Jodoh Pilihan Tuhan

Jodoh Pilihan Tuhan
Kecelakaan.


__ADS_3

Abi, Enjid, Pak Budi dan aparat kepolisian segera masuk ke dalam rumah dimana Kak Roy dan orang suruhan menyekap diri ku.


Sementara itu, beberapa aparat kepolisian mengejar Kak Roy dan orang-orang suruhannya yang berusaha untuk melarikan diri.


Abi dan Pak Budi segera mencari keberadaan diri ku. Sedangkan Enjid segera menelepon rumah sakit terdekat untuk meminta ambulan datang.


Asap mengepul tebal.


Nyala api menjalar kemana -mana.


Para penduduk yang tinggal di dekat tempat ku di sekap mulai berdatangan untuk membantu memadamkan api.


Tidak lama setelah menunggu akhirnya petugas pemadam kebakaran datang bersamaan dengan mobil ambulan.


Beberapa warga di bantu oleh aparat kepolisian masuk ke dalam rumah untuk menemukan keberadaan ku dan juga Kak Reno.


Dan setelah mencari di dalam kepungan asap tebal. Suara Pak Budi berteriak keras meminta tolong, karena ia sudah berhasil menemukan keberadaan ku dan Kak Reno.


"Tolong!. Tolong!. Tolong cepat datang kemari.Saya sudah menemukan keberadaan Nak Rani dan juga Nak Reno, " pekik Pak Budi dengan sangat keras.


Mendengar teriakkan dari Pak Budi orang-orang pun segera bergegas mendekati Pak Budi dan membebaskan tali yang mengikat ku dan juga Kak Reno.


Namun, Pak Budi langsung berteriak histeris saat ia mengetahui jika Kak Reno telah tertembak.


"Ya Allah Nak Reno," pekik Pak Budi keras.


"Ada apa Pak Budi?, "tanya Abi panik sambil mendekati Pak Budi.


Dengan tangan yang bergetar dan penuh kecemasan.


Pak Budi pun berkata sambil terus membuka tali ikatan yang membelenggu tangan dan kaki Kak Reno.


" Kita harus segera menolong Nak Reno keluar dari sini Pak. Nak Reno tertembak dan terluka cukup parah. Jika tidak kita tidak akan dapat menyelamatkan nyawa nya, "ujar Pak Budi dengan panik.

__ADS_1


Mengetahui akan hal itu Abi segera meminta tolong kepada beberapa warga yang ikut membantu.


Dan dengan bersusah payah sambil melewati api yang berkobar dengan kepungan asap. Akhirnya Kak Reno dan diri ku berhasil di bawa keluar.


Dengan cepat pula Kak Reno dan diri ku segera di masukkan ke dalam mobil ambulan untuk menuju rumah sakit terdekat.


Abi segera menghubungi Ummah dan memberitahukan semua yang terjadi pada diri ku dan Kak Reno.


Mendengarkan informasi yang Abi sampaikan Ummah langsung menangis histeris.


" Abi. Ummah menyusul kesana ya Bi,"pinta Ummah dengan suaranya penuh kesedihan.


"Tidak Ummah, lebih baik Ummah tetap berada di rumah. Ini semua demi kebaikan kita bersama. Dan jika keadaan sudah membaik dan telah tertangani. Baru Ummah boleh keluar. Namun, untuk sementara waktu Ummah bersama Wirda tetap berada di dalam rumah, " jawab Abi melalui sambungan telepon.


Ummah pun tidak dapat menolak permintaan dan larangan abi.


Meskipun sebenarnya Ummah sangat mencemaskan dan mengkhawatirkan keadaan diri ku dan Kak Reno.


Dengan segera Abi langsung mematikan sambungan telepon, karena harus mengikuti mobil ambulan yang membawa diri ku dan Kak Reno.


Kemudian, Enjid bersama Abi dan Pak Budi segera menuju ke rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit aku dan Kak Reno segera di larikan ke ruang IGD.


Dimana keadaan Kak Reno begitu sangat kritis, karena kehilangan banyak darah.


Dan aku belum juga sadarkan diri.


Abi pun terus memberikan kabar terbaru mengenai diri ku dan Kak Reno.


Tidak berapa lama kemudian, beberapa aparat kepolisian datang dengan mobil ambulan yang juga menyertai kedatangan mereka.


Pak Budi dan Enjid segera menghampiri dan melihat apa yang terjadi.

__ADS_1


Dan berapa terkejutnya mereka berdua saat melihat yang keluar dari mobil ambulan adalah Kak Roy, Bude Ayu, Putri Kak Roy dan beberapa orang -orang suruhan Kak Roy .


Mereka semua terluka parah dengan noda merah segar dan kulit yang ternganga penuh robekan.


Pak Budi segera bertanya kepada pihak kepolisian, karena rasa penasaran nya.


"Maaf Pak apa yang terjadi dengan mereka semua. Hingga tubuh mereka penuh dengan luka-luka yang mengerikan?, " tanya Pak Budi sambil mengalihkan pandangan matanya karena tidak tega untuk melihatnya.


Abi yang sudah selesai menelepon Ummah pun segera mendekat pada Pak Budi dan Enjid, untuk mengetahui apa yang sebenarnya telah terjadi.


Melihat keresahan dan pertanyaan dari Pak Budi, maka aparat kepolisian pun menjelaskan kepada mereka.


"Para pelaku penculikan yang telah menyekap Saudara Reno dan saudari Rani. Telah mencoba untuk kabur dan melarikan diri dengan mobil mereka masing-masing. Namun, sayangnya niat jahat mereka untuk kabur terendus oleh kami. Yang mana dengan cepat personil kami yang lainnya, segera melakukan pengejaran terhadap mereka. Dan di tengah perjalanan mobil para pelaku kejahatan ini mengalami hilang kendali. Yang mengakibatkan mereka semua mengalami kecelakaan yang cukup hebat dan parah. Untuk itu kami segera membawa mereka yang masih bernyawa kemari, " jelas bapak kepolisian kepada Abi, Enjid dan Pak Budi.


"Astagfirullah.Memangnya apakah ada yang meninggal dunia Pak, saat kecelakaan yang terjadi pada mereka?, " tanya Pak Budi.


"Ada sekitar empat atau lima orang yang mengalami kecelakaan meninggal di tempat, karena mobil mereka meledak dan terbakar di tempat kejadian.Dan hanya mereka yang selamat, langsung kami bawa kemari untuk mendapatkan pertolongan, " jawab bapak kepolisian lagi.


Abi, Enjid dan Pak Budi pun saling melihat satu sama lain dengan tatapan yang penuh keterkejutan.


Tidak lama saat Abi, Enjid, Pak Budi dan bapak kepolisian sedang bercakap-cakap. Dokter keluar dan memberitahukan jika beberapa orang-orang suruhan Kak Roy yang berada di ruang IGD bersama Bude Ayu dan putri Kak Roy tidak dapat di selamatkan, sehingga telah meninggal dunia.


Abi, Enjid dan Pak Budi pun kembali terkejut dan bersama-sama mengucapkan kalimat istirja.


Belum sempat Pak Budi menanyakan keadaan Kak Roy. Dokter sudah terlebih dahulu mengatakan jika keadaan Kak Roy sangat kritis.Karena lukanya yang cukup parah. Mendengar penjelasan dari dokter Abi, Enjid dan Pak Budi hanya diam dan tidak mampu untuk berkata-kata.


Semua kejadian yang telah terjadi pada hari ini. Begitu sangat mengguncang Abi, Enjid dan Pak Budi.


Dokter pun kembali untuk masuk kembali ke dalam ruang IGD


Setelah sebelumnya dokter telah menyampaikan, bahwa peluru yang bersarang di dada sebelah kanan Kak Reno sudah berhasil di keluarkan.


Dan kini hanya tinggal menunggu transfusi darah untuk Kak Reno.

__ADS_1


Abi, Enjid dan Pak Budi sedikit dapat bernapas lega pula. Setelah mengetahui jika keadaan ku mulai membaik dan menunggu untuk sadar.


Abi pun segera menghubungi Ummah kembali, untuk mengabarkan perkembangan terbaru dari diri ku dan Kak Reno. Serta apa yang telah terjadi pada Kak Reno juga pada bude dan putrinya. Beserta orang-orang suruhan Kak Reno.


__ADS_2