Jodoh Pilihan Tuhan

Jodoh Pilihan Tuhan
Pindah.


__ADS_3

Aku sudah berada di ruang rawat inap tempat dimana Kak Reno di rawat.


Setelah mendengar berita meninggal nya Kak Roy. Enjid segera mengajak Abi dan Pak Budi untuk melihat keadaan Kak Roy. Serta membantu mengurus administrasi juga jenazahnya. Kak Reno yang duduk setengah berbaring di atas ranjang pasien. Terus menatap diri ku dengan matanya yang berkaca-kaca.


Aku pun segera menghampiri dirinya,dan menangis di dalam pelukannya.


Dengan perlahan Kak Reno terus mengusap kepala dan punggung ku, untuk membuat diri ku tenang.


"Menangislah Ran, tidak apa-apa. Luapkan semua kesedihan mu. Karena hari ini kita telah kehilangan, seseorang yang penting dalam kehidupan kita, " ucap Kak Reno sambil memeluk diri ku.


Dengan suara sesenggukan dan terus menangis. Aku berusaha untuk mengatakan sesuatu pada Kak Reno.


"Aku sungguh tidak menyangka Kak Reno. Jika Kak Roy akan pergi meninggalkan kita dengan cara seperti ini. "


Kak Reno menyeka air matanya dan menatap wajah ku dalam.


Beberapa kali ia tampak berusaha untuk menghela napasnya, sebelum berbicara dengan diri ku.


"Setiap manusia memilki jatah usia masing-masingnya Ran. Dan kita tidak akan pernah tahu, kapan pasti nya usia kita akan berakhir pula. Karena tidak ada yang akan benar-benar mengetahui kepastian,kapan saatnya giliran kita yang harus benar-benar meninggalkan kehidupan di bumi ini.


Kehidupan ini hanya sekali Ran, dan tugas kita untuk menjadikan kehidupan kita bermakna.


Dimana saat seseorang yang begitu kita sayangi pergi untuk selamanya, rasa duka dan sedih memang tidak bisa kita elakkan dan hindari.


Terlebih lagi, jika kedekatan kita dengannya sudah sangat dalam. Memang akan ada rasa tidak rela. Untuk melepaskan nya atau berpisah darinya.


Namun, ketika semua sudah di gariskan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Maka kita pun harus berusaha untuk tegar dan ikhlas.


Karena memang tidak ada sesuatu yang abadi di dunia ini. Dimana setiap yang bernyawa pasti akan kembali ke Sang Pemilik Semesta. Termasuk apa yang kita miliki saat ini pun bisa hilang sewaktu-waktu Ran. Untuk itu, kita relakan kepergian Roy dan mengumpulkan keberanian kita untuk memulai kehidupan kita dari awal, "jelas Kak Reno pada ku.


Aku menganggukkan kepala ku, sembari menyeka air mata ku.

__ADS_1


Kak Reno mencium jemari tangan ku, lalu mendekap tubuh ku.


Meskipun kepergian Kak Roy sungguh membuat ku terpukul. Namun, aku pun berusaha untuk menerima kenyataan.


Yah, kehadiran Kak Roy memang sangat spesial dalam memberikan warna tersendiri bagi kehidupan ku. Dia tidak hanya sebagai sahabat tetapi sudah seperti kakak bagi ku. Walaupun, ia menginginkan akan harapan yang lebih dari hubungan pertemanan ku dengannya. Meskipun begitu aku tetap menghormatinya, dan memaafkan semua kesalahan akan keluputan dirinya pada ku.


Termasuk peristiwa penculikan yang almarhum Kak Roy lakukan pada ku dan Kak Reno.


Seperti pepatah yang mengatakan.


Dimana setiap ada pertemuan pasti akan ada perpisahan. Termasuk perpisahan kami dengan almarhum Kak Roy, yang terjadi karena di pisahkan oleh maut.


Perpisahan inilah yang kemudian membuatku,Kak Reno dan semua orang yang mengenalnya merasa kehilangan akan kepergiannya.


Rasa kehilangan ini terjadi, karena adanya kehampaan. Sebab Kak Roy tidak dapat lagi bersama kami. Sedih memang, tetapi aku menyadari sepenuhnya bahwa ini adalah kehendak Nya.


Kak Reno mengusap lembut kepala ku, seraya memberikan nasehat nya pada diri ku.


" Semua yang sudah kita dapat kan bisa mendadak hilang dari pandangan kita dalam hitungan detik saja, Ran.


Tetapi, diri mu juga harus selalu ingat Rani. Bahwa kehidupan kita masih harus tetap berjalan setelah ini. Untuk itu, jangan sampai diri mu tenggelam dalam kesedihan dan malah menyia-nyiakan kehidupan mu sendiri. Oleh karena itu, mari kita jadikan semua yang telah terjadi dalam kehidupan kita sebagai pengingat, termasuk akan kepergian Roy yang sangat kita cintai untuk selama-lamanya dari dunia ini.


Karena,setiap perjumpaan pasti akan berujung pada perpisahan pula. Namun, dari sebuah perpisahan, kita akan selalu di arahkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala pada sebuah pintu baru. Pintu yang akan membuat kehidupan kita kembali bergerak dan berubah. InsyaAllah, menuju pada kehidupan yang jauh lebih baik dan indah, "tutur Kak Reno sambil mendekap diri ku erat.


Aku pun tenggelam dalam kehangatan dekapan nya. Kemudian, Kak Reno mengangkat kepala ku perlahan-lahan. Dimana pandangam mata kami bertemu dan saling menatap lekat.


"Waktu yang sudah berlalu. Tidak dapat di putar lagi, Rani. Termasuk mengenai apa yang sudah terjadi. Maka tidak perlu untuk di sesali atau membuat kita semakin bersedih hati. Semua yang sudah di berikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.


Yang pada akhirnya akan di ambil lagi olehNya. Sehingga tidak perlu kita terus menerus menangis dan bersedih. Semoga setelah ini aku dan diri mu senantiasa di berikan kekuatan. Untuk menjalani kehidupan kita selanjutnya. Dan untuk Roy yang sudah pergi meninggalkan kita.


Tugas kita adalah mendo'akan nya saja. Semoga ia tenang berada di sana, dan di terima amal ibadahnya oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

__ADS_1


Sekarang kita tentramkan hati kita dengan mengingat. Jika setiap kebaikan yang Roy miliki. InsyaAllah,akan selalu menjadi semangat bagi kita untuk menjalani kehidupan kita yang lebih baik lagi dari sekarang, " ucap Kak Reno sambil memegang wajah ku dengan jemari tangannya.


Aku pun mengangguk dan menatap haru padanya.


Kak Reno lalu mengecup kening ku lembut. Dimana setelahnya senyum kami saling terurai.


"Aku mencintai mu Rani. Tetaplah di sisi ku untuk terus bergerak maju menjalani kehidupan ini bersama ku. Karena dengan bersama diri mu. Kehidupan ku akan lebih berarti, " ucap Kak Reno sambil memeluk tubuh ku lagi.


"Yah, Kak Reno. Di dalam dekapan hangatnya raga mu. Diri ku mengharapkan sebuah asa akan harapan nyata. Dimana kebersamaan ku dengan mu akan membuat semesta yang fana menjadi semesta yang penuh warna. Dan aku juga sangat mencintai mu, Kak Reno, " balas ku sambil memeluk erat tubuh nya.


Tidak lama kemudian Abi, Enjid dan Pak Budi datang memecah kebersamaan ku dan Kak Reno.


"Maaf ya sayang, kedatangan Enjid dan yang lain menganggu waktu kalian ya. Hahahaa, " ucap Enjid menggoda ku dan Kak Reno.


Aku dan Kak Reno tersipu malu, dengan raut wajah merona merah.


"Tidak mengganggu Enjid. Mengapa Enjid berkata demikian, " ucap ku sambil menundukkan kepala ku.


"Benarkah, " tanya Enjid lagi dengan menggoda ku.


Enjid dan Pak Budi tertawa bersama-sama. Namun, Abi dengan segera memecah candaan Enjid. Dimana Abi mengetahui ketidaknyamanan ku.


Sementara itu, Kak Reno pun hanya dapat tertawa melihat sikap Enjid.


"Ran, ayo bersiap-siap karena setelah ini kita akan memindahkan Reno ke rumah sakit di dekat tempat tinggal kita. Abi sudah mendapatkan izin dari dokter, " jelas Abi sambil tersenyum.


Aku pun menggangguk, "Baik Abi. "


Sambil melirik ke arah Kak Reno, aku langsung bergegas menyiapkan semua barang kebutuhan Kak Reno.


Dan tidak lama setelah itu beberapa perawat dan dokter pun datang. Untuk menyiapkan kepindahan Kak Reno ke rumah sakit di tengah kota.

__ADS_1


Aku di temani beberapa perawat berada di ambulan bersama Kak Reno, menuju rumah sakit besar yang akan segera kami tuju.


Sementara itu, Abi, Enjid dan Pak Budi berada pada satu mobil. Dan mengikuti mobil ambulan dari belakang,yang membawa Kak Reno.


__ADS_2