang mengantarkan Pak Gondrong, Pak Hadi beserta asisten pengacara dan notaris untuk menuju ke mobilnya masing-masing.
__ADS_1